
Tok....Tok...Tok
Reva yang sedang menyiapkan sarapan terpaksa harus menunda kegiatannya terlebih dahulu, karena mendengar bunyi ketukan pintu dari depan.
"Sabar" Teriak reva, Tangannya menekan kuat knop pintu hingga terbuka.
"Pagi" Sapa pria dengan pakaian serba rapi itu,
Reva sedikit terkejut, untuk apa vano datang sepagi ini.
"Ngapain?" Tanya reva dengan begitu datar,
"Mau ketemu vando" Jawab vano
Reva mengangguk lalu mempersilahkan vano untuk masuk. Terlihat anak itu baru saja bangun dari tidurnya, karena masih mengucek-ngucek matanya pelan.
"Om Vano!" Teriak vando, Dan berlari mendekati vano dan reva.
Reva dan Vano saling lirik ketika vando memanggil vano dengan sebutan "Om". Reva memaklumi karena memang reva tidak pernah mengenalkan vando tentang sosok ayahnya.
Vano berjongkok mensejajarkan tingginya dan anak itu,
"Om ngapain kesini?,Kangen ya? Belom apa-apa udah kangen aja sama vando" Goda anak itu. Dalam lubuk hatinya vano memang merasakan itu, Semalaman dirinya tidak bisa tertidur ingin cepat-cepat menemui malaikat kecilnya ini.
"Kegeeran ih" Vano menoyor kepala anak itu pelan, kemudian mengangkat tubuh putra kecilnya itu.
Reva sudah berjalan duluan ke dapur, Vando dan vano mengikuti dari dapur.
"Ma, Om vano makan bareng ya sama kita" Ucap vando, yang sebenarnya merupakan bisikan dari vano.
Reva menatap keduanya bergantian,
"Emang Om vano mau?,Kan Holang Kaya timbang beli doang" Ledek reva, Dengan kekehan kecilnya karena ikut memanggil vano dengan sebutan 'om'.
Vano berdecak kesal lalu ikut duduk di salah satu kursi, Vando terlihat bahagia.
"Vando mau berapa sendok nasinya?" Tanya reva pada putranya, yang di jawab dengan satu jari telunjuk oleh vando .
"Kapan Gedenya kalo segitu doang" Cibir vano,
"Sirik aja om," Balas vando tak kalah sengitnya, Vano dan Reva kembali saling lirik karena kelakuan vando yang tak jauh beda dari vano. Kecupan singkat mendarat di pipi gembul vando,
"Gue gak di tarohin rev?"Tanya vano karena masih mendapati piringnya yang kosong.
"Udah gede kan?" Jawab reva. Vano mencebikkan bibirnya,
"Ber-" Omongan vano berhenti dengan deritan pintu terbuka, Vando menoleh kemudian memicingkan matanya.
"PAPA!" Teriak vando, lalu berlari memeluk lelaki yang baru datang itu.
"Ah..Udah berat banget anak papa," Pria itu mengangkat tubuh vando dan mendekapnya.
Ada rasa sakit hati dalam hati vano ketika mendengar panggilang vando yang harusnya untuknya itu namun di peruntukkan untuk orang lain.
"Hai rev" Sapa pria itu, Reva hanya menyunggingkan senyumannya singkat. Perubahan raut wajah tidak suka vano begitu kentara.
"Papa, ini namanya Om vano" vando memperkenalkan vano pada pria yang dia panggil papa itu.
"Hans"
__ADS_1
"Vano" Keduanya saling menyebut nama.
Mata vano dan Mata Hans saling berpapasan, Ini adalah kali pertama mereka berjumpa namun aura kebencian diantara mereka begitu kuat.
"Ekhm..,Hans kamu mau ikut sarapan?" Tawar reva untuk mencairkan suasana.
"Boleh deh rev" Hans menoleh dan memberi senyum manis pada reva, Raut wajahnya sangat berbeda ketika berpapasan dengan vano.
Suasananya tidak terlalu hening, karena kadang kala vando mengoceh. Yang membuat vano tidak terima adalah panggilan 'Papa' itu.
"Papa mau langsung pulang?" Tanya Vando dengan raut wajah sedih.
Hans berjongkok kemudian memeluk anak itu, dan memgecup kedua pipinya.
"Iya sayang, Tapi papa akan sering-sering dateng kok" Ucap Hans. Vando memeluk pria itu dengan sangat erat.
Tangan vano sudah terkepal kuat, Reva yang menyadari itu seketika mengusap-usap lengan vano menyuruhnya bersabar.
"Sabar" Bisik reva. Vano menolehkan kepalanya dan tersenyum tipis.
"hehe anak kagak dapet, Eh malah dapet emaknya" Batin vano. Tangannya ikut memegang tangan reva yang sedang mengelus-elus lengannya.
Reva melotot tajam, dan memukul tangan vano
Plak..
"Auww...,KDRT nih" Sungut vano,
Hans bangkit berdiri dan tersenyum manis pada reva, semanis kopi tanpa gula pikir vano.
"Aku pamit ya rev, Assalamualaikum" Pamit hans pada reva bukan untuk vano.
"Rev, Gue gak terima masa hans dipanggil 'Papa' sih?, lah gue dipanggil 'om' " Protes vano sembari mendudukkan bokongnya di atas sofa.
