
Vano baru saja menyelesaikan meeting , mata vano memicing melihat jam tangan yang ia kenakan dan sepertinya dia sudah sedikit terlambat ke acara vanesa.
Drt...drtt....drrrt....
📞Vani is calling...............
"Halo ni?"
".............."
"Iya iya sabar gue baru selesai meeting"
"..........."
"sabar ni"
"............"
Tutttt.....tutttttt
Vano dengan cepat pergi ke kamar mandi dan mencuci wajahnya serta membasahi rambutnya, dan langsung menarik jas hitamnya dan langsung mengendarai mobil lamborgini hitam miliknya ke resort.
Reva turun dari mobil sedan miliknya gaun berwarna biru dengan belahan sampai paha, yang membuatnya begitu anggun ditambah lagi dengan rambutnya yang sengaja dia gerai menambah kesan dewasa pada dirinya.
"Inget, vando gak boleh nakal-nakal ya"Peringat reva pada vando, Malam ini anak itu tampil dengan begitu tampan apalagi dibalut oleh tuxedo berwarna hitam dan dasi kupu-kupunya.
"Siap ma!" Vando memberi sikap hormat,
Reva tersenyum senang, kemudian beralih menggendong putranya itu. Melihat penampilan vando yang seperti ini, membuatnya seolah sedang bersama dengan vano.
"Gak boleh mikirin dia lagi" Gumam reva sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, menghilangkan bayangan pria itu dari fikirannya.
Vando memilih untuk bermain ponsel di ruangan pribadi mamanya, merasa bosan dengan acara ini.
Reva menjamu tamu-tamunya yang datang ke resortnya,
"Bu, Yang menyewa resort kita malam ini ada di meja nomor satu" Ucap seorang pelayang pada reva.
Reva mengangguk, kaki reva melangkah menuju nomor meja yang dimaksud.
Disisi lain vano dengan langkah kakinya yang begitu cepat dan sesegera mungkin, tidak ingin membuat keponakan tersayangnya itu menunggu dan bahkan kecewa.
"Selamat menikmati pesta-" Sapaan reva terhenti ketika mendengar suara seseorang
__ADS_1
"Maaf vano terlam-" Mata vano bertemu dengan mata perempuan cantik yang hendak menyapa keluarganya itu "Bat" Lanjut vano.
Keluarga mahatma begitu terkejut ketika melihat pemilik resort yang mereka sewa ini.Dia adalah perempuan yang beberapa tahun yang lalu pernah menjadi bagian dari mereka,
Vano melihat penampilan reva dari bawah sampai atas, semuanya berubah. Reva segera memutuskan kontak matanya dan berusaha setenang mungkin. Sungguh tidak pernah reva bayangkan akan bertemu dengan mereka lagi.
"Selamat malam, keluarga pak mahatma dan selamat menikmati pestanya" Sapa reva dengan lembut, dan jangan lupakan senyum manisnya yang terbit di bibirnya.
"Bagaimana kabar kak reva?" Vani menghampiri mantan kakak iparnya itu, sejujurnya sampai sekarang pun dirinya masih tidak mempercayai orang sebaik reva dulunya berselingkuh.
sedangkan vano segera menarik kursi dan memasang wajah datarnya, Vano berusaha mati-matian menahan degupan jantungnya agar tidak terdengar oleh siapapun.
"Saya baik-baik saja" Jawab reva,
"Duduklah nak reva, Kita masih ingin berbincang sedikit dengan kamu" Ucap grace. mami vano.
Reva berkeringat dingin, berharap putranya itu tidak datang. Reva ikut duduk di samping vani,
Vano buang muka, tidak ingin melihat wajah mantan istrinya itu.
"Kamu sudah berkeluarga lagi?" Tanya grace, sedangkan yang lainnya hanya merasa canggung dan bahkan masih ada yang menaruh benci padanya.
Sepertinya disini reva harus sedikit jujur, Apalagi mengingat statusnya yang sekarang ini.
"Ekhm, Kamu juga datang ya di acara pertunangan vano minggu depan" Mahatma akhirnya buka suara,
Vano mengepalkan tangannya geram dengan kedua orang tuanya, Sudah dua kali dia dijadikan umpan dalam bisnis mereka. Bukan hanya itu entah kenapa sejak reva mengatakan bahwa dirinya sudah menikah ada rasa kecewa yang tersirat dalam hati vano,
"Iya pak," Jawab reva.
