Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

saat berada di tempat praktek Dr.Ardy.


dennis menyerahkan hasil tes darahku padanya.


cukup membuat beliau kaget sebagai sahabat suamiku.


sepertinya hasil darahku cukup kacau ku pikir.


dennis sempat menjelaskan riwayat sakit ku sebelumnya yang di vonis oleh dokter di RS tempatku di rawat tempo lalu secara singkat pada Dr.ardy


"periksa dulu ya." perintah Dr.ardy


saat memeriksa ia menekan beberapa bagian tubuhku, menanyakan ku apakah aku merasa sakit?


ya tentu saja sakit.


ia menyuruhku membuka mulutku, ia menyenter ke dalam mulutku, menyenter mataku. lalu ia duduk pada tempatnya dan tersenyum pada dennis.


"apa yang salah ard dengan talita?"


"tidak apa apa den." jawabnya tersenyum sembari menepuk pundak dennis


dennis hanya bengong


"ya tidak apa apa, walaupun hasilnya kacau, tapi istrimu itu wanita yang kuat dan keras kepala dennis! biasa kalau ada orang yang sakit seperti ini pasti akan opname di RS dalam kondisi sekarat bahkan bisa koma.


tapi hebatnya istrimu bahkan masih bisa kau papah kemari ya walaupun lemah." ucapnya sembari tertawa.


"litta lemah saat ini karena ia tidak bisa mengkonsumsi makanan apapun.


lambung nya sepertinya terluka akibat alergy pada obat sejenis antibiotik. luka pada lambung nya sama halnya dengan luka pada bibirnya den."


sebab itu ia terus memuntahkan apapun yang masuk."


"lantas harus bagaimana ard?" apakah perlu opname? infus atau..."

__ADS_1


belum dennis menyelesaikan bicaranya Dr.ardy sudah menjawab dengan mantap


"tenanglah den, tidak apa apa. aku akan meresepkan beberapa jenis obat racikan untuk di konsumsi litta. soal ia tidak bisa makan tidak apa apa, bila nanti masih tidak bisa makan, minum saja teh manis agar ia tidak lemas. lihat dalam 3 hari perubahan apa yang ada bawalah istrimu kemari lagi".


saat kami akan pulang Dr.ardy tersenyum sembari menggeleng kan kepalanya dan berucap.


"sungguh salut aku pada mu litta, orang pada umumnya sudah pasti terbaring di ranjang rumah sakit saat ini dengan infus."


aku tersenyum kecut pada Dr.Ardy, memang aku rasakan sakit ku cukup parah kali ini. namun untuk detik ini sakit ku sudah tidak sesakit hari di mana aku di opname.


kami pun berlalu pulang. ya tentunya pulang ke rumah orang tua ku.


dennis menjelaskan kepada kedua orang tua ku tentang apa yang di sarankan oleh Dr.ardy.


setelah 3 hari mengkonsumsi obat yang di resepkan oleh Dr.Ardy ya aku memang menjadi lebih baik.


dan aku merasa cukup kuat untuk melakukan aktivitas kembali, maka aku memutuskan untuk kembali bekerja.


karena terang saja perkerjaan ku pasti telah menumpuk, selama aku sakit 10 hari ini begitu banyak sms dan telepon yang masuk dari para perkerja lapangan yang membutuhkan arahanku. namun karena ketidak berdayaanku kemarin aku mengabaikan nya dan menyuruh mereka untuk menghubungi zenna atau pak mike saja.


"hei, litta apakah kau sudah sehat?" tanya bu daniealla padaku


"ya bu danni aku sudah lebih baik saat ini." ucapku sembari tersenyum


"aduh, kau jadi begitu kurus litta. setelah ini makan lah yang banyak ya." ucap bu danniela sembati tersenyum menggodaku


aku hanya tersenyum pada beliau dan tak lama beliau pun izin untuk kembali ke ruangan nya.


"kak, apa kakak benar telah pulih secara total? tanya zenna pada ku yang sedari tadi tak ada kesempatan untuk berbicara pada ku karena begitu banyak yang keluar masuk menanyakan keadaanku.


aku tersenyum tipis dengan wajah tirus ku yang lesu.


"ya zen, kakak baik baik saja."


aku dan zenna pun kembali sibuk dengan pekerjaan yang harus kami kerjaan. namun tak lama telepon ruanganku berdering.

__ADS_1


kulihat kode telepon itu kode dari ruangan pak haslan.


"ya hallo pak."


"litta keruangan saya ya."


"baik pak."


aku berjalan keruangan pak haslan, ku ketuk pintunya dan masuk ke dalam.


ku lihat wajah pak haslan yang cukup serius tidak tampak seperti biasanya.


"silakan duduk litta"


"ya pak."


"apa kau sudah sehat?"


"ya pak, saat ini aku sudah lebih baik di banding sebelumnya."


"sebelumnya maaf ya litta, aku mendengar soal sakit mu lewat mike dan rekan rekan kerja kita. aku dan mike sempat menanyakan soal dirimu ke seorang guru spiritual yang dahulu mengobati ibu daniar."


aku cukup terkejut dengan ucapan pak haslan, sehingga aku tidak mampu berkata apapun saat ini.


"jadi begini litta, menurut beliau ada sesosok mahluk hitam besar yang mengikuti mu kemanapun kau pergi, dan ia lah yang mengacaukanmu. dan ini yang beliau berikan pada kita"


ucap pak haslan sembari menyodorkan sesuatu padaku.


dan lagi lagi aku terbengong di buat nya.


"ini kau minum lah selama 3hari berturut turut, bila kau merasa kan apapun itu beritahu aku ya litta, bila kau sembuh dan sehat seperti sedia kala, kami juga turut senang litta."


ucap pak haslan


aku tengah kebinggungan, hanya menerima pemberian pak haslan dan kembali keruangan ku.

__ADS_1


__ADS_2