Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 25 Jarum Emas Pengembali Roh


__ADS_3

"Kamu keluarga pasien?"


"Aku temannya." Williamson buru-buru menjawab.


"Banyak pembuluh darah di tengkoraknya pecah, jadi tidak akan sempat pulih lagi."


"Apa!" Williamson tercengang.


"Maaf." Kepala RS Calvin menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi.


"Tidak, aku harus menyelamatkan Giant."


Williamson mengeluarkan ponsel dan membuka grup High Heaven Trading Circle.


Dewa kecil yang bingung: Siapa ada pil yang bisa membangkitkan manusia dari kematian, perlu secepatnya!


Tidak ada yang menjawab untuk waktu yang lama.


Sialan!


Para dewa ini selalu ngobrol setiap saat, tapi justru tidak bisa diandalkan di situasi mendesak seperti ini!


Dewa kecil yang bingung: @Nabi Lao Zi, apa ada? Ini mendesak!


Terpaksa harus mencari orang tua ini.


Nabi Lao Zi: Seratus ribu poin jasa!


Sekali tawar 100.000 poin jasa, bagaimana mungkin aku punya sebanyak itu!


Dewa kecil yang bingung: Boleh hutang dulu? Aku janji akan bayar.


Setelah menunggu selama sepuluh menit, Nabi Lao Zi masih tidak membalas.


Sialan, Williamson panik.


Setelah memikirkannya, dia langsung mengirim pesan ke yang lainnya.


"Rekan-rekan sekalian, tolong bantu cari ramuan yang bisa membangkitkan manusia biasa dari kematian, aku akan memberi imbalan besar!"


Tak lama kemudian.


Kera Sakti: Untuk dipakai manusia biasa, mau curi saja tidak ada tempatnya.


Dewi Kelinci: Tidak ada.


Dewa Mo Liqing (Salah satu dari Four Heavenly King dalam mitologi Tiongkok): Sedang berlatih kultivasi... (balasan otomatis).


Flower Boy: Dibutuhkan sepuluh hari, tetapi bahannya sangat mahal, tingkat keberhasilannya juga rendah, mau?


Dewa Kruk Besi: Jarum emas bisa mengembalikan roh dan menghidupkan kembali orang yang sekarat, tetapi pengorbanannya sedikit besar.


Akhirnya ada yang bisa diandalkan, mengapa dia bisa lupa bahwa Dewa Kruk Besi itu adalah raja obat.


Williamson buru-buru mengirim pesan dengan Dewa Kruk Besi secara pribadi.


Dewa kecil yang bingung: Boleh beritahu lebih spesifik?


Dewa Kruk Besi: Ya, khususnya, itu...


Williamson merasa tertekan setelah membaca dua baris pertama.


Sialan, dia tidak mengerti sama sekali.


Dewa kecil yang bingung: Aku tidak mengerti, apa yang harus kulakukan?


Dewa Kruk Besi: Bagaimana kalau beli warisan medisku saja?


Dewa kecil yang bingung: Baik!


Williamson langsung bersemangat ketika mendengar ini.


Dewa Kruk Besi: 200.000 poin jasa.


Williamson hampir jatuh.


Lebih mahal dari yang lain?


Sebelum Williamson sempat berbicara, pesan Dewa Kruk Besi masuk lagi.


Dewa Kruk Besi: Tapi Dewa Hebat sedang membantuku mencari keberadaan istri dan anakku, jadi akan kuberi diskon 20%.

__ADS_1


Diskon 20%? Bahkan diskon 90% sekalipun dia tidak mampu bayar.


Dia hanya memiliki 100 poin jasa, sungguh miskin sekali.


Setelah memikirkannya, mata Williamson berbinar.


"Apa boleh cicil?"


Dewa Kruk Besi: Apa itu?


Dewa kecil yang bingung: Aku akan bayar 100 poin jasa setiap bulan, diskon 20% berarti harus bayar 160.000 poin jasa, dibagi menjadi 1.600 bulan, berarti lunas setelah 130 tahun, bagaimana?


