Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

aku dan Mike pun telah sampai di malaysia.kali ini tentu tidak ada drama salah kamar lagi.


aku dan Mike berkamar sebelahan.



"litta aku di kamar sebelah kalau ada apa apa jangan sungkan untuk memanggilku ya"



"baik pak, aku rasa tidak akan ada masalah" aku tersenyum padanya



ya aku tahu Mike Masih saja berharap padaku, entah apa yang membuatnya begitu mencintaiku. bahkan beberapa waktu yang lalu ia pernah bilang pada ku, seandainya Dennis tidak bisa di andalkan dia akan ada untuk ku selalu dan selamanya.


aku bahagia ada orang yang begitu mencintaiku, tapi aku juga sedih harus menyakitinya demikian.


aku berdoa semoga ia segera menemukan wanita yang lebih baik dari aku dan mencintainya dengan tulus.



aku dan Mike dengan cepat menyelesaikan pekerjaan kami di Malaysia, waktu berlalu dengan sangat cepat, hari ini hari terakhir kami berada di Malaysia, Mike mengajak ku untuk berjalan jalan dahulu sebelum pulang.


ku pikir tidak ada salahnya kami berjalan jalan di negara orang toh sangat sayang sudah jauh jauh kemari ada waktu luang tidak di manfaatkan.



kami pun menuju Menara Kembar Petronas yang merupakan salah satu ikon Negara Malaysia pernah tercatat menjadi menara tertinggi di dunia pada tahun 1998 hingga tahun 2004.



Peringkat menara tertinggi tersebut akhirnya direbut oleh Dubai atas gedung Burj Khalifa-nya dan Taiwan oleh menara Taipei 101-nya.



Menara Kembar Petronas ini terletak di jantung kota Kuala Lumpur sehingga akses menuju ke tempat ini cukup mudah.



Mike mengajakku untuk berfoto di sana, awalnya aku menolak. namun karena ucapannya aku memenuhi permintaanya. kami pun berfoto untuk sebuah kenangan perjalanan dinas kami.



habis itu kami menuju komplek Menara Kembar Petronas, yang di mana terdapat Taman KLCC serta pusat perbelanjaan Suria KLCC.


kami membeli beberapa benda souvenir untuk rekan rekan kerja kami.



tidak terasa hari pun mulai malam dan kami menuju ke Bukit Bintang, bukit bintang ini merupakan sebuah jalanan pusat kuliner. di mana kita dapat menyantap makanan khas Malaysia dan hidangan hasil laut yang sangat lezat.



sembari menikmati makan malam kami membicarakan soal pekerjaan kami, namun di sela sela pembicaraan kami Mike tiba tiba bertanya padaku.



"litta... boleh kah aku bertanya?"




"ya, ada apa pak?"


tanya ku padanya kembali



"apakah kau bahagia bersama suamimu?"


tanyanya



tiba tiba aku yang tengah menyerumput minuman tersedak akibat pertanyaan tersebut.


__ADS_1


"uhuk...uhuk..."



"maaf litta, telah mengagetkanmu dengan pertanyaanku".



"huk...huk... tidak apa apa pak" jawab ku terbata bata di sela batukku



"ya, tentu aku bahagia pak"


jawabku



"baguslah bila kau bahagia litta, aku ikut bahagia untukmu"



"ya terimakasih pak" aku tersenyum kecil



"bila suatu hari suamimu berlaku tidak baik padamu, katakanlah padaku, aku akan menghajarnya untukmu" ucap Mike



spontan aku tertawa mendengar ucapan Mike.


"pak... hmmm... baiklah Mike", aku mengganti panggilanku padanya ingin berbicara secara tidak formal padanya.



"pertama sungguh aku berterimakasih atas cintamu padaku yang begitu dalam Mike, dulu sebelum aku menikah, aku sudah pernah menolakmu. Dan kini setelah aku menikah kau masih berharap padaku, jujur aku tersanjung dengan perasaanmu Mike, tapi ketahuilah kini aku sudah menjadi milik orang lain. kalau dulu saja tidak bisa apa lagi sekarang".



