Semua Teman Instagramku Adalah Dewa

Semua Teman Instagramku Adalah Dewa
Bab 51 Anggur Monyet


__ADS_3

“Hmm?” Setelah menunggu lama, ternyata tidak ada rasa tercekik sama sekali.


Williamson membuka mata dan melihat sosok malaikat pencabut jiwa itu berdiri di depannya dengan wajah muram.


Tangan kanannya berusaha untuk meraih leher Williamson.


Namun terhalang oleh cahaya yang berjarak kurang dari dua sentimeter dari leher Williamson.


Tidak peduli seberapa keras roh wanita itu mencoba, dia tetap tidak bisa bergerak maju lebih jauh.


"Apa pedang kayu persik berfungsi lagi?" Williamson terkejut untuk sementara waktu, dan tiba-tiba merasa Dewa Zhang Tianshi tidak seburuk yang dikiranya.


Melihat Williamson tidak bisa diraih sama sekali, Lina bahkan lebih marah.


"Mati sana!" Dia menarik tangannya dan menendang ************ Williamson.


“Sial, tendangan pemutus garis keturunan!” Williamson berteriak, dan buru-buru mundur sambil menutupi selangkangannya.


"Ini terlalu kejam!" gerakan Lina terlalu cepat, dan bukan sesuatu yang bisa dihindari oleh Williamson.


Melihat sepatu bot kecil Lina sudah dekat dengan bagian pribadinya, jantung Williamson hampir berhenti berdetak dan berilusi mendengar suara pecah telur.


"Wueng!” cahaya terang sekali lagi menahan kaki kecil Lina.


"Hahahaha!" Williamson hampir melompat karena kegirangan.


Dewa Zhang Tianshi, aku mencintaimu!


Karena gagal lagi, Lina marah sekaligus cemas.


Kemudian serangan selanjutnya, mencengkeram menuju dada Williamson.


"Sial, cakar naga pencengkram!"


Williamson tidak ingin hanya diam saja dan menerima serangan berturut-turut, jadi memutuskan untuk melawan balik, lagi pula roh wanita ini tidak bisa menyentuhnya, jadi untuk apa takut?!


"Aku juga akan mencengkram!" Williamson membulatkan tekad, dia tidak akan menghindar lagi, dan menggunakan serangan yang sama persis seperti yang dilakukan Lina.


Dalam sekejap, suasana menjadi hening!


Pikiran Lina menjadi kosong.


Williamson tercengang.


"Ahhhhh!!"


Mereka berdua berteriak pada saat yang sama!


Sosok Lina langsung mundur dan menghilang.


“Bisa-bisanya aku dilecehkan oleh roh wanita.” Williamson menatap telapak tangannya, tidak tahu harus menangis atau tertawa.

__ADS_1


"Tapi mengingat paras roh wanita itu sungguh cantik sekali, bahkan lebih menawan dari artis-artis di TV."


Williamson tiba-tiba merasa sedikit menyesal karena tidak menyentuh sedikit lebih lama.


"Kepala RS, orang ini pasti sudah gila, kan?"


"Yah, kurasa sedikit sakit jiwa, seharusnya bukan orang normal."


Perilaku aneh Williamson membuka diskusi beberapa dokter di ruang operasi.


Sekarang nyawa Gary sudah terselamatkan, jadi mereka semua menghela nafas lega.


Sisanya adalah melakukan perawatan rutin seperti biasa, dan operasi mengeluarkan peluru, setelah itu Gary akan baik-baik saja.


"Kamu yang bukan orang normal, kalian semua gila!"


Diskusi para dokter kebetulan didengar oleh Williamson, jadi Williamson menatap mereka dengan tajam.


“Bro, apa yang terjadi di dalam?” begitu Williamson keluar, beberapa tentara mengepungnya.


"Dia selamat," kata Williamson dengan ringan.


“Syukurlah!” beberapa tentara menangis karena senang.


"Sangat tangguh, pria sejati!” Williamson melihat tentara yang lengannya tadi dicegat oleh dirinya, sedang berdiri di samping sambil mengatupkan gigi dengan keringat dingin yang terus mengalir di kepala, jelas sedang menahan rasa sakit yang luar biasa.


Tapi walau seperti itu, tentara tersebut masih tidak mengeluh atau mengatakan sepatah kata pun.


"Bro, maaf, tadi lagi keadaan darurat untuk menyelamatkan pasien." Williamson selalu mengagumi orang-orang tangguh di ketentaraan ini, meraih lengan tentara itu.


