Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 36 Dewa Rezeki Yang Mengalami Kesialan


__ADS_3

“Cepat potong!” Frank terus mendesak di samping.


Dia sudah menghabiskan 12 miliar untuk membeli batu ini, jelas sangat gugup.


"Cuih!" Tukang yang memotong batu meludahi telapak tangannya sendiri dan menggosok dengan kuat.


Dia tidak kalah gugup dengan Frank, karena ini adalah pertama kalinya dia memotong batu berharga seperti ini.


Bahkan semua orang dengan profesi yang sama seperti ini dalam negeri digabungkan, diperkirakan juga tidak akan ada seorang pun.


Setelah menempatkan batu di tempat, dan mesin pemotong di atas batu, mata tukang itu menunjukkan kegembiraan.


Begitu selesai memotong, ini sudah cukup untuk dipamerkan kepada generasi mendatangnya, terlepas dari apapun hasilnya.


"Haa!" Tukang itu mencoba yang terbaik untuk memotong.


Orang-orang yang menonton menahan napas, mata mereka terbuka lebar, bahkan tidak berani berkedip, karena takut akan melewatkan peristiwa langka ini, yang mungkin tidak akan pernah bisa lihat lagi.


Melihat mesin pemotongan yang mulai memotong, jantung Frank serasa tercekik.


Splash!


Potongan pertama berhasil!


Semua orang menatap batu yang terpotong itu.


"Tidak hijau!"


Kerumunan heboh.


Frank hanya merasa suram, memaksa diri untuk tetap berdiri seimbang, dan berteriak pada orang banyak.


"Sialan, kalian jangan berisik! Potong lagi!"


Tukang itu juga penuh keringat.


Ini adalah batu yang dibeli seharga 12 miliar, jika tidak dapat dipotong, itu akan sangat menyakitkan hati.


Splash!


Potongan lain mendarat!


Tidak hijau!


Frank hanya merasakan kepalanya berdengung.


"Sialan, potong lagi!"


Setelah dipotong lagi, hasilnya masih tidak ada tanda hijau!


Sekali lagi, dan hasilnya tetap nihil!


Dipotong lagi, tapi masih tidak ada!


……


Para penonton sudah mati rasa, mereka melihat serpihan batu tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Apa-apaan ini? Potong, batu ini masih sangat besar, potong lagi!"


"Potong ini, potong lagi."


Frank terus memungut hasil potongan yang sedikit lebih besar di tanah dan menyerahkannya kepada si tukang.


Setelah beberapa potongan lagi, masih tidak ada hijau.


“Potong, potong lagi!” Teriak Frank yang hampir menggila.


"Tuan, ini beneran tidak bisa dipotong lagi, semuanya sudah jadi serpihan." Kata tukang pemotong itu tanpa daya.


“Apa!” Frank menatap serpihan yang pecah di tanah, lalu menoleh dengan tiba-tiba.


"Beraninya kau mempermainkanku!" Frank menunjuk Williamson dengan ekspresi marah.


“Tuan Muda Frank, kenapa berkata seperti itu? Bukannya kamu sendiri yang mau beli sendiri?” Williamson merentangkan tangannya dan berkata dengan polos.


"Ka-kau sengaja menjebakku!"


"Lelucon macam apa itu? Aku saja tidak tahu isi baru ini, bagaimana saya bisa mengatur situasi untuk Anda?"


"Kau..." Frank hampir kehabisan napas.


Johnson dan Daniel memperhatikan dari belakang dan merasa puas.


Rasakan itu, berani memukulku, teman baikku akan mempermainkanmu!

__ADS_1


Setelah waktu yang lama, Frank akhirnya menghela nafas lega.


"Bagus, akan kuingat kalian!” Frank mengangguk.


"Hari ini aku mengalah, tapi kita lihat saja nanti!"


Dengan adanya kehadiran Ethan, Frank tidak berani melakukan apa pun pada Williamson, jadi dia hanya bisa meninggalkan peringatan kejam, dan berjalan pergi dengan orang-orangnya.


“Hahahaha Willi, tipuanmu ternyata cukup kejam juga.” Ethan tertawa di samping.


"Siapa suruh dia membully teman baikku." Williamson cemberut dan berkata dengan jijik.


Mendengarkan itu, hati Johnson dan Daniel tersentuh.


Setelah mengobrol sebentar dengan Ethan, Williamson, Johnson dan Daniel meninggalkan tempat perjudian batu.


"Willi, terima kasih banyak untuk hari ini, tapi kamu sudah menyinggung Frank, jadi berhati-hatilah, dia orang yang pendendam, dan memiliki kekuatan keluarga, terlebih lagi sama seperti George yang adalah salah satu dari empat tuan muda di sekolah kita..."


Sebelum Johnson selesai berbicara, Williamson mengambil alih.


"Memangnya kenapa kalau salah satu keempat Tuan Muda? Aku tidak takut!"


Williamson cemberut, empat Tuan Muda, dia sudah menyinggung dua.


Kembali ke sekolah, Williamson membuka Instagramnya dan melihat sekelompok dewa lucu ini sedang menargetkan Dewa Rezeki.


Kera Sakti: @Dewa Rezeki, hei pak tua, kirimlah sedikit amplop merah buat kita.


Dewa Ne zha: Itu benar, Kakek Dewa Rezeki sudah lama tidak membagi amplop merah.


Dewa Guntur: @Dewa Rezeki, keluarlah, aku tahu kau ada di sini!


Dewa Erlang: Aku akan mengirim anjing langit ke rumahnya dan membawanya keluar!


Anjing langit menggonggong: Guk guk!


……


Dewa Rezeki: Kalian berisik sekali!


Ibu petir: Muncul juga kamu, cepat kirim.


