SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.

SEPOTONG CINTA UNTUK DEVANO.
Mulai dari Awal.


__ADS_3

“Kata orang aku suka banget sama danau, aku nggak tahu juga nggak paham. Sebab sepemahamanku sendiri adalah aku nggak pernah sama sekali datang dan melihat danau secara langsung. Jadi bingung, kapan aku suka danau kalau aku nggak pernah lihat danau?”


Devano memandang Ayla kemudian dia menhhela napas panjangnya dengan sempurna, andai saya Ayla tahu jika begitu banyak hal yang akan diselipkan dan tersimpan rapi dalam segala hal yang ada, pastilah cerita dan kisah seperti ini tidak akan pernah terulang dengan cara yang cukup mengerikan sekali.


“Sebenarnya kamu pernah pergi ke danau, bukan hanya sekali melainkan sering. Dan sesering itu sampai kamu bilang jika kamu bisa bernapas kalau kamu berada di danau, kamu bisa tenang kalau kamu ada di danau. Banyak hal, banyak sekali hal yang kamu lalui saat berada di danau, Ayla.”


“Maksudnya apa deh? Kok kamu malah yang jadi sok tahu dibandingkan aku? Aku itu yakin kalau aku nggak pernah pergi ke danau mana pun dan kali ini adalah kali pertama aku pergi ke danau.”


“Kalau boleh aku jujur dan kasih tahu sama kamu, sebenarnya kamu itu sering kesini, makanya aku membawamu kesini lagi.”


“Maksudmu apa sih, aku bener-bener nggak tahu dan nggak paham sama sekali.”


Devano tersenyum, dia menghela napasnya dengan sempurna, menganggukkan kepalanya lalu mengambil ponsel miliknya.

__ADS_1


“Kamu tahu nggak, dulu sekali waktu aku masih SMA kelas satu, ada anak SMP kelas tiga yang ngincer aku banget.”


“Aku?”


“Kamu ingat bagian itu aku yakin itu.”


“Tapi sebelumnya ada lagi, waktu aku SMP kelas tiga, ada anak SMP kelas dua yang datang menemuiku saat aku sedang kesal. Dia membawa sebuah eskrim untukku padahal sebenarnya eskrim itu untuk abangnya. Lucu sekali, juga merasa geli karena makan milik orang lain, dan itu sangat menyenangkan. Sosok ini mencoba menghiburku yang lagi sedih saat itu, hingga kemudian aku mengenalnya dengan nama … Ayla. Tentu saja kemudian kami sering bareng-bareng, banyak hal yang terjadi lalu kami jadian.”


“Tunggu, ini kisahmu sama Ayla siapa? Bukan aku kan?”


“Kami pacaran dan kami sangat bahagia, hingga akhirnya waktu itu ada sebuah kecelakaan yang cukup hebat, waktu itu kami bertengkar. Ayla mencoba menjelaskan sesuatu kepadaku tapi aku nggak peduli, aku terus jalankan motor dan Ayla ngejar, Ayla yang hanya fokus kepadaku akhirnya mengalami kecelakaan. Dia tertabrak sebuah mobil, kepalanya terbentur trotoar jalan yang cukup keras hingga mengakibatkan pendarahan otak, waktu itu aku udah syok dan khawatir, aku dimarahi banyak orang termasuk abangnya Ayla yaitu Bang Daren. Dia bilang, kalau aku nggak perlu muncul lagi di depan adeknya sebab aku udah ngebuat adeknya sampai terluka kayak gini. Kemudian aku nggak boleh ketemu sama kamu dan semua orang yang tahu hubunganku sama Ayla disuruh bungkam dan nggak boleh ngomong apa pun tentang aku. Ayla mengalami gegar otak yang ngebuat sebagian memorynya hilang, dan memory yang hilang kebetulan saat bersamaku sebab mungkin di otak bawah sadar Ayla aku adalah sosok yang jahat atau bagaimana aku juga nggak paham dan nggak tahu, hanya saja ini emang cukup menyedihkan. Setelah itu kami sama-sama seperti dua orang yang nggak saling mengenal, padahal posisinya aku begitu khawatir dan ingin bertanya kepadanya tentang lukanya dan semuanya, aku harus menjadi cowok yang kejamagar Ayla bisa ngejauh dari aku dan benci sama aku. Namun itu sulit, itu semua susah. Aku nggak bisa ngelakuin semua yang diinginkan oleh Bang Daren, aku mencintai Ayla lebih dari apa pun di dunia ini.”


