Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
berlibur part 2


__ADS_3

aku Dan Dennis sedang berada di Yana restoran lantai 5 zona A MBK Bangkok.



kami sudah hampir selesai dengan menu makanan yang kami pesan.



aku sedang menyerumput juice yang ku pesan.


sedangkan Dennis sibuk dengan ponselnya.



"sayang, Kita pulang hotel istrahat dulu yuk, dah seharian jalan pinggangku sedikit sakit nih"


ucap Dennis sambil memegang area pinggang nya



"kau seperti kakek kakek tua Saja sih Denn..."


"ya sudah Kita pulang dulu kehotel, besok baru Kita lanjut jalannya"



akhirnya kami pulang ke hotel, aku sudah merasa gerah Dan Tak nyaman ingin rasanya cepat cepat membersihkan tubuh ini.



"den, aku duluan ya mandinya, kau nanti setelah aku selesai ya"



"iya iya... lady first..."



aku tersenyum lebar meledek dennis.



Dennis dengan segera mencubit kedua pipiku karena merasa gemas dengan ulah ku.



"udah... aku mau Mandi nih"



"ya, mandi sana"



saat keluar dari kamar mandi di daun pintu kamar mandi kaki ku tersandung kaki ku sendiri dan tubuh ku oleng, aku spontan berteriak




"aaaauuuuu...



belum sempat tubuh ku terhempas ke lantai dengan sigap Dennis menangkap ku,



tentu saja jantungku berdebar debar karena hampir saja aku terjatuh, dan lebih tepatnya aku berdebar debar karena Dennis yang merangkul ku dengan tubuh kekarnya.



"kau ini bagaimana sih jalannya sayang, pasti karena efek cape nih "


tegur Denni sembari menunjuk dahi ku dengan telunjuknya.



aku tersipu malu karena kecerobohan ku sendiri



sekarang giliran Dennis untuk mandi dan aku sedang mengeringkan rambut ku.



sembari mengeringkan rambutku aku berpikir kemana lagi tujuan kami esok.

__ADS_1



begitu Dennis keluar, aku langsung membicarakannya.



"rasanya besok aku ingin ke royal grand palace, habis itu kita ke wat Phra kaew ya Denn"



"ya ya... kau atur saja sayang, aku mah ikut saja,"



"huh... kau selalu begitu, jawabku dengan muka cemberut



ya jelas aku kesal dengan Dennis, selama 3 tahun kami menjalin hubungan, setiap di tanya pendapat dia selalu menjawab terserah pada ku, terserah itu seperti jawaban yang menyebalkan buatku



Dennis menarik hidungku "ih.. sudah jangan ngambek terus" jadi jelek tuh..



"biarin... huh..." ucapku sembari membalikan badan membelakangi Dennis



aku siap siap beranjak tidur karena perasaan dongkolku.



Dennis berusaha membujukku agar berhenti untuk marah padanya.



"litta sayang... marah ya?


"udah dong sayang, jangan ngambek gitu lagi..



aku hanya diam memunggungi Dennis



namun karena aku meronta ronta Dennis terjatuh di atasku dengan kedua tangan menahan tubuhnya agar tidak menimpaku.



kini aku berada di bawah tubuh Dennis dengan posisi kedua tangan ku berada di dadanya yang bidang.



spontan saja mata kami saling memandang satu sama lain, jantung ku berdebar dan aku pun bisa merasakan Dennis juga demikian.



talitaku begitu cantik,


tiba tiba Dennis terpikir untuk mengusili Talita agar tidak marah lagi pada nya.



aku usilin dia ah... gumam Dennis dalam hati



ia mendekatkan mukanya lebih dekat pada ku, jantung ku berdebar semakin kencang dan sangat berisik seakan akan Dennis pun bisa mendengar degupan jantungku, wajahku mulai memerah,


aku berusaha tenang dengan menutup mataku.



sial kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku, aroma tubuh Talita begitu menggodaku.


gumam Dennis dalam batinnya



tiba tiba saja Dennis mengecup bibirku perlahan beberapa kali dan aku terbawa suara membalas kecupannya, bibir kami saling bertemu dan saling melumat