Raja Naga Laut Timur: Amplop merahnya ditunggu.


Dewa Bintang: @Dewa Rezeki, lebih baik berbagi, daripada terus seperti ini.


Ding dong!


Amplop merah!


Williamson belum sempat merebutnya.


"Woah!"


Suara koin emas masuk tas.


 Waduh!


Williamson baru ingat sudah menginstal cheat untuk merebut amplop merah, dia lupa karena terlalu bersemangat saat melihat amplop merah.


Dia buru-buru membuka tas dan melihatnya.


Apa!


Seriusan?!


Mata Williamson tiba-tiba terbuka lebar.


9999 poin jasa!


Hahahaha, sejak kapan lelaki tua ini begitu dermawan, kuingat hari pertama bergabung dengan grup, paling beruntung hanya dapat 1,1 poin.


Pada saat ini, grup berada dalam kekacauan.


Dewi Bulan: @Dewa Rezeki, pelit seperti biasanya, aku hanya dapat 0,01, dasar pelit.


Dewa Mu Zha (Salah satu Dewa dalam mitologi Tiongkok, merupakan Kakak Kedua Dewa Ne Zha: @Dewa Rezeki, aku juga dapat 0,01, si pelit +1.


Dewa Hujan(Dewa Hujan dalam mitologi Tiongkok): @Dewa Rezeki, aku juga 0,01, si pelit +2.


Raja Naga Laut Cina Timur: @Dewa Rezeki, pelit +3.


Barefoot Immortal (Salah satu dewa Tao dalam mitologi Tiongkok): @Dewa Rezeki, pelit +4.


……

__ADS_1


Penargetan muncul lagi.


Dewa Rezeki: Diam! Aku sudah membagi 10.000 poin jasa!


Dewa Erlang: Aku tidak peduli kamu bagi berapa, yang penting aku hanya dapat 0,01, @Dewa Rezeki, si pelit +5.


Kera Sakti: @Dewa Rezeki, aku juga 0,01, si pelit +6.


Tujuh Dewi (Tujuh Dewi dalam mitologi Tiongkok): @Dewa Rezeki, aku hanya dapat 0,01, pelit +7.


……


Dewa Rezeki: Kesal sekali, kalian yang pelit, seluruh keluarga kalian pelit!


Berita grup: Dewa Rezeki muntah darah dan terluka, keterampilan berkurang 10 tahun!


Pfffttt!


Hahahaha……


Williamson tertawa terbahak-bahak, lucu sekali, kejadian seperti kemarin muncul kembali.


Ding dong!


Seseorang menambahkan Anda sebagai teman.


Williamson membuka buku kontak dan melihatnya.


"Waduh, Dewa Rezeki!"


Memikirkan dewa ini, Williamson tertawa terbahak-bahak lagi, menahan perutnya dan menerima pertemanan.


Setelah menerima, Dewa Rezeki mengirim serangkaian emoji ekspresi marah secara langsung.


Dewa kecil yang bingung: Ada apa, si pelit?


Waduh, Williamson langsung menyesal begitu pesan terkirim


Gawat, dia justru ikut memanggilnya seperti ini karena terpengaruh obrolan di grup.


Dewa Rezeki: Dasar...


Notifikasi: Dewa Rezeki muntah darah dan terluka, keterampilan berkurang 10 tahun!


Dewa kecil yang bingung: ...


Williamson tak berdaya untuk sementara waktu, aku benar-benar tidak melakukannya dengan sengaja.


Dewa Rezeki: Tidak masalah yang lain memanggilku pelit, kamu yang dapat 9999 poin bukan hanya tidak bantu menjelaskan di grup, tapi juga memanggilku pelit seperti mereka, ka-kamu, kamu... (😡😡😡).


Dewa kecil yang bingung: Maaf, benar-benar maaf, jadi keceplosan gara-gara obrolan grup.


Dewa Rezeki: (😡😡😡), bantu aku jelaskan di grup.


Dewa kecil yang bingung: Baik, baik, akan kujelaskan.


Williamson membuka grup High Heaven Trading Circle dan langsung @ semua anggota.


Dewa kecil yang bingung: Baiklah, izinkan aku menyatakan ini, aku dapat jasa dari amplop merah, jadi Dewa Rezeki tidak pelit.


Dewa Rezeki: Benar, lihatlah, sudah kubilang.


Begitu Dewa Rezeki mengirim pesan, grup yang sudah mulai agak tenang menjadi aktif lagi.


Cu Pat Kay: @Dewa kecil yang bingung, kamu dapat berapa itu tidak ada hubungannya denganku, yang penting aku hanya dapat 0,01, jadi @Dewa Rezeki si pelit!


Dewa Roh Raksasa: Betul, yang lain dapat seberapa banyak pun juga tidak akan bagi padaku, aku hanya dapat 0,01, @Dewa Rezeki, si pelit +1.


Dewa Penjaga Malam: Sama, @Dewa Rezeki, si pelit +2.


Dewa Lan Caihe (Salah satu delapan dewa Taoisme): Aku cuma dapat 0,01 @Dewa Rezeki, si pelit +3.


Dewa Umur (Dewa yang dipercaya mengatur panjang usia manusia dalam mitologi Tiongkok): @Dewa Rezeki, si pelit +4.


……


Williamson menyaksikan penargetan dalam grup mulai lagi, dan perutnya sampai sakit karena tertawa.


Dewa Rezeki: Akhhhh kalian...


Berita grup: Dewa Rezeki  muntah darah dan terluka, keterampilan berkurang 10 tahun!


Sial, 10 tahun keterampilan hilang lagi !


Williamson tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Sudah membagi amplop merah tapi masih rugi tiga teguk darah, bukankah Dewa Rezeki ini sial sekali?


__ADS_2