
Universitas Santapolis, di depan asrama putri.
"Kita putus aja," kata Jolin dengan dingin tanpa meninggalkan sedikitpun jejak emosi.
Di depannya, Williamson tercengang di tempat, butuh beberapa saat untuk memaksakan senyum.
"Jolin, tolong jangan bercanda lagi."
"Siapa yang bercanda? Jujur deh, gue pacaran sama lo itu cuma mau jadiin lo tiket makan gratis jangka panjang. Tapi lo itu bahkan nggak bisa jadi tiket makan, aku beneran buta bisa tertarik sama lo!"
“Jolin, lelucon ini tidak terlalu lucu….”
"Cukup!" Kata-kata Williamson terputus oleh teriakan tajam Jolin.
"Gue nggak bakal nyia-nyiain masa muda gue pada seorang anak miskin pedesaan!"
“Jangan datang cari gue lagi!!"
Menonton Jolin berjalan pergi, hati Williamson hancur.
Kembali di asrama, terdapat beberapa teman sekamar yang sedang fokus memainkan LOL(League Of Legends) mereka masing-masing.
Williamson berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit.
"Ding dong!"
Suara dari instagram.
Williamson mengangkat ponselnya dan melihat ke layar.
Versi baru Instagram tersedia, apakah Anda ingin memperbarui?
Memperbarui!
Williamson dengan ragu menekan terima.
"Hah?"
Saat pembaruan selesai, Williamson menerima undangan dari Nabi Lao Zi untuk bergabung ke High Heaven Trading Circle.
Pada saat yang sama, ada juga yang bergabung dalam grup obrolan, antara lain Dewa Bintang, Dewa Erlang, Dewa Guntur, Ibu Petir, Raja Naga Laut Timur, Dewa Kruk Besi, Dewa Semangat Kuat, Dewi Sembilan Hari, Dewi Bulan, Dewa Tota King...
Semua nama-nama ini....adalah karakter mitologi Tiongkok Kuno!
Williamson tidak bisa menahan tawa. Orang-orang ini pasti sedang mengerjainya.
Tepat sebelum Williamson hendak pergi, seseorang bersuara.
Dewa Erlang (*Jenderal Surga Mitologi Tiongkok kuno yang memiliki satu mata tambahan di tengah dahi, sehingga totalnya menjadi tiga mata) : Siapa ketua grupnya? Cepat kirim paket hadiah, kalau nggak, kulepas anjingku buat gigit Anda! (Dengan stiker senyum jahat).
Anjing langit: Guk guk!
Dewa Penjaga Malam (*Dewa mitologi Tiongkok kuno yang berpatroli saat malam hari untuk memantau kejahatan dan kebaikan yang terjadi di dunia manusia) : Menunggu paket hadiah, (Dengan stiker meneteskan air liur)
Nabi Lao Zi (*Salah satu Dewa Tertinggi dalam mitologi Tiongkok kuno) : Saya adalah ketua grup, tetapi ini adalah grup perdagangan, bukan grup bagi paket hadiah, kalau mau paket hadiah, @Dewa Rezeki saya persilahkan.
Dewa Rezeki (*Dewa yang bertanggung jawab atas kekayaan dan rezeki dalam mitologi Tiongkok kuno) : Apa hubungannya denganku?! Ketua grup lah yang seharusnya bagi! (Dengan stiker memutar mata)
Red Boy (*Anak dari Niu Mo Wang(Raja Kerbau) dalam mitologi Tiongkok kuno, yang merupakan dewa anak kecil yang kuat) : Berhenti membuang-buang waktu kita! Cepat berikan atau janggutmu kubakar!
Dewa Bintang (*Dewa mitologi Tiongkok kuno yang disebut sebagai Ajudan Rombongan Kaisar langit) : Benar. Cepat berikan @Dewa Rezeki.
Kera sakti (*Dewa petarung terkuat dalam mitologi Tiongkok kuno): Tua bangka, cepat berikan, kuhajar nanti!
Nabi Lao Zi: Bagi yang setuju Dewa Rezeki kirim hadiah, silakan kirim 1!
Dewa Erlang: 1
Ibu Petir (*Dewi yang mengendalikan petir dalam mitologi Tiongkok kuno): 1
Dewa Guntur (*Dewa guntur dalam mitologi Tiongkok kuno): 1
Dewi Bulan (*Dewi tercantik yang tinggal di bulan dalam mitologi Tiongkok kuno): 1
…
Grup langsung heboh.
Williamson terdiam, orang-orang ini kurang kerjaan kali.
