
Williamson mengeluarkan ponsel dan menemukan instagram Kera Sakti.
Jika ingin belajar beladiri maka Kera Sakti adalah pemilihan yang terbaik, karena Kera Sakti adalah salah satu dewa petarung terkuat, mempelajari beladirinya pasti dapat mengalahkan pria dengan bekas luka di wajah itu dengan mudah.
Dewa kecil yang bingung: Kera Sakti, ada?
Williamson mengirimkan pesan pada Kera Sakti dengan penuh gembira.
Kera Sakti: Ada apa mencariku?
Kera Sakti menjawab dalam hitungan detik, jelas sedang bermain ponsel juga.
Dewa kecil yang bingung: Kera Sakti, aku mau minta buku rahasia seni bela diri (🤤🤤🤤).
Kera Sakti: Aku memakai mantra, mana mungkin ada rahasia seni bela diri?
Emm ... Williamson berkeringat.
Dewa kecil yang bingung: Kalau begitu apa ada mantra yang bisa dipelajari pada masa tahap awal dewa?
Kera Sakti: Di masa tahap awal dewa? Bukannya itu manusia biasa? Mana mungkin aku punya? Aku ada beberapa yang di tingkat atas Surgawi Emas, mau?
Williamson tertekan untuk sementara waktu, dia jelas mau, tapi dirinya hanya manusia biasa.
Tampaknya rencana mencoba mempelajari bela diri dari Kera Sakti tidak berjalan dengan baik.
Ding dong!
Mm? Flower Boy!
Williamson kaget dan tiba-tiba duduk dari tempat tidur.
Setelah membuka pesan.
Flower Boy: Dewa Hebat, pil pengembalian roh telah berhasil dibuat, hanya perlu disesuaikan tingkatannya, kalau tidak ada kesalahan, seharusnya besok sudah siap digunakan.
"Yes!" Williamson dengan semangat melambaikan tinjunya, karena akhirnya bisa menyelamatkan ayah Jocelyn.
Tidak akan kuberitahu Jocelyn dulu, dan memberinya kejutan besok!
"Sialan, tak dapat lagi.” Williamson melempar ponselnya ke samping dan berkata dengan kesal.
“Dapat apa?” Daniel bertanya sambil bermain game.
"Amplop merah, aku masuk grup pembagian amplop, tapi hanya satu yang dapat diantara sepuluh."
"Kamu bodoh ya, kenapa tidak unduh Cheat saja."
"Ada cheat untuk rebut amplop merah?" Williamson tampak terkejut.
"Astaga, kenapa tidak terpikir untuk pakai Cheat!" Williamson menepuk dahinya sendiri dengan penuh semangat begitu mendengar kata-kata Daniel.
Williamson pun buru-buru mencari dan mengunduh Cheat amplop merah di internet.
Setelah beberapa saat, Cheat berhasil diinstal dan Williamson berteriak ke arah ranjang bawah.
"Hugh, kirimkan aku amplop merah."
"Kirim apaan, kamu bahkan punya mobil Land Rover, tapi masih minta dari rakyat biasa sepertiku."
"Jangan basa-basi lagi, cepat, ini mendesak!"
"Tunggu."
Ding dong!
 Amplop merah!
Amplop diterima sebelum Williamson sempat menyentuh layar.
“Woah!” Suara koin emas masuk ke dalam tas.
Anda menerima amplop merah dari Hugh.
__ADS_1
“Hahaha, bagus.” Williamson sangat senang serasa ingin melompat dari tempat tidur dan mencium Daniel.
Baiklah, begitu ada yang mengirim amplop merah, Cheat akan rebut amplop secara otomatis.
Aku tidak percaya kecepatan para dewa itu bisa menyaingi cheat.
"Tunggu!” Williamson melihat jumlah uang yang dikirim Hugh.
0,01!
"Astaga, ini terlalu pelit, hanya 1 perak rupiah?"
