
"Boleh sedikit lebih murah?"
Williamson sangat enggan, 9999 poin jasa ini aja masih belum panas di tangannya.
"Tak boleh nego, kawan."
Apa?
Williamson memarahi Dewa Zhang Tianshi puluhan ribu kali dalam hati.
Dewa Zhang Tianshi si lelaki tua ini kejam sekali.
Tapi apa boleh buat, siapa suruh dirinya sedang membutuhkan barang pengusir hantu.
Terpaksa setuju!
Cepat atau lambat, suatu hari nanti, dia pasti akan membalas Dewa Zhang Tianshi ini!
Dewa kecil yang bingung: Baiklah, mana barangnya?
Dewa Zhang Tianshi: Bayar dulu baru kirim barang, kawan.
Pfttt!
Sialan!
Buka tas!
Anda mentransfer 9999 poin jasa kepada Dewa Zhang Tianshi.
Kembali tersisa 100 poin, itupun dapat menerima permohonan bantuan dari Pak Jones.
Dewa Zhang Tianshi mengirimkan Anda pedang kayu persik.
Apa?
Apa-apaan ini, pedang kayu persik?!
Ini penipuan!
Williamson mengira akan diberi semacam harta, tapi ternyata sebuah pedang kayu persik.
Sungguh menyedihkan!
Tidak mungkin dia membawa pedang kayu persik keluar rumah setiap hari, kan? Jelas akan dianggap orang bodoh di luar sana.
Dewa kecil yang bingung: Boleh retur?
Williamson merasa sedikit menyesal.
Dewa Zhang Tianshi: Barang yang terjual tidak akan diretur atau ditukar (😁).
Baik, kamu menang!
Kita lihat saja nanti!
Williamson diam-diam marah, barangnya sudah dibeli, jadi percuma menyesal, lebih baik dilihat dulu efek barangnya.
Setelah membuka tas, pedang kayu persik halus muncul.
Pedang kayu persik: Senjata ajaib pengusir hantu yang dibuat oleh Dewa Zhang Tianshi, dapat digunakan oleh tingkat dewa surgawi ke atas.
Pfftt!
Sialan!
Dapat digunakan tingkat dewa surgawi ke atas?! Kenapa tidak bilang?!
Lalu, bukankah dirinya ibarat membeli sebuah kayu biasa?! Apa gunanya?
Tidak, ini harus diretur!
__ADS_1
Dewa kecil yang bingung: Dewa Hebat, ini hanya dapat digunakan oleh dewa surgawi atau lebih tinggi, tapi yang ku mau itu untuk manusia biasa.
Dewa Zhang Tianshi: Tingkat terendah di grup kita itu Dewa Surgawi, kenapa mau yang untuk manusia? (😮)
Dewa kecil yang bingung: Aku sedang berada di alam rahasia dan kekuatanku terbatas, jadi tingkatku yang sekarang sama seperti manusia biasa.
Dewa Zhang Tianshi: Waduh, hidupmu cukup keras juga ternyata, tapi tak masalah, pedang kayu persik ini juga bisa digunakan oleh manusia biasa, hanya saja fungsinya terbatas, barang ini sudah cukup kalau tujuanmu hanya untuk mengusir hantu, dengan memakai ini, hantu biasa tidak akan berani mendekat.
Dewa kecil yang bingung: Serius? Jangan bohongi aku ya.
Williamson merasa bahwa Dewa Zhang Tianshi ini penipu handal, jadi sangat ragu.
Dewa Zhang Tianshi: Dicoba saja, kalau tidak berhasil, aku akan membuat satu untuk manusia biasa secara gratis untukmu.
Baguslah kalau begitu!
Saat tengah malam, semua orang di kamar tidur sudah tertidur.
Williamson langsung mengekstrak barang!
Hm?
Melihat pedang kayu persik di telapak tangan yang panjangnya hanya dua sampai tiga sentimeter, dengan lubang kecil di gagang, Williamson hampir mengamuk.
Dasar sialan! Ini jelas adalah liontin!
Penipuan, ini pasti produk palsu atau produk gagal.
Dewa kecil yang bingung: Dewa Zhang Tianshi, mana kamu! (😡😡😡).
Dewa Zhang Tianshi: Ada apa?
Williamson langsung memotret pedang kayu persik itu dan kirim ke Dewa Zhang Tianshi.
Dewa Zhang Tianshi: Ada masalah?
Dewa kecil yang bingung: Menurutmu ini bisa mengusir hantu? (😡😡😡).
Dewa Zhang Tianshi: Oh, sudah kubilang fungsinya akan terbatas, ketika energi Dewa dituangkan ke dalamnya, itu akan menjadi pedang kayu persik yang sesungguhnya, tapi kalau hanya ingin mengusir hantu, cukup gantung di lehermu sebagai liontin, jangan khawatir.
Williamson tertekan untuk sementara waktu, seolah merasa sudah rugi besar.
Setelah melepas liontin yang dia beli dari kios tepi jalan di leher dan menggunakan benang merah dari liontin tersebut untuk pedang kayu persik.
Akan dia pakai dulu dan lihat efeknya.
Begitu pedang kayu persik kecil itu menyentuh dadanya, Williamson tiba-tiba merasakan angin sejuk, seolah-olah isi kepalanya menjadi jauh lebih jernih.
