
Penjelasan dari ibu-ibu ini tidak buruk.
Mereka menjelaskan betapa tidak masuk akal, arogan, dan bagaimana Tuan Muda Lawrence menindas yang lain, benar-benar mendeskripsikan Tuan Muda Lawrence itu sebagai orang yang keji, sampai-sampai membuat siapa pun yang mendengar penjelasan itu marah dan kesal tanpa sadar.
Williamson yang mendengar itu juga terkejut dan keringatan.
Dia tidak akan berani menyinggung ibu-ibu lagi kedepannya, karena mulut mereka benar-benar tajam dan kejam sekali.
Dan ternyata benar, pak polisi itu kesal.
"Pak polisi, jangan dengar omong kosong mereka, faktanya tidak seperti itu sama sekali, tentara sialan ini menginjak sepatu Tuan Muda Lawrence, bukan hanya tidak minta maaf, tapi juga menindas kami, orang itu bahkan menampar Tuan Muda Lawrence beberapa kali, kalau mereka tidak dihukum, kami tidak akan pernah setuju." wanita jelek itu buru-buru maju dan membuka suara.
"Begitu ya?" tanya polisi itu dengan curiga.
"Pak polisi, jangan dengar omong kosong gadis jelek itu, jelas mereka yang buat onar!"
"Itu benar, pemuda itu terlihat lemah lembut dan tidak berotot, mana mungkin menindas yang lain?"
"Ya, dia tidak memukul siapa pun, Tuan Muda Lawrence itu yang jatuh sendiri."
Semua orang membuka suara satu per, berebutan untuk memihak dan memberi bukti palsu untuk Williamson.
Bagus!
Williamson sangat senang untuk sementara waktu, kerumunan memihak padanya dan terus memberikan komplain!
“Omong kosong, kalian fitnah!” wanita jelek itu cemas.
"Kau yang fitnah, kami semua saksinya, dia sama sekali tidak memukul siapa pun!"
Para penonton berteriak keras, membuktikan bahwa Williamson tidak memukul siapa pun.
Wanita jelek sangat marah hingga kehabisan kata-kata, wajah jelek itu bahkan lebih mengerikan.
“Cukup!” petugas polisi berteriak keras, menghentikan suara kerumunan.
Setelah itu, dia melihat Tuan Muda Lawrence dan wanita jelek itu.
"Semua orang bersaksi bahwa kalian yang memprovokasi dan menghina para tentara ini, lalu mengambil kesempatan untuk menimbulkan masalah. Jadi silakan ikut kami ke kantor polisi untuk diselidiki lebih lanjut!"
Kata polisi dengan dingin dan wajah tegas.
"Bagus! Bagus Pak Polisi"
"Lebih baik jebloskan ke penjara beberapa tahun!"
"Masukkan ke penjara dan biarkan mereka menderita!"
"Buat mereka tidak berani menghina para tentara lagi!"
Di sisi lain, Tuan Muda Lawrence benar-benar terpana.
Jelas mereka yang menelepon polisi, kenapa justru mereka sendiri yang ditangkap?
“Tangkap mereka!” petugas polisi itu melambaikan tangannya, tak lama kemudian, beberapa petugas polisi membawa langsung membawa Tuan Muda Lawrence dan orang-orangnya ke dalam mobil polisi.
__ADS_1
Tuan Muda Lawrence hanyalah seorang pria sombong dan penindas orang lemah, yang mengandalkan kekayaan keluarganya, dia jelas belum pernah mengalami hal seperti ini, yang membuatnya hampir mengompol di tempat.
"Pak polisi aku salah, aku mengaku bersalah!"
Namun, petugas polisi itu mengabaikannya dan melambaikan tangan ke arah semua orang.
"Tolong bubar semuanya."
“Bro, terima kasih ya!” Gary melangkah maju dan memberi hormat kepada polisi.
Polisi buru-buru membalas hormat dan tersenyum sedikit.
"Seharusnya warga negara seperti kami yang harus berterima kasih padamu."
"Tanpa kalian, mana mungkin ada perdamaian negara dan kebahagiaan rakyat?"
"Tapi, meskipun gangster kecil ini memang sedikit keterlaluan, namun mereka tidak melanggar hukum, jadi paling-paling hanya akan dididik dan diomeli sebelum dilepaskan, mohon pengertiannya."
“Kami sepenuhnya mengerti, tidak apa-apa, ikuti saja peraturannya.” kata Gary sambil tersenyum.
Petugas polisi itu mengangguk sambil tersenyum, lalu memberi hormat kepada Gary dan yang lainnya.
"Sampai jumpa!"
Melihat petugas polisi pergi, Williamson cemberut.
"Sepertinya ada orang baik juga di kepolisian."
