Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
sepulang dinas


__ADS_3

talita baru tersadar bahwa mereka kembali kehotel dimana ia Dan mike harus satu kamar.



"celaka, terlampau jauh perjalanan dari lokasi proyek ke hotel hingga saat tiba di hotel Hari sudah malam Dan sulit bagi kami mencari hotel lainnya. sepertinya esok jg akan demikian. tidak mungkin untuk ku memaksa pak mike.


pikir Talita



syalala...lala...lala...lalala..


dering handpone Talita dengan nada kunonya.



tampak di layar Dennis memanggil.


" ya hallo... Sapa Talita



" hallo yank, kau sedang apa?"


Dennis yang sedang berusaha menahan kemarahannya pada Talita yang pergi begitu Saja



"baru pulang dari lokasi proyek, sekarang di hotel mau makan malam dulu sih rencananya ."


kamu sendiri sedang apa?"


bicara Talita datar



"sedang berpikir kenapa kau bersikap demikian padaku tempo Hari..."



talita merasa kesal dengan Dennis, kenapa Dennis tidak bisa berpikir sendiri kenapa Talita marah pada nya Hari itu.


seharusnya Dennis tahu bahwa Dennis sering membuat Talita kecewa karena sifat cueknya.



"entahlah, Ada baiknya kau berpikir sendiri den." aku lelah, sudah dulu ya..."


ucap Talita mengakhiri telepon dennis.



"hallo... hallo... ucap Dennis...



Tut...tut...tut...



arggghhh... dia matikan teleponnya, geram dennis.



ya Talita mulai bimbang tentang hubungannya Dan Dennis.


talita merasa Dennis tidak lagi perhatian seperti dahulu saat mereka duduk di bangku sekolah.



"litta...litta... talita...." hallo.... "" ucap Mike memecahkan lamunan talita



"ah... ya Pak".



"mau pesan menu apa litta?"



"hmm... aku pesan menu yang sama Saja Dengan mu mike".


tanpa sadar Talita berkata demikian, menyebut mike tanpa Pak



Dan tentu kalian tahu betapa senang nya mike, seperti mendapatkan lampu hijau dari Talita.



yang sebenarnya Talita tidak sadar karena sedang melamun memikirkan sikap Dennis.



akhirnya mike Dan Talita selesai makan malam, saat mike mengajak Talita untuk kembali kekamar beristrahat Talita menolak.


talita ingin berjalan melihat lihat area hotel, mike pun menyetujuinya.



saat bersama mike mulai lagi meyakinkan Talita.



"litta... aku tahu kau Tak pernah menganggap aku lebih dari rekan kerjamu, tapi aku hanya ingin kau tahu litta, sungguh perasaanku padamu sangat dalam... "

__ADS_1



"aku ingin bisa menjagamu, menyayangimu, melindungimu dari apapun, membangun rumah tangga bersama mu."



talita hanya diam tertegun dengan ucapan mike.



lalu entah kenapa tiba Tiba Talita bertanya pada mike.



"apakah bapak benar benar mencintai ku?"


bapak serius?"



dengan mantap mike menjawab : "iya Talita, aku serius Dan yakin dengan ucapanku."



"Ada baiknya bapak lupakan Saja Pak, litta mungkin hanya akan menyakiti bapak".


ucap Talita.



"litta... aku tidak pernah memaksamu, aku akan selalu menunggumu sampai kapan pun litt, bahkan saat kau telah menikah Dan suami mu Tak baik aku akan selalu Ada untukmu "



talita sungguh sangat sangat kaget dengan ucapan Pak mike, ia memandangi Pak mike dengan mata terbelalak seakan Tak percaya dengan ucapannya barusan.



tanpa sadar mike memeluk Talita, mengelus ngelus rambut nya.



talita seakan membeku Tak sadarkan diri.



begitu sadar Talita mendorong mike, berusaha melepaskan pelukan mike.


mike spontan melepaskan nya, karena mike sadar bahwa Tak sepantasnya ia memeluk Talita.


dan ia juga takut Talita akan membencinya nanti.



pikiran Talita menjadi kacau dengan apa yang barusan terjadi.



dia Dan Dennis pun sebenarnya tidak dalam masalah besar.


talita hanya merasa kecewa Saja pada Dennis.


Dan itu hanya Hal kecil.



keesokan harinya Talita Dan mike berusaha seakan akan tidak terjadi apapun di antara mereka.


mereka menyelesaikan proyek mereka lebih cepat Dan pulang segera.



setiba Talita pulang Dennis telah menunggunya di rumah.