"berhenti untuk mencintaiku Mike, carilah wanita lain yang lebih baik dari aku, kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik Mike. sungguh! aku berdoa untuk mu semoga kau menemukan wanita yang tulus mencintaimu, menerimamu apa ada nya, dan bahagia Mike."


bahwa ia pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dan bahagia.



Mike lalu tertunduk lesu tidak menjawabku, perasaanku cukup tidak nyaman melihatnya demikian.



"selesai makan malam kami pun pulang ke hotel bersiap siap besok pagi kami akan pulang ke Indonesia tanah air tercinta.



esok harinya subuh pukul 04.00 dini hari kami menuju bandara untuk pulang, hanya dalam waktu 2 jam kami telah sampai ke Indonesia tepatnya ibukota Indonesia.



aku pulang di antar oleh Mike, di perjalanan Mike berbicara padaku.



"litta... ucapanku semalam sungguh sungguh litta, aku akan selalu ada untuk mu, walau kau sekarang sudah menjadi istri orang lain. aku cukup dengan melihatmu bahagia, sungguh itu saja cukup bagiku."




spontan saja aku kaget dengan perkataan Mike, harus bagaimana lagi aku menjelaskannya untuk berhenti mencintaiku.


lalu aku berpikir mungkin bila aku bahagia perlahan lahan Mike akan menemukan cintanya yang lain.


jadi aku hanya menjawabnya:



"baiklah Mike, tapi jangan terlalu lama ya mencintaiku, karena itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri Mike, aku tidak ingin menyakitimu, sungguh!"


__ADS_1



sudah sampai ku di depan rumah suamiku, aku turun dan meninggalkan Mike.



"sampai jumpa di kantor litta" ucap Mike



"ya, pulang la dan hati hati" ucapku pada Mike dengan senyum



sesungguhnya aku tidak enak hati dengan Mike, benar benar entah apa yang ia pikirkan.



aku masuk kedalam menuju kamarku, kulihat Dennis masih tertidur jam sudah menunjukan pukul 06.30


aku bersiap siap terdahulu setelah itu aku bangunkan dennis.



"ah... sayang kamu sudah pulang?" tanya Dennis



"ya sayang, bangun dan mandi la hari sudah tidak pagi. ucapku



Dennis pun bergegas bersiap siap, setelah kami berdua siap kami menuju meja makan di sana sudah berkumpul mama Erina, kak Yuna, Ina dan Steve, serta kak Lusia dan kedua anaknya.



"hai kak Lus, Gian, Bella, ... Kakak menginap di sini? sejak kapan kak?" tanyaku pada kak Lusia.



"iya litta, kemarin sore kak lusia kemari. kebetulan anak anak sedang ada kegiatan sekolah di sini selama satu Minggu ini."



"oh... kak Raul tidak ikut bersama kakak?"


tanyaku pada kak Lusia, kak Raul itu adalah suami dari kak Lusia. yang bekerja di salah satu produsen semen di bogor sebagai kepala auditor.



"tidak litta... kak Raul sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia tidak ikut. litta sendiri kapan pulang nya?" jadi hari ini kerja?"



"baru tadi kak sekitar 15menit yang lalu, iya tentu kerja kak" ucap ku sambil tersenyum



"wah ini karyawan teladan dong pastinya ya?" ledek kak Lusia sembari tersenyum lebar



aku hanya tersenyum saja.



"sudah sudah.. cepat makan... nanti pada telat!" ucap mama Erina



Ina menatapku dengan pandangan sinis tidak senang, namun aku pura pura tidak melihat nya. dan bertanya tanya dalam hati apa gerangan dengan Ina menatapku demikian.





__ADS_1



__ADS_2