Ayla terdiam, air matanya mengalir dengan sempurna. Dia menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka dan tidak berpikir jika hal seperti ini, apakah itu dirinya? Tapi kenapa apa pun dan sekecil apa pun memorinya tidak ingat sama sekali dengan sosok yang ada di depannya ini? Hal ini benar-benar gila, bahkan jauh lebih gila dibandingkan dengan apa yang dibayangkan oleh Ayla sebelumnya yang bahkan Ayla sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan agar dirinya menjadi baik dan akan tetap baik-baik saja dia hidup.

__ADS_1


“Ini nggak mungkin kan? Kenapa aku nggak ingat apa pun? Kalau di sinetron-sinetron pasti ada kilasan balik dari memory yang hilang akan muncul ketika kita berada di tempat itu, tapi aku nggak sama sekali.”


“Tadi kamu bilang jika tempat ini nggak asing untukmu, bukankah itu salah satu tanda jika kamu secara nggak sadar udah mengakui kalau kamu sering kesini? Itu sebabnya tempat ini menjadi nggak asing sama sekali kan?”


“Apa bener kayak gitu?”


“Jika kamu nggak percaya, kita bisa sama-sama ketemu sama Bang Daren, biar dia yang menceritakan semuanya. Omong-omong saat aku berada di rumah sakit kemarin Bang Daren ketemu sama aku, kami sama-sama saling mengobrol satu sama lainnya dan cukup lama, awalnya Bang Daren keras kepala agar aku ngejauhin kamu. Tapi lama-lama dia luluh dengan usahaku, itulah salah satu alasan yang lainnya kenapa aku seberjuang ini ingin kembali sama kamu, lagi pula aku yang udah buat kamu lupa semua ini jadi aku juga yang harus bertanggung jawab untuk membuatmu mengingat semuanya. Jujur, ini adalah hal yang cukup meresahkan, menyakitkan atau bisa dikatakan dengan menyedihkan. Namun bagaimana lagi, kita sebagai manusia nggak bisa diam saja seperti manusia paling bodoh yang pernah ada di dunia dengan berpura-pura tetap baik-baik saja dalam keadaan yang sebenarnya nggak baik sama sekali, aku ingin mengulang kisah cinta kita mulai dari awal dan aku nggak mau ada salah paham lagi di antara kita, emang dulu aku orangnya sangat cemburuan sama kamu sebab aku takut kehilangan kamu, maafkan aku jika kesannya aku nggak matang sama sekali dalam mengurusi semua ini dan maafkan juga karenaku kamu jadi kehilangan memory yang amat sangat penting juga berharga, nggak sepantasnya aku akan membuatmu menjadi sosok yang paling mengeruikan di seluruh dunia seperti ini, Ayla.”


“Kamu … kamu ini nggak bohong kan? Kamu ini serius kan? Apa yang kamu omongin ini beneran serius kan? Nggak ada yang merupakan pembohongan atau yang lainnya kan?”


“Aku sungguh-sungguh atas semua ucapanku ini, Ayla. Dan sekarang aku ingin ngomong penting sama kamu.”


Devano kini menggenggam tangan Ayla dengan begitu erat. “Ayla, apakah kamu mau ngulang kisah cinta kita lagi mulai dari awal bertemu? Membangun hubungan kita lagi dan bahagia sampai nanti?”

__ADS_1


“Mau!”


__ADS_2