Suasana kembali hening, hingga...
"MAMA!" Teriak seorang anak kecil yang datang berlari ke arah reva, kini reva di serang keringat dingin. Sebelum vando sampai lebih baik reva segera menyingkirkannya,
"Permisi Tuan, nyonya,!" Reva berlari menggapai anaknya itu,
Semua mata tertuju pada ibu dan anak itu, terkhusus vano matanya memicing melihat anak itu. Tidak salah lagi, dia adalah anak yang beberapa hari ini selalu menghantui pikirannya.
"Sial" Vano tidak ingin kehilangan kesempatan lagi untuk mengetahui anak itu, banyak pertanyaan timbul dalam hatinya mulai dari mengapa anak itu memakai marga yang sama dengannya.
Reva yang melihat vano mulai bergerak dari kursinya, segera menggendong putranya dan berlari keluar.
"Ya Allah, cobaan apa lagi ini" Batin reva. Sesekali dia menengok ke belakang, Vano masih mengejarnya.
__ADS_1
"Tunggu!" Teriak vano.
Vando terawa girang, Sensasinya kini mamanya dan om vano sedang kejar-kejaran.
"Hahaha ayo om kejar, masa kalah sih sama mama" Ledek vando sambil bertepuk tangan.
Nafas vano sudah tersenggal-senggal, namun ketika melihat tawa receh anak itu entah mengapa semua beban dan penatnya seketika hilang.
Air mata reva turun dari pelupuk matanya, reva celingak-celingukan mencari taksi yang lewat dan benar saja dari sisi kanan jalan raya ada taksi yang akan lewat. Secepat mungkin reva melambai- lambaikan tangannya
"Hoi tunggu!" Teriak vano,
Reva menelan ludahnya kasar, apalagi ketika melihat vano semakin dekat. Taksi sudah terparkir di depannya, tanpa basa basi lagi reva segera menaikinya
"Pak Cepetan!" Perintah reva.
Vano menghentikan langkahnya, dan menjambak rambutnya kasar.
"*******!, Gue kehilangan jejaknya!"Sarkas vano sambil menendang apa saja yang kini ada di hadapannya.
"Aaarrggghhhhh..." Vano sudah mirip dengan orang gila, kesempatannya untuk bertanya kini sudah pupus.
Reva menangis, Sambil mencium pucuk kepala putranya itu.
"Hahaha mama hebat, bisa ngalagin om itu" Tawa vando.
Andai vando mengerti mungkin kini dia akan ikut menangis bersama mamanya, Reva tersenyum miris Ketika mendengar panggilan anaknya itu pada vano yakni kata "Om", itu lebih pantas dibanding menyebutnya dengan sebutan "Papa" karena dia tidak pernah menginginkan vando ada di dunia ini.
Vano memukul stir mobilnya, Tampilannya sudah begitu acak-acakan.
"Jangan panggil gue Vano Mahatma, kalo cari tahu tentang lo doang gue gak bisa" Vano tersenyum miring, Setidaknya vano memgetahui alamat reva yang sekarang. Ada untungnya juga tadi siang dia mengantar anak cerewet itu ke rumahnya.
NOTE : Seperti biasa aku bakalan minta target vote dan komentar oke?, Jadi aku minta 20 vote dan 10 komentar buat lanjut.
•Aku kasih bocoran nih ye, Part berikutnya bakal seru. Jadi komen yang banyak supaya target komentarnya bisa masuk, BTW share juga cerita ini ke teman-teman kamu supaya vote nya bisa cepet tembus 20 juga.
•Huhuhu😿😿jadi sebenernya aku udah sisipin fotonya vando, tapi entah kenapa kalo aku naruh gambar pasti gak akan di gubris sma pihak novel toon. Jadi sabar aja ya readers, Aku gak tau kenapa gini.
•Follow aku Instagram Author soalnya disana aku udah majang fotonya Revando Mahatma
@Merliancy
Gimana udah follow?, Buat yang mau liat si cakep aja.
__ADS_1
See you💕🙏