SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.

SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Dina sudah pulang dari konsultasi. Ia melihat apartemennya masih dalam keadaan gelapa gulita. Ia tahu jika suaminya belum pulang, sebab suaminya mengabari kalau dia akan lembur.


Dina tersenyum kecut, bukankah semua ini masalah terjadi karenanya? Ataukah Dina memilih untuk berhenti bekerja? Siapa tahu saat ia berhenti bekerja kemudian menjadi sepenuhnya menjadi seorang Ibu rumah tangga hubungan pernikahannya akan menjadi harmonis dan romantis. Ini adalah salah satu hal yang diwajibkan, dan bisa menjadi salah satu alternative untuk program hamil tentu saja.


Ya, dia ingin memiliki anak. Angan itu sudah lama diinginkan oleh Dina, dia ingin rumah tangganya lengkap dan utuh. Tak bisakah Dina berpikir seperti itu?


Dina merebahkan tubuhnya di sofa, tentu saja ada banyak hal yang ada di pikirannya. Dina memiliki banyak hal, ia pun begitu berharap antar hal-hal yang lebih tentu saja.


Dina memiringkan wajahnya, dia kembali tersenyum dengan penuh semangat. Kini dia ingin istirahat, pikirannya jauh lebih ringan dan beban di pundaknya kini sudah tidak begitu menumpu beban yang sangat berat. Ternyata benar adanya, berkonsultasi tidak seburuk dan memalukan itu. terlebih menurut Dina, konsultasi tersebut amat rahasia dan semua hak-hak pasien akan dijaga dengan sangat amat baik.


“Ya Tuhan, aku begitu ingin istirahat sejenak, hatiku benar-benar dalam keadaan kalut sekarang. Akankah aku bisa jauh lebih waras dibandingkan hari sebelumnya? Aku harap aku bisa.”


Dina melirik pada jam, dia masih memiliki waktu istirahat selama tiga jam sebelum Aby pulang.


“Mungkin aku harus tidur sebentar, menyiapkan makan malam untuk Aby sambil membersihkan apartemen, kemudian dia mandi dan memanjakan diri. Begitu banyak sekali hal yang harus aku lakukan. Ah, senang sekali hari ini bisa izin pulang siang. Seharusnya sesekali memang aku harus melakukan ini, ah senangnya.”


Dina pun langsung memejamkan matanya, dia sama sekali tidak ingat sejak kapan dia sudah tertidur dengan pulas begitu saja.


*****


“Apakah kamu sudah mendapatkan alamatnya?” tanya sosok lelaki yang mengenakan setelan tuxedo mewah tersebut.

__ADS_1


Sosok itu memandang lelaki paruh baya yang ada di depannya, yang saat ini sedang menundukkan kepalanya patuh.


“Sudah, Pak. Ibu Dina tinggal di salah satu apartemen yang ada di wilayah X, dan hidup di sana dengan suaminya. Suaminya bekerja di perusahaan Y, dan suka sekali game online. Keduanya adalah pasangan kekasih sejak mereka sama-sama bersekolah kemudian keduanya memutuskan untuk menikah ini.”


Sosok itu pun kembali terdiam lalu ia menganggukkan kepalanya dengan sempurna.


“Baiklah, kau boleh pergi. Lakukan beberapa pekerjaanmu dengan baik, terus pantau sampai sejauh mana hubungan mereka.”


“Baik, Pak. Saya akan melaksanakan pekerjaan saya dengan baik. Saya permisi dulu.”


*****


Agus salah satu teman Aby di kantor pun berceletuk, Aby berdecak dengan mimik wajah tak niatnya yang luar biasa itu.


“Sudahlah, kamu jangan bahas hal seperti ini lagi. Apa gunanya dan apa juga masalahnya, aku tidak berpikir jika apa yang menjadikan semuanya baik dengan perkataanmu ini.”


Semua orang yang ada di sana pun tertawa karena ucapan Aby.


