Sesalku

Sesalku
PART 21. ANAK MAMA


__ADS_3

"Aku sudah berhasil melewati badai hidupku, aku yakin kamu juga bisa"


-Reva Elkana-


"Jangan pernah maninggalkan masa lalumu yang belum tuntas, Lihatlah aku yang hidup dalam penyesalan"


-Vano Mahatma-


7 tahun kemudian......


Dentingan sendok dan garpu mewarnai sarapan dari keluarga Mahatma ,seorang anak kecil berlari  memeluk kaki vano sambil tersenyum senang.


"hai vanesa anak cantik" Sapa vano sambil menggendong anak perempuan itu ke atas pangkuannya.


"Eh..vanesa , om nya lagi makan gak boleh" peringat vani. Jika kalian masih ingat vani  dialah adik perempuan vano kini ia sudah berkeluarga tapi suaminya berkewarga negaraan jerman sekaligus bekerja di jerman.


"Nggak papa ni.., kan jarang-jarang gue gendong ponakan sendiri" Jawab vano sesekali mencium pipi chuby anak itu.


"Emm jangan lupa mi ,pi, van, ntar dateng ke skolahan vanesa buat nerima raport" Ajak vani


"Ya pasti kakek bakal pergi buat cucu kakek ini" Balas mahatma papi vano


"Nenek juga pasti ikutan kok. Kamu vano? Gimana? Dampingin vanesa lah kan kamu tau papanya gak disini" kata Grace mami vano


"Iya vano ikut"


"Makasih abang kuuuuu" vani mencubit kedua pipi vano.membuat sang empunya meringis sakit.


----------------------------


Setahun yang lalu reva sudah kembali ke kota kelahirannya jakarta ,kota yang menyimpan begitu banyak perjuangan dirinya tapi sudahlah reva tak mau mengingatnya lagi.


"MAMA!" Teriak seorang anak laki-laki berumur 6 tahun dari dalam kamar sudah rapi dengan baju sekolahnya.


Namanya Revando Mahatma, biasa dipanggil vando. Mengapa memakai marga vano?, Ya tidak ada salahnya toh.. anaknya memang lahir dari keluarga terpandang itu, dan darah vano mengalir dalam tubuh vando.


"aaaa anak mama rapi banget" Goda reva sambil menoel pipi putranya itu.


"Mama ke skolah vando kan?" Bujuk vando, dengan nada manjanya. Hampir semua Diwariskan oleh vano mulai dari fisik dan bahkan sifat vano contoh kecilnya saja Pemaksa.

__ADS_1


"Iyalah pasti mama pergi tapi ada syaratnya" Reva mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu seolah sedang berpikir


"Apa ma?" Tanya vando


"cium pipi mami dulu" Pintah reva,dengan cepat vando menarik baju mamanya reva berjongkok lalu menyodorkan pipinya,dengan cepat vando mencium pipi mamanya itu.


Vando anak yang menjadi bukti perjuangan reva beberapa tahun yang lalu. Menjadi saksi perjalanan reva yang begitu pilu hingga saat ini.setahun yang lalu reva pindah ke jakarta karena mengontrol cabang  bisnis restorant,dan resort miliknya.


Reva memeluk putra kecilnya itu,sesekali mengecup pipinya.


"Udah siap?" Tanya reva


"Udah. Vando janji nanti bakal dapat juara" Optimis vando


"Yakin?"


"iya ma, Harus. Kalo nggak ibu gurunya vando paksa" Ucap vando sambil bersedekap dada


Reva naik ke taksi sambil menggendong vando kecilnya.


Keluarga mahatma sudah mengambil posisi terhormat yaitu bangku paling depan, sekolah ini merupakan cabang dari sekolah milik keluarga mahatma sekolah ini tergabung dari tk,sd,dan smp. Kebetulan vanesa menempuh pendidikan  taman kanak-kanak alias TK di sini dan sudah genap 2 semester.


"BAIK PAK!" Teriak semua siswa,vanesa dan keluarga mahatma begitu antusias.


Reva dan vando duduk di kursi paling belakang maklum karena terlambat.


"Vando,kita duduk disini aja ya" Reva memberi tau putranya itu, Sebenarnya vando ingin duduk agak di depan untuk bisa melihat acara tapi apa boleh buat sudah penuh.


"OKE TANPA MENUNGGU LEBIH LAMA LAGI KITA AKAN MENYAMBUT PARA JUARA!" ucap MC


Semuanya nampak antusias khususnya keluarga mahatma yang sudah menunggu.


"DARI TK DULU YA.....JUARA 1 DIRAIH OLEHHHH......VANESA MAHATMA LARAZON!" teriak si pembawa acara,


Seluruh keluarga mahatma sangat antusias,vanessa naik ke atas panggung .


Pembacaan terus berlangsung dan kini giliran kelas 1 SD yang dibaca dari urutan juara 3. Vando sangat deg degan karena menurutnya dia harus mendapat juara 1 untuk mamanya.


"...DAN JUARA 1 DIRAIHH OLEH...........

__ADS_1


REVANDO MAHATMA " Teriak pembawa acara itu , vando bernafas lega sambil memeluk mamanya.


Grace,mahatma,vano,dan vani terkejut mendengar  Nama marga mereka disebut, siapa orang yang dengan beraninya memakai marga orang sembarangan.


Vando naik ke atas panggung dengan wajah datar dan seriusnya lalu menerima pialanya. Vano melihat visual anak itu yang sangat mirip dengannya, Gaya anak tersebut, bahkan wajahnya....... Seolah dirinya terlahir kembali


"Ayooo siapa yang mau nyampein hadiahnya buat siapa, ntar dikasih hadiah loh"  goda MC itu


Vando mengangkat tangannya lalu memberanikan diri berbicara di depan umum.


"Nama aku Revando Mahatma, panggil aja vando aku dari kelas 1B, piala ini buat mama ku" Ucap vando sambil mengangkat pialanya bangga.


Reva harus buru-buru ke resort karna ada sedikit masalah disana, melihat vando sudah turun dari panggung


Dengan cepat reva menemuinya .


"mama bangga sama kamu nak" Reva mencium kedua pipi anaknya itu lalu segera menggendongnya"Kita pulang ya?" dengan cepat vando mengangguk


Vano melihat vando yang sudah digendong oleh seorang wanita yang kini sudah memunggunginya ,rasanya vano masih ingin melihat anak itu dan masih penasaran mengapa anak itu memakai marga keluarganya.


"Om ayo pulang!" Ajak vanesa dengan cengirannya.


"Sini om gendong"Vano menggendong vanesa sesekali dia masih melirik anak laki-laki yang bernama vando itu.


"Abang...liat apa sih?" Tegur vani adik vano.


"Ah nggak kok" Vano kembali fokus dengan vanesa.


Reva kini sudah sampai di resort miliknya bersama vando.Senyum reva merekah ketika melihat pria dengan setelan jas hitamnya.


Pria itu merentangkan tangannya seolah bersedia untuk dipeluk, Tanpa menunda-nunda lagi reva segera memeluk pria itu dengan erat.


😉😉😉 (Siapa yang penasaran....)


Note : Mau foto Vando? (Komen Ya)


Maaf ya, Aku gak akan bisa update tiap hari lagi kayak biasanya. Soalnya Lapak nulis aku juga banyak, Dan Aku juga lagi nulis 3 Novel sekaligus jadi aku pusing banget.


KOMEN KALIAN MAU AKU HARI APA UP NYA?,

__ADS_1


 


__ADS_2