Sesalku

Sesalku
PART 5. KESABARAN


__ADS_3

"Karena tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendoakan dalam diam."


-Reva Elkana-


Reva mendengar suara adzan subuh,matanya perlahan terbuka,air matanya kembali turun dengan cepat reva menyekanya dan menyibak selimut dan segera menarik handuk menutupi tubuhnya,reva merasa jijik dengan dirinya sendiri rasa sakit menjalar di bawah ************ reva


"Akh...." Rintih reva sambil berjalan tertatih-tatih ke kamar mandi,


Sesekali ia menangis di dalam kamar mandi sambil menggosok lehernya yang dipenuhi bekas kiss mark oleh vano tadi malam.


"Hiks....kotor,hiks..." tangis reva.


Vano terbangun dan mengedarkan pandangannya ,hingga vano tersadar ini bukanlah kamarnya dan ia kembali mengingat kejadian semalam.


"Ah..jangan,,jangan....reva" Vano menyingkap selimut dan melihat dirinya yang sudah tak berbusana, sprei juga sudah tak karuan bercak darah.


"Sial" Gumam vano lalu segera memakai pakaiannya kembali dan keluar dari kamar itu.


Reva celingak-celingukan sebelum keluar dari kamar mandi,dan benar sudah tidak ada vano.dirinya berdiri di depan kaca besar dan disana ia bisa melihat mata sembab,dan bekas ciuman dimana-mana .tangan reva mulai mengganti sprei dan segera mencucinya di dalam mesin cuci.


------------------------------


Vano langsung pergi ke kantor,sejak kejadian semalam vano belum bertemu sama sekali dengan reva,karena reva tidak mau keluar dari kamarnya.


Kini vano sudah berada di depan gerbang rumahnya dengan mobil ferari calivornia miliknya  ,dan terlihat pak satpam komplek sedang berlari menemuinya dengan cepat vano menurunkan kaca jendela.


"Selamat siang pak. Bu reva nitip kunci rumah" Ucap pak satpam seraya mengulurkan kunci rumah pada vano.


"Ooh..makasih pak" Jawab vano, tidak peduli dengan reva yang pergi.


Karena suasana rumah yang sangat sepi, bahkan bisa dibilang seperti tanda-tanda tak ada kehidupan, akhirnya vano memanggil teman-temannya untuk party bersama hingga tengah malam, bahkan reva pun belum pulang. Setelah cukup puas party di rumah akhirnya vano ikut bersama dengan teman-temannya untuk melanjutkan kesenangan mereka di sebuah club.


Sebenarnya Revam masih enggan untuk pulang apalagi untuk berpapasan dengan vano, sungguh sangat memalukan bagi reva. Kali ini reva memberanikan diri untuk memencet bel rumah tapi tak ada jawaban  dengan cepat reva membuka pintu dan lagi-lagi tak di kunci namun yang membuatnya terkejut adalah keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah.


"ckckckck vano ngapain aja sih"


Reva mulai membereskan rumah, di ruang tamu banyak kaleng minuman soda,kulit kacang, dan berbagai sampah lainnya. Belum lagi kolam yamg sudah tak terisi air lagi, dengan sabar reva menyikat dinding kolam lalu mengisinya kembali dengan air.


Tak lupa halaman depan,badan reva serasa sudah mau patah. Hingga dirinya harus ambruk di atas sofa

__ADS_1


"Tiduran bentar ah"  reva tertidur di atas sofa dengan tenang.


Mobil vano memasuki garasi ,sejak melewati halaman rasanya rumah menjadi begitu bersih.


"Kok bersih sih?" Gumam vano,


Tangannya meraih handle pintu dan terbuka,mata vano takjub melihat rumahnya yang seketika sangat rapi dan bersih padahal kemarin-kemarin ia sudah membuat kekacauan.


"Reva?!" ucap vano ketika mendapati seorang perempuan tertidur dengan daster batik di atas sofa "Masih ada muka ternyata nemuin gue lo" Senyum miring tercetak di wajah vano.Tanpa rasa peduli,vano langsung naik ke atas kamarnya dan tanpa inisiatif sedikitpun untuk memindahkan reva ke kamarnya,


Keesokan harinya Reva terbangun ketika merasa diguncang-guncang,dan benar saja itu vano yang sedang menendang-nendang nya dengan ujung sepatunya.


"Eunggghh...kenapa van?" Suara serak reva.


"Kenapa? masih aja nanyak! mana Jaket Hitam gue?" tagih vano


"Ha?Jaket hitam kamu? Aku gak tau" Reva mendelik tidak tau.


"APA?! MANA MUNGKIN LO GAK TAU LO KAN YANG BERSIHIN RUMAH?MASA LO BILANG GAK TAU!" Vano menjepit pipi kanan dan kiri reva.


"Akh..Beneran van. ssakit" adu reva kesakitan sambil memukul tangan vano.


"aku beneran gak liat jaket apapun van" Balas reva


"Sini lo!"  Vano menarik tangan reva dengan kasar lalu membawanya ke gudang.


"Van! aku gak mau" Rengek reva


"Harus mau!" Bentak vano,lalu menghempas badan mungil reva ke dalam gudang.


"aw...sakit"


Seketika vano langsung mengunci gudang yang kotor,dan gelap itu.


"jangan van,Buka! Buka!" Tangan reva terkepal menggedor-gedor pintu yang berwarna coklat itu.


Dor...dor...dor


Vano sama sekali tidak tidak peduli dengan teriakan reva. Vano seolah menulikan telinganya, sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel vano yang membuat vano akhirnya mengangkat panggilan via telfon itu

__ADS_1


Drttt....drtttt....


📞Brian.....


"Halo Bri?"


"Sorry jaket lo kebawa gegara semalem ujan ,dan gue lupa bilang ke lo"


"Oh..santai"


"Thanks"


Tutt.....tutttt


Jadi yang mengambil jaketnya itu adalah brian bukan reva,tapi dengan langkah santai,dan tak pedulinya vano pergi dan meninggalkan reva yang sedang menangis di dalam gudang.


Vano mendapat kabar bahwa mami dan papinya akan mengunjungi rumah mereka nanti malam,dan jangan sampai mereka tau kalau reva ia sekap,dengan cepat vano berlari ke arah gudang dan membuka pintu,disana sudah ada reva yang sudah tertidur sambil menekuk lututnya.


"BANGUN WOII!" teriak vano membuat reva tersentak kaget dan bahkan senang akhirnya vano membukannya pintu.


"Vano,aku takut disini" reva memeluk kaki vano dengan perasaan takut dan senang.


"Halah manja lo!" Vano menggerak-gerakkan kakinya hingga membuat badan reva terhuyung ke belakang.


"Maaf van,ta--"


"Ssssstttt diem!, mami sama papi gue mau dateng dan lo harus tutup mulut,lo gak boleh ngadu.inget kalo lo ngadu gue gak segan-segan jadiin lo janda!" Ancam vano lalu keluar dari gudang itu.


Tes.....


Sebulir cairan bening turun dari ekor mata reva, tak ada isakan gudang ini menjadi saksi bisu dari jahatnya suami reva padanya.


**Note : hehe...gimana udah greget belom sama vano?, kalo author sendiri sih udah emosi banget ya sama vano.


O YAH, MENURUT KALIAN BAGUS GAK SIH KALO AKU KASIH QUOTES DI SETIAP BAB? (komen ya, supaya aku bisa bikin)


Kasih komentar kalian untuk bab ini dong supaya aku semangat nulisnya oke?.


See you 💕**

__ADS_1


__ADS_2