
"litta... sebenarnya sudah lama aku memperhatikanmu, hati ini sudah lama menaruh perasaan padamu, bisakah kau terima perasaanku ini?"
talita terdiam membisu...
perasaannya menjadi bercampur campur, entah apa yang harus ia katakan pada pak mike.
belum sempat Talita memjawab, mike berkata : " maaf litta, sepertinya aku telah mengacaukan semua... anggap Saja aku tidak pernah berkata apapun padamu, bisakah kita
bersikap seakan akan semua ini tidak Ada? lupakan Saja yang barusan kau dengar ini...
oke?"
lagi lagi Talita hanya terdiam membisu, membeku...
dalam batin Talita : apa yang harus ku katakan pada pak mike? aku tidak mau dia sakit hati padaku, tapi aku juga tidak bisa menerima perasaannya padaku.
"litt... ucap Mike
kau baik baik Saja?"
talita seakan akan baru tersadar dari Alam bawah mimpi...
melihat ke arah pak mike yg sedang menyetir dan berkata ," ya pak... maaf... apa yang barusan bapak katakan?"
mike membantin, sepertinya litta terlalu kaget dengan kata katanya barusan. ahh.. sudahlah ku anggap Saja ini semua tidak pernah ku ucapkan.
seakan melupakan Hal yang baru terjadi mereka kembali membicarakan soal proyek yang sedang mereka tangani.
tentu Saja mike masi berharap Talita menerima perasaannya.
sesuai dari lokasi proyek mereka pergi makan siang berdua di sebuah rumah makan di dekat lokasi proyek.
saat Ada kesempatan mike tetap ingin mendesak Talita soal perasaan Talita terhadapnya.
talita kebinggungan, jujur Saja Talita memang mengagumi pak mike yg begitu berkarismatik tapi dia sudah punya Dennis Dan mereka telah lama bersama...
akhirnya Talita dengan hati hati menyampaikan kepada pak mike.
"pak, sebelumnya litta minta maaf... litta sangat senang dengan perasaan bapak terhadap litta, tapi litta tidak bisa menerima bapak lebih dari rekan kerja pak, litta sudah memiliki kekasih pak.
sungguh litta minta maaf".
mike pun Tak memaksa lagi setelah mendengar penjelasan Talita.
dua hari setelah kejadian ia dengan pak mike, zenna masih absen, Talita merasa harus menjenguk zen karena telah tiga Hari dia tidak masuk kantor.
pulang kerja Talita memutuskan untuk datang kerumah zenna, bersama Dennis Talita pergi.
tok..tok.. tok...
zen... zenna...
ucap Talita sambil mengetuk pintu rumah zenna
Tak Ada suara dari dalam, Talita berkali Kali mencoba memanggil zenna dari luar.
atas usul Dennis Talita menelepon zenna.
"""""lumpuhkan lah ingatanku
__ADS_1
hapuskan tentang dia
kuinginku lupakannya......
dari balik pintu terdengar lagu geisha lumpuhkan ingatanku ringtone yang biasa di gunakan oleh zenna sebagai nada dering
talita membatin : Ada suara ponselnya dari dalam, harusnya zenna ada di dalam.
talita berteriak memanggil manggil nama zenna dengan keras sambil mengetuk ngetuk pintu.
"zen... buka pintunya, ini aku kak litta"
cukup lama litta menunggu di depan
Dennis menyarankan pulang Saja karena zenna Tak kunjung membukakan pintu.
namun Talita berkeras memohon sebentar Saja lagi untuk menunggu zenna.
talita kembali berusaha memanggil zenna, menelepon beberapa Kali.
Dan akhirnya zenna membukakan pintu.
talita sontak kaget melihat keadaan zenna.
zenna begitu pucat dengan lingkaran matanya yang agak menghitam Serta sembab, dan rambut yang di cepol namun sedikit tidak beraturan.
sambil memegang kedua lengan zenna
"zen... apa yang sebenarnya terjadi padamu?" kenapa kau begini? ayo lah ceritakan...
aku mencemaskan mu zen..."
ucap Talita.
talita memapahnya masuk Dan kembali menanyakan pada zenna apa gerangan yang telah terjadi.
