Sesalku

Sesalku
PART 34. FLASHBACK


__ADS_3

Flashback On...


Setelah berhasil dari gudang tempatnya di sekap selama kurang lebih 2 minggu, akhirnya lisa bisa kabur juga.


"Hiks..Ini dimana?, Rafi kamu dimana?" Lisa memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya, Daerah ini sangat asing sama sekali tak pernah lisa temui sebelumnya.


Tubuh lisa merosot bersimpuh di bawah aspal, ini bukan amerika tempatnya tinggal. Lisa benar-benar di asingkan,


"Aku kecewa sama kamu fi, Kamu jahat, Cuman gegara aku minta pertanggung jawaban kamu sampai ngebuang aku ke negeri orang kayak gini!" Lisa terisak, Dugaan lisa untuk saat ini hanyalah rafi, Lisa memukul perutnya sendiri. Merasa tidak berguna, Kotor, Dan bodoh itulah kata-kata yang pantas untuknya,


"Kenapa harus aku, hiks.... Tuhan..." Lisa menangis sesegukan. Matanya menangkap, beberapa lelaki yang berjalan ke arahnya dengan berjalan sempoyongan layaknya orang mabuk, Lisa bisa melihat beberapa botol minuman keras di tangan mereka.


"Sial" Umpat lisa, Dengan sisa tenaga yang dia miliki akhirnya lisa bangkit dan berlari menjauhi tempat itu.


Sesekali lisa menengok ke belakang, sialnya orang-orang tadi masih mengejarnya. Lisa yang hendak menyebrang, tidak sadar sebuah mobil sedan melaju dari sisi kiri.


Brrrakkkk.....


Tubuh lisa terpental ke trotoar, Dan untungnya lisa hanya mendapat luka gores di kaki dan tangan, Karena mobil tadi tidak terlalu melaju dengan kecepatan tinggi.


"Akh..."Rintih lisa. Pemilik mobil tadi langsung turun dari mobilnya,


"Perihhhhh...,". Mendengar bahasa yang di ucapkan oleh perempuan yang dia tabrak itu, Hans tidak perlu berbasa-basi untuk berbahasa inggris.


"Mbak, biar saya bantu" Hans membantu perempuan tadi berdiri. Lisa merasa tidak sendiri, setidaknya ada orang satu negaranya yang kini bersamanya.


"Tolong bantu saya, Hiks...orang-orang itu ngejar saya" Pintah Lisa sambil menunjuk orang-orang yang kini menuju ke arahnya.


Hans mengangguk kemudian membantu lisa menaiki mobilnya, Hans bisa melihat lisa yang nampak kacau dan sangat gelisah.


Sudah dua hari wanita itu tinggal bersama dengannya, Lisa sudah tau, Hans adalah seorang pilot yang kini sedang menetap selama beberapa bulan di Negara ini. Lisa diasingkan ke Argentina, Dirinya hanya bisa tertawa hambar, dan miris akan nasibnya


"Sa, Kamu belum cerita loh, kenapa bisa ada di negara ini" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut hans, setelah kejadian dua hari yang lalu.


Lisa meletakkan gelas minumnya, haruskah lisa mengatakan bahwa dirinya diasingkan oleh pacar karena sedang mengandung?, sepertinya tidak. Lisa belum siap, ditendang keluar dari rumah ini oleh hans, dia sama sekali tidak tau negara ini.


"Ekhm.., Sa-ssaya Seorang TKI, tapi di rumah majikan saya, Eumm... Saya selalu di tindas, dan bahkan di tindak kasari. Oleh karena itu saya memilih kabur" Kata-kata lisa itu hanya karangan semata, Hati hans tersentuh dengan cerita lisa.


"Saya turut prihatin, Untuk sekarang kamu tinggal saja disini. Tapi kalau boleh tau, kenapa kamu tidak melapor ke yayasan yang membawamu kemari?" Tanya hans. Lisa terlihat gelisah, Dengan pelan lisa menggaruk pelipisnya berusaha mencari alasan yang tepat.


"Hiks....Saya diancam. Hiks.. I-iya saya diancam" Lisa berharap hans bisa berhenti bertanya, Melihat perempuan itu menangis hans mendekatinya kemudian mengusap punggung perempuan itu untuk menenangkannya.


