
“Ay, elo kenapa?”
Nuna yang baru saja datang pun memandang Ayla yang agaknya sedang melamun setelah berbicara dengan Sisil.
“Enggak ada apa-apa, hanya melamun aja.”
Ayla pun berpura-pura, kemudian dia menghela napas panjangnya juga.
“Ada Kak Devano tadi kesini!”
Teriakan Sisil benar-benar membuat semuanya menoleh, Nuna memekik kaget. Dia sama sekali tidak menyangka jika Sisil mengatakan hal itu.
“Seriusan, Sil?”
“Seriusan banget, Nuna. Gue nggak bohong, banyak sekali saksinya ini, mungkin Kak Devano kangen Ayla kali. Kak Devano mungkin mau ngejelasin semuanya kalau dia dan Kak Cindy nggak ada masalah apa-apa.”
Ayla pun menganggukkan kepalanya dengan sempurna, mengiyakan apa yang diucapkan oleh Sisil.
“Seriusan, Ay?”
“Seriusan, gue juga nggak nyangka kenapa dia dateng.”
“Pakai acara elus kepala lagi, Nuna.”
“Iya?” tanya Nuna lagi.
Sisil pun kembali menganggukkan kepalanya lagi.
Sungguh sebuah hal yang tidak terbayangkan, Nuna sama sekali tidak menyangka jika hal ini terjadi. Seorang Devano adalah ini, sosok yang tidak akan baik-baik saja dengan kenyataan kalau ada Devano.
Bahkan rasanya ada beberapa hal yang tidak bisa dipikirkan oleh Nuna sama sekali. Bagaimana bisa ada Devano datang, sungguh sebuah hal yang membuat Nuna tidak habis pikir.
“Kenapa bisa kayak gini ya?”
“Gue juga nggak tahu, gue juga bingung dan nggak tahu harus bagaimana. Gimana coba caranya bisa-bisanya Kak Devano deketin elo?” tanya Nuna dengan mimik wajah kagetnya yang luar biasa.
“Gue juga bingung, di saat gue ngejar dia ngata-ngatain dengan ucapan paling nyakitin di dunia. Namun setelah gue nyerah dia malah datangin gue terus. Nggak paham gue sama apa yang dia lakuin.”
Ayla menahan napasnya dengan sempurna, tentu saja ini adalah hal yang paling mengesalkan yang ada. Tidak pernah terpikirkan kalau Devano malah mengganggunya sekarang.
“Dia dateng doang?” tanya Nuna.
Ayla pun mengerutkan keningnya dengan sempurna. Agaknya cukup membuat Ayla bingung pertanyaan dari Nuna.
__ADS_1
“Maksud gue ini kan Kak Devano datang, emang ngomong apa dia?” tanya Nuna kemudian.
Ayla pun kembali menghela napasnya lagi, ada banyak hal yang membuat Ayla paham sekarang ini.
Apakah Ayla harus jujur?
“Ya hanya sekadar dateng aja sambil ngelus-ngelus kepala doang, tanya ada apa kemudian pergi lagi.”
Itu adalah hal yang membuat Ayla tenang, sebab ia merasa jika ada beberapa hal yang harus dirahasiakan dan juga tidak. Ada beberapa hal yang ia harus cerita atau tidak. Sebab yang namanya manusia pun memiliki hal-hal yang menjadi masalah pribadi atau lain sebagainya.
“Gue pikir dia mau minta maaf sama elo. Terus mau ngelakuin banyak hal yang nggak dilakuin sama sekali.”
Ayla kembali diam, dia tidak protes sama sekali. Devano memang sepertinya sosok seperti itu. Ini adalah sosok yang tidak terbayangkan oleh siapa pun juga tentu saja.
“Udah ah, nggak usah dibahas lagi. Gue rasa pembahasan ini bener-bener nggak penting. Ini adalah hal yang cukup membingungkan kalau ngebahas masalah Devano.”
Nuna pun menganggukkan kepalanya dengan sempurna, hingga akhirnya Intan pun datang sambil menenteng tas mahalnya.
Ya, dari semua siswa, agaknya hanya Intan satu-satunya orang yang berani membawa tas jinjing ke sekolah.
“Halo semuanya, apakah kalian rindu sama gue?” tanyanya dengan percaya diri.
Nuna dan Ayla saling pandang dengan sempurna, kemudian keduanya memutar bola mata jenggahnya juga. Sungguh ini adalah hal yang tidak akan pernah menjadi baik sama sekali.