“Terima kasih! Ayo bertarung lagi kalau ada kesempatan!” mata tentara itu menunjukkan sikap keras kepala.


Williamson jelas tidak ingin repot-repot menghabiskan waktu untuk bertarung dengannya.


Begitu kembali ke bangsal Pak Jones, Pak Jones mengalihkan perhatiannya, meskipun tidak berbicara, tapi Williamson bisa merasakan ketegangan hati Pak Jones.


"Jangan khawatir Pak Jones, nyawa cucumu terselamatkan!"


“Benarkah?” mata James Jones berbinar.


“Benar, sekarang Kepala RS sedang operasi mengeluarkan peluru di tubuh Tuan Muda Jones, tidak lama lagi akan pulih.” Dokter sebelumnya memandang Williamson dengan kagum.


“Hahaha, Willi, tak kusangka kamu punya keahlian di bidang ini, bagaimana cara aku berterima kasih padamu?” mengetahui bahwa cucunya baik-baik saja, hati James Jones tiba-tiba menjadi ceria kembali.


"Tidak perlu Pak Jones, kamu itu seorang senior yang kuhormati, cucumu juga seorang pahlawan negara, seorang pahlawan memang harus dihormati oleh dunia, dan kita masing-masing memiliki kewajiban untuk membantu pahlawan!"


"Bagus!” James Jones menepuk meja, jelas sedikit bersemangat.


Meskipun tahu bahwa Pak Jones tidak kekurangan apa-apa, tapi tetap saja kurang sopan jika datang menjenguk dengan tangan kosong.


Dan sebuah ide pun muncul!

__ADS_1


Williamson tiba-tiba teringat dengan anggur monyet yang diberikan Kera Sakti saat di kereta api.


"Akan kuberikan anggur monyet itu kepada Pak Jones. Lagi pula aku memiliki hubungan yang baik dengan Kera Sakti, jadi kedepannya tinggal minta lagi."


“Aku akan ke kamar mandi.” Williamson harus menemukan tempat sepi untuk mengeluarkan anggur itu.


Setelah beberapa saat, Williamson kembali dengan labu botol anggur di tangannya.


"Pak Jones, karena terburu-buru, jadi tidak membawa hadiah apa pun, tolong terima labu botol berisi anggur ini."


"Kenapa begitu balik dari kamar mandi langsung ada sebotol anggur?"


Pfftt!


Ketika James mengatakan itu, Williamson hampir menyembur.


Kata-kata ini sangat rawan dengan kesalahpahaman.


"Tidak, ini kusimpan di tas, jadi aku pergi ambil dari tas tadi."


“Hahaha, oke, karena ini hadiah dari Willi, maka akan kuterima, bawalah ke sini, akan kucicipi sekarang juga.” James Jones tidak mempermasalahkan itu dan mengulurkan tangan untuk menerima labu botol berisi anggur.


“Kakek, kamu tidak boleh minum-minum!” pada saat ini, seorang wanita muda berseragam militer berjalan masuk.


Williamson melirik wanita itu dan tercengang.


Penuh energi dan berpostur gagah, bersemangat pahlawan dan heroik, sebuah kecantikan yang unik!


Sangat memukau!


"Apa lihat-lihat?" Tentara wanita itu memelototi Williamson.


Kemudian menoleh dan berkata dengan keras kepada Pak Jones, "Dokter kesehatan sudah bilang bahwa tidak boleh minum-minum, jadi kenapa masih minum? Selain itu, anggur ini dikemas dalam labu botol, bahkan tidak punya merek, siapa yang tahu bersih atau tidak!"


Sialan, apa maksud kata-kata itu?


Williamson tiba-tiba menjadi tidak senang.


Sebelum Pak Jones sempat berbicara, Williamson membuka suara,


"Pak Jones, tenang saja, anggurku ini bisa memusatkan energi, menyehatkan darah, dan memperpanjang usia, aku bahkan tidak mengizinkan yang lain meminum ini."


"Hmph, itu jelas dilebih-lebihkan, kau siapa sih?" Tentara wanita itu memelototi Williamson.


“Nona Jones, Kakakmu itu diselamatkan oleh Willi.” Noah berkata di sebelah.


"Apa?!" Gamila tertegun sejenak, dan menatap Williamson dengan heran, jelas tidak percaya sama sekali.


Sementara Gamila tercengang, Pak Jones telah membuka tutup labu botol itu.


Aroma anggur yang kuat langsung dapat tercium.

__ADS_1


Mata Pak Jones tiba-tiba berbinar!


"Anggur yang bagus!"


__ADS_2