SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.

SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.
Hal Tak Terduga.


__ADS_3

Pagi ini Ayla sudah cantik, duduk di depan kelas sambil bertopang dagu, meneliti beberapa orang yang sedang berlalu-lalang di depan koridor kelas. Ayla kembali menghela napasnya dengan sempurna, begitu banyak sekali hal yang dipikirkan Ayla sekarang, tentang beberapa hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Ini adalah hal yang tidak pernah terpikirkan bagi Ayla sampai kapan pun itu. Ayla bingung, Ayla tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana agar dirinya bisa tenang dan baik-baik saja.


“Nyet!”


Ayla agaknya cukup kaget, dia melihat Arka sudah duduk di sampingnya. Ayla mendengus juga, mengabaikan Arka yang terus menyebutnya sebagai ‘monyet’ sungguh sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, sebuah hal yang membuat Ayla bingung bukan main. Bagaimana bisa Arka senang menggodanya sekarang ini.


“Elo ngapain sih, diem aja? Dari tadi elo ngelamun kayak monyet bodoh di sini?”


“Berhenti nggak ngatain gue monyet?” kesal Ayla. Arka pun tertawa juga dengan sempurna. Tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, melihat Ayla kesal seperti itu.


“Bulan, Bul, An? Mau gimana sih manggil elo?”


Ayla pun tampak mendengus dengan sempurna, dan hal itu berhasil menbuat Arka nyengir kuda.

__ADS_1


“Maaf, maaf. Gue bercanda doang. Lo kenapa sih?” tanyanya kemudian. Ayla masih diam, matanya seolah mencari-cari sesuatu hal yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu. “Nyari Devano?” tebak Arka. Ayla pun menoleh dengan sempurna.


“Bukan urusan elo!” juteknya. Arka mendengus juga. Arka menghela napas panjangnya dengan sempurna, kemudian dia memandang langit yang luar. Ini adalah masalahnya, ini adalah hal yang tidak terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Ini adalah masalahnya, ini adalah hal yang tidak terpikirkan bahkan sampai kapan pun juga.


“Elo itu lucu, ya. Elo sendiri yang nggak yakin pacaran apa enggak ama Devano, tapi lo juga yang kayak orang kehilangan arah kalau nggak ada Devano. Emang, Devano sepenting itu?” tanya Arka pada akhirnya.


Ayla pun menunduk, mendengarkan ucapan Arka ini juga adalah hal yang cukup rumit, sebenarnya. Bagi Ayla, sadar atau tidak hubungannya dengan Devano adalah sama. Ayla adalah penggemar nomor satu Devano. Itu adalah kenyataan yang sudah tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun itu.


“Gue nggak tahu apa itu cinta atau semacamnya. Hanya saja gue yakin, pas gue kenal Kak Devano, gue langsung ngefans sama dia. Dia adalah idola gue, dan semenjak saat itu, gue ngelakuin banyak hal hanya agar dipandang oleh Kak Devano. Setiap hari ngasih cokelat, setiap hari ngasih benda-benda yang gue beli dari hati gue, berharap jika dia bakal ngebalas apa pun itu yang gue usahakan serta lain sebagainya. Mungkin ini semua bisa dikatakan dengan hal yang terlalu berlebihan. Gue suka saat melihat Kak Devano dari kejauhan, gue suka saat melihat Kak Devano jalan, gue suka melihat saat Kak Devano memasing tampang dingin, gue suka apa pun tentang Kak Devano. Gue nggak berpikir kalau apa yang gue rasain ini berlebihan atau apa pun itu. Hanya saja gue merasa kalau apa yang gue rasain ini adalah hal dari hati yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun itu.”


“Itu namanya obsesi, lo tahu, itu namanya obsesi, elo harus berhenti terobsesi sama manusia bernama Devano. Apa sih bagusnya cowok itu? hanya kakak tingkat kita aja nggak lebih. Dibandingkan dengan Devano, masalah tampang juga gue nggak kalah sama sekali dari dia. Gue bahkan jauh lebih unggul karena gue ramah, nggak kayak dia. Dia itu bukan cool, di dunia ini nggak ada yang namanya manusia cool atau lain sebagainya, yang ada manusia angkuh dan sombong, yang ada manusia yang nggak tahu diri sama sekali. Emangnya lo mau pacaran sama cowok yang angkuh kayak gitu? Bagi cewek-cewek zaman sekarang mungkin cowok kayak gitu emang idaman. Namun elo harus tahu, bagi orang tua cowok model itu dicoret dari calon mantu. Lo harus tahu itu.”


“Kok sampai ke calon mantu, sih? Kan gue aja masih kecil gini, kenapa harus ngebahas masalah calon mantu dan lain sebagainya? Lo aneh deh,” kesal Ayla. Arka pun langsung menutup mulutnya dengan sempurna.

__ADS_1


“Devano! Devano!”


Baik Ayla dan Arka kali ini keduanya sama-sama menoleh, pada sosok yang kini sedang berjalan di lorong sekolah dengan begitu kerennya. Mata Ayla langsung berkaca-kaca, melihat sosok Devano yang bahkan seperti model berjalan di atas catwalk. Ayla tersenyum juga, dia sama sekali tidak pernah membayangkan bagaimana semua ini bisa terjadi. Melihat Devano tertangkap matanya, tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga. Devano adalah napas dan hidup Ayla. Jadi, bagaimana bisa Ayla bisa hidup dan lepas dari Devano.


“Kak Devano! I love you!” teriak Ayla tiba-tiba.


Arka pun langsung menutup telinganya dari suara melengking Ayla, dia sama sekali tidak membayangkan bagaimana bisa Ayla dengan mimik wajah seperti itu. Tidak terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga, jika semuanya akan seperti ini. Arka membungkam mulut Ayla agar diam, tapi hal itu berhasil ditangkap mata Devano dari kejauhan. Devano diam memperhatikan, rahangnya mengeras dengan sempurna.


“Jangan berisik! Malu-maluin, tahu! Elo sendiri yang bilang kalau elo pacarnya Devano. Kenapa sih lo harus teriak-teriak segala seperti monyet gila kayak gitu? Mana harga diri lo? Mana hal yang ngebuat elo memiliki sesuatu yang bisa diperjuangkan lebih dari apa pun juga? Gue nggak paham, dan gue nggak ngerti, kenapa ada manusia seperti elo!” kata Arka yang mulai kesal.


Ayla mendorong tubuh Arka, tiba-tiba tangannya langsung ditarik oleh Devano. Dia terdiam sejenak, matanya tertegun memandang Devano yang entah bagaimana tiba-tiba cowok itu sudah ada di depannya dengan begitu nyata.


“Lepasin cewek gue. Jangan deketin cewek gue,” ancam Devano, dengan mimik seram yang tidak pernah terbayangkan bahkan sampai kapan pun juga.

__ADS_1


Arka yang mendapatkan peringatan seperti itu pun merasa tertantang, bagaimana bisa semuanya akan seperti ini bahkan sampai kapan pun juga, dia sama sekali tidak menyangka, dia sama sekali tidak berpikir sampai jika Devano kesal kepadanya jika dirinya dekat dengan Ayla. Apakah Devano … cemburu?


__ADS_2