Intan mengibaskan tangannya dengan sempurna, sepulang dari menginap di rumah Ayla, memang mereka sama-sama memutuskan pulang dulu. Karena mereka tidak membawa seragam ganti.
“Gue ngantuk karena elo bikin rusuh semaleman.”
“Iya nih, gue nggak nyangka jika manusia seperti Intan ngeselin juga.”
“Kalian emang biasanya tidur di rumah jam berapa sih? Gue aja baik-baik aja gini.”
“Kebiasaan elo begadang sambil ngonten kali.”
“Suka nonton film horror, elo nggak tahu sih gimana asiknya nonton Film, Nuna!”
“Maaf,” kata Ayla yang kini mengangkat tangannya. “Kulit elo baik-baik saja ya? Bukannya kalau pengen kulit mulus, glowing dana wet muda nggak boleh tidur malem-malem ya?”
Intan langsung diam, kemudian dia menepuk jidatnya dengan sempurna.
“Ya ampun gue baru tahu ya, ini memang ada?”
“Lha kan ada ada banyak sekali di internet, elo gimana sih?” tanya Nuna yang agaknya kesal juga.
__ADS_1
Intan menggaruk tengkuknya dengan sempurna, kemudian dia tersenyum lebar. Sungguh ini adalah hal yang paling memalukan lebih dari siapa pun.
“Capek banget deh gue ngomong sama elo.”
“Udah deh ah.”
“Eh iya, gue ada kabar lagi. Kayaknya kabar ini bagus buat Ayla deh, dia bakal kegirangan.”
“Ada apa?” tanya Nuna penasaran.
Intan pun langsung duduk di kursinya kemudian dia tersenyum sangat lebar dan manis.
“Denger ya, di group sekolah ini. Kak Cindy semalam bikin status marah-marah, dia nggak mau digosipkan sama siapa saja. Apalagi sama Kak Devano. Sebab dia dan Kak Devano nggak ada hubungan apa-apa, dank arena gosip ini hubungannya dan kak Devano jadi renggang.”
“Hah?” kaget Nuna.
Bagaimana dia tidak kaget, dia sendiri tidak menyangka jika Cindy akan membuat status seperti itu.
“Tunggu, gue bener-bener bingung deg sekarang ini. Nggak paham juga dengan semuanya. Yang pertama, kalau emang Kak Cindy nggak ada hubungan sama Kak Devano, kenapa nggak sedari awal aja dia klarifikasi? Kenapa nggak sedari lama aja dia ngomong kalau nggak ada hubungan?”
“Nah!” imbuh Ayla.
“Lalu, kenapa dia baru sekarang marah-marah? Bukannya aneh kan?” tambah Nuna.
“Gue rasa karena Kak Devano marah apa gimana. Karena ada temen sekelas Kak Devano yang komentar kalau di kelas hari itu, Kak Devano dan Kak Cindy ada ribut. Kak Devano kesal dengan gosip kalau dia dan Kak Cindy itu pacaran. Itulah alasan kenapa semuanya seperti itu.”
“Hah, jadi abis Kak Devano marah, Kak Cindy baru klarifikasi?” tanya Nuna.
Intan pun menganggukkan kepalanya lagi dengan sempurna.
“Ini sih kalau menurut gue emang akal-akalannya Kak Cindy nggak sih? Macam memanfaatkan keadaan.”
“Elo ngomong kayak apa sih, Tan. Gue nggak paham.”
“Ya maksud gue adalah, karena gosip ini kan nguntungin Kak Cindy, biar semua anak ngira dia pacaran sama Kak Devano, makanya dia ngebiarin gosip ini menyebar kemana-mana.”
“Terus?”
“Mungkin Kak Devanonya risih, dan hubungannya sama Ayla jadi renggang. Ada masalah kan di waktu bersamaan Kak Devano sama Ayla. Mungkin kesal Kak Devano kemudian nyuruh Kak Cindy buat menghentikan semua gosip tentang mereka.”
“Lo jangan ngaco.”
Kini Ayla pun yang menyanggah, dia sama sekali tidak merasa jika hal ini akan menjadi baik.
__ADS_1
“Serius, ada vidionya waktu Kak Devano marah. Dia bilang, jangan sampai gosip ini bikin ceweknya sedih. Siapa coba ceweknya Kak Devano kalau bukan elo, Ayla!”