Dennis segera menghentikan ciumannya,

__ADS_1


"maafkan aku Talita, aku... aku...arghh... aku keluar dulu mencari udara segar "



Dennis tampak kesal dengan dirinya dan keluar dari kamar hotel meninggalkan ku sendiri.



sedangkan aku dengan perasaan malu, senang, takut bercampur aduk menjadi satu.



lama Dennis tidak kembali ke kamar, dan aku tertidur



"krekkk... suara Dennis membuka pintu kamar,



Talita sudah tidur rupanya,



talitaku sayang, jujur aku tadi tidak ingin menghentikan perbuatanku, aku ingin lebih dari sekedar menciummu sayang, tapi aku tahu batasan, belum saatnya kita melakukan hal demikian, tadi aku sungguh tidak bisa mengontrol diri.


terkutuk aku kalau sampai terjadi lebih dari itu


gumam dennis dalam hati sambil memandangi wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas.



esok harinya dimana itu hari ke dua kami berada di Bangkok



kami berjalan jalan ke grand palace,



grand palace merupakan kompleks bangunan bersejarah yang menjadi objek wisata utama di bangkok. Di dalamnya, terdapat Royal Grand Palace yang merupakan kediaman raja-raja Thailand. Meskipun tertutup untuk umum, istana ini tetap menjadi spot yang wajib dikunjungi wisatawan untuk sekadar berfoto di depan halamannya.



ya tentunya aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk berfoto, karena aku suka berfoto dan menguploadnya ke Instagram ku.



Setelah puas berfoto di depan Royal Grand Palace, kami mengunjungi Wat Phra Kaew yang masih berada di dalam kompleks Grand Palace. Kuil paling suci di Thailand ini tampil megah dan mewah karena bangunannya dilapisi warna emas. Di kuil ini, kami juga bisa melihat patung Buddha paling suci di Thailand, yaitu Emerald Buddha.



Kuil yang terbuka untuk umum ini sangatlah ramai dikunjungi wisatawan, baik yang ingin beribadah, maupun hanya sekedar berfoto ataupun ingin mengetahui sejarahnya.



habis dari wat Phra kaew kami menuju wat pho sebuah kuil Buddha terbesar di bangkok, Daya tarik utama kuil ini adalah patung Buddha tidur atau Reclining Buddha yang berukuran tinggi 15 meter dan panjang 46 meter. Patung Buddha terpanjang di Thailand ini juga dilapisi emas, sehingga membuatnya tampak megah.



Dengan membayar 100 THB, kami sudah bisa berkeliling Wat Pho dan mendapatkan air mineral gratis. Semua pengunjung boleh masuk ke kuil dan berfoto dengan latar patung Buddha, dan wajib berpakaian sopan serta melepas alas kaki.



karena jam baru menunjukkan pukul 13.00 Talita mengusulkan untuk berkunjung ke Vimanmek Teak Mansion yang di mana di katakan cs hotel tempatnya menginap bahwa bila tiba di sana pukul 14.00 maka mereka akan bisa menyaksikan atraksi tarian tradisional di area paviliun. 



"yuk Denn kita jalan lagi ke vimanmek Trak mansion".



"ok"



Vimanmek Teak Mansion merupakan sebuah istana yang kini beralih fungsi menjadi museum penghormatan bagi mendiang para raja Rama V. Di sini, kami bisa melihat mebel antik, barang pecah belah, porselen, hingga foto-foto lama yang dikumpulkan sang raja (1868 – 1910).



Berlokasi di Ratchawithi Road, Vimanmek Teak Mansion memiliki gaya arsitektur neo klasik Eropa yang seluruh bangunannya dibuat menggunakan kayu jati emas. Selain bisa menikmati sejarah dan keindahan bangunannya, kami pun bisa menyaksikan suguhan atraksi tarian tradisional di area paviliun. Untuk bisa melihat atraksi tersebut, kami membayar tiket masuk sebesar 100 THB.




#maaf ya bila masih banyak kekurangan, karena autor pendatang baru 😁

__ADS_1


__ADS_2