Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
kekacauan 2


__ADS_3

tak lama kemudian Dennis dan kak Danu muncul.


kak Danu pergi bersama wanita itu dan anaknya.



"ya sudah kakak pergi dulu ya, ucap kak Danu pamit pada kami"



wanita itu tidak berpamitan pada kami hanya seraya mengikuti kak Danu pergi.



aku dengan segera bertanya pada Dennis, kemana kak Danu akan pergi.



"akan pergi kemana mereka, sayang?"



"mungkin sementara ini mereka akan menginap di hotel dulu, sayang.


aku telah berbicara dengan kak Danu agar memberi mama waktu untuk berpikir dulu."



"kak Danu tidak cerita kenapa dia bisa bersama wanita itu hingga memiliki anak?"


tanya ku penasaran.



"ada... nanti ku ceritakan padamu."


ucap Dennis seraya menggandeng tanganku menemui mama Erina di kamarnya.



"ma, kak Danu sementara ini menginap di hotel dulu, nanti ia akan menjelaskan secara keseluruhan pada mama, bila mama sudah tenang. sekarang lebih baik mama menenangkan diri dulu ya ma, jangan terlalu banyak berpikir tidak baik untuk kesehatan mama."


aku dan litta mau mandi dulu ma, kami lelah seharian di kantor. mama juga sebaiknya istrahat, begitu juga kak Yuna. ucap Dennis pada ibu dan kak Yuna.



sungguh saja aku sangat sangat ingin tau apa yang kak Danu ceritakan pada dennis. sesampai di kamar kami, aku dengan segera menanyakannya pada Dennis.



"sayang, apa yang kak Danu katakan? cerita dong, aku penasaran sekali.


terlebih lagi tadi wanita itu bilang pada ku ia hanya seorang office girl di kantor kak danu".



Dennis menghela napas panjang.


"jadi begini ceritanya sayang, menurut kak Danu sepertinya ia juga di jebak, tapi ia juga tidak pasti dengan itu, jadi ceritanya


hari itu di kantornya ada acara hingga larut malam, malam itu ia mabuk dan tak ingat bagaimana kejadiannya.


begitu pagi hari ketika ia bangun ia sudah tidur bersama gadis itu di sebuah hotel dalam keadaan tidak berbusana hanya tertutup oleh selembar selimut."



"terang saja hari itu ia sendiri juga marah besar pada wanita itu, kak Danu mengusirnya dan sejak itu ia berhenti bekerja di perusahaan kak Danu, dan kak Danu juga tidak tahu hingga akhirnya wanita itu melahirkan anaknya."



"kira kira baru sekitar satu setengah bulan yang lalu kak Danu mengetahuinya, saat papa sedang kondisi kritis, orang tua wanita itu datang meminta pertanggung jawaban kak Danu, dan mengancam bila kak Danu tidak menikahi putrinya, mereka akan melaporkannya pada pihak berwajib dan menghasut warga untuk menutup perusahaan nya, atau bahkan akan membunuh kak Danu".



"ya kita tahu sendiri litta, bagaimana sikap dan sifat warga kampung bila terhasut rumor, mereka bisa saja main hakim sendiri. menurut kak Danu pemeriksaan DNA menyatakan bayi itu memang anak nya, ya meski kak Danu tidak mencintainya, nasi sudah menjadi bubur, kak Danu sebagai seorang laki laki tentu harus bertanggung jawab"



"hmm...bisa saja kita membujuk mama untuk menerima bayi itu, tapi entah dengan wanita itu, soalnya menurut kak Danu wanita itu seorang wanita yang masih merupakan istri sah dari seorang pria yang sudah lama berpisah dengannya dan bahkan ia memiliki anak dengan suaminya."



"itu yang membuat kak Danu menjadi sedikit gila, litta"

__ADS_1



"entah bagaimana nasib kak Danu"


ucap Dennis seraya mengakhiri ceritanya padaku



aku menghela napas panjang mendengarkan cerita Dennis tentang kak Danu yang begitu kusut.



tiba tiba saja di depan kamar kami kak Yuna berteriak.



