Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 48 Keluarga Jones Dilanda Masalah


__ADS_3

Ding dong!


Saat Haris dan Dilin menghilang, notifikasi Instagram Williamson berbunyi.


Setelah membuka dan melihatnya, ternyata itu adalah pesan dari sistem.


Anda mendapatkan 10.000 Poin Pahala karena menyelamatkan jiwa gentayangan.


Hah? Ada hadiah? Terlebih lagi sebanyak ini?


Baru saja, Williamson merasa sedih dengan cerita yang dialami Haris dan Dilin, dan suasana hatinya sedikit tidak baik-baik saja, tapi begitu mendapat notifikasi ini, kesedihan barusan langsung dilupakan begitu saja.


Williamson diam-diam memarahi dirinya sendiri yang sungguh matre.


Tunggu, ada yang aneh.


Williamson tiba-tiba menyadari bahwa hadiah kali ini adalah Poin Pahala, bukan Poin Jasa?


Williamson buru-buru membuka penyimpanan, dan ternyata benar, tampilan menunjukkan 100 Poin Jasa, 10.000 Poin Pahala.


Poin Pahala ini apa?


Williamson bingung.


Apapun itu, masih lebih baik ada daripada tidak ada sama sekali.


Williamson juga merasa sedikit aneh tentang penghargaan dari sistem ini.


Membantu James Jones dapat hadiah, begitu juga dengan membantu Dilin.


Setelah memikirkannya untuk waktu yang lama, Williamson menebak sesuatu di dalam hatinya.


Si botak Giant dan Nicky berteman dengannya, sedangkan James Jones dan Dilin bisa dikatakan orang asing dan tidak berhubungan dengannya sama sekali.


Sepertinya hanya membantu orang asing yang akan mendapat hadiah.


Ya, pasti begitu.


Setelah masalah diselesaikan, Williamson tidak tinggal diam, dan langsung naik kereta api untuk pulang.


Sambil berbaring di tempat kereta api, Williamson mengeluarkan ponselnya dan membuka Instagram.


Melihat tas penyimpanan, memang ada buku di dalamnya.


Tangan pembagi otot dan tulang: Teknik seni bela diri rahasia, level: peringkat raja dan lebih tinggi.


"Hah? Teknik seni bela diri juga ada peringkat?"


Ekstrak!


Apakah Anda ingin mempelajari teknik ini?


Pelajari!


Tangan pembagi otot dan tulang berhasil dipelajari.


Williamson merasakan gelombang informasi mengalir ke dalam pikirannya.


Pada saat berikutnya, Williamson telah sepenuhnya menguasai semua gerakan tangan dan anatomi tubuh manusia.


Seolah telah telah berlatih selama puluhan tahun, itu benar-benar berguna saat dipraktekkan.


Williamson melakukan beberapa gerakan lagi dan merasa senang untuk sementara waktu.


Masa kecil para pria pasti pernah memiliki mimpi menjadi ahli seni bela diri, Williamson sendiri juga membaca novel seni bela diri dan membayangkan dirinya menjadi seorang ksatria yang membantai banyak musuh.

__ADS_1


Rasanya begitu gagah dan keren.


Sekarang dia telah berhasil mempelajari teknik tangan pembagi otot dan tulang, seharusnya bisa dianggap sebagai master seni bela diri sekarang.


"Cih, orang gila." Saat Williamson sedikit mempraktikkan gerakan, bisikan kecil terdengar dari sisi kiri.


Williamson menoleh, ternyata adalah seorang wanita berusia tiga puluhan yang sedang menatapnya dengan jijik.


Melihat Williamson menatapnya, wanita itu langsung melotot.


"Apa lihat-lihat? Belum pernah lihat wanita cantik?" setelah berbicara, dia memutar matanya dan membuang muka.


"Sejelek itu masih berani ngaku cantik? Tak sadar diri sekali!” Williamson marah dalam hatinya, tapi tidak begitu mempermasalahkan hal sepele seperti itu.


Dia mengulurkan tangan dan lanjut praktek, menikmati momen ini.


Ding dong!


Notifikasi Instagram berbunyi


Williamson membukanya, ternyata Kera Sakti yang mengirim pesan.


Kera Sakti: Aku bertamu ke tempat Dewa Kruk Besi kemarin, lelaki tua itu mengeluarkan harta yang disebut rokok untuk menjamuku, harta ini sungguh ajaib sekali, kudengar lelaki tua itu bilang dapat darimu?


Bahkan Kera Sakti sampai ikut merokok sekarang.


Williamson membayangkan penampilan Kera Sakti dengan sebatang rokok, dan tiba-tiba merasa lucu.


Dewa kecil yang bingung: Benar


Kera Sakti: Aku ingin tahu apa kau masih punya harta ini, gimana kalau jual padaku saja?


Rokok ya, Williamson memeriksa sakunya dan menemukan setengah bungkus rokok.


Dewa kecil yang bingung: Kera Sakti tidak perlu begitu sopan, aku sangat kagum mengingat Kera Sakti pernah mengacaukan Istana Surgawi, sejak itu Kera Sakti sudah menjadi idolaku, kalau Kera Sakti butuh sesuatu langsung bilang padaku saja.


