Sesalku

Sesalku
PART 1. Pernikahan Bisnis


__ADS_3

Ruangan itu nampak sangat glamour dan lux, maklum saja yang menikah adalah sama-sama anak pemilik perusahaan raksasa se asia eropa. Namanya Vano Mahatma dan Reva Elkana


"Selamat van.. " Semua tamu naik ke atas pelaminan mengucapkan kata selamat untuk kedua pasangan yang baru berapa jam yang lalu itu dikatakan SAH sebagai suami istri.


Reva dan vano hanya bisa mengumbar senyum, dan ucapan 'Trimakasih' .Jujur saja bagi vano ini adalah hari terburuknya apalagi pacarnya Bella harus menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita yang bahkan tidak dikenali oleh vano, boro-boro mencintai, mau mengenal saja vano rasanya sudah muak dengan pernikahan ini.


Semua tamu nampak sudah berkurang kaki reva serasa sudah mau patah, bibirnya yang sudah berjam-jam menyunggingkan senyum itu rasanya sudah mau sobek saja.


"Vano, reva,kalian pulang saja, nanti biar para tamu keluarga yang hampirin" kata seorang lelaki parubaya tuan elkana, papa dari reva.


"Ah... Nggak papa kok pa, biar reva aja nanti papa ke capekan lagi" Jawab reva sambil memasang wajah memelasnya.


"Sudah papa tidak papa nak, eum vano bawa pulang istrimu" titah elkana pada menantunya itu.


"Iya pa" Vano mengiyakan " Ayo.. " Tangan vano menarik lembut tangan reva, tapi itu hanya ketika di depan keluarga.


"Yang udah nikah ma beda. Pengen cepet-cepet" Goda Vani adik vano


"Diem lo" Ketus vano


Vano memang sudah memiliki rumah di sebuah kompleks perumahan elit di ibukota. Selain itu rumah itu memang ia khususkan dan persiapkan lebih awal sebelum menikah.


Tak butuh waktu lama vano dan reva kini sudah berada di rumah mewah itu, sangat mengesankan dan mewah bagi reva. Sebenarnya reva juga sudah memiliki rumah sendiri tapi karena ia sudah menikah jadi harus ikut dengan suaminya. Vano membuang jas hitamnya ke sofa.

__ADS_1


"Inget kan peraturan kita? " Ucap vano


"iya inget" Reva mengangguk mengerti lalu kembali melirik sekitarnya " Ini gak terlalu mewah ya van? " Lanjut reva.


"Ck, udah sana" Usir vano. Reva melangkahkan kakinya mencari kamar yang pas dengannya, dan akhirnya reva masuk ke dalam kamar yang cukup luas dan di dominasi warna krem. Ranjang ukuran Big Zise itu dan sangat nyaman dan empuk.


"Lumayan" Gumam reva.


Berbeda dengan vano yang kini sudah berada di kamarnya dan masih bermain ponsel.Seketika perutnya meminta untuk di isi sedari tadi siang ia belum mengisi perutnya.


"Eh.. Apa gunanya punya istri coba" Vano segera bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan ke lantai bawah dan mengetuk pintu kamar yang diyakini adalah kamar reva.


Tok.... Tok.. Tok


"Iya van kenapa? " Tanya reva lembut


"Gue laper. Bikinin makan" Suruh vano dengan wajah datarnya.


"Yaudah mau apa? "


"Serah, intinya gue mau makan" . Reva keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur, sebenarnya dirinya sudah sangat capek, pegal, dan letih tapi mau bagaimana lagi ini adalah kewajibannya. Vano bermain ponsel di meja makan sembari tersenyum dengan balasan pesan bella pacarnya.


Sekitar setengah jam, reva sudah selesai memasak nasi goreng seafood yang baru aromanya saja sudah membuat vano girang.

__ADS_1


"Nih.." Reva meletakkan makanan itu di depan vano lalu berjalan ke arah kamarnya kembali karena sudah merasa sangat lelah, dan vano juga merasa tidak peduli.


----------------------------------------------


Keesokan paginya reva sudah siap dan rapi untuk pergi bekerja. Begitupun dengan vano.


"Mau sarapan? " Tanya reva.


"Lama. Lo baru mau masak kan? " tebak vano


"Udah kok" Jawab reva lalu berjalan ke arah ruang makan di ikuti oleh vano di belakangnya yang sedang berkutat dengan dasinya karena yang biasanya membuatkan dasi untuknya adalah mama.


Reva duduk menikmati makanannya dan melihat dasi vano yang sudah miring dan tak berbentuk pula,reva mati-matian menahan tawanya tapi sayang vano sudah lebih awal mengetahuinya.


"Lo mau ketawain gue? " Sinis vano sambil makan.


"Nggak kok" Reva menggelengkan kepalanya.


Vano tidak menjawab, setelah selesai vano buru-buru meminum air putih dan bangkit berdiri. Reva yang melihat vano sudah berdiri menghentikannya.


"Tunggu! " Ucap reva, lalu mendekat ke arah vano. Dengan sedikit berjinjit reva membenarkan  dasi vano dan setelahnya reva menjauh dan kembali menikmati makanannya. Sedangkan vano langsung berjalan keluar dari rumah tanpa sepatah kata pada istrinya itu.


"Miris sih, tapi gue bakal berusaha buat belajar jatuh cinta sama lo" Batin reva lalu bergerak mencuci piring kotor.

__ADS_1


__ADS_2