
tidak terasa hari mulai sore dan dennis belum kunjung pulang, sedangkan aku sedari siang tadi tidak beranjak keluar dari kamar dan aku pun tidak makan siang dengan baik.
aku hanya menelan beberapa butir supplement, memakan sepotong roti dan segelas madu pollen agar sakit maagku tidak kambuh.
ya aku memang menyimpan beberapa perkakas seperti mangkuk, gelas, sendok, garpu dan sedikit camilan seperti roti, madu dan roti roti kemasan lainnya di lemari sudut kanan di bawah meja hiasku.
aku memang sengaja mengosongkan isi lemari itu guna untuk menyimpan semua itu, kalau kalau keadaan darurat seperti ini.
situasi tidak menyenangkan saat dennis tidak ada di rumah, dan aku hanya seorang diri. semua itu aku perlukan.seakan akan persediaan makan untuk bertahan hidup. ya mungkin sedikit terdengar konyol tapi itulah yang terjadi padaku.
aku mulai menyimpan dan menyediakan semua itu sejak ina dan mama erin membully ku.
malam pukul 19.00 dennis pulang.
aku berusaha menceritakan apa yang terjadi pagi tadi padanya.
tidak ada tanggapan berarti dari dennis.
ia hanya bilang : "sudahlah lita, mungkin mama mulai pikun. kau sabar saja ya."
setelah mendengar perkataan dennis yang demikian, rasa kecewa dalam hatiku semakin besar.
aku merasa ada yang salah dengan pernikahan kami ini.
hatiku mulai memberontak, aku merasa kecewa dan kecewa bahkan juga sakit.
tapi sungguh aku tidak tahu harus bagaimana baiknya.
aku berusaha menenangkan diri, bersabar dan menguatkan hatiku.
menyakin kan diriku sendiri bahwa aku harus teguh dengan pernikahan ini.
__ADS_1
malu rasanya bila sampai harus bercerai atau berpisah. maka aku putuskan untuk terus bertahan dalam kondisi ini.
sebab di antara aku dan dennis sebenarnya tidak ada masalah.
hari hari berlalu, semakin banyak hal menyakitkan yang aku alami di rumah dennis.
semakin hari semakin membuatku tertekan dan rapuh.
namun semua yang aku alami itu tidak pernah di ketahui oleh dennis secara utuh, sebab dennis jarang berada di rumah. ia sibuk kerja dan kerja.
bahkan aku mulai kacau, aku mulai tidak fokus dengan pekerjaanku.
aku sering bercerita dengan zenna atau mike sembari menangis. ya walaupun tidak sepenuhnya aku bercerita pada mereka, namun setidaknya aku sedikit lega setelah bercerita pada mereka.
sungguh aku bersyukur memiliki mereka berdua, mereka sering membantuku.
beberapa hari ini aku mulai tidak bisa tidur ketika malam hari, aku terus merasa tertekan dan cemas tidak berkesudahan. dan aku pun mulai meminum obat anti depresan setiap malam, tanpa di ketahui oleh dennis.
pemandangan aneh yang ku lihat seakan akan aku berada di posisi yang tinggi, tampak di kejauhan aku melihat seorang manusia transparan sedang duduk di atas sepeda melihat ke arahku dengan wajahnya yang tertawa menyeringai lalu ia berjalan menuju kearah jendela kamarku dan aku yang melihat nya semakin mendekat merasa takut dan berusaha berlari menjauh dari jendela itu.
tapi siapa sangka ia bisa menembus memasuki jendela itu dan terang saja aku sangat ketakutan aku berjalan mundur sembari menghindarinya dan terjatuh di atas ranjang tempat tidurku, makhluk transparan itu berkata : hahaha... kau tidak akan bisa lari dariku, ia menerkamku menindih tubuhku.
jantung ku berdebar sangat kencang, aku sungguh sungguh sangat ketakutan. aku ingin berteriak namun suaraku tidak bisa keluar.
aku meronta ronta, makhluk itu seakan akan sedang berusaha memperkosaku.
aku melihat dennis berada di sampingku sedang tertidur pulas, aku berusaha berteriak memanggil nya tapi lagi lagi suara ku tidak bisa keluar. aku meronta ronta berusaha menggapai tangan dennis dan berusaha berteriak walaupun suaraku tidak bisa keluar.
makhluk itu terus berusaha mencumbuku dengan tawanya yang mengerikan dan aku terus meronta berusaha melepaskan diri dari dekapannya dan berusaha berteriak memanggil dennis.
cukup lama aku berusaha berteriak namun tidak bisa.
__ADS_1
makhluk itu terus tertawa menyeringai dengan wajah seramnya yang begitu dekat dengan wajahku.
aku yang sedari tadi berusaha berteriak dengan keras namun suara ku tidak bisa keluar pada akhirnya teriakanku terlepas.
ya aku memang berusaha berteriak sekuat tenaga sehingga suara yang ku hasilkan begitu bergema ketika terlepas, terang saja membangunkan dennis yang tengah tertidur.
napasku terengah engah, jantung ku berdebar debar, aku sangat ketakutan.
dennis yang terbangun kaget dengan teriakan ku sontak spontan memeluk ku.
dan makhluk itupun menghilang.
"ada apa sayang ?" kau kenapa?"
aku hanya memandang dennis dengan wajah ketakutan dan sekujur tubuh yang penuh dengan peluh, dan napas yang terengah engah.
dennis memeluk dan berusaha menenangkan ku. setelah aku cukup tenang dennis memberiku segelas air putih. aku meminumnya perlahan.
jantung ku masih berdebar debar dan takut.
"apa yang terjadi padamu lita?"
"entah lah den, tadi aku melihat ada makhluk transparan yang berusaha memperkosaku. aku berusaha berteriak namun tidak bisa.
hingga akhirnya suaraku bisa keluar dan membangunkanmu."
"mungkin kau bermimpi sayang, itu hanya mimpi buruk, bukan nyata. sekarang sudah tidak apa apa, kembali lah tidur." pinta dennis padaku
aku hanya mengangguk mengiyakan ucapan dennis.
dalam pikiranku kejadian barusan begitu nyata tidak mungkin mimpi. tapi batinku juga berkata itu hanya mimpi tidak ada manusia transparan di dunia ini. dan aku pun kembali tidur
__ADS_1