Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

waktu sudah cukup malam Dan Talita sadar sudah waktunya ia pulang.



tentunya ia menelepon Dennis untuk menjemputnya.



"hallo den, jemput ya..."



"oke sayang, on the way ya"



sembari menunggu Dennis Talita memberes bereskan berkas berkas pekerjaannya.



saat akan menyimpan berkas tersebut Talita menemukan form cutinya tahun lalu.


oh ya tahun lalu Talita tidak bisa cuti di karenakan ada proyeknya yang bermasalah.


tahun ini ia berencana mengajukan cuti kembali, ya hitung hitung untuk menenangkan diri dari pekerjaan la sembari menata hati ia Dan Dennis, Talita berencana pergi traveling bersama Dennis tentunya.



ini telah mendekati akhir tahun Ada baiknya aku segera mengajukan cuti setelah kasus ini selesai .


sudah Tak sabar rasanya ingin traveling.


gumam Talita dalam hati dengan wajah sambil tersenyum senyum sendiri.



"ahem... "


suara Haslan suwarno pria dengan mata lebar Dan sudut mata yang tajam, mengenakan kacamata transparan dengan bingkai emas, dengan garis rahangnya yang jelas, Gigi putih bersih, bibir yang sensual, mengenakan jas biru dongker.


sungguh sangat tampan penampilan Pak haslan.



"ia sangat Tampan sehingga aku Tak bisa memalingkan mata ku" dalam hati Talita membatin



sejenak talita mengagumi ketampanan pak Haslan yang membuatnya terlihat melamun di mata Pak haslan



"belum pulang kamu Talita?" Tanya Pak haslan



"ah ya pak..."


jawab litta dengan lantang, yang baru sadar dari lamunannya.



haslan suwarno tersenyum menyeringai, mengetahui bahwa Talita sedang mengagumi ketampannya.



"belum pulang kamu?" malah bengong..."





"iya Pak ini...ini... saya sudah mau pulang Pak sedang bersiap siap". jawab talita terbata bata



"bagaimana kamu menemukan sesuatu yang ganjal pada proyek D yang Ada di malaysia?"



"belum pasti sih Pak, tapi akan saya telusuri nanti semua dengan teliti agar tidak Ada yang terlewat".



"hmm... baiklah kalau begitu,,



"pulang lah Hari sudah larut, saya tidak ingin nanti Ada yang menilai saya buruk karena mempekerjakan kamu hingga begitu larut malam" ucap Pak Haslan dengan mimik wajahnya yang datar namun perhatian



__ADS_1


tettt... tettt... terdengar suara klakson Mobil Dennis



talita pamit pulang dengan Pak haslan.



"baiklah Pak, saya juga sudah di jemput, kalau begitu saya pamit undur diri dulu. selamat malam Pak"



talita keluar dari kantor dengan wajah nya yang lelah, matanya sayu akibat terlalu lama memandangi laptop, wajahnya yang sudah mulai berminyak memperlihatkan betapa kerasnya ia menguras pikirannya untuk kasus pekerjaannya.



haslan suwarno mulai mengamati Talita yang di karenakan mike yang selalu memuji Talita di hadapannya.



talita masuk kedalam Mobil Dennis, menghempaskan tubuhnya ke kursi Mobil, betapa lelahnya ia.



"lelah ya sayang?" tanya Dennis



" he em.... gumam Talita tanda mengiyakan pertanyaan Dennis sambil memejamkan Mata



talita masih dengan Mata terpejamnya



"den..."



"ya..."



"aku berencana untuk mengambil cuti sesegera ketika Ada kesempatan nanti, aku ingin liburan sejenak, apa kau ingin menemani ku?"



"kapan itu sayang?"




"aku takut Pak haslan akan mengirimku ke Malaysia bersama Pak mike kembali"


huff... ucap Talita dengan wajah cemberut



"hmmm... talita masih berusaha berpikir keras bagaimana kalau besok segera mungkin ia menyelesaikan berkas berkas yang sedang di telitinya tersebut Dan langsung sekalian mengajukan cuti, siapa tau Pak haslan mengizinkan nya.



di perjalanan pulang mereka melewati sebuah restoran sederhana yang baru buka, Dennis mengajak Talita untuk mampir makan malam bersama.


kebetulan Talita juga sudah merasa lapar. maka mampir la mereka.