"Apa yang salah dengan 1 perak, 1 perak juga cinta," bisik Hugh.
Meskipun luka jiwa telah dirawat selama sehari penuh, tapi kepala Williamson samar-samar terasa sakit.
Sebelum pukul sepuluh, Williamson sudah merasa lelah dan tertidur.
Keesokan harinya, Williamson membuka Instagram dan membuka grup Hugh Heaven Trading Circle lagi.
Dia masih sedikit tidak yakin, dan ingin memastikannya secara pribadi antara kecepatan tangan para dewa dan Cheat.
Ding dong!
Sebuah amplop merah besar muncul di layar.
"Ini dia!" Williamson tiba-tiba menjadi gugup, keberhasilan atau kegagalan dipertaruhkan di sini.
"Woah!"
Anda menerima amplop merah dari Nabi Lao Zi!
"Yeah!"
Melihat notifikasi di layar, Williamson menari dengan gembira.
Kecepatan jari para dewa memang tidak manusiawi, tapi aku punya Cheat yang lebih efektif lagi.
Mengesampingkan obrolan grup para dewa ini, Williamson langsung membuka tas.
Tunggu, ini pil penambah umur!
“Mari kita lihat bisa dikonsumsi oleh tingkat berapa saja?” Williamson tanpa sadar mencari informasinya.
Tapi setelah sekian lama mencari, dia tidak menemukan informasi lain selain penjelasan singkat tadi.
“Kenapa bisa begini?” Williamson sedikit bingung.
Kemudian, dia teringat akan sesuatu.
"Hahaha, kalau tidak ada deskripsi lebih lanjut, jelas bisa dikonsumsi oleh manusia biasa, kan?"
Nabi Lao Zi ini akhirnya dapat diandalkan juga.
Untuk memastikan apakah tebakannya benar, Williamson tag @Nabi Lao Zi di grup.
Dewa kecil yang bingung: @Nabi Lao Zi, apakah Pil Jiwa ini dapat dikonsumsi oleh manusia?
Nabi Lao Zi: Omong kosong!
 ……
Williamson bingung.
Maksud dari 'Omong kosong' ini bisa atau tidak?
Dewi Bulan : @Dewa kecil yang bingung, efek Pil Jiwa yang 10 tahun itu pada dasarnya tidak terlalu berguna bagi para Dewa yang umurnya ribuan tahun, tapi sangat bagus untuk manusia biasa, tapi karena dunia yang berbeda, manusia tidak bisa mendapatkannya.
Haha, Kakak Dewi Bulan memang terbaik, tidak seperti Nabi Lao Zi yang menyebalkan.
Dewa kecil yang bingung: @Dewi Bulan, terima kasih kak, akan kutraktir makan lain kali.
Setelah keluar dari Instagram, Williamson berpikir bahwa Pil Jiwa ini terlalu berharga, lebih baik tidak mengekstraknya terlebih dahulu, jaga-jaga agar tidak hilang.
__ADS_1
Sementara akan dia simpan di Instagram dulu dan akan dia pakai untuk orang tuanya di masa depan.
Tidak ada kelas di pagi hari, jadi Williamson mengirim pesan kepada Jocelyn.
"Bagaimana latihan vokalmu?"
Jocelyn menjawab dengan cepat.
"Pada dasarnya aku sudah menguasai metode vokal yang kamu ajarkan, tapi tak tahu mengapa masih tidak bisa menghasilkan efek seperti nyanyianmu, bagaimana kalau kamu datang dengar letak kesalahan vokalku."
"Oke, aku akan ke sana bentar lagi."
Di ruang pelatihan suara jurusan musik, para siswa-siswi sedang berlatih vokal dengan keras.
Begitu masuk, Williamson langsung menarik perhatian para siswa-siswi di dalam.
"Woah! Raja nyanyi ada di sini!"
"Raja nyanyi, kami mencintaimu!"
"Raja nyanyi, boleh bantu ajari aku juga? Akan akan melakukan apa pun."