Dennis tidak ingin hubungan yang ia Bina selama ini dengan Talita menjadi hancur hanya karena Hal sepele.



Dennis berusaha sebaik mungkin berbicara dengan Talita.



"sayang... aku janji aku akan berubah, aku akan lebih baik lagi buat mu".


Dan sesegera mungkin aku akan melamarmu, aku tidak ingin kau menjadi milik orang lain."


ucap Dennis



"aku tidak butuh janjimu den... benar... aku cuma lelah dengan sikapmu yang cuek, kau beda dengan pria pria lain"


"kau seakan tidak perduli padaku den..."


"apa kau tahu yang kurasa selama ini, seberapa besar kecewaku padamu, harapanku padamu yang akhirnya kau hempaskan begitu Saja...."



"sudahlah Ada baiknya Kita akhiri Saja semua ini. terlebih lagi sejak dulu ibu mu menentang hubungan Kita juga kan". ucap Talita dengan Mata berkaca kaca, yang pada akhirnya sudah Tak terbendung lagi.



Dennis merasa tidak nyaman karena mereka berbicara di rumah talita. takut kedua orang tua Talita kaget dengan pertengkaran mereka.



Dennis mengajak Talita keluar, di mobil Talita hanya mematung dengan wajah sedihnya, tentu Saja Talita kacau.

__ADS_1


terlebih lagi selama berhubungan dengan Dennis ibunya tidak setuju karena menganggap Talita berasal dari keluarga sederhana.


beliau ingin Dennis menikah dengan gadis yang sederajat dengan Dennis.



telah sampai di sebuah Taman kota, Dennis mulai berbicara dengan Talita soal kelanjutan pembicaraan mereka.



talita menangis, merasa kacau, ingin mengakhiri Saja hubungannya dengan Dennis karena selama ini banyak sekali halangan untuk mereka bersama hanya Saja selama ini Talita diam Dan bersabar.



di mulai dari ibunya Dennis Dan kak yuna. kakak ketiganya dennis yang tidak Suka padanya.



ya Dennis adalah anak dari empat bersaudara, memiliki tiga orang kakak di atasnya.


dua kakak perempuan Dan satu kakak laki laki.



kakak perempuan tertua Dennis bernama lusia Dan kakak keduanya bernama yuna, Dan kakak laki lakinya bernama danuarta



lusia Dan danuarta tidak begitu perduli dengan hubungan kami.


yang Suka menghinaku adalah yuna. ia Suka menjelek jelekanku dengan ibunya Dennis.


ia bahkan Suka mengirim pesan menghina pada ku.



sering aku merasakan sakit atas hinaan yuna Dan ibunya, namun aku hanya diam karena aku tidak begitu perduli.



namun pada Hari ini seakan Tak dapat lagi kutahan semua itu.


ingin ku akhiri Saja hubungan ini.



setelah cukup lama kami berbicara akhirnya Dennis menyetujuinya.


walau dengan berat hati, Dennis berusaha rela melepaskan ku



Dennis mengantar Talita pulang, dalam perjalanan Dennis begitu sakit sehingga Tak Ada lagi ekspresi di wajahnya.


ia hanya membatu menahan semua perasaan kalutnya harus kehilangan Talita.


sedangkan Talita menangis sejadi jadinya karena perasaannya yang bercampur aduk, jujur ia mencintai Dennis dan Tak rela berpisah.



namun hatinya sakit Dan kecewa terlebih lagi karena ibu Dan kak yuna yang tidak setuju dengan hubungan mereka.



ketika sampai di rumah talita Dennis masih mengantar Talita hingga masuk ke dalam rumah.


talita yang masih berat ingin melepaskan Dennis meminta Dennis untuk memeluknya terakhir Kali.



"den, bisakah kau memelukku tuk yang terakhir..." hiks... hiks... tangis Talita.



Dennis hanya diam Dan Tak ingin melakukan ya..



"tidak litta, pergi lah masuk akan berat bagi ku melepaskan mu bila harus memeluk mu".


dennis membelakangi Talita



mereka berdua sama sama menangis.


tapi tentu Saja Dennis sebagai lelaki berusaha menahan air matanya, berbeda dengan Talita yang telah bercucuran air Mata.



Dennis pergi meninggalkan Talita.



talita menangis Dan masuk ke kamarnya.


menangis sejadi jadinya.



ibu Talita mengetahui Ada yang tidak Beres dengan Talita mengetuk pintu kamar talita.



"sayang... apa yang terjadi diantara kau Dan dennis?" buka pintunya Dan ceritakan pada ibu nak..." ucap ibu hanna, ibu kandung Talita.


__ADS_1


__ADS_2