"Gak papa, Kamu gak usah takut. Kamu aman bersama saya" Ucap hans, Lisa bangkit dari duduknya kemudian memeluk pria itu dan menumpahkan tangisannya pada pelukan pria itu. Hans hanya diam, dirinya tau perasaan wanita ini pasti sangat hancur.


Di tempat lain, Rafi sangat pusing memikirkan lisa yang sudah lama menghilang dari apartemennya. Yang membuat rafi khawatir adalah karena ini bukanlah negara kecil, namun besar yakni Amerika.


"Kamu kemana sih lis?" Rafi menjambak rambutnya asal. Padahal rafi sangat senang mendengar kabar kehamilan lisa, walaupun mereka melakukannya tanpa sebuah ikatan pernikahan. Setidaknya, dari sini bisa membatalkan rencana Pernikahannya dengan claudia.


"Telfon gak aktif, Ngasih kabar? Nggak!". Apa kamu balik ke indonesia?". Dari ambang pint seorang wanita parubaya menyeringai kemenangan, Rencananya berhasil dan sepertinya pernikahan ini akan segera di helat.


"Ekhm..., Hari ini hari terakhir kamu buat bawa perempuan itu ke hadapan keluarga. Kalo nggak, Kamu siap-siap aja menerima perjodohan ini" Ucapnya, dia adalah Reina, tepatnya bunda rafi.


"Nggak bun, Aku nggak mau nikah karena terpaksa. Bun..." Lirih rafi sambil memohon,


"Ck, Bunda sama Ayah juga dulu nikah karena terpaksa. Toh, sekarang kami baik-baik aja, Pernikahan gak perlu cinta" Reina keluar dari kamar rafi,

__ADS_1


Rafi membanting barang-barangnya, tidak adakah satupun orang di dunia ini yang bisa mengerti dirinya. Lisa?, Tidak wanita itu justru pergi meninggalkannya dan membawa anak mereka yang masih di dalam kandungannya.


Hans mengeluh sakit kepala, Darah tingginya kambuh lagi setelah memakan banyak olahan daging.


"Loh.., Mas hans kenapa?" Lisa menghampiri hans yang sedang memegangi kepalanya.


"Arrrghhhhh..., Kamu bisa beliin saya obat? Di apotik" Mohon Hans, Lisa mengangguk kemudian mencatat obat yang hans minta.


"Tunggu," Hans meraih tangan lisa yang hendak pergi, Lisa menoleh


"Kamu bisa bahasa inggris?" Tanya hans memastikan,


Lisa mengangguk kemudian segera pergi ke apotik, Sedangkan hans segera memasuki kamarnya dan mengistirahatkan diri.


Setelah membuatkan Hans bubur, Lisa menaruhnya ke atas nampan kemudian membawanya ke atas kamar hans Tak lupa obat yang dia beli,


"Mas, Aku suapin aja ya" Lisa mulai menyuapkan makanan masuk ke dalam mulut hans. Awalnya hans menolak, Namun tidak ada cara lain kepalanya seolah berputar dan tidak mampu memegang sendok.


Setelah meminum obat, Lisa menaikkan selimut sebatas dada kemudian mengecek suhu tubuh pria itu.


"Panas banget, Ini demam atau hipertensi sih?" Dumel lisa, Kemudian segera keluar dan kembali membawa baskom berisi air dan kain untuk mengompres Hans.


"Reva.." Hans mengigau, Lisa mengerti, orang yang sedang sakit memang biasa mengigau tidak jelas.


"Reva...."


Lisa menempelkan handuk tadi ke atas kening hans, Ketika hendak pergi Hans menarik lisa ke dalam dekapannya,


"Jangan pergi rev...". Lisa berusaha melepas kungkungan pria ini, Namun tak cukup kuat.


Hans justru makin mengeratkan pelukannya, seolah tidak peduli.


Lisa berpikir sejenak, siapa itu reva?, Dan sebenarnya ini adalah saat yang paling menguntungkan. Hans juga belum tau bahwa dirinya hamil, Nampaknya hans adalah pria yang baik dan bertanggung jawab.


"Reva...."Lirih hans, Lisa tersenyum kemudian membaringkan pria itu dan ikut berbaring di sampingnya. Lisa mengamati setiap inci wajah Hans, Tampan, Baik, Dan Mapan. Tak ada yang kurang darinya


"Maaf," Kata-kata itu keluar dari mulutnya, tak. lama keduanya tertidur karena terserang kantuk. Besok pagi, Mungkin lisa harus berpura-pura seolah dirinya telah di paksa oleh hans untuk melakukan hubungan


Sinar mentari pagi membangunkan hans, Bukan hanya itu dirinya juga terbangun ketika mendengar suara tangisan dari kamar mandi.