Dewa Rezeki: Jangan spam! Akan kukirim kok! Sekelompok orang idiot! (Dengan stiker marah)
"Ding dong!"
Tiba-tiba sebuah paket hadiah muncul di layar Williamson.
__ADS_1
Williamson menekan dengan curiga.
"Anda telah menerima paket hadiah dari Dewa Rezeki. ”
1 poin jasa?
Poin jasa? Omong kosong macam apa ini? Itu membuat Williamson bingung.
Ketika Williamson membuka opsi dompet, ada kategori tambahan di dalamnya yang disebut "poin jasa" dan saldo yang tertulis adalah 1.
Mungkin hanya barang di dalam permainan, yang seharusnya merupakan fitur baru pembaruan Instagram.
Itulah satu-satunya alasan yang bisa Williamson pikirkan.
Pada saat ini, obrolan grup membanjiri sekali lagi.
Dewa Jodoh (*Dewa tua yang bertanggung jawab atas perjodohan dalam mitologi Tiongkok kuno): Cuma 0,1 poin jasa? Dasar pelit @Dewa Rezeki.
Dewi Sembilan Hari: Saya sedikit beruntung bisa dapat 1,1 poin, Dasar pelit @Dewa Rezeki.
Jenderal Roh Raksasa (*Jenderal perang dalam mitologi Tiongkok kuno): @Dewa Rezeki pelit +1
Dewa Erlang: @Dewa Rezeki pelit +2
Dewa Angin (*Dewa mitologi Tiongkok kuno yang mengendalikan angin): @Dewa Rezeki pelit +3
…
Dewa Ulang Tahun (*Dewa mitologi Tiongkok kuno yang bertanggung jawab mengenai ulang tahun): @Dewa Rezeki si pelit +10086
Dewa Rezeki: Kalian yang pelit! Seluruh keluarga kalian orang pelit! Ya ampun.
……
Pesan grup: Dewa Rezeki emosi sampai muntah darah dan mengalami cedera berat, keterampilan telah berkurang sepuluh tahun!
Dewa Erlang: Haha! Bukan cuma pelit tapi juga lemah! @Dewa Rezeki.
Raja Naga Laut Timur (*Dewa mitologi Tiongkok kuno yang mendiami laut Timur): Benar, muntah darahnya membuat seluruh Laut Timur menjadi merah, cepat kirim paket hadiah! Atau kutuntut kau mencemari lingkungan! (Dengan stiker tersenyum)
Dewa Guntur: @Dewa Rezeki bodoh, inilah yang terjadi ketika kalau nggak kirim lebih banyak! (Dengan stiker penghinaan)
Dewa Nezha (*Dewa petarung hebat yang masih anak-anak dalam mitologi Tiongkok kuno): @Dewa Rezeki bodoh +1
Jade Fox (*Rubah mistis dalam mitologi Tiongkok kuno): @Dewa Rezeki bodoh +2
…
“Haha, ini lumayan menarik. ”
Suasana hati Williamson yang awalnya tertekan telah berkurang secara signifikan hanya dengan menonton interaksi grup lucu ini.
Nabi Lao Zi: Nah, kembali ke topik, grup ini dibuat untuk memfasilitasi perdagangan Anda dalam berbagai item, keterampilan, dan harta. Semua orang bisa mengeluarkan apa saja untuk dijual, izinkan saya memulai.
Nabi Lao Zi telah menghentikan ledekan itu, jika tidak, Dewa Rezeki pasti akan muntah darah lagi.
Nabi Lao Zi: Sembilan Meridian Golden Elixir, efek dari ramuan ini bisa menambah 10 tahun kekuatan Tao, silakan tawar harganya.
Dewa Erlang: 50 poin jasa!
Kera sakti: 100 poin jasa!
Dewa Bintang: 150!
Kera Sakti: @Dewa Bintang tua bangka, berani main-main denganku? Kusamperin ke rumah nanti!
Dewi Bintang: Ah, Kera Sakti saya tidak berani. Saya masih sibuk jadi pergi dulu ya.
“Haha Kera Sakti ini, peniruan karakternya cukup bagus." Williamson menyaksikan dengan kegembiraan di ponselnya.
Nabi Lao Zi: @Kera Sakti monyet sialan! Jangan membuat masalah!
Dewa Erlang: 200!
Kera Sakti: 300!
Dewa Erlang: 400!
Kera Sakti: 500!
Dewa Erlang: 600!
…
Kedua dewa ini mulai berkompetisi, sisa anggota grup tidak berani mengganggu mereka.
