Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

"hallo steve cucu oma" ucap mama erin sambil mencubit gemas pipi tembam steve.


"kau sendiri saja ina? mana danu?" tanya mama erin pada ina


"iya ini ma, ina sendiri saja kemari. steve bilang dia Kangen dengan mama". ucap ina sambil tersenyum lebar untuk mencairkan suasana yang terlihat tegang.


"iya kan steve, steve kangen dengan oma kan ya? ini oma sayang, kita sudah sampai di rumah oma." ucap ina kembali.


tentu saja mama erin bahagia dan tersenyum senyum mendengar ucapan ina.


"oh, steve kangen ya sama oma." ucap mama erin sembari mengambil steve dari dekapan ina.


"litta............"litttaaa!!!"


mama erin memanggil Talita keluar untuk membuatkan sesuatu hidangan untuk di berikan pada cucu kesayangan nya steve dan tentu saja termasuk ina menantu kesayangan nya.


"ya ma" talita bergegas keluar


"ada apa ma?" tanya litta

__ADS_1


"kau siapkan makanan dan minuman untuk ina dan steve ya. cepat jangan lama, mereka lelah." perintah mama erin.


"ya ma". ucap talita


talita tentu saja merasa cukup dongkol dengan keadaan itu terlebih ketika tahu ina lah dalang di balik semua yang ia alami.


namun talita juga cukup takut dan sedih dengan semua itu.


di hadapan mama erin, ina terlihat biasa biasa saja pada talita, begitu juga dengan talita. seakan tidak ada yang terjadi di antara mereka.


namun saat mama erin tidak ada ina terus memperhatikan talita mengawasi setiap gerak geriknya. tentu saja membuat talita risih dan cemas.


beberapa saat kemudian dennis pulang, talita menyiapkan makan malam untuk dennis dan membereskan semua yang menjadi kewajibannya.


"den, tidak kah kau merasa aneh?" tanya litta sembari membalik kan badannya miring ke arah dennis yang sedang terbaring di sebelahnya.


"apa yang aneh sayang?" tanya dennis yang juga membalikan badan ke arah talita


"iya, baru saja aku melakukan pembersihan dia sudah datang menginap lagi di sini." ucap talita dengan sedikit geram dan perasaan tak karuan

__ADS_1


"biarkan lah dia sayang, anggap saja kita masih tidak mengetahui Masalah ini. anggap tidak ada yang terjadi." ucap dennis menasehati sembari membelai lembut kepala talita


"hmm... baiklah, aku juga berharap masalah ini selesai sampai di sini saja." ucap litta


"kau jangan Banyak berpikir lagi, mari kita tidur hari sudah malam." dennis mengajak Talita untuk tidur


lalu mereka pun memutuskan untuk tidur dan melupakan masalah tersebut sejenak.


pagi hari seperti biasa talita dan dennis berangkat bekerja. dan ya tentu saja ina tetap berada di rumah.


dirumah ina pura pura rajin, ia membersihkan rumah menyapu hingga ke kamar Talita.


sebenarnya ia lakukan hanya untuk tujuan jahatnya, agar tidak di curigai oleh mama erin ya tentu dengan berberes rumah itu tidak mencurigakan.


ketika ia menyapu di kamar talita, ada beberapa barang talita yang ia ambil seperti baju baju, celana hotpants, dan beberapa benda kecil lainnya.


saat menyapu di lantai kamar talita ia menemukan beberapa lembar rambut talita, ia ambil dan masukan ke dalam saku baju nya. dan ia bahkan mencuri pakaian dalam talita.


dengan mudah ia mengambil semua itu. tanpa seorang pun yang tahu siang hari itu.

__ADS_1


setelah berhasil melancarkan aksinya ina sempat makan siang dan ngobrol dengan mama erin, lalu ia pamit pulang dengan alasan bahwa ia mendapat telepon dari keluarganya di Pontianak.


maka ina pun pulang hari itu.


__ADS_2