Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

HIHIHI....HI...HIHIHI...HI......tawa nya begitu keras dan panjang perlahan sosok wanita itu menghilang di iringin oleh tawanya.


Talita terperanjat dengan kejadian yang baru ia alami.


antara mimpi dan nyata.


hari itu ia sangat ketakutan, bahkan ia tidak berani memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


ia berharap dennis dengan segera pulang karena ia sungguh ketakutan.


dennis pulang begitu larut, ketika dennis pulang talita bahkan tidak tega untuk menceritakannya langsung pada dennis yang tampak kelelahan dengan rutinitas kerjanya.


"hei, apakah kau belum mandi litta? bukankah hari sudah begitu larut kenapa kau masih belum mandi?" tanya dennis


"ya, aku ketakutan denn..." ucap talita lesu


"sudahlah, lupakan apa yang aku katakan padamu tempo hari." ucap dennis sambil menatap dan memegang bagian belakang kepala talita


"hmm... gumam talita


litta segera membersihkan dirinya, dan tampaknya ia benar-benar sangat ketakutan. ia bahkan tidak berani menutup pintu kamar mandinya. dan meminta dennis untuk menunggunya di dekat pintu.

__ADS_1


seminggu berlalu talita menjalani hari hari dengan ketakutan, sebab ia selalu di kunjungi oleh macam macam sosok lelembut yang terus mengganggu nya.


ia tidak lagi tahan, terlebih dennis yang sangat sibuk bekerja pulang larut sungguh tidak ada tempat bagi talita untuk bersandar.


akhirnya suatu sore talita meminta kak aleandro untuk menjemputnya pulang kerja. di perjalanan ia menceritakan semua pada kak aleandro.


tentu saja kak alendro marah.


"brengsek!!! ucap kak aleandro sambil menepuk stir mobilnya di tengah2 lampu merah.


"apa sebenarnya tujuan nya itu litta? mengganggu mu hingga demikian?" tanya kak aleandro


"sore ini juga kita pergi ke tempat teman kakak, ia pernah bercerita pada kakak kalau ia punya sesepuh yang pintar. siapa tahu beliau bisa membantu." ucap kak aleandro sambil memutar stir


sesampainya kami di kediaman teman kak aleandro.


"hai gus... " sapa kak aleandro pada temannya


"hai ndro... apa kabar kau?" sapa bang gus pada kak aleandro sambil berjabat tangan dan menepuk punggung kak aleandro


"baik gus" ucap kak aleandro membalas tepukan bang gus

__ADS_1


"ini aku mau minta tolong pada sesepuhmu gus. adikku ini tampaknya di kerjain sama seseorang. hidupnya jadi kacau. bisa kau bantu kami?" ucap kak aleandro kembali pada temannya itu


aku hanya tersenyum pada bang gus sambil merapatkan kedua telapak tangan ku di dada dan memberi salam. sebab bang gus memiliki kebiasaan untuk tidak menyentuh wanita.


"hmm... baiklah aku akan mengantar kalian di tempat mbah Ijan. seharusnya ia bisa membantu masalah kalian." ucap bang gus


kami bertiga pun bergegas menuju rumah mbah ijan.


sesampai kami di rumah mbah ijan, tampak lah mbah ijan yang sedang duduk di ruang tamu dengan seorang pria paruh baya.


tampaknya pria itu juga sedang berkonsultasi dengan mbah ijan.


"sore mbah ijan..." sapa bang gus pada nya


"sore nak... duduk duduk nak" sahut mbah ijan dan menyuruh kami untuk duduk bersama


tidak lama setelah itu pria paruh baya itu pun pamit dan tibalah giliran kami untuk berbicara dengan mbah ijan.


"gini mbah... ini adik temanku ini sedang ada masalah mbah!" bisa mbah bantu? " tanya bang gus pada sesepuhnya.


mbah ijan menatap aku dan kak aleandro, dan bersama kami tersenyum pada mbah injan

__ADS_1


__ADS_2