Dennis membukakan pintu Mobil mempersilakan wanita pujaan hatinya itu untuk Turun Dan masuk ke dalam restoran, di dalam ia menarik bangku mempersiapkan Talita duduk.



mereka memilih menu makanan Dan minuman yang mereka inginkan.



selesai makan malam Dennis mengatar talita pulang, di perjalanan pulang rupanya Talita terlalu lelah Dan ia pun tertidur di Mobil Dennis.



esok paginya menjalani rutinitas biasa Talita di kantor, Talita telah menemukan kejanggalan dalam proyek D yang sebelumnya ditangani oleh ibu daniar.



ibu daniar adalah karyawati lama di perusahaan tempat Talita bekerja, ia juga termasuk salah satu karyawati kepercayaan Pak haslan, Dan juga sahabat karib Pak mike.


namun sayang nya ibu daniar telah tidak bekerja di perusahaan. di karenakan beberapa waktu yang lalu ia sakit keras.



banyak gosip yang beredar di perusahaan saat itu, yang mengisukan bahwa ibu daniar sakit akibat di guna guna, karena sakit ibu daniar kelihatan tidak wajar.


ia mengalami sakit di bagian perutnya, sakit yang sangat luar biasa.

__ADS_1



aku Talita salah satu saksi yang melihat kesakitan bu daniar pada saat itu, saat beliau terbaring di ranjang rumah sakit kedua tangannya memegang perutnya meronta ronta kesakitan, matanya melotot terlihat garis garis merah yang tegang dibola matanya yang putih, seakan akan bola matanya akan melompat keluar, kakinya menendang nendang menahan sakit layaknya orang kesurupan.



aku pada saat itu cukup takut melihat ibu daniar, sesungguhnya aku Dan ibu daniar cukup dekat.


sebelumnya aku selalu pergi bersama ibu daniar Dan Pak mike, kami bertiga selalu bekerja sama menyelesaikan proyek proyek Pak haslan.



pada saat itu hampir satu bulan lamanya beliau di opname Dan tidak kunjung sembuh juga, Tim dokter juga sudah menyerah Dan mengatakan bahwa kejiwaan ibu daniar mungkin terganggu.


itu yang menyebabkan beliau sakit tapi sebenarnya beliau tidak sakit menurut tim dokter demikian. menyarankan agar membawa ibu daniar ke psikiater.



namun pada saat itu Pak haslan tidak tinggal diam, karena Tim dokter telah menyerah, atas Saran mike ia mencari orang pintar yang bisa mengobati ibu daniar. tentu Saja ia mendiskusikannya dengan keluarga bu daniar.


Dan ya setelah itu ibu daniar memang sembuh sehat, hanya Saja setelah sehat ibu daniar memutuskan untuk tidak bekerja lagi.



Dan di gosipkan pelakunya adalah rekan bisnis Pak haslan, yang jelas pasti kebenarannya tidak Kita ketahui



ruangan ibu daniar kini kosong hanya menjadi tempat menyimpan berkas berkas kerja ku yang sudah tidak lagi cukup di ruangan ku.


suasana di ruangan itu memang sedikit seram.


entah karena sudah lama kosong Dan perasaanku Saja atau mungkin memang Ada sesuatu di sana sedari dulu.



ketika asyik memeriksa berkas berkas di ruangan ku.



"ahem...



Pak haslan dengan tampilan khasnya, memakai jas Abu abu muncul di ruangan ku bersama dengan Pak mike. memecahkan konsentrasiku.



"bagaimana litta?" sudah beres?"



"iya Pak di sini saya menemukan ini, bla...bla...bla..."



cukup panjang ku menjelaskan pada Pak haslan Dan mike.



Pak haslan memandang mike seakan akan mengisyaratkan akan memberangkatkan ku dengan mike ke Malaysia.



sebelum itu terjadi, aku segera membuka mulut ku berbicara.



"hmmm... Pak haslan saya ingin mengajukan cuti selama satu minggu ini, form cuti telah saya ajukan ke bagian HRD Pak, tapi di sini kebetulan Ada bapak jadi saya meminta izin langsung agar prosesnya lebih cepat.



ucap ku sambil tersenyum.



Pak haslan Dan mike memandang ku seakan akan kaget dengan apa yang barusan ku katakan.



"wah... kamu mau cuti litta?" cuti kemana??" Tanya Pak haslan








__ADS_1



__ADS_2