Dewa Kruk Besi: Dewa hebat pasti sedang bercanda, paling tidak 10.000 poin sebulan, tapi karena Dewa hebat membantuku mencari istri dan anakku, maka akan kupertimbangkan.


10 ribu poin? Ke mana aku harus mencarinya?


Karena melihat Williamson cukup miskin, jadi Dewa Kruk Besi membantu Williamson menemukan solusi.


Dewa Kruk Besi: Jika poin jasa Dewa hebat tidak cukup, boleh juga diganti dengan barang.


Barang pengganti? Kira-kira apa yang dia miliki sebagai barang ganti?


Setelah berpikir keras untuk waktu yang lama, Williamson teringat sesuatu.


Dia teringat wortel untuk Dewi Kelinci.


Mungkin sesuatu yang sangat umum di dunia manusia adalah barang langka di dunia surgawi.


Tidak usah dipedulikan, coba saja dulu.


Williamson kembali ke dalam mobil, mengambil sebatang rokok dan scan rokok tersebut.


Anda mengirimkan rokok kepada Dewa Kruk Besi.


Dewa Kruk Besi: Dewa hebat, apa ini?


Dewa kecil yang bingung: Ini disebut rokok, pernah dengar pepatah? Sebatang rokok setelah makan itu lebih baik dari kehidupan Dewa!


Dewa Kruk Besi: Oh? Cara pakainya?


Ketika Williamson melihat rencana ini mulia berjalan dengan lancar, dia buru-buru memberitahu Dewa Kruk Besi cara merokok, kemudian mengirim sebuah mancis juga.


Setelah beberapa saat.


Dewa kecil yang bingung: Tempat rahasia.


Melihat bahwa Dewa Kruk Besi menyebut rokok sebagai harta karun, Williamson tahu bahwa ini sudah hampir berhasil.


Semakin disebut dengan misterius, maka akan semakin baik untuk ditawarkan nanti.


Dewa kecil yang bingung: Bagaimana? Kira-kira setara dengan berapa poin jasa?


Dewa Kruk Besi: Harta karun ini bagus, tapi bagaimanapun barang sekali pakai, paling sebatang hanya bernilai 5.000 poin.


Dewa kecil yang bingung: Rekan, harta ini sangat langka, Kaisar langit mau beli satu dengan 8.000 poin saja tidak kujual.


Dewa Kruk Besi: Dewa hebat punya kontak dengan Kaisar langit? (😮).


Williamson tertawa diam-diam, Dewa Kruk Besi ini tidak tahu sudah terkejut berapa kali saat mengobrol lewat pesan dengannya.


Dewa kecil yang Bingung: Sesekali duduk bersama.


Bagaimanapun, Williamson memperkirakan bahwa makhluk abadi seperti Dewa Kruk Besi masih tidak memenuhi syarat untuk bertemu dengan Kaisar langit, jadi seharusnya tidak perlu takut kebohongan ini terbongkar.


Dewa Kruk Besi: Karena bahkan Kaisar langit sangat menyukai harta ini, seharusnya bisa bernilai 10.000 poin.


 Yes!


Williamson mengepalkan tinjunya dengan gembira.


Dewa kecil yang bingung : Kalau begitu aku akan kirim sebatang setiap bulan sebagai cicilan.


Ding Dong!


Dewa Kruk Besi mengirimkan Anda warisan Raja Obat.


Dewa Kruk Besi mengirimkan Anda satu set jarum emas.


Dewa Kruk Besi: Karena kamu bertujuan untuk menyelamatkan orang, maka set jarum emas ini untukmu.


"Terima kasih!" Williamson berterima kasih dan buru-buru membuka tas.

__ADS_1


Ekstrak barang!


Pelajari!


Anda telah mempelajari Warisan Raja Obat untuk Manusia.


Bab Warisan Raja Obat untuk Dewa gagal dipelajari.


Bab Warisan Raja Obat untuk iblis gagal dipelajari.


Apa? Warisannya terbagi menjadi manusia, Dewa dan iblis?


Kenapa bisa gagal mempelajari?


Lupakan saja, yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan si botak Giant.


Setelah bergegas ke lantai atas, dia melihat staf medis bersiap untuk mendorong Giant keluar dari ruang operasi.


