Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

aku berjalan dengan tertatih ke kamar mandi, saat ku membuka celanaku, aku menemukan darah segar yang cukup banyak.


aku mulai panik, aku segera memakai pembalut ukuran kecil dan menghubungi Dr.Spog tempat aku mengontrol serta memberitahu dennis.


Dr. bilang coba untuk segera melakukan tespack kembali untuk mengetahui kehamilanku dan konsumsi obat penguat janin yang ia berikan dengan dosis 2 kali dari biasanya.


aku melakukan tespack namun aku belum sempat melihat hasilnya, perutku sedikit sakit dan aku cukup panik.


aku memanggil mertuaku mama erin.


"ma, aku mengeluarkan darah ma".


sungguh aku berharap ia memiliki hati nurani sedikit saja, kasihani aku yang sedang mengandung cucunya.


namun ternyata...


"apa yang kau lakukan hingga demikian" bentaknya pada ku


"tidak ada ma"


ia pergi meninggalkanku,


aku kembali duduk dan berbaring di tempat tidur ku. aku berusaha tenang namun tidak berhasil dan semakin panik.


aku memberitahu kak aleandro tentang apa yang terjadi padaku.


terang saja kak aleandro tampak marah, dan ia bilang ia segera menjemput ku.


tak lama mama erin masuk ke kamarku, memberiku air putih dan bilang berbaring la dengan posisi kaki lebih tinggi. bila memang janin ini berjodoh dengan mu maka ia tidak akan kenapa kenapa.


aku hanya menuruti perkataannya.


lalu ia kembali meninggalkan ku.


kak aleandro menelepon ku.


"lita siap siap la, aku akan membawa mu ke dokter."


aku segera bersiap siap, dan mama erin kembali masuk ke kamar dan melihat ku sedang bersiap siap.


"mau kemana lagi kau?!"


"mau kedokter saja ma, kak aleandro sedang menuju kemari."


"halah, untuk apa ke dokter, cuma buang buang uang saja!"


dan kau ya, kau!! mama erin sambil menunjuk nunjuk ku

__ADS_1


"dimana letak otak kau! kau beritahu kejadian ini pada dennis, tahu kah kau bahwa ia sedang bekerja!" ucap nya memaki ku dan berlalu


sungguh sakit dan sedih perasaanku, semua bercampur aduk


kak aleandro muncul dan kami pergi ke dokter, namun sayangnya begitu sampai di RS tepatnya di ruang tunggu.


aku yang sedari tadi menahan sakit tak lagi kuasa menahan, sangat sakit luar biasa dan membuat ku memuntahkan busa.


selayaknya keguguran pertama ku saat itu, tentu membuat kak aleandro panik dan cemas.


begitu sakit dan membuatku kehilangan kesadaran, aku terbaring di ranjang praktek dengan begitu banyak darah yang keluar dari vaginaku.


ya aku kembali kehilangan anakku.


sore hari nya saat aku sadar aku sudah berada di rumah mama, aku menangis saat mengetahui aku keguguran.


aku menangis hingga mata ku hampir buta.


dennis hadir di sampingku dengan mata sembab, memelukku.


aku berlinangan air mata.


sangat menyedihkan, sangat menyakitkan, hanya itu yang ku tahu saat ini.


beberapa bulan berlalu aku berkerja seperti biasanya begitu juga dengan dennis.


hati kami mengalami kekosongan yang tak dapat kami ungkapkan.


usianya jauh berada di atasku, ia sangat baik dan perhatian padaku.


kami bisa berkenalan berawal dari saat aku membeli sebuah produk kesehatan dari saudaranya.


aku tertarik dengan produk itu karena sejak 2 kali mengalami keguguran tubuh ku tidak la lagi sehat seperti dulu.


aku sering berdiskusi dengan kak laila mengenai kesehatan, hingga suatu hari kami menjadi begitu dekat dan menjadi teman curhat.


aku tidak pernah menceritakan secara utuh pada kak laila, aku hanya menceritakan tentang sakit ku yang tidak kunjung mengalami kemajuan menuju sembuh, sejak keguguran keguguran yang aku alami.


kak laila mungkin merasa aneh dengan diriku yang tidak kunjung sembuh, sebab ia juga pernah mengalami keguguran seperti ku.


namun ia tidak mengalami sampai separah yang aku alami.


ia mulai bertanya tanya padaku beberapa hal.


"lita, kau percaya tidak dengan hal hal gaib, seperti guna guna, teluh, santet dll nya?"


aku cukup kaget saat ia bertanya demikian padaku.

__ADS_1


"entah la kak, aku tidak paham hal demikian."


panjang dan cukup lama percakapan kami via telepon.


kak laila bermaksud untuk menanyakan soal sakitku pada seorang yang mengerti hal demikian, dan kak laila meminta izin pada ku.


aku pikir tidak ada salahnya aku mencoba, ketika di dunia kedokteran aku sudah tidak menemukan jalan.


kak laila meminta ku mengirimkan foto diriku padanya. dan aku melakukannya.


malam hari kak laila mengirim pesan WhatsApp pada ku.


"lita, maaf ya sebelumnya kakak mau bertanya, apakah lita punya keturunan yang punya ilmu gaib atau yang bisa kita sebut dukun?"


sumpah aku terperanjat dengan pertanyaan kak laila, apa maksud nya.


namun aku berusaha tenang dan membalas chat nya.


"tidak ada kak, memangnya kenapa?"


" litta, tadi kak laila sudah membawa fotomu untuk dilihat oleh teman kakak di sini yang bisa melihat. dan ternyata ada sesosok makhluk besar hitam yang berdiri di belakang mu selama ini."


aku tercengang dengan chat tersebut.


aku mulai berpikir kenapa bisa ada makhluk tersebut.


belum sempat aku membalas chat kak laila.


kak laila kembali mengirimkan pesan pada ku


"coba kau ingat apakah ada orang yang benci pada mu mungkin, atau yang setelah ia muncul hidupmu mulai berubah atau kacau."


aku mulai kembali berpikir siapa gerangan orang itu.


setelah berpikir cukup lama aku membalas chat kak laila.


"kak, aku hanya curiga pada satu orang. tapi selama ini aku rasa tidak mungkin."


"siapa? apa kau mengenalnya?"


"iya kak, aku curiga bahwa saudara ipar ku yang melakukannya kak."


"oh ya, coba kau kirim fotonya. teman kakak bisa lihat kau memang dia adalah pemilik nya."


aku mengirimkan foto kak danu, ina dan Steve pada kak laila


"wanita ini kak, orang yang aku curigai".

__ADS_1


"baiklah nanti coba kak laila tanya kan pada teman kakak ya"


"baik kak, nanti kabari litta ya kak".


__ADS_2