
jam dinding telah menunjukan pukul 02.00 dini Hari.
Dennis Dan Talita di tempat yang berbeda mereka tidak tidur.
Dennis sedang merenungi nasibnya di tengah keputus asaan, benar benar berencana untuk bunuh diri setelah selesai membantu pekerjaan ayahnya di kantor.
sedangkan Talita dengan perasaan cemasnya masih berusaha menghubungi Dennis. begitu banyak pesan yang ia kirim untuk Dennis.
Tak lain pesan tersebut
den...tolong baca semua pesan ku.
beri aku kesempatan untuk bertemu.
Ada yang ingin aku bicarakan.
Dennis... tolong jangan bertindak bodoh, kumohon den.
aku ingin bertemu.
plisss ku mohon den...
Dennis kuharap kau tidak berbuat Hal bodoh, balas pesanku den....
jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi Dan Talita tidak pergi ke kantor, Talita meminta izin dengan alasan sakit.
yang sebenarnya Talita tidak bisa ke kantor karena tampang Talita terlalu kacau dengan mata nya yang super sembab.
tiba tiba ponsel Talita berdering ada pesan yang masuk dari Dennis.
sudah lah litta, semua sudah berakhir... kau tidak perlu lagi memikirkan ku. aku sudah tidak berarti lagi di dunia ini, aku akan menyelesaikan semua pekerjaan di kantor papa, Dan setelah itu aku akan pergi untuk selama nya.
aku harap kau bisa mendapatkan pasangan yang baik,semoga kau bahagia litta.
talita sangat ketakutan dengan pesan tersebut
talita berusaha menelepon dennis, tapi Dennis tidak mengangkatnya.
berkali Kali Talita menelepon tapi tidak Ada jawaban.
ayah talita tahu bahwa Talita sedang berusaha menelepon dennis., ayah talita mengambil inisiatif untuk menghubungi Dennis.
panggilkan masuk tertera di layar ponsel Dennis
"ayah talita "
Dennis tidak ingin Ada kesalah pahaman dengan ayahnya, sebab itu Dennis mengangkatnya telepon tersebut.
"hallo om..
"hallo Dennis... adakah kau waktu, bisakah kau kemari nak?"
"Ada apa ya om?"
"sebenarnya om tidak mau ikut campur den, tapi talita menangis sedari kemarin, om sedikit khawatir, sebenarnya Ada apa di antara kalian berdua".
"tidak Ada apa apa om, kemarin talita....
Dennis terdiam sesaat binggung harus bagaimana berbicara dengan ayah talita.
"kenapa nak?"
__ADS_1
bicaralah..."
lagi lagi Dennis hanya membisu di seberang Sana.
"nak den, bukan om ingin ikut campur masalah kalian, Talita sudah menceritakan kepada om, sebenarnya Talita takut karena ibu Dan kakak mu tidak Suka pada nya."
"nak den apakah masih mencintai putri om Talita?" bila masih Ada keinginan bersama kemari la nak... bicarakan baik baik dengan talita"
lama Dennis menjawab.
"hmm... iya om habis perkerjaan ini selesai aku akan mampir ke Sana om".
talita masih tergolek lesu di tempat tidurnya, seperti manusia yang kehilangan separuh jiwanya.
ibu Talita hanya menggelengkan kepalanya Dan menarik napas panjang melihat Talita demikian.
terdengar suara Mobil Dennis yang datang sesuai janjinya pada ayah.
di ruangan tamu ayah sudah menunggu Dennis, sedangkan aku Dan ibu di kamar tidurku.
ibu sedang menyuapiku makan bubur karena efek menangis Dan depresi yang kualami kemarin membuat kepalaku pusing Dan berputar putar Serta sakit maag kronisku kambuh.
setelah lama ayah Dan Dennis berbicara ayah menyuruh Dennis ke kamarku, Dan Ibu keluar.
kedua orang tua ku memberikan waktu untuk kami berdua.
Dennis duduk di samping tempat tidurku, sedangkan aq sedang duduk bersila sambil menyenderkan kepala di kepala ranjangku.
melihat Dennis tangis ku kembali terpecah , aku menangis sejadi jadinya Dan Dennis terlihat sedih melihatku.
sambil memeluk Dennis aku menangis Dan berkata.
"den... maafin aku ya, aku sudah bodoh ingin berpisah darimu, padahal aku tidak bisa jauh dari kamu."
