
Williamson bersumpah tidak pernah setakut ini sebelumnya.
Di depannya, ada seorang wanita yang kehilangan satu kaki dan tangan, mengenakan pakaian zaman kuno, sambil menatapnya dengan mata dingin, itu sungguh merupakan penampakan yang menakutkan.
“Hantu? Hantu apa?” Calvin bertanya dengan heran.
Tanpa menunggu Williamson menjawab, kaki hantu perempuan itu terangkat dari tanah dan langsung melayang ke arah Williamson.
"Tunggu, jangan datang ke sini!" Williamson berteriak ketakutan dan terus mundur.
Namun, kecepatan Williamson tidak sebanding dengan hantu wanita, dalam sekejap mata, hantu wanita sudah ada di depannya.
“Sial!” Karena kaget, Williamson langsung meninju hantu perempuan itu.
“Hah?” Tanpa diduga, pukulan itu seperti memukul udara, hantu wanita itu langsung melewati tubuh Williamson dan melayang ke dalam vila.
"Guru baik-baik saja?" Calvin membantu Williamson dan bertanya dengan khawatir.
"Tidak apa-apa." Williamson tertegun.
“Kak, cepat datang, penyakit ayah kambuh lagi!” Pada saat ini, Melati tiba-tiba berlari keluar dari vila dan berteriak pada Doni yang mengantar Williamson dan Calvin keluar.
"Apa?!" Doni panik dan meraih Williamson, "Willi, tolong periksa ayahku."
“Periksa palamu!” Williamson langsung melepaskan diri dan kabur.
"Menakutkan, menakutkan sekali!" Williamson bergumam sendiri tanpa sadar saat mengemudi.
Williamson pernah berpikir bahwa jika dewa saja di dunia ini, maka hantu juga pasti ada.
Tapi dia tidak menyangka akan bertemu satu secepat ini.
Sebagai seorang manusia biasa, jelas memiliki ketakutan alami terhadap hantu.
Meskipun Williamson sudah tahu adanya keberadaan hantu, tapi tetap ketakutan begitu melihat dengan mata sendiri.
“Guru serius tidak menyelamatkan ayah Doni?” Meskipun Calvin juga sangat marah dengan sikap keluarga Pattison, tapi dia masih baik hati dan tidak ingin membiarkan ayah Doni mati.
“Selamatkan palamu, jangan bicara tentang keluarga Pattison lagi di depanku!” Williamson tidak akan pergi ke rumah keluarga Pattison lagi.
Sepanjang hari ini, Williamson tampak lesu, dan gerakan sekecil apa pun di sekitarnya akan membuatnya ketakutan hingga gemetar.
“Kau baik-baik saja? Kenapa setakut itu?” Daniel bertanya dengan ekspresi aneh.
"Daniel, apa yang akan kau lakukan jika bertemu hantu perempuan?"
“Hantu perempuan? Hehehehe!” Daniel menyentuh dagu sendiri sambil tersenyum mesum.
"Tak perlu ditanya, tentu saja perkosa dulu, nikmati dan perkosa terus! Wahahahaha ..."
Williamson menoleh, menatap Daniel dengan tatapan dingin dan jijik tanpa mengatakan apa-apa.
“Waduh Willi, kenapa menatapku seperti itu? Kau membuatku takut saja.” Daniel merinding dan memalingkan wajahnya.
Saat malam, Williamson akhirnya tertidur saat larut malam.
Dalam tidurnya, Williamson tiba-tiba merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya dan merinding.
Setelah membuka mata dan melihat sekitar!
"Aaaa!" Williamson menjerit aneh, dan ketakutan hingga bangun.
"Aa-apa yang ingin kau lakukan?" Kata Williamson sambil gemetaran.
Di depan tempat tidur, hantu perempuan yang dia lihat di rumah keluarga Pattison siang tadi benar-benar mengikutinya sampai sini.
Mata hantu perempuan itu dingin, bibirnya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
Namun, Williamson tidak bisa mendengar suara apa pun.
"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak bisa dengar! "Kata Williamson dengan berani.
Hantu perempuan di seberangnya tampak bingung.
Ternyata begitu, Williamson mengerti situasinya, hantu perempuan itu juga tidak bisa mendengarnya.
Keduanya berusaha berkomunikasi, tapi ternyata tidak bisa saling mengerti maksud satu sama lain.
Pada akhirnya, hantu wanita itu kesal dan bergegas menuju Williamson!
“Hei!” Williamson terbangun, seprainya basah oleh keringat.
“Ternyata cuma mimpi!” Williamson menyeka keringat di kepalanya.
Meskipun hanya mimpi, tapi adegan dalam mimpi itu terlalu nyata, jantung Williamson berdebar kencang hingga serasa hampir melompat keluar dari tenggorokannya.
Setelah melihat jam, ternyata jam 12 tengah malam sudah lewat.
Williamson sekarang ketakutan hingga tidak mengantuk lagi.
Jangan-jangan mimpi yang tadi itu sebuah peringatan?
Sialan, aku tidak mengenalmu sama sekali, mengapa datang mencariku?
Williamson hampir menangis.
Tidak, ini bukan solusi, aku harus menemukan sesuatu untuk mengusir roh jahat.
Memikirkan hal ini, Williamson langsung mengeluarkan ponsel dan membuka Instagram.
