Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 21 Apa Bisa Bicara Dengan Baik-Baik?


__ADS_3

"Baiklah semuanya, ayo kita makan."


Jonathan sangat bersemangat, sudah jelas seberapa senang hatinya sekarang.


Sambil menyapa penduduk desa untuk makan, dia mengintip putranya yang sedang mengobrol dengan Pak Jones.


Kesampingkan dulu kebanggaan di hati Jonathan, lelaki tua yang sedang makan dengan putranya itu dapat membuat polisi dan walikota patuh.


Penduduk desa juga membicarakan ini dengan suara rendah saat makan, peristiwa hari ini mengejutkan mereka, bahkan yang biasanya punya suara keras juga tidak berani berbicara lantang, karena takut mengganggu lelaki tua di meja Williamson itu.


Setelah selesai makan, Williamson ingin mengantar penduduk desa pulang, tapi para penduduk desa menolak dan pada akhirnya pulang dengan taksi secara berkelompok yang terdiri dari tiga sampai lima orang.


Di luar pintu, Ricky berdiri di depan Roy dengan wajah tersenyum, tangan kanannya terus menyeka keringat dingin di dahi.


"Wa-walikota Roy, itu salahku karena tidak menjalankan tugas dengan baik sehingga ada orang seperti itu yang berhasil menjadi tim keamanan publik."


Wajah Roy sedingin es, dia menunjuk ke langit dan berkata,


"Ricky, biar kuberitahu dengan jujur, lelaki tua yang ada di dalam itu orang dengan status setinggi langit, jika masalah ini tidak ditangani dengan baik, bukan hanya aku saja, tapi kamu juga akan gulung tikar dan pulang bertani!"


"Apa!"


Baru pada saat inilah Ricky menyadari keseriusan masalah tersebut.


Sungguh menjengkelkan, mata Ricky menjadi dingin.


“Aku menerima laporan bahwa polisi dengan nama Edmund, telah menindas yang lemah, merajalela di desa, membantu kejahatan, dan menyalahgunakan kekuasaan, ini pelanggaran serius, bawa pergi untuk diinterogasi."


Edmund yang mendengar itu langsung terpana, sebagai seorang petugas polisi, dia jelas tahu siksaannya, jika dimasukkan ke dalam sana, setidaknya akan kehilangan separuh nyawa.


"Pak, aku salah, aku sadar kesalahanku."


Beberapa petugas polisi datang sambil mengeluarkan borgol, memborgol Edmund dan membawanya ke dalam mobil.


Arya terduduk di lantai, melihat adiknya dibawa pergi, bibirnya bergetar, ketakutan hingga tidak berani mengatakan apa-apa.


Begitu mengetahui bahwa Roy adalah walikota, Arya langsung kehilangan seluruh tenaga karena ketakutan.


Pada saat ini, Williamson berjalan keluar dengan James Jones.


"Pak Jones..." Roy tersenyum.


“Huh!” James mendengus dingin, jelas masih marah.


Ricky belum bisa memastikan bahwa orang tua ini adalah orang yang dibicarakan Roy tadi.


Dia tahu dengan statusnya masih belum bisa berbicara dengan James sama sekali, jadi hanya bisa berdiri tegak dan memberi hormat kepada James, penampilannya yang sekarang terlihat seperti seorang rekrutan baru.


"Willi, aku akan pulang dulu, terima kasih atas keramahanmu hari ini."


Ketika Roy mendengar ini, dia bergegas ke depan dan membuka pintu belakang mobil.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup duduk mobil Kota Metro-mu."


James tidak ingin memberi Roy kesempatan sama sekali, dan menoleh ke arah Williamson, "Willi, bagaimana kalau mengantar aku pulang?"


"Itu suatu kehormatan untukku." Williamson buru-buru mengemudikan Land Rover-nya.


"Willi, Willli, selamatkan bibi keduamu ini dan adikku."


Begitu melihat Williamson, Arya bagaikan melihat seorang penyelamat, jadi bergegas dan memeluk kaki Williamson.


Williamson mengerutkan kening dan berkata dengan dingin, "Seperti yang kubilang sebelumnya, kau tidak ada hubungan dengan keluarga kami lagi."


"Willi, kamu tidak boleh begitu tidak berperasaan."


“Lepaskan kakakku!” Alicia telah melihat Arya menindas orang tuanya berulang kali, jadi sudah menaruh benci yang dalam terhadap Arya.


Dia melangkah maju dan menarik tangan Arya.


"Kak, kakak ipar, tolong, tolong bantu adikku dan meminta belas kasihan dari Walikota Roy, kumohon."


"Mohon padaku? Memangnya aku pernah dianggap sama kamu?" Emily mendengus dingin dan langsung membalas kata-kata Arya yang sebelumnya.


Sedangkan Jonathan, dia mengangkat kepala ke arah langit dan tidak melihat ke arah Arya sama sekali.


Dia tidak pernah merasa sepuas ini sebelumnya.


"Willi! Dasar orang yang tidak kenal kerabat! Keluargamu pasti akan dilanda bencana!"


Melihat tidak ada yang memperhatikannya, Arya tiba-tiba mengamuk dan berteriak pada Williamson.


Wanita ini sampai mengutuk keluarganya, sungguh keterlaluan!


Setelah memutar kepala untuk melihat Roy, Williamson berkata dengan ringan, "Kamu walikota?"


“Ah iya, benar.” Roy tidak berani mengabaikan Williamson, dia bisa melihat bahwa Williamson memegang posisi yang sangat penting di mata James.


“Dia punya pabrik tangga.” Setelah Williamson selesai berbicara, dia tersenyum ringan dan pergi bersama James.


Williamson merasa bahwa jika Roy adalah orang yang cerdas, maka akan tahu apa yang harus dilakukan.