Dan ternyata benar, Kera Sakti sangat senang.


Kera Sakti: Hehehe, dulu waktu aku membuat kerusuhan di Istana Surgawi, seratus ribu pasukan beserta jenderal surgawi saja tidak bisa menghentikanku.


Dewa kecil yang bingung: Tentu saja, kekuatan gaib Kera Sakti itu tak terkalahkan, bahkan Kaisar Langit saja ketakutan.


Kera Sakti: Hahahaa, Kaisar Langit sampai gemetar saat melihatku.


Ding dong!


Kera Sakti mengirim sebotol anggur monyet kepada Anda.


Kera Sakti: Anggur ini buatan anak buahku, silakan dicicipi.


Baik sekali!


Williamson sangat gembira untuk sementara waktu, karena usahanya sepadan, monyet yang senang ini langsung mengirim sesuatu padanya.


Sepertinya harus banyak menyanjung Kera Sakti ini saat punya waktu luang, itu pasti akan mendapat banyak keuntungan!


Namun, sebenarnya kekaguman Williamson pada Kera Sakti itu asli, jadi tentu saja dia tidak bisa membiarkan Kera Sakti merasa rugi.


Ding dong!


Anda mengirim kepada Kera Sakti setengah kotak rokok.


Anda mengirim kepada Kera Sakti sebuah korek api.


Dewa kecil yang bingung: Kera Sakti, aku sedang bepergian, jadi hanya punya sedikit, akan kukirim nanti begitu pulang nanti.

__ADS_1


Kera Sakti: Ah, terima kasih, terima kasih! Aku harus bayar berapa Poin Jasa? Anggap saja aku beli ini.


Dewa kecil yang bingung: Hmph, Kera Sakti sedang merendahkanku ya? Ini untuk Kera Sakti, tidak perlu bayar, kalau masih bersikeras hapus saja pertemanannya.


Williamson sengaja pura-pura marah.


Kera Sakti: Jangan marah, ini salahku, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, jika kau ada masalah kedepannya, jangan ragu untuk meminta bantuanku.


Yeah! Williamson melambaikan tinjunya dengan gembira.


Dengan setengah bungkus rokok bisa mendapat dukungan dewa kuat, pertukaran ini sangat menguntungkan!


Siapa yang tidak tahu Kera Sakti Itu adalah salah satu dewa petarung terkuat yang pernah mengacaukan Istana Surgawi?


Jika bisa memiliki hubungan yang baik dengan Kera Sakti, siapa yang akan berani memprovokasinya di masa depan?


Semakin Williamson memikirkannya, semakin indah hatinya.


Membuka tas penyimpanan, Williamson melihat adanya anggur monyet di tampilan.


Anggur monyet: Anggur yang diseduh oleh monyet Gunung Huaguo memiliki efek memperkuat tubuh, meningkatkan energi dan konsentrasi, serta memperpanjang usia.


Barang bagus! Williamson diam-diam memuji di dalam hatinya.


Naik Kereta api ke Kota Santapolis akan berhenti di Kota Wallwin terlebih dahulu.


Williamson turun dan tiba-tiba teringat bahwa James berasal dari Wallwin juga.


Saat di kampung halaman, James sudah banyak membantunya


Saat pulang juga James meminta komandan divisi militer untuk banyak membantunya, ini merupakan kebaikan yang sangat besar dari James padanya.


Setelah mengeluarkan ponsel, Williamson menelepon James.


“Hahaha, Willi, tumben telepon aku?" Suara James cerah dan ceria, tampaknya dalam suasana hati yang baik.


"Pak Jones, aku kebetulan lewat kota Wallwin, jadi mau sekalian mengunjungimu."


“Oh? Kamu di Wallwin sekarang?” James terkejut.


"Ya, aku baru saja turun dari kereta api. "


"Oke kalau begitu tunggu di stasiun saja, aku akan menyuruh seseorang menjemputmu."


Setelah beberapa saat, sebuah mobil Audi A8 hitam berhenti di alun-alun Stasiun Kereta Kota Wallwin.


Dua pemuda turun dari mobil tersebut.


Williamson mengenal kedua pemuda tersebut, yaitu sopir dan bodyguard Pak Jones, Liam dan Noah.


“Bang Liam, Bang Noah, kita bertemu lagi.” Williamson melangkah maju dan menyapa dengan sopan.


Meskipun hanya sopir dan bodyguard, tapi Williamson samar-samar tahu bahwa identitas James Jones tidak sederhana, jadi kedua orang yang mengikuti arus James Jones juga seharusnya tidak sederhana juga, sehingga tetap bersikap hormat.


Oleh karena itu, Williamson bersikap se-low profile mungkin.


“Willi, masuklah, selama ini Pak Jones kadang-kadang menyebut tentangmu.” Noah menyapa Williamson dan turun dari mobil.


Ketika mobil sudah di pertengahan jalan, Noah menjawab telepon.


Wajah dan ekspresi yang tenang tiba-tiba berubah total.


"Liam, putar arah ke rumah sakit, cepat!"


Williamson terkejut dan buru-buru bertanya, "Ada apa?"

__ADS_1


Noah berhenti sejenak, lalu mengeluarkan kalimat, "Keluarga Jones dilanda masalah!"


__ADS_2