
Usulan Williamson langsung ditanggapi.
"Ayo bersulang!"
Setelah segelas anggur, semua orang makan dan mengobrol santai tentang beberapa hal-hal menarik yang terjadi di sekolah.
Dalam sekejap mata, mereka sudah menghabiskan dua hingga tiga botol anggur.
"Willi, tak kusangka kamu akan diam-diam mematikan, bukan hanya suara nyanyianmu bagus dan memenangkan gelar raja nyanyi, tapi juga wanita cantik."
Kata Daniel sambil menepuk ringan bahu Williamson d melirik Jocelyn yang duduk di sebelah Williamson.
Jocelyn mendengarkan di sebelah, dia juga minum anggur, jadi wajahnya terlihat lebih memerah.
“Hei, kau pandai nyanyi juga?” Nora bertanya dengan penasaran.
“Kamu tidak tahu?” Daniel langsung bersemangat, dan mengulangi prestasi Williamson saat itu di depan semua orang.
“Serius?” Nora tercengang begitu mendengar keseluruhannya.
"Tidak percaya? Kalau tidak percaya tinggal suruh Williamson nyanyi saja, bagaimana menurut kalian?"
"Ayo nyanyi!"
"Raja nyanyi, ayo nyanyi untuk kita."
Semua orang ikut, gadis-gadis yang hadir juga memasang wajah kemerahan sambil menatap Williamson.
“Willi, cepatlah, kita semua sudah menunggu.” Melihat Williamson tidak bergerak untuk waktu yang lama, Daniel mendesak.
"Baiklah kalau begitu."
Dengan efek alkohol anggur, Williamson berdiri.
"Untuk teman-teman semua yang sudah hidup bersamaku selama tiga tahun. Dalam tiga tahun ini, kita sudah melewati banyak suka dan duka, tapi lebih dari itu adalah saling membantu antara kita, terutama aku yang punya kondisi keluarga terburuk dari kalian semua, tapi kalian tetap membantuku, jadi mengambil kesempatan ini, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua dan mempersembahkan lagu "Sahabat Baikku" untuk semua anggota asrama nomor 302 kita."
“Oke!” Johnson memimpin dalam tepuk tangan, sementara Daniel langsung mencari lagunya.
Saat masa jayamu biarkan aku bernyanyi sebuah lagu untukmu.
Sahabat baikku, jika di hatimu ada kesulitan katakanlah padaku.
Begitu Williamson membuka mulutnya, semua orang terdiam dan mengagumi karya yang menyayat hati ini.
Jalan besar di depan kita jalani bersama, bahkan jika ada sungai juga kita lewati bersama.
Disaat kau membutuhkanku, aku akan menemanimu melewati bersama.
Sahabat baikku, jika di hatimu ada kesulitan kau katakanlah padaku.
Kehidupan tak mudah, pasang surut tetap harus hidup dengan tegar.
Pernah menangis dan tertawa setidaknya kau masih ada aku.
Ketika nyanyian mencapai klimaksnya, para lelaki menjadi emosional dan bangkit untuk bernyanyi bersama.
Jalinan persahabatan lebih tinggi dari langit, lebih luas dari bumi.
Masa-masa itu, kita pasti akan mengingatnya.
__ADS_1
Jalinan persahabatan, sesuatu yang langka di kehidupan ini.
Seperti segelas arak, seperti sebuah lagu lama.
Mungkin karena terlarut dalam perasaan saat nyanyi, mungkin karena efek alkohol, para lelaki saling berpelukan dengan erat.
Para gadis yang menonton dengan tenang dan sangat tersentuh oleh persahabatan antara pria dalam lagu itu.
"Ndut, masih ingat saat tahun pertama kampus? Aku keluar dan kehilangan dompetku, jadi kamu yang menafkahiku selama sebulan penuh, begitu aku mau membayar kembali semuanya, kamu malah menolak dengan keras kepala dan memarahiku."
"Johnson, selama liburan musim dingin tahun kedua, aku tahu suplemen nutrisi yang kubawa pulang untuk Ayahku bukan pemberian orang lain pada Ayahmu yang tidak kamu pakai, aku jelas lihat kamu beli di toko!"
"Dasar Vennes pelit, kamu biasanya sangat hemat, tapi saat aku jatuh sakit tahun lalu, kamu benar-benar menghabiskan 400 ribu untuk membelikanku makanan enak, sedangkan kamu sendiri makan roti kering selama sebulan penuh!"
……
Williamson berbicara tentang kebaikan dan perlakuan baik satu per satu, dan potongan-potongan memori kecil dari hubungan tiga tahun para anak laki-laki di asrama terus terungkap, yang sangat menyentuh hati semua orang.
"Jadi, aku sudah punya sedikit uang sekarang, bisa mengendarai Land Rover dan memasuki restoran, tapi tolong diingat!"
Williamson menunjuk semua teman asramanya.
"Kalian adalah sahabatku, yang tanpa pamrih membantuku saat aku lagi susah, hari ini aku sudah bisa menghasilkan cukup uang, jadi jangan malu-malu dan segan denganku!"