Hm? Jangan-jangan beneran berfungsi?
Dan tidak tahu sudah berlalu berapa lama, Williamson akhirnya tertidur.
Ketika bangun keesokan harinya, sinar matahari sudah masuk ruangan dan Williamson tidak pergi sekolah sama sekali.
Dia membuka tas terlebih dahulu, ingin melihat apa yang berhasil direbut oleh cheat amplop merahnya hari ini.
Pil Binatang Gaib: makanan binatang gaib.
Sialan, tidak ada gunanya, mau ke mana cari binatang gaib? Mau curi satu saja tidak ada tempatnya.
Williamson terlalu malas untuk mengekstraknya, jadi menyimpan di tas dulu.
Setelah memikirkannya, Williamson mengirim pesan pada Jocelyn.
"Jocelyn, lagi apa?"
“Di rumah sakit, aku pergi menjemput ayahku, kata Kepala RS Calvin kondisi ayahku sudah stabil, jadi tidak perlu dirawat di rumah sakit lagi dan sudah boleh pulang, sisanya hanya perlu menyuntikkan larutan garam fisiologi setiap hari untuk menjaga vitalitasnya, dengan begini akan menghemat banyak uang."
"Kalau begitu kenapa tidak meneleponku?"
"Ibuku bilang aku sudah cukup merepotkanmu."
__ADS_1
"Untuk apa takut merepotkan menantu sendiri?"
"Mulutmu ini bisa aja, kamu itu bukan menantu keluargaku."
Williamson memakai pakaiannya, mandi cepat, turun ke lantai bawah, masuk mobil, dan pergi ke rumah sakit.
Begitu memasuki rumah sakit, dia melihat beberapa pria dan wanita yang berjalan keluar sambil menangis dan mendorong ranjang rumah sakit.
Ada seorang pria yang berbaring di ranjang rumah sakit dan ditutupi dengan kain putih, jelas sudah meninggal.
Williamson tidak terlalu memedulikan itu, pasti ada orang yang meninggal di setiap rumah sakit, ini hal yang tidak terelakkan.
Ketika melewati orang-orang ini, Williamson tanpa sadar melihat ke arah mereka.
"Tunggu? Kenapa orang tua ini mengalungkan rantai di lehernya?"
Begitu melihat sosok di sebelah orang tua yang meninggal itu lagi!
Sial!
Semua bulu kuduk Williamson berdiri seketika.
Sebuah sosok pria yang mengenakan jubah hitam dan topi runcing hitam dengan wajah pucat sedang memegang rantai besi yang mengikat leher lelaki tua yang sudah meninggal itu.
Tunggu, bukankah sosok ini seperti petugas pencabut jiwa yang sering tayang di TV?!
Williamson melihat hantu lagi!
Di siang bolong begini, Williamson merasakan angin dingin bertiup di tulang punggungnya.
Dia ketakutan hingga buru-buru menghindar ke samping.
Tapi petugas pencabut jiwa hitam ini datang langsung ke arah Williamson seperti sengaja ingin melawan Williamson.
Waduh! Williamson kaget.
Tidak ada jalan keluar dan tempat bersembunyi!
"Wengg!"
Tepat ketika petugas pencabut jiwa hitam itu menerjang ke arah Williamson, tiba-tiba sebuah cahaya meledak dari dada depan Williamson dan membungkus seluruh tubuhnya.
Petugas pencabut jiwa hitam dan jiwa lelaki tua yang meninggal itu tampak ketakutan oleh cahaya tersebut, tubuh mereka terpental hingga jatuh.
Setelah bangun kembali, mereka berdua tampak bingung selain ketakutan, seolah-olah tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Bagus, ini keren sekali!” Williamson tahu bahwa pedang kayu persik kecil di dada berfungsi dengan baik.
"Hahahaha, tak kusangka Dewa Zhang Tianshi beneran tidak bohong."
Dengan adanya pelindung pedang kayu persik ini, nyali Williamson menjadi besar, dia mengulurkan tangan dan memainkan pedang kayu persiknya di depan petugas pencabut jiwa itu.
"Tunggu? Dia tidak bisa melihatku?"
Williamson terkejut beberapa saat, hantu wanita kemarin jelas bisa melihatnya.
Oh iya, sepertinya penglihatan surgawinya belum diaktifkan, tapi mengapa dia bisa melihat hantu?
Tunggu, ini aneh!
Karena tidak mengerti, jadi Williamson terlalu malas untuk memikirkannya lagi.
Dia ingin naik ke lantai atas dan mengantar pulang calon mertuanya dulu.
Dunia Bawah, Raja Neraka Chu Jiang!
Dia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan kepada Lina.
"Lina, Petugas pencabut jiwa No. 7 diserang tanpa alasan, cepat periksa situasinya."
Lina mencari selama beberapa hari, tapi tidak ada petunjuk tentang orang yang menggunakan jarum emas pengembali roh, dan dia berkeliaran dengan bosan di sekitar jalan rumah sakit.
__ADS_1
Setelah menerima pesan dari Raja Neraka Chu Jiang, mata Lina tiba-tiba berbinar.
"Hahahaha, akhirnya ada kerjaan, tak akan bosan lagi."