Dennis hanya diam Dan terlihat setitik air matanya yang keluar dari kelopak matanya, sambil mengelus kepala dan punggung ku
akhirnya kami memutuskan untuk tetap bersama Dan Dennis berjanji bila suatu hari aku menjadi istrinya Dan tidak cocok dengan ibu ataupun kakaknya kami akan tinggal di rumah sendiri. ya walaupun mungkin harus mengontrak.
aku cukup tenang dengan ucapan Dennis.
esoknya aku dan Dennis kembali berkerja seperti biasa, di kantor masing masing.
mike pagi pagi sudah berada di office ku, sibuk menanyakan apa gerangan yang membuatku absen kerja setelah pulang dari kalimantan barat kemarin.
"maag kronisku kambuh Pak..."
aku hanya menjawab seadanya Saja Dan ngalihkan pembicaraan ke arah proyek proyek yang harus kami kerjakan.
mike pun pandai membaca situasi ia berhenti menanyakan masalah pribadiku.
zenna datang lebih lambat dari biasanya namun tidak telat, wajahnya kusut Dan lesu Tak jauh beda dengan diri ku kemarin.
pak mike mendapat panggilan dari Pak Haslan ya Haslan suwarno sahabat sekaligus bosnya. ketika mike dan pak Haslan keluar, di ruangan tinggal aku Dan zenna.
aku mulai bertanya pada zenna Ada apa gerangan dengan diri nya.
__ADS_1
"zen... Ada apa?" apakah kolektor itu mengancammu lagi?"
'bagaimana dengan ibumu? apakah sudah di tahu di Mana keberadaannya?"
"ya kak kolektor itu ingin aku bisa melunasi semua hutang ibuku dalam seminggu ini...huffh..." ucap zenna sambil menghembuskan napas berat
"binggung kak kemana zenna harus mencari uang, hendri juga sedang membantuku melunasi hutang hutang ibu tapi sungguh ibu terlalu, begitu banyak hutang yang ia tinggalkan padaku".
"Demi Tuhan aku ingin nyerah Saja kak"
"ibu tidak pernah menghubungi sama sekali, aku rasa dia bersembunyi, tapi entah la di Mana dia bersembunyi..."
"zen, kalau kau tidak keberatan nanti aku akan membantu mu zen, penghasilan ku bulan ini akan kuberikan padamu, kuharap kau tidak tersinggung dengan maksudku."
"bila kakak benar tidak keberatan membantu ku, akan kuterima kak, tapi....."
"tapi apa zen?" ucap Talita
"tapi aku ingin menganggap itu sebagai pinjaman Saja kak, suatu saat ketika ku memiliki uang akan aku kembalikan ya kak."
"baiklah zen terserah padamu Saja,
ya sebenarnya tidak kau kembali kan pun tidak apa apa zen, kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri". ucap Talita sambil merangkul zenna
"terimakasih kak litta."
talita hanya tersenyum
"oh ya kak, zenna Ada data data penting dari Pak Haslan kemarin yang harus kakak periksa."
"oh... Mana zen, biar kakak lihat".
"ini kak..." zenna sambil menyodorkan berkas
Dan litta pun melihat Dan membaca berkas tersebut, Ada sebuah catatan dari Pak Haslan yang berisikan.
#talita, tolong periksa dengan seksama semua berkas yang bersangkutan lokasi proyek D di malaysia Dan orang orang yang berkerja di dalam nya, saya mendapatkan info Ada penyelewengan Dana, segera info saya secepatnya #
celaka, akan merugi perusahaan Kita bila benar adanya penyelewengan Dana.
harus cepat di temukan siapa dalang di balik nya. pikir Talita
untuk menyelesaikan kasus ini pun mengharuskan Talita untuk lembur lagi.
karena ia harus memeriksa seluruh arsip yang bersangkutan dengan proyek itu.
talita menelepon Dennis :
"hallo den, nanti aku lembur lagi... jadi sore tidak perlu jemput aku ya"
"oh ya baiklah sayang... jadi jam berapa harus ku jemput?"
"nanti, nanti aku hubungi lagi ya den bila sudah selesai".
ya Talita memang pekerja keras, ia sering lembur di banding karyawan Dan karyawati lainnya.
itu lah yang menyebabkan ia berada pada jabatannya saat ini
__ADS_1