Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

dua bulan berlalu, tanpa ina dan steve di rumah.


Hanya mama erina yang begitu cerewet dan sedikit bawel yang harus di hadapi oleh talita setiap hari nya.


ya tentu saja juga ada kak yuna saudara iparnya yang sedikit suka membuat suasana rumah menjadi panas.


kak yuna sering membicarakan hal hal yang tidak baik tentang Talita, yang di mana membuat mama erina menjadi terpengaruhi untuk berperilaku kasar pada talita.


suatu hari minggu kak yuna dan mama erina berencana untuk pergi belanja sayur mayur sendiri.


"lita, mama akan pergi bersama yuna. kau masaklah nasi kalau sayur mayur nanti mama dan kak yuna yang akan menyiapkannya. jadi kau cukup memasak nasi saja."


"baik ma, berapa banyak yang mau di masak ma?" tanyaku, karena aku cukup ragu dengan perintah tersebut, tidak biasa di hari minggu kami memasak. biasa kami akan pergi makan di luar.


"masak saja jatah seperti biasanya" ucap mama erin


"baik ma" jawabku


pembicaraan kami ini tentu saja di dengar dan diketahui oleh dennis. karena dennis berada di dekat ku saat ini.


"sudah ya,mama dan yuna pergi dulu."


ucap mama erin


dan aku pun segera memasak nasi yang dipinta oleh mama erin.


sedangkan dennis bersiap siap untuk ke kantor karena ada hal penting yang harus di kerjakan.


ya akhir akhir ini dennis selalu giat bekerja tanpa mengenal waktu dan bahkan ia berkerja di hari libur nasional ataupun minggu.


setelah dennis pergi maka tinggallah aku sendiri di rumah.


tak lama kemudian mama erin dan kak yuna pulang.


sedangkan aku sedang menyeterika baju dennis dan bajuku.


mama erina dan kak yuna berlalu masuk, meletakan semua belanjaan mereka di dapur.


tak lama tiba tiba saja aku mendengar kak yuna berbicara pada mama erina.


"ma, dia memasak nasi, siapa yang akan memakannya. terlebih lagi cukup banyak ia memasaknya." ucap kak yuna


"apa dia memasak nasi?" banyak kah? kenapa dia memasak nasi? bukan kan dia sudah tahu bahwa setiap minggu kita tidak pernah makan di rumah."


ucap mama erina pada kak yuna

__ADS_1


"iya ma, si bodoh itu telah memasak nasi dan dalam jumlah yang banyak."


gerutu kak yuna


mama erina keluar dan tentu saja ia memarahiku.


"hei, lita! apa yang kau lakukan?" kenapa kau memasak nasi?" bukankah kau tahu bahwa tidak ada penghuni rumah ini yang akan makan di rumah ini setiap hari minggu!"


ucap mama erina dengan wajah nya yang super masam dan nada tinggi


aku terdiam dengan rasa kesal dan tidak berdaya dalam hati, lagi lagi aku menelan semua rasa ini.


"bukankah tadi mama yang menyuruhku untuk memasak nasi?" ucap ku


"siapa yang menyuruhmu!" yuna... apakah kau mendengar mama ada menyuruh nya memasak nasi?"


"tidak ma, sependengaranku mama tidak pernah menyuruh nya memasak nasi hari ini."


ucap kak yuna sembari menatap ponselnya di sudut ruangan


aku tahu bahwa mereka lagi lagi memainkan sebuah akting untuk membully ku.


aku hanya dapat menghela napas, sembari mengelus dadaku dan berkata dalam hati.


sabar talita, ini ujian.


tidak lama kemudian mama erina datang kembali membawa sekeranjang baju dan melemparkannya padaku.


"ini kau setrika semua, pakaianku dan yuna."


aku tidak menjawab, hanya menatapnya dengan wajah datar.


sungguh dalam hatiku begitu sesak rasanya mendapatkan perlakuan gila mereka ini.


entah sejak kapan aku menjadi seperti pembantu dalam rumah ini.


akhirnya setelah 4 jam aku menyeterika selesai juga.


betapa lelahnya aku secara batin maupun jasmani.


tapi lagi lagi hati nuraniku berkata sabarlah talita, semua akan kembali baik lagi seiringnya waktu.


lamunanku terbuyar ketika handphone ku berdering, tertera di layar papa yang menelepon ku.


"hallo, pa"

__ADS_1


" hallo sayang, apa kabarmu? kenapa tidak pulang di hari libur ini?"


"iya pa, aku sedang berberes aku akan pulang bila sudah siap."


"baiklah sayang, hati hati di perjalanan yah."


"baik pa, bye"


"bye"


aku bersiap siap akan pulang, namun tiba tiba saja niatanku untuk pulang di halangi oleh mama erin.


"mau kemana kau?"


"aku mau pulang ma, sudah 2 minggu aku tidak melihat kedua orang tua ku."


"tidak boleh, kau tidak boleh pulang hari ini!"


"kenapa ma?"


"kalau aku bilang kau tidak boleh pulang ya tidak boleh pulang, tidak usah kau banyak bertanya! mengerti!"


mataku mulai terasa hangat, airmataku serasa tak terbendung dan akan meluap keluar dari kelopak mataku.


tapi aku berusaha menahan nya.


aku berjalan menuju ke kamar, di kamar aku menumpahkan seluruh rasa sakitku.


tak terbendung lagi air mataku jatuh membasahi pipiku.


beberapa saat setelah tenang aku menelepon papa.


"hallo pa, maaf ya lita tidak jadi pulang."


"ada apa sayang?" apa kau sakit suara mu terdengar aneh, apakah kau sedang menangis?"


"tidak, pa... aku hanya merasa perutku sedikit sakit pa. selebihnya aku tidak apa apa, papa tidak usah mencemaskanku ya."


"baiklah sayang, kau istirahat lah. jangan lupa minum obat ya sayang!"


"ya pa, papa dan mama juga jaga kesehatan ya. lita mau istirahat dulu ya pa. bye"


"ya sayang, bye"


pembicaran kami berakhir dan air mataku lagi lagi meluap keluar, begitu menyesakan dalam dadaku.

__ADS_1


ya Tuhan... kuatkanlah talita Tuhan, hanya padaMu talita menumpahkan semua rasa ini.


gumamku sembari menangis 😭


__ADS_2