"dennisss... buka pintunya, tolong mama... mama pingsan!!"



aku dan Dennis segera berlari membuka pintu, mama pingsan tepat di depan pintu kamar kami. aku rasa mama telah mendengarkan cerita Dennis padaku barusan.



"ma... ma... bangun ma...


panggil Dennis pada mama Erina seraya menepuk nepuk pipi mama. mama sempat membuka matanya menandakan ia masih sadar namun sangat lemas.



"kak Yuna cepat telepon dokter kemari kak.. pinta Dennis



kini dokter tengah memeriksa mama Erina



"bagaimana dok kondisi mama saya?"



"beliau barusan bisa pingsan karena reaksi atas emosi negatif yang berlebihan saja,


Karena gangguan sistem saraf tersebut, detak jantung jadi melambat dan pembuluh darah di kaki beliau melebar. Darah beliau pun mengalir turun ke kaki sehingga tekanan darah menurun secara mendadak. Sebab itu, otak jadi tidak mendapat asupan darah dan oksigen yang cukup. Inilah yang membuat beliau jatuh pingsan."


usahakan beliau jangan sampai banyak pikiran ataupun kaget ya, selebihnya beliau tidak apa apa"



"baik dok, terimakasih ya dok" ucap dennis



aku dan Dennis mengantar dokter keluar dari kamar mama Erina.



"Untung la mama tidak apa apa sayang" ucap dennis padaku seraya membelai rambutku



"iya, syukur la mama tidak apa apa"


semoga mama bisa menerima persoalan kak Danu dan masalah ini bisa cepat di selesaikan ya" ucapku



malam hari aku menyuapi mama Erina di kamarnya karena mama Erina tampak sangat lemas, mungkin karena Masih sangat terpukul dengan hal hal yang baru terjadi, selain harus kehilangan suami tercinta, kini anak laki laki yang selama ini paling ia sayang dan ia banggakan malah membuatnya begitu kecewa.



saat tengah ku menyuapi mama Erina, Dennis masuk hanya untuk sekedar melihat keadaannya.



"den...ceritakan pada mama yang sesungguhnya soal kak danu, mama siap mendengarkanny"


Pinta mama Erina pada Dennis



__ADS_1


"sudah la ma, nanti saja setelah mama pulih, baru kita bicarakan ya ma" ucap Dennis seraya memegang tangan mama erina



"sudah ta.. mama tidak mau makan lagi", tiba tiba saja mama memintaku berhenti untuk menyuapi



"tapi ma, mama baru makan sedikit ma"


ucapku



"sudah litta, mama tidak mau makan sebelum dennis mencerita semua pada mama"



"ayolah ma, jangan begitu" pinta Dennis pada mama Erina



"ceritakanlah den, mama siap, percayalah mama tidak akan apa apa"


ucap mama meyakinkan Dennis



"mama yakin? tanya Dennis memastikan



"iya den, mama siap den"



Dennis pun akhirnya menceritakan semua pada mama Erina, seperti apa yang ia ceritakan padaku sebelumny.


mama Erina cukup terpukul dengan cerita Dennis.



"mama tidak percaya Dennis, tidak mungkin kakakmu melakukan hal demikian pada gadis rendah itu, tidak mungkin denn...."



"tenanglah ma, tenang... kak Danu juga tidak mungkin mengambil sembarang keputusan."



"telepon Danu den, suruh ia kemari sekarang juga, mama mau bicara padanya"



Dennis pun menghubungin kak Danu untuk kemari.


setelah kak Danu tiba di rumah kediaman kami.


kak Danu mengulang kembali cerita yang persis seperti yang Dennis sampaikan sebelumnya.



"jadi apa keputusanmu Danu?" tanya mama


Erina




#baca terus ya...


jangan lupa klik ♥️ tambahan dalam favorite kamu ya guys.


mohon dukungannya.


terimakasih




__ADS_1


__ADS_2