Para gadis tergila-gila dengan Williamson.
Williamson menggosok hidung, rasanya benar-benar tidak nyaman sekali.
"Lihatlah betapa populernya Raja nyanyi kita, jelas mendapat banyak ketenaran di sini sebelumnya," kata Jocelyn.
"Jangan bilang begitu, aku ini orang yang mulia." Williamson melambaikan tangannya.
Jocelyn tertawa, "Ayolah, kata mulia itu tidak ada hubungannya denganmu."
Keduanya mengobrol sejenak, dan Williamson berkata dengan serius, "Coba nyanyi sebuah lagu, akan kudengar dengan teliti."
"Oke." Jocelyn setuju, lalu membuka mulut dengan ringan dan menyanyikan sebuah lagu cinta yang sedih.
Williamson mendengarkan dengan cermat, suara Jocelyn sangat murni, dan sebenarnya tidak ada masalah. Meskipun sudah sangat bagus, tapi Williamson selalu merasa ada sesuatu yang kurang, seolah-olah kurang menjiwai.
Setelah lagu selesai dinyanyikan, Jocelyn diam-diam menatap Williamson dan menunggu komentar dari Williamson.
Williamson mengerutkan kening dan berpikir sejenak.
"Lagu yang kamu nyanyikan itu sudah sempurna, tapi masih tidak bisa menyentuh hati pendengar, kurasa masih kurang emosional nyata di dalamnya."
“Begitu ya?” Jocelyn sedikit mengernyit, dia merasa sudah sangat menjiwai lagu tersebut.
"Seharusnya begitu, kusaran...."
“Yoo, bukannya ini Raja nyanyi yang menjadi pusat perhatian baru-baru ini? Kenapa? Sekarang sudah berhasil mendekati Jocelyn si primadona polos kita?” Kata-kata Williamson disela oleh suara yang datang.
Setelah menoleh untuk melihat ke arah sumber suara, seorang wanita mengenakan pakaian yang mempesona dan seksi berjalan kemari dengan perlahan.
“Bella, jaga mulutmu itu” Jocelyn merasa jijik.
Wanita itu mengabaikan Jocelyn, mengedipkan mata kepada Williamson, dan berkata dengan lembut, "Halo tampan, aku Bella, pernah dengar tentangku?"
“Bella? Tentu.” Tentu saja Williamson tahu.
Bella juga seorang mahasiswi jurusan musik, sama seperti Jocelyn, dia adalah salah satu dari empat primadona Universitas Santapolis, yang dikenal sebagai primadona pesona.
Pada saat yang sama, juga merupakan wanita yang paling sering muncul di topik diskusi para asrama anak laki-laki.
Melihat bahwa Bella mengambil inisiatif untuk berbicara dengan Williamson, Jocelyn merasa tidak nyaman.
"Bella, kami ingin latihan nyanyi, jadi tolong jangan ganggu."
"Latihan nyanyi? Hahahaha, Jocelyn, kusaran lupakan saja, Kompetisi nyanyi Pemuda Kota hanya tersisa satu bulan, aku juga akan ikut kali ini, kamu pikir bisa mengalahkanku?"
"Dengan kemampuanmu yang tidak seberapa itu?" Jocelyn mencibir, "Yang lain mungkin tidak tahu tentang tingkat kemampuanmu, tapi orang-orang di jurusan musik ini tahu jelas."
"Kalau begitu kita lihat saja nanti." Bella meninggalkan Jocelyn dengan senyum penuh arti, dan berjalan keluar dari ruangan dengan seksi di bawah tatapan panas para lelaki.
"Oh ya." Saat tiba di pintu, Bella tiba-tiba berbalik dan mengedipkan mata pada Williamson.
__ADS_1
"Raja nyanyi, kalau ada waktu luang, boleh ajari aku juga? Sejenis pelajaran yang mendalam!"
"Mendalam? Seberapa dalam? "Kata Williamson dengan senyum main-main.