
Byyyuuurrrrrrrrrr.......
Reva tersentak kaget merasakan air yang disiram padanya,padahal ini masih pagi di depannya sudah ada bella dengan ember di tangannya dan vano yang sedang merangkulnya sambil tersenyum miring .
"A-Ak-Aku salah apa?" Tanya reva
"Salah lo!? Masih belum sadar ya lo!" Bentak bella " Sini!" Bella menarik tangan reva dengan kasar.
"akh..sa-sakit bel" Rintih reva, mungkin saja tangannya kini sudah memerah. Bella mendorong reva masuk ke dalam kamar mandi lalu menyiramnya dengan air shower.
"A-ampun bel" Rengek reva,air matanya turun ketika bella menjambak rambut reva" Akh..bella ssaakit" adu reva
"Sakit?Lo tau salah lo?" Tanya bella
"Nggak bel"
"Lo udah genit,dan ganjen sama pacar gue,dan dengan lancangnya lo masuk ke dalam kamar pacar gue dan bahkan lo tidur!" Bentak bella
"Bukan aku"
"hari ini lo bersihin seluruh rumah!" Bentak vano ,dan langsung membawa bella keluar dari kamarnya.
"Hiks...ya Allah,reva nggak kuat,reva sakit"
Reva keluar dari kamar mandi,dan sialnya kakinya terkilir ketika di dorong oleh bella dengan kasar.
"akh...sakit" Cicit reva.
-------------------------------------
Reva tepar di atas sofa ,badannya pegal-pegal membersihkan seluruh isi rumah,hari ini ia tidak bekerja karena disuruh oleh vano,padahal dirinya tidak salah apa-apa.
Drttt....drtttt...drttt....
📞RAFI....
"Halo Rafi?"
"kamu gak kerja rev?"
"Nggak fi,aku dihukum bersihin rumah"
"Hukum?"
"Iya sama vano,tapi aku gak papa kok"
"kasian.yaudah lo lanjut deh"
"Oke fi"
__ADS_1
Tuttttttt........
Reva menutup panggilannya lalu berjalan ke arah dapur dengan langkah tertatih.
Berbeda dengan vano yang sedang fokus bekerja, perutnya mulai memberi sinyal bahwa dirinya membutuhkan makanan.
"Ah laper" Ucap vano,lalu menutup laptopnya dan berjalan keluar dari ruangannya.
Ia sampai di sebuah restorant yang agak jauh dari kantornya.matanya menangkap sosok perempuan yang sedang memunggunginya dan sangat mirip dengan bella pacarnya,tapi tidak mungkin bella bersama dengan om-om.
"Ini pesanan bapak" Lamunan vano langsung buyar,dengan pesanannya yang sudah selesai.
"Makasih mbak" Vano menyerahkan uang sebesar 300 ribu lalu berjalan keluar dari cave.
"Hei Bro!" Sapa seorang cowok
"Eh..Brian?" Tebak vano dengan senyumannya
"Iya broooo.gimana lo sekarang" tanya brian sambil merangkul sahabatnya itu. Mereka berbincang sekaligus berkunjung ke tempat yang mereka sudah jarang sekali kunjungi.
-----------------------------
Reva memakan makan malamnya dengan perasaan khawatir,ini sudah setengah 11 malam dan vano belum pulang apa lagi pria itu baru saja lekas sembuh tadi pagi.
Tingdong......Tingdong.........
Mendengar suara bel itu,reva buru-buru menghentikan makannya dan langsung membuka pintu.
"Eh..ini mau dibawa kemana?" Tanya cowok itu.
"Yaudah masuk mas " Reva membuka pintu lalu membantu cowok itu untuk membopong vano ke kamarnya, agar tidak repot membawa vano naik ke atas jadi reva membawa vano ke kamarnya agar tidak kerepotan.
"Maaf ngerepotin mas. Mas mau minum apa?teh?kopi?" Tanya reva ramah
"Teh aja deh kalo gak ngerepotin" Ucap brian sambil melihat penampilan reva dari atas sampai ke bawah.
"Yaudah mas tunggu bentar ya" reva berlalu ke arah dapur.
"Gilaaa si vano buta apa gimana sih?nolak yang beginian? Fiks dia emang gila, udah dapet istri nurut,dan kayaknya baik, putih,cantik,mulus,
Dibanding sama bella bule nyasar .ini mah lebih baik" batin brian,tak lama reva datang dari dapur sambil membawa teh dan camilan kecil untuk brian di ruang tamu.
"Nih mas " Reva meletakkannya di meja lalu duduk di salah satu sofa.
"Thanks" Jawab brian,sambil menyeruput tehnya .
"Vano kenapa mabuk?" Tanya reva polos.
"Oh itu dia minum banyak banget tadi di club,maklum udah lama gak ngunjungin" Balas brian
__ADS_1
"Ooh" Reva hanya membulatkan mulutnya.
"Istrinya ya?". Reva hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kerja apa?" Tanya brian
"Perusahaan mas" Balas reva sopan.
"Hmm,yaudah gue pulang ya gak enak udah malem"
"Abisin dulu teh nya mas,supaya anget" saran reva
"Hehe iya.o yah nih kunci mobil vano"
"Makasih skali lagi mas"
"iya"
Setelah brian pergi,reva mengunci pintu depan lalu berjalan membuat susu hangat untuk vano,siapa tau bisa meringankan mabuk nya.
Reva mendekati vano yang sudah sangat mabuk,wajahnya memerah pakaiannya sedikit basah dan berbau alkohol.
"Vano,minum dulu nih" Reva mengguncang badan vano untuk bangun.
"Aaarrrrggghhhhh jangan ganggu!" bentak vano,tangannya menepis gelas yang berisikan susu itu hingga jatuh ke lantai.
Praaaaangggggggg.......
Reva menutup mulutnya,melihat perlakuan kasar vano dengan hati -hati reva berjongkok membersihkan beling-beling tadi. hingga reva dikagetkan dengan tangan kekar yang melingkar di pinggang reva , dengan cepat reva menoleh dan sudah mendapati vano.
"Ha?! Lepas van" Ronta reva.
"Bella ayo kamu temenin aku malam ini ya" Vano menarik reva naik ke atas ranjang.
"A-aku bukan bella" Tolak reva
"Ayo" Vano mendekatkan wajahnya ,reva berusaha meronta tapi kini tangannya sudah dikunci oleh vano.
"Ple--mmmppphhhhh" Vano ******* bibir reva dengan rakus, Reva begitu terkejut dengan perlakuan vano dengan cepat kaki reva ia gunakan untuk menendang vano,dan berhasil ia lepas dari kungkungan vano,
Dengan cepat reva berlari keluar tapi belum sempat,tangannya sudah dicekal oleh vano dari belakang.
"Jangan van!" Tolak reva
"Dasar ******! Bikin capek aja!" Bentak vano yang sudah mabuk
"Aku bukan bel-"
Plakkkk .....
__ADS_1
Tamparan keras melayang di pipi reva membuatnya begitu pusing,tenaganya sudah habis. Reva hanya bisa menangis malam itu,ia menyerahkan hal yang paling ia jaga malam itu juga pada vano hanya air mata yang ia bisa keluarkan,vano begitu memaksanya dan bila ia menolak vano akan semakin kasar memukulnya.
"Ya allah aku takut setelah ini vano akan meninggalkanku" ~ Reva Elkana