"Halo? Ini Kantor Dagang dan Industri? Aku Walikota Roy, tolong panggil direktur kalian..."


Begitu Williamson pergi, Roy mengeluarkan ponselnya dan menelepon.


“Pak Jones, terima kasih banyak hari ini.” Di dalam mobil, Williamson dengan tulus mengucapkan terima kasih.


"Tidak perlu berterima kasih padaku, orang-orang ini memang keterlaluan, jika masih terus seperti ini, maka hasil keringat dari generasi yang lebih tua mungkin akan dihancurkan oleh orang-orang seperti ini suatu hari nanti!"


Hati Williamson tersentuh, dan berpura-pura bertanya dengan santai, "Pak Jones orang yang kaya akan pengalaman, kan?"


“Hah?” James Jones tertegun sejenak, lalu menghela nafas, “Tidak usah bahas tentang masa lalu.”

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, apa orang yang dicari Pak Jones sudah ketemu?"


"Belum." Suasana hati James Jones tiba-tiba menjadi kurang baik, dan Williamson yang menyadari itu juga tidak berani mengatakan apa pun lagi.


Dia membawa James Jones kembali ke hotel di kota, kemudian Williamson kembali ke hotel barusan untuk mengantar kedua orang tuanya dan Alicia.


Dari kejauhan, terlihat ayahnya sedang mengobrol dengan Roy, mereka tampak sangat bahagia dan terkadang tertawa bersama beberapa kali.


Williamson diam-diam berpikir, para pejabat ini memang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, bahkan orang seperti ayahnya yang tidak pandai berbicara dapat dibuat tertawa lepas seperti itu.


Namun, dia tidak berpikir bahwa walikota kota ini tidak memiliki tujuan dalam melakukan hal seperti merendahkan hati dan berbicara dengan seorang petani tua biasa.


Jelas sedang menunggunya.


Dan ternyata benar, begitu Williamson turun dari mobil, Roy langsung datang menyambutnya.


"Willi, aku benar-benar minta maaf, di bawah pemerintahanku, ternyata ada petugas seperti Edmund, ini benar-benar memalukan, sungguh mohon maaf."


Bagaimanapun, Roy adalah seorang pejabat, dan memiliki hubungan yang baik dengan seorang pejabat tentu merupakan sesuatu yang yang menguntungkan.


"Walikota Roy terlalu sopan, Edmund yang bagaikan kanker sosial telah disingkirkan dengan keputusan bijakmu, aku yakin di bawah kepemimpinanmu, kota ini akan menjadi semakin makmur dan sejahtera."


Sungguh konyol dan menjijikkan, Williamson hampir muntah dengan kata-kata yang diucapkannya sendiri.


"Hahahaha, Willi terlalu melebih-lebihkanku, hanya saja Pak Jones sepertinya sedikit salah paham dengan sistem kerja Kota Metro ini, menurut Williams bagaimana?"


Williamson kehabisan kata-kata untuk beberapa saat, berbicara dengan para pejabat ini sungguh melelahkan, bukankah sudah jelas tujuan walikota berkata begitu hanya ingin dia mengatakan sesuatu yang baik di depan Pak Jones, cukup langsung katakan saja permintaan itu.


"Walikota Roy, aku hanya seorang pelajar, mana mungkin berani membahas politik secara sewenang-wenang, menurutku selama masyarakat puas, maka siapa yang salah paham itu bukanlah masalah."


Mata Roy berbinar, lalu memegang tangan Williamson dengan penuh semangat, "Jangan khawatir Willi, aku pasti akan memberikan penjelasan yang memuaskan kepada penduduk kota."


Williamson terdiam beberapa saat, dia hanya memberi jawaban secara asal, untuk apa bersemangat seperti itu?


Tapi Roy tidak berpikir begitu, dia justru berpikir Williamson sedang menyiratkan bahwa selama bisa memuaskannya, maka masalah Pak Jones tidak perlu dikhawatirkan.


Roy pada dasarnya sudah dicap tidak bagus oleh Pak Jones, tetapi sekarang bisa ditebus, jadi mana mungkin Roy tidak bersemangat?


"Ngomong-ngomong, baru-baru ini, departemen industri dan perdagangan, perpajakan, perlindungan lingkungan, dan lain-lain bekerja sama untuk melakukan pemeriksaan mendadak terhadap beberapa perusahaan swasta dan usaha kecil di kota, situasinya tidak terlalu baik, sesuai hukum, orang-orang yang dijatuhi hukuman penjara, dan hukuman lainnya tidaklah sedikit"


Williamson memutar matanya, ini jelas sedang bertanya tentang perlakuan apa yang harus dia lakukan terhadap Arya, ingin dijatuhi hukuman bayar denda, pemberhentian usaha, atau hukuman penjara?


Mengapa harus menyampaikannya dengan kata-kata yang tidak langsung seperti ini? Orang yang pikirannya lelet jelas tidak akan mudah mengerti.


"Menurutku harus ditangani dengan tegas, karena orang-orang yang melanggar hukum seperti itu akan secara serius mempengaruhi pembangunan ekonomi dan konstruksi kota secara keseluruhan, jadi dengan begitu pembangunan ekonomi kota akan menjadi lebih sehat dan berkelanjutan."


"Hahahaa, apa yang dikatakan Willi sangat masuk akal, sungguh bijak bagi kota kita untuk melakukan perbaikan khusus di bidang ekonomi pada langkah selanjutnya."


Pfftt!


Bijak apaan?!

__ADS_1


Williamson tidak tahan lagi dan tidak sanggup terus melanjutkan seperti ini.


"Anu." Williamson menggaruk kepala, "Walikota Roy, apa kita bisa bicara dengan baik-baik?"


__ADS_2