"Li-sa?" Hans Berjalan ke arah kamar mandi, badannya sudah agak mendingan untuk saat ini.


Tok....Tok....


Hans mengetuk pintu dengan tangannya, Tak lama Lisa keluar dengan mata yang begitu sembab karena menangis, dan rambut basah.


"Hiks..."


"Ka-kamu Kenapa?, Kamu juga kenapa bisa ada di kamar saya?" Tanya hans bertubi-tubi, Dirinya takut kalau semalam terjadi hal yang aneh-aneh.


"Mas sudah mengotori saya!" Lisa memukul dada pria itu dengan keras namun tak berefek sama sekali pada hans.


Hans berjalan mundur,


"Nggak!, Saya nggak mungkin melakukannya" Hans menjambak rambutnya kasar, Kemudian duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Hiks...Tapi mas sudah melakukannya," Kata-kata itu menohok hati hans. Bagaimana ini, Dia masih punya reva dan apa yang akan dia katakan.


"Stop!, Saya akan kasih kamu uang berapapun. tapi saya mau kamu tutup mulut!" Hans menyodorkan sebuah Kartu ATM.


Lisa menggeleng,


"Memangnya dengan uang, Kamu bisa mengembalikan apa yang telah kamu renggut dari saya?". Inilah rencana lisa, Dia takut anaknya lahir tanpa ayah, Kalau rafi tidak mau bertanggung jawab apakah salah jika lisa meminta pertanggung jawaban dari pria baik yang baru dia temui ini?


"Saya sudah punya istri dan anak" . Lisa berusaha tenang,


"Saya tidak Peduli. Intinya saya mau anda bertanggung jawab, Pria brengsek, Apakah kamu lupa kalau semalam kamu mengigau mengira saya sebagai reva? Hah?! Kamu lupa?!" Bentak lisa. Padahal lisa tau, Melihat pahanya pun hans sama sekali tidak mau. Hans adalah pria baik.


Pagi ini adalah pagi terburuk baginya, Adalah pagi yang membuat hidup hans menjadi begitu berat. Mungkin semalam dirinya hilang kendali, Apapun itu tetap saja dirinya harus bertanggung jawab.


Flashback Off


"Uang sepuluh juta kemarin lo apain?Hm?" Tanya grenda pada pria di hadapannya ini.


"Tenang, Itu bakal gue pake buat nyewa preman" Jawabnya Sambil mengaduk kopi yang baru saja dia pesan.


Grenda mangut-mangut, untung saja masih ada yang ingin membantunya walaupun sebenarnya keuntungan akan mereka dapatkan bersama.


"Reva dan vano, ck, malang banget sih nasib kalian" Grenda menyeringai penuh kemenangan.


NOTE :


•Kehabisan Ide, Akhirnya nulis masa lalu doang.


•Yang follow instagram ku pasti udah tau judul ini dari kemaren. Yuk buat kamu juga yang pengen lebih dekat, dan nyari tau cerita ini lebih banyak lagi. Ayo follow akun instagram author,


@Merliancy_


•Setelah aku liat-liat, Part yang paling banyak di baca dan di Like itu adalah Part "Hari bahagia vano", Kalian suka kalo bahagia-bahagia ternyata, Ehhhh pas aku update yang sedih-sedih ratingnya langsung turun ekwkwk


•Pengen Part Sedih? Atau Bahagia nih?


•Mendekati ending.


🙍: Ha? Cepet banget endingnya thor, Penulis lain sampe chapter seratusan bahkan Empat ratusan loh thor.


👸: Heum, Iya, Tapi novel-novel aku semuanya mentok sampe part 40 an.


🙍: Yah...Padahal masih pengen baca thor,


👸 : Tenang aja, Abis cerita ini tamat aku bakalan bawain cerita yang gak kalah seru.


🙍: Tentang apa thor?


👸: Aku kasih bocoran ya, tentang kisah cintanya seorang tentara alias abdi negara.


•Pembaca aku ada yang Persit gak?


•Beberapa part lagi menuju ending nih, O yah Kayaknya ending Aku masih kurang tau mau namatin di sini atau nggak


•Kalian mau beli gak kalo cerita ini naik ke versi cetak?

__ADS_1


__ADS_2