Dewa pertama yang terpikir oleh Williamson adalah Kera Sakti, yang ahli dalam melawan monster dan menangkap monster.
Dewa kecil yang bingung: Kera Sakti, ada?
Kera Sakti: Ada apa mencariku?
Kera Sakti: Gampang kok, tinggal pukul sampai mati saja.
Williamson terdiam beberapa saat, baiklah anggap aku tidak pernah bertanya.
Setelah memikirkannya, Williamson langsung membuka grup High Heaven Trading Circle.
Dewa kecil yang bingung: Aku sedang mencari barang pengusir hantu, atau pemusnah roh jahat lainnya.
Dewa Erlang: Untuk apa? Kalau ketemu hantu atau siluman, tinggal langsung bunuh saja.
Williamson berkeringat, dewa-dewa ini maniak yang kejam sekali.
Raja Naga Laut Timur: Tak begitu juga, hantu atau siluman yang melihatku pasti sudah kabur duluan.
Tujuh Dewi: Benar, selain itu, surga dan dunia bawah sudah berbeda sekarang, jadi mana mungkin bisa ketemu hantu?
Ternyata sia-sia! Sungguh menyedihkan!
Tepat ketika Williamson kecewa, pesan lain masuk.
Dewa Zhang Tianshi: Kenapa mau musnahkan? Kenapa tidak tangkap dan permainkan? (🤤🤤🤤)
Dewi Bulan: Menjijikkan, untuk apa simpan makhluk seperti itu? Lebih baik yang seperti kelinci peliharaanku ini.
Dewi Kelinci: Cit cit cit.
Dewa Erlang: @Dewi Bulan, tertarik untuk mengembang biakkan kelincimu dengan anjing langitku? Kita lihat keturunan seperti apa yang akan lahir?
Dewi Bulan: Tidak mau, apa perlu dipikirkan makhluk seperti apa yang akan dilahirkan? Tentu saja monster!
__ADS_1
Jika seperti biasa, Williamson pasti akan tertawa terbahak-bahak melihat obrolan di grup.
Tapi sekarang, dia tidak peduli.
Saat ini, dia melototi ikon profil Dewa Zhang Tianshi dan panik sampai hampir menangis.
Sial, aku ketakutan sampai lupa kalau ada pemburu hantu di grup!
Dia buru-buru mengirim pertemanan pada Dewa Zhang Tianshi.
Ding dong!
Begitu Instagram berbunyi, Dewa Zhang Tianshi menerima pertemanan.
Dewa kecil yang bingung: Dewa Hebat, tolong.
Dewa Zhang Tianshi: Rekan, mengapa begitu panik? (😮😮😮)
Williamson memberitahu Dewa Zhang Tianshi lagi tentang hantu dan mimpinya.
Dewa Zhang Tianshi: Bagaimana rekan bisa bertemu hantu di surga? Dan mengapa takut pada hantu? Juga, kenapa tidak bisa berkomunikasi dengan hantu...
Dewa Zhang Tianshi mengirim segudang pertanyaan.
Williamson terdiam.
Dewa kecil yang bingung: Itu kita bicarakan saja nanti, kalau hanya seorang manusia biasa, apa yang harus dilakukan dalam situasi itu?
Dewa Zhang Tianshi: Manusia biasa? Apalagi? Tunggu mati saja.
Palamu!
Williamson hampir menangis ketika Dewa Zhang Tianshi memberitahu itu.
Namun, tepat setelah itu, pesan lain masuk.
Dewa Zhang Tianshi: Kecuali bisa menemukan pemburu hantu seperti aku, jika tidak pasti akan mati.
Williamson melihat ini dan semangatnya datang lagi.
Dewa kecil yang bingung: Kamu punya solusi?
Dewa Zhang Tianshi: Banyak! Begini cara hantu bisa mengungkapkan terbentuk, pertama-tama, di dalam tubuh manusia itu ada jiwa, yang terletak di tenggorokan tubuh manusia ...
Williamson langsung sakit kepala.
Dewa kecil yang bingung: Tolong langsung intinya.
Dewa Zhang Tianshi: Oh, oke! Pertama-tama, coba pikirkan mau di apa kan hantu ini?
Apalagi? Tentu saja usir!
Dewa kecil yang bingung: Cukup tidak menggangguku lagi.
Dewa Zhang Tianshi: Ini gampang, kamu cukup tanyakan alasannya dengan jelas, soalnya hantu itu adalah manusia setelah kematian, jadi pasti ada alasan tersendiri.
Williamson memutar matanya, sudah dia bilang tidak bisa berkomunikasi dengan hantu itu.
Dewa Zhang Tianshi: Baiklah, aku akan memberimu harta yang bisa mengusir roh jahat, yang harganya juga sepadan.
Dewa kecil yang bingung: Baiklah, harta apa? Coba kirim!
Dewa Zhang Tianshi tidak mengirim harta itu, tetapi mengirim serangkaian emoji ekspresi senyum.
Dewa Zhang Tianshi: Kudengar kamu dapat 9999 poin jasa dari Dewa Rezeki? Kebetulan sekali, hartaku ini jual dengan harga yang sama saja!
Palamu!
__ADS_1
Williamson hampir menangis.
Ini jelas meraup keuntungan dari kelemahannya, kan?