Reva geleng-geleng kepala, kemudian beralih pada vano.
"Sayang, Mulai sekarang panggil om vano dengan sebutan 'Papa' ya" Bujuk reva, menurutnya vano memang berhak untuk sebutan itu.
Vando melihat reva dan vano yang tersenyum lebar bergantian, kemudian menggeleng.
"Vando udah punya 'Papa' ma." Tolak vando, Membuat vano berubah menjadi murung.Lagipula ini semua memang salahnya telah meninggalkan reva dan anaknya dulu. Ini memang pantas untuknya,
Reva menoleh bersiap untuk menasehati vando, namun suara vano menginterupsinya.
"Gak papa rev, Vando emang gak salah. Gue yang salah udah ninggalin kalian jadinya vando sama sekali nggak ngenal gue" Ucap vano dengan pelan sambil memaksakan senyumannya.
Reva jadi kasihan dengan vano, Tapi apa boleh buat yang dikatakan vano semuanya memang benar dan tidak bisa dipungkiri.
oo0oo
Reva baru sampai di resto sekitar pukul sepuluh pagi, Namun yang membuatnya kebingungan adalah resto belum di buka.
"Loh? mas dadang mana?" Reva bergumam, sembari memutar kunci cadangan itu untuk membukanya.
Dadang adalah pegawai kepercayaan reva, Yang bertugas untuk membuka dan menutup resto.
Kaki reva melangkah masuk, Namun suara tepukan tangan membuatnya berhenti dan menoleh ke samping.
*Prok....
__ADS_1
Prok*....
Samar-samar reva melihat karena gorden resto sama sekali belum di buka membuat cahaya matahari terlahang untuk masuk, itu adalah seorang perempuan, terlihat dari rambut panjang dan pirangnya.
"Hai!" Sapanya sambil melambai-lambaikan tangan.
"G-grenda?" Reva bisa memastikan dia adalah grenda dengan jarak sedekat ini.
"Iya, Gimana kabar lo?" Grenda menyibak anak rambut reva yang menutupi wajah caniknya, dengan ujung pisau. Reva bergidik ngeri.
"Ba-Baik. Apa mau kamu?" Tanya reva, Suasana begitu mencekam.
Grenda tersenyum miring, kemudian memojokkan reva di dinding. Reva menahan nafasnya, pisau itu di todongkan di lehernya.
"Jauhin vano, Dan Jangan pernah jadiin anak haram itu sebagai alasan lo ketemu sama dia. Gampang kan?" Tawar grenda.
Reva menahan emosinya, ketika anaknya disebut sebagai anak haram. Anaknya lahir dari sebuah pernikahan yang sah,
"Anak aku bukan anak haram!"Sinis reva.
"Gue gak peduli. Intinya jauhin vano, Atau nggak gue akhirin hidup lo dan anak lo sekarang" Grenda makin mrndekatkan pisau itu ke leher reva, hingga menyentuh kulit reva.
"Aku bisa teriak," Ancam reva, membuat grenda tertawa hambar.
"Gak akan ada yang denger. Semua pegawai lo udah gue sogok buat pulang" Ucap grenda sembari memutar bola matanya malas.
Keringat dingin membasahi wajah cantiknya,
"Gue gak main-main, Jauhin vano, Iya atau Nggak?. Kalo nggak, sekarang juga gue kirim lo sama anak lo ke surga" Ancam Grenda.
"I-Iya, Aku bakalan jauhin dia. Aku janji" Kata reva. Mendengar itu, grenda menjauhkan pisaunya kemudian tersenyum miring penuh arti.
Sebelum hendak melangkah pergi, Grenda melirik tangan reva kemudian mengangkatnya.
"Gue kasih Kenang-kenangan ya, supaya lo inget janji kita" Grenda menggores tangan reva dengan pisaunya membuat reva memekik kesakitan.
"Aww...," Ringis reva, Sembari membalut lukanya dengan syal yang tadi dia sempat bawa.
NOTE : GABUT ISTIRAHAT MULU, MENDING NULIS YE KAN?. SUPAYA RATING CERITA INI GAK TURUN
GIMANA GREGET GAK?NGGAK 🙄. wkwwkwk yaudahlah, ini udah yang terbaik yang aku kasih.
•Vote dan Komen, Supaya author Makin semangat. Aku bela-bela in gak istirahat deh buat kalian.
•Follow Akun NovelToon ku ini 😨😨😨 Kesian aku dikit banget yang follow Tapi banyak yang baca.
•Follow Akun instagram Author supaya kalo ada yang mau nanyak-nanyak soal cerita, atau nulis bisa langsung Kontak aku yee.....
@Merliancy_
•Setuju gak kalo Aku bikin cerita Colaboration bareng salah satu penulis Hebat di NovelToon?. (Tapi, habis cerita ini tamat dulu yeuw)
•Setuju gak kalo aku mindahin beberaa ceritaku dari aplikasi lain kesini?
•Saranin penulis dong buat aku ajak kolaborasi........
•Kalo cerita ini selesai ("Sesalku") Kan temanya Sad alias sedih, Kalian pengen aku nulis cerita Genre apa lagi?
Difollow Dan Di jawab yeuw, di kolom komentar. Kalo kondisi aku memungkinkan aku bakalan Up lagi ntar siang.
__ADS_1
💕see you