Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 43 Hantu Wanita Bernama Dilin


__ADS_3

"Sialan, brengsek kau!" teriak Williamson, yang membuat Nora hampir mengamuk.


Nora merasa bahwa Williamson ini terlalu tak tahu malu.


Jocelyn juga tercengang, karena Williamson sedang berbicara ke arah kursi sebelah pengemudi, tapi karena tidak ada seorangpun di kursi tersebut, yang berarti secara alami mengarah padanya.


Bajingan ini, tidak hanya menargetkannya, tapi juga adiknya!


Williamson bahkan tidak repot-repot menjelaskan, melainkan langsung mengeluarkan pedang kayu persik kecil di depan dadanya.


"Kenapa tidak berhasil? Dia sudah sedekat ini, kenapa tidak berpengaruh?!"


Di kursi sebelah pengemudi, hantu wanita yang kehilangan satu tangan dan kaki seperti di rumah Doni beberapa waktu lalu, menoleh dan menatap Williamson dengan dingin.


“Kalian berdua, cepat keluar dari mobil, pulang naik taksi saja, cepat!” Williamson menelan ludah dan berkata kepada Jocelyn dan Nora.


"Apa? Kau ingin mengusir kami sekarang? Kau masih punya hati nurani? Tadi kau baru saja..."


“Lupakan saja, aku saja yang turun!” Di tengah malam begini, Williamson juga tidak tega membiarkan Jocelyn dan Nora pulang naik taksi.


Dengan berani, Williamson membuka pintu dan keluar dari mobil, pada saat yang sama melakukan kontak mata dengan hantu wanita itu.


Dia tahu bahwa hantu wanita ini bisa melihatnya.


Selain itu, hantu ini pasti datang mencarinya, jadi lebih baik tidak melibatkan Jocelyn dan Nora.


Ternyata benar, begitu turun dari mobil, hantu wanita itu mengikutinya.


"Kau ini gila ya? Mencium Kakakku di depanku, tapi tidak tahan dibilang?" Nora salah paham dan berpikir bahwa Williamson tidak senang karena apa yang terjadi barusan.


"Cukup basa-basinya! Tak akan sempat menjelaskan, cepat pergi!"


"Jocelyn, cepat pulang dengan adikmu, aku ada urusan mendesak, percayalah padaku!"


Karena tidak dapat meyakinkan Nora, Williamson berkata kepada Jocelyn lagi.


Melihat ekspresi serius Williamson, Jocelyn mengangguk seolah mengerti.


"Kalau begitu hati-hati."


"Iya, cepat pergi!"


“Ada yang tidak beres.” Nora bergumam lagi dan pergi.


“Romantis sekali ya.” Kata hantu wanita itu sambil menyeringai pada Williamson dan menunjukkan gigi suramnya.


Williamson tertegun sejenak, lalu matanya terbelalak.


"Kau yang bicara?"


"Siapa lagi kalau bukan aku?" Jawab hantu wanita itu.


"Tunggu, bukannya kita tidak bisa saling komunikasi?" Williamson sedikit terkejut.


Hantu wanita itu melirik dan menunjuk pedang kayu persik di leher Williamson.


"Mungkin, itu alasannya."


"Pedang kayu persik punya fungsi seperti ini?"


"Maksudku, ..." Williamson memikirkannya untuk waktu yang lama, tapi tidak tahu harus bagaimana menyebut hantu wanita ini.

__ADS_1


"Namaku Dilin." Kata hantu wanita itu.


“Oh, Nona Dilin, aku menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, berbakti pada orang tua, dan tak pernah melakukan perbuatan kejahatan, tapi kenapa aku terus dihantui?” kata Williamson dan menekan rasa takut di dalam hatinya.


"Aku mencarimu karena kamu berbeda dari yang lain, tak ada yang bisa melihatku, tapi kamu bisa."


Sialan, hanya karena ini?


Williamson tertekan untuk sementara waktu, jangan-jangan hantu wanita ini bosan dan mau cari pasangan?


Williamson buru-buru menutupi dada untuk melindungi dirinya sendiri.


“Aku sudah mengambang di dunia ini selama 399 tahun.” kata Dilin sambil melirik Williamson.


"Jika kebencianku belum hilang, aku tidak akan bisa kembali ke dunia bawah, bulan depan akan menjadi tahun ke 400, saat itu aku akan kehilangan kesadaran dan menjadi hantu jahat."


Williamson yang mendengar ini tiba-tiba merasa ada udara dingin yang berhembus dari lehernya.


Dilin menarik napas dan melanjutkan,


"Kalau kamu ingin menghilangkan kebencianku, kamu harus memenuhi keinginan yang tidak terpenuhi sebelum kematianku. Di dunia ini, hanya kamu yang dapat melihatku, dan sekarang kita bisa saling berkomunikasi, kamu bersedia membantuku?"


"Nona Dilin, aku ini hanya orang biasa, jadi tak bisa membantumu, kamu cari yang lain saja."