"apa kau bertengkar dengan hendri?" apakah ia memukul mu?" Ada apa sebenarnya zen? kau membuatku takut...,,"
zenna hanya menangis seunggukan sedari tadi.
"apa hendri telah melakukan sesuatu pada mu?" ayolah zen... plisss jangan seperti ini"
ps : hendri adalah kekasih zenna
setelah puas menangis zenna menceritakan semua padaku.
"sebenarnya aku sangat kacau kak, hiks...hiks...
ibuku... ibuku... ibuku kak... " ucap zenna terbata Bata di sela tangisannya yang belum reda.
Ada apa dengan ibumu zen?"
lagi lagi tangis zenna semakin terpecah sembari memelukku.
aku mengusap usap punggung nya sembari menenangkannya selayaknya anak kecil yang sedang menangis.
setelah zenna sedikit tenang aku menyuruh Dennis mengambil air minum untuk zenna.
Dennis kedapur Dan mengambil secangkir air hangat untuk zenna.
__ADS_1
zenna dengan tangan Dan tubuh yang masih bergetar akibat menangis memegang cangkir tersebut dan meminumnya perlahan.
setelah itu zenna mulai bercerita, bahwa ia sangat ketakutan.
ibunya telah melarikan diri Dan meninggalkan sejumlah hutang yang besar padanya.
dan kini zenna sedang menjadi bulan bulanan dari kolektor tempat ibunya berhutang.
zenna di ancam akan dibunuh atau bahkan harus membayar hutang tersebut dengan tubuhnya.
ia terus di teror, Dan sebenarnya kejadian itu telah terjadi sejak satu bulan yang lalu.
hanya Saja zenna saat itu masih bisa dengan tenang menghadapinya.
namun semakin kehari Ancaman mereka semakin menakutkan, zenna semakin kehilangan arah Dan kepercayaan dirinya.
itu semua membuat dia sakit Dan tidak berani keluar dari rumahnya bahkan untuk bekerja Saja ia sangat kacau Dan takut.
talita Dan Dennis turut merasakan kesedihan zenna...
"kamu yang tenang ya zen, semua pasti berlalu.
lalu sekarang dimana ibumu zen?"
"entahlah kak, aku tidak tau keberadaanya dimana, beliau hanya meneleponku Dan bilang jangan takut, semua urusan ibu akan ibu tangani sendiri".
aku menarik napas dalam seakan turut merasakan sesak yang di alami zenna, aku mengelus ngelus punggung zenna yang sedang kacau dengan masalahnya, berusaha menenangkannya zenna Dan membujuknya untuk kembali bekerja.
karena menurutku mengurung diri seperti ini bukan Hal baik.
"zen, Ada baiknya besok kau kembali bekerja, menyibukan diri dengan perkerjaanmu, jangan mengurung diri seperti ini, ini bukan jalan keluar zen". timpal Dennis
"iya benar zen, seperti yang Dennis katakan, Ada baiknya kau menyibukan diri dulu, sambil berpikir bagaimana jalan yang baik".
zenna setuju dengan pendapat kami Dan ia berjanji esok ia akan kembali bekerja
aku Dan Dennis pun pulang, dalam perjalanan pulang aku Dan Dennis bercerita cerita.
Dan aku menceritakan padanya soal pak mike.
tanggapan Dennis biasa Saja, dia tidak marah ataupun cemburu,
aku bahkan tidak mengerti dengan Dennis, merasa dia tidak lah romantis seperti pria lainnya.
tapi aku tidak pernah bisa lepas dari nya, rasanya aku begitu menyayangi nya, mencemaskan ya selalu.
ya Dennis memang jarang melakukan Hal romantis terhadap ku, selayaknya pasangan kekasih lainnya.
yang misalnya saat ulang tahun memberikan kejutan atau pun hadiah valentine dll.
Dennis tidak pernah melakukan itu.
pada saat ulang tahun ku ia hanya akan mengajakku membeli apapun yang ku inginkan.
tidak Ada surprise atau apapun.
malah banyak teman pria yang mengejarku yang memberikan ku surprise, jujur Saja terkadang ada perasaan hambar di antara aku Dan Dennis.
tapi seperti terikat oleh Dennis aku sungguh Tak bisa lepas darinya.
__ADS_1