Semua Hanya Karena Iri

Semua Hanya Karena Iri
talita


__ADS_3

aku mulai terus berpikir tentang pak haslan yang pemuja gunung kawi.


jadi apakah aku benar akan di gunakan sebagai tumbal.


aku semakin sangsi dengan hal ini.


aku memutuskan untuk membakar benda yang pak haslan berikan tempo hari. namun aku masih juga terus mengalami hal aneh di rumah maupun di kantor.


hal ini membuatku semakin kalut, aku sering sakit walaupun tidak parah.


demam, meriang misalnya, atau bahkan terkadang perut bawahku akan sakit, dan sakit sekali.


pada akhirnya aku memutuskan untuk resign dari kantor pak haslan. tentu saja pak haslan dan mike menghalangi niatku.


dan mereka terus bertanya apa alasan ku untuk resign.


aku hanya beralasan bahwa aku ingin beristrahat saja.


sebenarnya aku resign karena jujur aku mencurigai pak haslan. tapi aku juga merasa bimbang dengan rasa curiga ku itu. akan tetapi tetap ku putuskan untuk resign saja.


sebelum resign dari sini aku telah mendapatkan pekerjaan baru walaupun hanya menjadi admin dari sebuah perusahan kecil yang baru berdiri. jadi begitu aku off dari sini aku langsung move ke kantor baru.


karena bila aku tidak bekerja pasti akan sangat menyedihkan hidupku di rumah dennis.


hari berganti hari tanpa terasa habis sudah masa ku bekerja di kantor pak haslan.


sore ini hari terakhir aku berkerja di sini. aku menyalami semua rekan kerja ku, mengucapkan maaf bila aku pernah berbuat salah baik secara sengaja mau pun tidak dan tentunya sebagai salam perpisahan.


zenna menangis karena kami akan berpisah tidak lagi menjadi rekan kerja setelah ini.


"hei, jangan menangis zen. kita masih bisa berjumpa nantinya" ucapku tersenyum pada zenna


zenna menghapus airmatanya dan menjawab

__ADS_1


"ya kak, janji setelah ini kita akan sering sering bertemu ya"


"ya zen" ucapku tersenyum kembali pada zenna


besok aku mulai berkerja di perusahaan baru itu.


aku cukup percaya diri, karena bidang nya hampir mirip dengan skill yang kumiliki.


hari pertama aku merasa cukup kacau karena ternyata perusahaan ini sejak berdiri tidak pernah menata administrasi nya secara baik.


sungguh sungguh teramat kacau.


bos baruku bernama Bray dan istri nya bernama verena, ya pagi ini bu veren menyerahkan setumpuk nota padaku.


tentu saja membuat ku cukup binggung.


sebelum aku bertanya dia telah berbicara terlebih dahulu.


ternyata maksud ia memberikan ku setumpuk nota itu, menyuruhku untuk membuat laporan keuangan selama ini. ya selama ini, sejak perusahaan ini baru berdiri hingga kini. mereka bahkan belum pernah membuat laporan keuangan sebelumnya.


aku mulai memilah nota nota tersebut dan bertanya pada bu veren tentang nota nota tersebut.


karena tidak ada keterangan pada nota nota tersebut cukup membuatku binggung, di bagian mana akan ku letakkan data dari nota tersebut.


bu veren menjelaskan, ada sebagian nota ternyata adalah hutang karyawan proyek lapangan yang meminta tolong bu veren untuk membelikan keperluan mereka.


ada juga hutang kantor tapi berupa nota asli bukan copy an.


ah... sungguh terlalu 😓


aku berusaha mengerjakannya perlahan. oh ya dan kalian tahu aku hanya satu satunya karyawan kantor di perusahaan ini.


sisanya semua adalah perkerja lapangan di proyek.

__ADS_1


kepalaku cukup sakit setelah tahu bahwa semua yang akan menjadi pekerjaan ku.


mulai dari purchasing, accounting, finance, administrasi, stock, mekanisme, HRD dan lain lainnya.


ternyata aku harus merangkap semua ini.


yang paling aku sesalkan salary yang ku dapat sangat sangat tidak sesuai dengan apa yang aku kerjakan. tapi dan lagi aku berusaha berpikir positif. aku yakin bila aku bisa menghandel semua ini, suatu hari aku akan sukses dari hasil kerja kerasku sendiri.


3 bulan berjalan aku bekerja di perusahaan ini. semua tidak berjalan sesuai yang aku harapkan.


selain tekanan di rumah, di kantor ini pun aku mengalami begitu banyak tekanan.


pak bray sering menekanku harus menyelesaikan tugas kantor yang menurut ku bila di kerjakan esok masih bisa. dan ia menekanku harus menyelesaikannya hari ini juga pada jam sekian semua harus selesai bila tidak aku tidak di perbolehkan untuk pulang.


bisa di bayangkan bagaimana tugas sebanyak itu bisa aku selesaikan hanya dalam hitungan jam terlebih lagi sedari awal mereka tidak pernah mengolahnya dengan baik. sebab hal ini aku sering pulang telat dan tentu membuat dennis marah.


hari hari ku semakin kacau, mungkin karena terlalu banyak tekanan dan berpikir keras kepalaku menjadi sering sakit, aku mulai pesimis, insomnia, dan terus merasa sedih. tapi semua itu terus ku sembunyikan dari orang orang di sekitarku.


mama erin pun semakin hari semakin menjadi, dennispun cukup tertekan dengan perbuatan mama erin.


semua yang terjadi di sekitar kami cukup mempengaruhi hubungan kami.


aku dan dennis seperti sudah tidak lagi seperti dulu. kami sering bertengkar tanpa sebab yang jelas.


ketika aku menangis dennis akan mengacuhkan ku. seakan ia tidak perduli sama sekali padaku.


betapa aku merasa hancur sekali dalam hidup ini. tidak dapat lagi ku jelaskan dengan kata kata.


aku hanya berusaha menjalani semua dengan sabar dan berusaha mencari jalan keluar.


aku bercerita pada zenna tentang persoalanku dengan dennis.


zenna menyarankan aku untuk berbicara dari hati ke hati dengan dennis.

__ADS_1


dan aku mengikuti saran zenna, pada malam hari saat ada kesempatan aku berbicara dengan dennis tentang apa yang kurasa dan apa yang dia pikirkan.


dan ternyata dennis juga sedang stress di kantor telah timbul sebuah masalah yang memungkinkan untuk membuat perusahaan peninggalan papa mertuaku bangkrut.


__ADS_2