“Aku, Williamson, bukanlah seseorang yang melupakan kebaikan orang lain, pada saat yang sama, aku juga tidak ingin kehilangan sahabat baikku karena perubahan ekonomi, identitas, dan status!"
"Bagus! Pidato yang bagus!"
"Aku pernah khawatir sebelumnya, Willi sudah cukup kaya sekarang, apa mungkin sudah meremehkan kita, aku benar-benar bajingan!"
"Tidak peduli seberapa kaya atau miskin, kita akan selalu menjadi sahabat!"
Karena jarang bisa sesenang ini, jadi mereka banyak minum.
Sampai pukul 11 malam baru mereka dibawa pulang oleh pacar mereka masing-masing.
Daniel itu lajang jadi Williamson ingin dia masuk ke mobilnya, tapi Johnson menghentikan.
“Jocelyn, kamu bisa mengemudi?” Williamson banyak minum, jadi jelas tidak boleh mengemudi.
"Tidak bisa." Jocelyn menggelengkan kepalanya. "Aku juga minum cukup banyak."
"Lalu bagaimana ini, mengapa tidak panggil sopir pengganti saja?"
"Hei!" Nora di sebelahnya meletakkan tangan di pinggang sambil menatap Williamson.
"Ada apa, adik ipar?"
"Hmph, bukankah kalian terlalu mengabaikanku? Aku jelas berdiri di sini, tapi tidak ada yang bertanya apa aku bisa mengemudi?"
"Kamu?" Williamson tersenyum, "Kakakmu saja tidak bisa, kamu bisa?"
"Kenapa tidak bisa? Aku belajar dengan paman keduaku saat liburan musim panas tahun lalu, masuklah."
Sebelum Williamson dan Jocelyn sempat bereaksi, Nora sudah duduk di kursi pengemudi dan menyalakan mobil.
"Ini seriusan bisa?” Williamson bertanya pada Jocelyn.
"Dia memang menginap di rumah bibi kedua saat liburan musim panas tahun lalu, tapi bisa atau tidak aku tidak tahu."
__ADS_1
“Cepat!” Nora menjadi tidak sabar.
“Baiklah, kita masuk saja.” Williamson dan Jocelyn duduk di kursi belakang mobil.
“Duduk yang benar!” ujar Jocelyn, dan mobil mulai perlahan melaju dengan lancar.
"Tak kusangka adik ipar bisa mengemudi."
“Cih, apa yang tidak kamu sangka dariku masih banyak." Nora juga mengemudi di jalan untuk pertama kalinya, jadi lumayan gugup, matanya tetap tertuju ke depan, dan tidak berani berbicara lagi.
Suasana di dalam mobil menjadi hening.
Williamson melirik Jocelyn di sebelahnya dengan cahaya redup dari lampu jalan.
Karena efek alkohol, Jocelyn berbaring telentang di kursi, wajahnya memerah, dan terlihat sangat menggoda.
Sebuah dorongan alami muncul di hati Williamson.
Williamson diam-diam mengulurkan tangan untuk meraih tangan kecil Jocelyn.
Jocelyn panik dan ingin menarik kembali tangannya, dan buru-buru melirik Nora yang sedang mengemudi.
Melihat Nora masih sedang fokus mengemudi, dia menarik napas lega, kemudian mencubit punggung tangan Williamson.
Williamson tidak puas, saat ini, pikirannya penuh adegan ciuman dengan Jocelyn di dalam mobil hari itu.
Efek alkohol semakin kuat!
Williamson bahkan tidak peduli lagi ada orang lain di dalam mobil.
Dia memeluk Jocelyn.
Yang membuat Jocelyn terkejut, tidak berani mengeluarkan suara, dan berusaha mendorong Williamson.
Dia tidak berpikir bahwa ini akan membuat keinginan Williamson semakin kuat.
Mulut Williamson mendekat dan mencium bibir Jocelyn.
"Hmp!"
Jocelyn ingin berjuang untuk mendorong, tapi tidak berani melawan terlalu kuat, karena takut ketahuan, dia marah sekaligus cemas untuk sementara waktu, tangan kecilnya terus mencubit punggung tangan Williamson.
Tapi Williamson sudah tidak peduli dengan rasa sakit lagi saat ini.
Jocelyn merasa pikirannya tiba-tiba blank, perasaan aneh mengalir di sekujur tubuhnya, dan seketika menjadi tidak peduli dengan hal lain, mengulurkan tangan dan memeluk leher Williamson dengan erat.
“Srett!” Tepat ketika mereka berdua tidak bisa melepaskan diri dari perasaan yang luar biasa itu, mobil tiba-tiba berhenti.
"Hei, kalian berdua bisa jaga citra diri?"
Nora menoleh ke belakang, merasa malu sekaligus marah.
Kemudian Jocelyn baru sadar kembali, dan merasa malu hingga tidak berani mengangkat kepalanya.
Emmm.…
Williamson juga merasa malu.
Tidak sengaja lepas kendali, dan malah menjadi siaran langsung.
__ADS_1
Saat hendak mengatakan sesuatu, Williamson tiba-tiba merasa ada yang tidak beres, dan melirik ke kursi di sebelah pengemudi!