__ADS_1
Dewa Rezeki: 1000!
Tiba-tiba sebuah tawaran besar muncul,
Dewa Erlang: Sialan! @Dewa Rezeki.
Kera Sakti: Tua bangka! Nggak cukup banyak ya muntah darahnya?! @Dewa Rezeki
Dewi Bulan: @Dewa Rezeki, woah! Orang kaya! Aku mau melahirkan monyet kecil yang lucu untukmu. (Dengan stiker malu-malu)
Kera Sakti: @Dewi Bulan kalau mau monyet kecil itu seharusnya cari aku, kutunggu di bawah pohon persik. (Dengan stiker menggoda)
Ibu Petir: Orang kaya, aku seorang gadis muda yang bisa menghangatkan tempat tidurmu saat malam hari @Dewa Rezeki (Dengan stiker ngiler)
Dewa Guntur: @Ibu Petir aku sedih. (Dengan stiker menangis)
"Gawat!" Dewa Rezeki mengabaikan komentar dan langsung berdagang dengan Nabi Lao Zi dan pergi secepatnya.
Dia harus menebus kerusakan yang dia dapatkan dari muntah darah barusan.
Selanjutnya, orang-orang yang meledek tadi mulai menawarkan barang mereka masing-masing.
Ada makanan dari Anjing langit, buku harian pribadi Queen Mother, sejarah hubungan cinta biksu Xuanzang, Kisah 7 perempuan dan 1 laki-laki, berbagai macam jenis barang diperjualbelikan oleh anggota grup.
Terutama ketika Pat Kay si siluman babi yang secara tak terduga menempatkan celana bekas dipakai Dewi Bulan untuk dilelang, tetapi sekarang dikatakan bahwa ia sedang dalam pelarian.
Tertawa dan marah, setelah malam yang sibuk, grup obrolan menjadi tenang.
Suasana hati Williamson telah meningkat secara signifikan, dia tampak senang berada di grup seperti itu.
"Ding dong!"
Dewi Kelinci (Kelinci peliharaan Dewi Bulan) meminta untuk menambahkan Anda sebagai teman.
Terima!
Williamson agak menyukai pelawak ini
“Dewa Besar! [Moon Palace Fairy's Song] dijual harga 10 poin jasa looh, ayo buruan dibeli!" Setelah itu pesan dari Dewi Kelinci langsung masuk.
“Tapi aku cuma punya satu poin, itu pun hasil rebutan.
"Sepakat!"
Apa?!
Dewi Kelinci terlalu cepat setuju, dan itu membuat Williamson merasa seperti ditipu.
Menerima [Moon Palace Fairy's Song] X1, silakan periksa tas Anda untuk konfirmasi!
Williamson membuka tasnya dan ada deretan kotak kecil di antarmuka.
Di antarmuka, di sudut kiri atas, ada gambar buku dengan sampul biru muda.
[Moon Palace Fairy's Song]: metode bernyanyi eksklusif Dewi Bulan\, The Moon Palace Fairy's Song\, ditulis tangan oleh Dewi Kelinci ketika dia bosan.
Apakah Anda ingin mengekstraknya?
Ekstrak!
"Berita besar, berita besar!"
Pintu asrama dibanting terbuka dan Daniel si gemuk bergegas masuk,
"Bunga sekolah kita, Jocelyn dari departemen musik, tampil di candy bar!"
"Apa? Seriusan?!"
"Nggak mungkin! Jocelyn itu gadis polos, mana mungkin dia tampil di bar?"
"Jocelyn itu wanita impianku, apa jangan-jangan dia salah pergaulan?"
Anak laki-laki selalu memperhatikan bunga sekolah dan gadis-gadis cantik, jadi begitu membahas tentang Jocelyn, orang-orang di asrama langsung meletakkan permainan League of Legends mereka dan mulai berdiskusi dengan penuh semangat.
Biasanya, Williamson akan bergabung dalam percakapan.
Tapi sekarang, Williamson tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.
Dia kaget saat ini!
Melihat [Moon Palace Fairy's Song] yang muncul di udara, dia terpana.
Williamson menggigil dan sekali lagi membuka obrolan grup, kemudian membaca dari awal hingga akhir dan melihat nama-nama aneh itu.
Tiba-tiba sebuah pemikiran konyol muncul di benaknya, pemikiran yang bahkan dia sendiri tidak mempercayainya.
__ADS_1
Jangan-jangan sekelompok pelawak ini beneran Dewa dari langit?