“Sepertinya kesan polisi dalam pandanganmu kurang baik ya sebelumnya?” Gamila bertanya dengan rasa ingin tahu.
Williamson tidak hanya memiliki keterampilan medis ajaib, yang bisa menyelamatkan kakaknya dari ambang kematian.
Tapi juga berani memukul orang lain di depan publik.
Dari mana asal keberanian Williamson ini?
“Dulu kesan polisi memang kurang bagus dipandanganku, tapi sepertinya aku salah.” Williamson tampak menyadari sesuatu.
"Hahahaha, Bro, tadi itu puas sekali!"
Beberapa tentara juga berkumpul, tersenyum dengan ramah kepada Williamson.
Orang-orang di ketentaraan ini jarang puas pada satu orang, tapi hari ini sepenuhnya puas pada tindakan Williamson.
Williamson tersenyum sedikit.
"Kalian memakai seragam tentara yang mewakili militer pasti ada keterbatasan tertentu dalam berperilaku, jadi jelas aku akan membantu, aku tidak mungkin membiarkan kalian dipersulitkan oleh beberapa gangster kecil."
“Hahaha, bagus Bro, karena sudah bertemu, ayo sekalian kita cari tempat dan minum-minum bersama.” kata Gary sambil tersenyum.
“Oke, dengan senang hati akan kutemani.” Williamson sangat menyukai para tentara ini dan bersedia berteman.
Klub Bisnis Aqua Sky adalah salah satu klub bisnis yang terbaik di seluruh kota Wallwin, orang-orang yang datang untuk menghabiskan waktu di sini kalau bukan pejabat pasti selebriti, warga biasa bahkan tidak mampu untuk membayar biaya masuk.
Gary membawa Williamson langsung ke kamar pribadi di lantai dua.
__ADS_1
“Bawakan kami sepuluh kotak Lafite dulu!” Gary menginstruksikan staf pelayanan.
Saat ini Williamson hendak duduk, tapi mendengar apa yang dikatakan Gary hampir membuatnya jatuh.
Setelah menghitung, termasuk Gamila, totalnya hanya ada tujuh orang di sini
Yang berarti satu kotak Lafile untuk masing-masing orang saja masih belum habis.
"Bukannya itu terlalu banyak?"
"Hahaha, tenang saja Bro, minum sebanyak yang kau bisa, tidak ada yang akan menghentikanmu di sini."
Williamson menghela nafas lega sekarang, jika tidak, dia tidak akan berani duduk hanya dengan kemampuan minum-minumnya yang tidak seberapa.
Tak lama kemudian, makanan dan minuman pun datang.
"Aku sangat senang hari ini, Willi sudah menyelamatkan hidupku kemarin, dan hari Willi menyelesaikan masalahku lagi, ini bisa dibilang takdir, mari bersulang untuk takdir ini!"
“Ayo, bersulang! Bersulang!” beberapa tentara saling bersulang dan minum-minum bersama.
“Willi, kau tidak perlu mengkhawatirkan kami, kau cukup minum sedikit saja seperti Gamila, tidak apa-apa.” Gary berkata sambil tersenyum.
Williamson seketika merasa kesal!
Bukankah ini sedang meremehkannya?
Minum porsi yang sama dengan wanita? Williamson tidak terima ini!
Williamson tidak berbicara, mengambil gelas anggur dan meminum habis sekaligus!
Setelah itu, Williamson tiba-tiba merasa jantungnya panas membara, dan wajahnya langsung memerah.
“Willi, bagus!” Gary mengacungkan jempol ke arah Williamson, kemudian mengisi gelas anggur Williamson lagi.
“Ayo sekali lagi, kita bersulang!” Gary langsung mengangkat gelas anggur dan bahkan tidak memberi kesempatan Williamson untuk makan dulu.
“Kak, lukamu belum sembuh, jangan minum terlalu bamyak!” Gamila menasihati di samping.
“Tidak apa-apa, luka ini tidaklah seberapa, ayo Willi, aku bersulang untukmu sebagai penghormatan!” Gary langsung meminum habis gelas anggur kedua.
"Bang Willi, kami juga."
Sial! Williamson marah diam-diam, gelas pertama baru saja selesai, tapi gelas kedua mulai lagi.
Sial, tidak peduli lagi, minum saja, siapa yang takut?!
Williamson bersikap seperti seorang remaja yang tidak mau mengakui kekalahan!
Dia mengangkat gelasnya dan menghabiskan gelas anggur kedua.
Kali ini Williamson langsung merasa pusing, dan pandangannya berputar-putar.
“Hahaha, pria sejati memang harus begitu!” Gary tersenyum tulus.
"Ayo semuanya, isi gelas ketiga!"
__ADS_1
Lanjut lagi? Williamson benar-benar sedikit takut kali ini!