“Ajak istrimu ke dokter dan perikskan, By. Siapa tahu kalau dia ada masalah di kandungannya. Biasanya wanita susah hamil itu kalau sel telurnya terlalu kecil dan hal itu harus ada yang namanya terapi hormone agar sel telurnya menjadi normal dan kalian bisa punya anak. Itu adalah hal yang memang harus dilakukan, apakah kamu mau menikahi istrimu hanya karena dia cantik saja, tentunya kamu tidak ingin hal itu terjadi kan?”


Aby pun terdiam.

__ADS_1


“Kamu sehat lahir dan batin, tubuhmu tinggi tegap dan perkasa. Aku yakin ini adalah kurangnya istrimu. Suruh istrimu itu berhenti bekerja, dan untuk menggemukkan badannya agar jangan selalu diet. Sepertinya terlalu kecapekan bekerja dan terlalu banyak diet agar dibilang tubuhnya ramping adalah salah satu penyebabnya.”


“Aku sudah ingin mengajaknya ke dokter, tapi dia selalu kekeh dengan hal yang aneh-aneh.”


“Halah, wanita seperti itu tinggalkan saja, By. Masih banyak wanita lain yang jauh lebih sempurna dibandingkan istrimu itu, jadi jika kamu tidak bisa mendisiplinkan istrimu dan membuatnya menurut denganmu, bilang saja kamu mau cari wanita lain, atau kamu harus mencari wanita lain. kamu tidak usah takut, aku punya banyak kenalan wanita yang sangat cantik-cantik, Aby.”


“Namun, masalahnya adalah pekerjaan Dina jauh lebih mapan dari pada pekerjaanku. Dia adalah wakil kepala bagian di divisinya yang gajinya perbulan tidak main-main. Sementara aku di sini apa, hanya seorang karyawan semata. Bahkan kadang-kadang yang menafkahi kebutuhan rumah bahkan seringnya adalah Dina. Sebab uangku habis digunakan untuk membayar cicilan kendaraan dan juga cicilan bank untuk membeli apartemen itu.”


Semua teman Aby kembali saling pandang, jika memang si inang adalah istri, tentu saja hal itu menjadi berbeda lagi ceritanya, dan semuanya akan jauh dan jauh lebih sangat rumit.


“Kalau memang seperti itu sih sulit, sebab zaman sekarang memang ada sih wanita yang mau diajak hidup susah? Tidak ada sama sekali kan? mereka cenderung memilih lelaki mapan untuk bisa memenuhi kebutuhannya dan agar dia bisa hidup dengan enak dan layak. Itu adalah hal yang cukup sulit kalau dalam segi pemikiranmu seperti itu.”


“Kecuali kalau ada Tante-Tante girang yang membutuhkan belaian. Kamu kan tampan dan gagah, By. Kamu perkasa, coba saja cari wanita yang hanya butuh kepuasan.”


Aby kembali terdiam, masalahnya ia begitu sangat mencintai Dina. Bagaimana mungkin ia berpikir untuk menyakiti Dina dengan berselingkuh, tentu saja Aby tidak akan pernah melakukannya. Semuak-muaknya Aby, sekesal-kesalnya Aby, dia tidak akan pernah ingin menyakiti Dina dengan cara seperti itu.


“Ah sudahlah, berhenti membahas ini, aku mau fokus dengan program hamilnya Dina. Besok aku akan mengajaknya ke dokter obgyn untuk konsultasi, aku harus segera melakukannya mumpung Dina mau.”


“Semoga sukses lah, kamu memang lelaki hebat sekali, Aby. Kamu lelaki setia yang pernah ada di dunia. Siapa yang akan melihat perjuanganmu yang indah ini, aku doakan semoga Dina lekas hamil. Meski begitu kamu juga jangan lupa, istri hamil itu butuh banyak istirahat dan tidak boleh kebanyakan bekerja. Saranku, tabunganmu pastikan sudah penuh, dan Dina suruh saja cuti cukup panjang, bisa cuti tahunan kamu pakai untuk kehamilan awal meski hanyaa beberapa hari kan bisa, dan pasti ada cuti melahirkan juga kan di sana.”


“Ya, tentu saja adalah, Dina selalu mendapatkan yang terbaik di perusahaannya, aku akan mengatur itu semua agar semuanya menjadi baik ya.”

__ADS_1


__ADS_2