Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
dennis


__ADS_3

pagi hari saat aku dan Talita keluar dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan kami melihat ruang makan telah ramai, ada kak danu, Ina dengan steve, kak Yuna, mama Erina, dan kak Lusia.


"wah, semua kumpul? ada apa gerangan? kak Danu dan kak Lusia kapan tiba di sini?" kak Raul dan anak anak tidak ikut?" tanya ku


"iya den, kak Danu dan kak Lusia bareng semalam ke mari. anak anak sama kak Raul di Bogor tidak ikut. kakak ikut danu kemari ini karena mau membicarakan soal pernikahan Danu." ucap kak lusia.


"oh, jadi kak Danu sudah membereskan semua?" tanyaku pada kak Danu


"iya den, semua sudah aku bereskan, status Ina sudah bukan istri orang lagi." kata kak Danu


"oh, bagus la kalau begitu, lalu kapan kalian akan mengadakan pesta untuk pernikahan kalian?" tanyaku pada kak Danu.


"aku sebenarnya berencana untuk tidak mengadakan pesta den, dan lagi kami sudah memiliki steve, aku rasa kami hanya perlu melaporkan pernikahan kami secara hukum saja." ucap kak Danu,


Ina tentu saja kecewa dengan ucapan Danu, dapat terlihat dari wajahnya.


"baiklah kami menghargai apapun keputusan mu Dan, tapi saran kakak setidaknya bawa lah Ina ke studio untuk mengambil beberapa petik foto pernikahan kalian." ucap kak Lusia


aku tidak banyak berbicara, karena aku cukup tidak suka dengan Ina setelah mendengar cerita Talita tempo hari. sedang kan Talita hanya diam dan mendengarkan kami yang sedang berbicara, Talita sama sekali tidak tertarik dengan hal ini.


Berbeda dengan kak Yuna yang sedari awal tidak menyukai Ina,

__ADS_1


"Aku tidak setuju kak Danu menikahi wanita kampung ini!" Ucap kak Yuna keras, tapi tidak ada yang memperdulikannya termasuk mama. terlihat dari wajah kak Yuna betapa kesalnya ia pada kak Danu, ya wajar saja kak Yuna cukup dekat dengan kak Danu sedari kecil. mungkin menikahnya kak Danu dengan Ina si janda satu anak itu membuat kak Yuna kecewa.


lalu tiba tiba saja aku teringat akan perbuatan Ina pada Talita. Aku langsung curiga dengan Steve, jangan jangan Steve bukan anak kandung kak Danu.


"kak Danu, sekiranya siang ini kau ada waktu? ada yang mau aku diskusikan soal kantor." ucapku berdalih


"Iya, boleh den. Nanti siang kakak akan mampir ke kantor." Ucap kak Danu


"Iya baiklah aku tunggu kalau begitu kak." Ucapku Sembari menarik lengan Talita memberinya kode untuk tidak ikut sarapan pagi hari ini bersama keluarga ku.


"Ma, aku dan Talita berangkat ke kantor dulu ya. Ada urusan yang harus aku selesaikan di kantor" ucapku berdalih, aku ingin mengajak Talita sarapan di luar saja.


Aku dan Talita berpamitan dengan semua anggota keluargaku dan bergegas pergi.


"Hmmm... Entahlah, aku ikut saja." Ucap Talita.


"Ayolah sayang jangan selalu ikut saja setiap ku tanya ingin makan apa. Kau selalu menjawab demikian." Ucapku sedikit dongkol pada Talita


"Hahaha...kau bisa ngambek juga ya?" Bukan kah kau juga sama denganku, saat di tanya selalu menjawab demikian. Ya terserah kau saja!" aku ikut saja!" Ucap Talita sambil tertawa meledekku meniru ucapan yang biasa aku ucapkan.


"Iya iya, kita sama. Maka dari itu kita menjadi suami istri." Ucapku sambil tertawa, karena merasa kami berdua cukup konyol

__ADS_1


"Kita ke cafe yang di dekat taman kota saja den, aku mau sarapan bubur ayam oriental saja." Ucap Talita


"Ya baiklah." Jawabku sembari menyetir menuju arah taman kota.


setiba di sana kami pun sarapan sambil membicarakan soal Ina dan kak Danu.


"sayang, kalau Ina seperti yang kau ceritakan aku jadi curiga bila Steve bisa saja bukan anak kak Danu."


"iya den, aku juga takut kalau Ina hanya ada maksud tertentu masuk dalam keluarga ini. ya walau aku tidak jelas apa maksudnya, tapi yang aku tahu Ina bukan lah wanita yang baik den."


"iya sayang, entah apa yang membuat mama begitu membelanya akhir akhir ini. padahal mama awalnya juga tidak menyukainya."


"entahlah den, aku tidak ingin berpikir lebih jauh lagi. biarlah apapun tujuan Ina, aku tidak perduli, asal ia jangan mengganggu kita saja. sebab itu aku ingin pisah rumah saja. kalau Ina masih tinggal di rumah mama, aku rasa ada baiknya kita pindah saja den. berdiri sendiri lebih baik."


"aku binggung litta, kak Yuna juga sebenarnya akan segera menikah. Hanya saja karena peristiwa kak Danu membuat kak Yuna harus mengundurkan urusannya terlebih dahulu. kalau setelah kak Danu menikah, kak Yuna menikah hanya tinggal kita lah yang tinggal dengan mama. bagaimana kalau kita pergi sekarang? aku rasa aku tidak tega membiarkan mama tinggal sendiri nantinya sayang."


"hmmm... aku juga binggung kalau begitu den. aku sebenarnya tidak masalah soal mama, sedari awal mama tidak begitu membenciku. Hanya saja setelah Ina muncul mama berubah den, seperti bukan mama Erina yang aku kenal."


"untuk sementara kau bersabar dulu ya sayang, aku minta tolong sekali padamu. orang tua ku tinggal satu yaitu mama. Aku ingin menjaganya sayang, ingin berbakti padanya sebelum aku menyesal di kemudian hari. kau bisa memahami ku kan sayang?"


"ya baik lah den, aku akan bersabar".

__ADS_1


hallo... jangan lupa klik favorit ya, dukungan kalian sangat berharga bagiku 😊


terimakasih ya dah jadi pembaca setia, maaf bila masih banyak kekurangan. 🙏


__ADS_2