Masalah yang belum bisa diselesaikan selama 399 tahun, mana mungkin Willi sanggup membantu?


"Hhhh." Dilin menghela nafas, "Kalau tidak mau, aku akan menjadi hantu dalam sebulan. Lalu..."


Wajah pucat Dilin langsung berubah menjadi mengerikan dan menakutkan, darah terus mengalir keluar dari tubuhnya, penampilan ini tidak jauh berbeda dengan hantu yang sering muncul di film.


Williamson ketakutan hingga hampir jatuh.


"Akan kubantu, akan kubantu, oke?" Williamson berteriak keras.


"Coba jelaskan, apa yang bisa kubantu?" Williamson hampir menangis, karena ini sangat menakutkan di tengah malam begini.


Akan lebih baik menyelesaikan masalah hantu wanita ini secepat mungkin, kalau terus dihantui seperti ini, cepat atau lambat Willi pasti akan mati ketakutan.


“Besok datanglah ke rumah Doni.” Setelah Dilin selesai berbicara, dia berbalik dan menghilang dalam kegelapan.


Setelah Dilin pergi, Williamson dengan marah berjongkok di tanah dengan wajah sedih.


Setelah berulang kali melihat hantu, Williamson merasa sedikit menyesal telah mempelajari penglihatan surgawi.


Setelah kembali ke asrama dengan taksi.


Dalam benak Williamson, penampilan menakutkan Dilin terus muncul, dan membuatnya tidak bisa tidur sama sekali.


"Kita cari perhitungan dengan si tua Dewa Zhang Tianshi itu dulu!"


Williamson membuka Instagramnya dan menemukan kontak Dewa Zhang Tianshi.


Dewa kecil yang bingung: Keluar sini! (😡😡😡).


Dewa Zhang Tianshi: Ada apa? Kenapa marah-marah?


Dewa kecil yang bingung: Bukannya kamu bilang dengan adanya pedang kayu persik ini, hantu biasa tidak bisa mendekatiku?


Dewa Zhang Tianshi: Iya, kenapa memangnya?


Dewa kecil yang bingung: Lalu kenapa hantu wanita itu masih bisa dekat denganku dan pedang kayu omong kosong ini tidak berpengaruh sama sekali?

__ADS_1


Dewa Zhang Tianshi: Kalau begitu tidak perlu tanya lagi, jelas hantu wanita itu tidak biasa.


Pffttt!


Melihat penjelasan Dewa Zhang Tianshi, Williamson hampir mengamuk!


Ini bisa mengusir hantu biasa, kalau tidak berhasil berartinya hantunya tidak biasa.


Betul juga!


Ini jelas kekanak-kanakan!


Dewa kecil yang bingung: Dasar tak tahu malu, aku mau retur!


Dewa Zhang Tianshi: Tidak boleh retur ya.


Dewa kecil yang bingung: Harus retur!


Williamson menunggu lama, tapi Dewa Zhang Tianshi tidak menjawab lagi.


Williamson sangat marah.


Keesokan harinya, Williamson yang hampir tidak tidur sepanjang malam, langsung punya kantung mata hitam yang mencolok, setelah bangun dan masak semangkuk mie, dia membuka Instagram, dan melihat apa yang didapatkan cheatnya hari ini.


Ada apa ini?


Tidak ada barang apa pun di tas penyimpanan, apa mungkin Nabi Lao Zi belum kirim amplopnya?


Tidak mungkin, lelaki tua itu selalu tepat waktu.


Jangan-jangan cheatnya bermasalah?


Williamson buru-buru membuka dan mengecek grup Heavenly Trading Circle.


Setelah menelusuri catatan obrolan kemarin, Willi akhirnya menemukannya, sekitar pukul sembilan tadi malam.


Nabi Lao Zi: Aku harus melakukan perjalanan bisnis, jadi amplop merah sementara ini tidak ada, dan akan lanjut kubagikan seperti biasa setelah aku pulang nanti.


Sialan, lelaki tua itu ternyata dalam perjalanan bisnis.


Williamson sangat tertekan, sumber pendapatan utamanya adalah amplop merah dari Nabi Lao Zi.


"Ponselku berdering?” Williamson melihat bahwa itu adalah nomor yang tidak dikenalnya.


Willi menolak panggilan! Kalau bukan penjual asuransi, pasti perekomendasi saham atau lainnya.


Tepat setelah menutup telepon, telepon berdering lagi, dan itu dari nomor yang sama.


Sialan, cukup gigih juga ternyata.


Williamson menolak panggilan lagi.


Setelah kurang dari 10 detik, ponsel berdering lagi.


Ini tidak ada habisnya!


Williamson menolak lagi dan langsung memasukkan nomor ini dalam daftar hitam.


Kali ini sudah tidak berdering lagi, akhirnya berhenti.


Williamson merasa lega tapi sebuah suara keras tiba-tiba datang dari bawah.

__ADS_1


"Williamson, dasar bajingan, turun sini!"


__ADS_2