Meskipun Giant masih belum meninggal, tetapi kata-kata Kepala RS Calvin itu mutlak, jadi perawatan lebih lanjut tidak ada artinya.


Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menunggu kematiannya.


"Tunggu sebentar!" Williamson menghentikan staf medis.


"Dia masih diselamatkan."


Staf medis memutar mata mereka, "Kami memahami perasaan orang dekat pasien, tapi Kepala RS Calvin baru saja bilang pasien ini sudah tidak dapat diselamatkan."


"Belum tentu aku tidak bisa menyelamatkannya, kalian keluar dulu."


"Hei, ada apa denganmu, ruang operasi itu tempat khusus, orang luar tidak boleh masuk."


Williamson sedang terburu-buru untuk menyelamatkan nyawa Giant, jadi tidak peduli tentang perawat lagi, dia mendorong keluar mereka, menutup dan mengunci pintu.


"Anggap kau beruntung kali ini!" Williamson memeriksa nadi Giant dan menghembuskan nafas lega, jika dia terlambat sedikit saja, bahkan bisa teknik jarum emas pengembali roh saja belum tentu akan berguna lagi.


Bam bam bam!


"Buka pintunya, cepat buka pintunya!"


Staf medis di luar mendobrak pintu ruang operasi dan menyuruh seseorang untuk memanggil penjaga keamanan.


Saat melakukan operasi itu tidak boleh diganggu oleh hal lain.


Setelah mempelajari warisan Raja Obat Dewa Kruk Besi, Williamson mengetahui semua titik akupunktur di tubuh.


Begitu langsung menekan ke titik tersembunyi di kepalanya sendiri, indra pendengaran Williamson mati seketika.


“Waktu hampir habis, mari kita mulai.” Williamson menarik napas dalam, mengeluarkan jarum emas dan menusuk titik.


"Weonggg!"


Saat jarum emas memasuki tubuh Giant, Williamson hanya merasakan rasa sakit yang menusuk di benaknya.


Dalam keadaan ini, rasanya seperti jiwa hendak keluar dari tubuh sendiri.


Jarum emas di tangannya bergetar tak terkendali, seolah ada kekuatan yang mencegah jarum emas itu untuk terus  menusuk ke dalam.


"Masuk!" Williamson menggertakkan gigi dan energi bawaan di tubuhnya dengan cepat mengalir di sepanjang pembuluh darah lengannya ke jarum emas.


Kekuatan misterius yang memblokir tersebut tampaknya ingin bersaing dengan Williamson, jadi tiba-tiba ikut meningkat, jarum emas bagaikan magnet yang berusaha didekatkan dengan magnet berkutub sama.


Saat tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu, kesadaran Williamson menjadi kabur, jarum emas akhirnya berhasil menusuk masuk ke tubuh Giant dan kekuatan misterius uang melawan juga tiba-tiba menghilang.


Williamson terduduk di lantai sambil terengah-engah.


"Akhirnya berhasil, tidak heran Dewa Kruk Besi bilang pengorbanannya akan tinggi, bagaimana ini bisa disebut tinggi saja? Nyawaku hampir melayang."


Dia mengulurkan tangan untuk mengembalikan indera pendengarannya, lagi pula itu membuatnya merasa seperti orang tuli, benar-benar tidak nyaman.


"Bam!"


Begitu selesai, pintu ruang operasi terbuka paksa, dan beberapa penjaga keamanan bergegas masuk, diikuti oleh staf medis bidang neurologi.


"Ada apa denganmu, sudah gila ya..."


Seorang dokter bergegas dan berteriak pada Williamson, tetapi sebelum selesai berbicara, dia tiba-tiba didorong oleh seseorang di belakangnya.


Kepala RS Calvin mengambil dua langkah ke depan, menatap titik akupunktur di mana jarum emas tertancap di tubuh Giant, dan ekspresinya menjadi penuh kejutan.


"Jarum emas pengembali roh!"

__ADS_1


Kepala RS Calvin menoleh dengan tiba-tiba dan menatap Williamson dengan wajah penuh keheranan!


__ADS_2