
"Ka-mu cantik" Tangan vano menyusuri pipi yang sudah basah karena air mata itu. Reva mengusap tangan itu. Kini vano sudah dirawat di Rumah Sakit,
"Hiks..."Reva kembali menitikkan air matanya beberapa jam yang lalu ia sempat melihat tubuh ini tak bernyawa lagi.
"Jangan nangis, A-aku udah disini" Kata vano. Entah kenapa ini bukanlah air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan, Tadi dito, Ajudan kepercayaan vano menceritakan semuanya . Reva sangat salut dengan vano,
"Makasih Udah Ba-bangun" Kata reva. Vano tersenyum jahil,
"i-iyalah, Kan kita mau nikah" Goda vano.
"Iiihhh Siapa bilang?Hm?" Reva Memeluk pria itu dari samping dan membenamkan kepalanya di satu bantal bersama dengan vano.
"Ka-kamu bilang kalo aku bangun, detik itu juga kita nikah"
"ssstttt kamu istirahat gih, Jangan banyak ngomong dulu. Aku mau pulang, Ganti baju" Ucap reva seraya menegakkan tubuhnya,
Vano tersenyum puas, Perjuangan dan penyesalan adalah guru yang paling berharga. Jika disuruh memilih Hidup bersama reva dan bahagia dan sederhana Atau Hidup bersama grenda si perempuan ular dengan bergelimang harta, Tentu saja vano akan memilih hidup bersama Author imut 🙉🙉🙉.
"Ma-mau dianterin Sama dito?" Tawar vano
"Nggak usah. aku bisa sendiri, Vando sama kakek dan nenek nya dulu" Ucap reva sambil melirik mami dan papi vando yang terlihat bahagia bermain bersama cucu mereka.
Vano mengangguk, Perempuan itu sangat cantik walaupun Maskaranya sudah luntur karena air matanya yang mengakibatkan sudut mata perempuan itu menghitam. Jangan lupakan, dengan Sendal jepit yang digunakannya. Reva cantik secara natural, dan vano lebih suka perempuan itu tanpa menggunakan make up.
Â
oo0oo
Â
Sudah dua minggu reva selalu bolak-balik rumah sakit, untuk menjaga vano. Seperti sore ini, sepulang bekerja reva langsung memasak untuk vano.
Drrrtttt......Drrrrttttt......
Mami💕
"Halo mi?"
"Buruan ke rumah sakit sekarang, Dito jemput di rumah kamu."
"Emang kenapa ma?" Reva terlihat sangat panik.
"Kondisi vano drop lagi,"
Ponsel di tangan reva lolos begitu saja dan jatuh ke lantai, Reva buru-buru ke kamar dan mengambil putranya yang sedang asik bermain game bersama dengan erlan.
__ADS_1
"Mbak mau kemana?" Tanya erlan ketika melihat kakaknya itu terlihat panik.
"Ke rumah sakit" Jawab reva.
"Aku ikut ya mbak!"
"Iya buruan"
Ketiganya keluar dari rumah bahkan reva hampir lupa mengunci pintu, sedari tadi pagi kedua orang tuanya telah pergi ke surabaya.
"Dit..., Buruan hiks.." Reva menangis, Menyuruh dito untuk menambah kecepatannya.
"I-iya Macet banget ni bu" Ucap dito seraya mengemudi. Reva menggigit sudut bibirnya,
"Dit, Aku titip anak-anak ya" Ucap reva dan segera keluar dari mobil meninggalkan dito bersama erlan dan vando.
Dito memukul stir mobil, kenapa rencananya hancur begini sih. Erlan memutar bola matanya malas,
"Gagal dong nih? Rencananya romantis.malah jadi miris"Cibir erlan. Dito mendengus kesal dan mengetikkan pesan,
Boss Vano
•Gagal,Ambyar bos.., Target beneran ke rumah sakit.
Reva berlari menembus kemacetan, Pikirannya sekarang hanya bagaimana caranya agar cepat sampai di rumah sakit. Reva tidak perduli lagi dengan terik matahari sore yang membakar kulitnya, Air matanya benar-benar terbang terbawa angin.
Brrrraaaakkkkkkkk......
Reva membuka pintu dengan kasar, Ruangan sepi tak ada siapa pun. Brankar terlihat kosong dan sudah sangat rapi, Pikiran reva sekarang beralih ke ruang mayat. Mungkin vano sudah di pindahkan,
"Hiks...Hiks...Jahat!, Ka-kamu ninggalin aku" Reva hendak berbalik badan sebelum, Melihat vano sudah memegang gitar di ambang pintu.
Reva menutup mulutnya dan menangis terisak, Vano memetik gitarnya dan
Melamarmu.......
"Kusungguh memintamu, jadilah pasangan hidupku...., Jadilah ibu dari anak-anakku membuka mata dan tertidur di sampingmu.... Aku tak main-main sepeerti lelaki yang lain , satu yang kutau kuingin melamarmu..." Vano menyanyikan bait lagu 'Melamarmu' dengan begitu tulus dan intinya ingin melamar reva,
Vano mendekat dan berjongkok di depan reva. Lalu membuka sebuah kotak merah berwarna merah bludru, Benar saja ketika dibuka kotak itu menampakkan Sebuah cincin.
"Mau mulai lagi sama aku nggak?, Reva Elkana Maukah kamu menikah dengan aku?" Vano berkeringat dingin, Sedangkan reva tersenyum manis walaupun air matanya masih tetap mengalir.
"Kamu mau kasih mahar apa ke aku?" Tanya reva. Vano Tersenyum manis
"Hafalan 30 Juz Qur'an?" Tawar vano. Reva mengangguk, Vano bangkit berdiri dan meraih tangan reva lalu memasangkannya cincin itu tepat di jari manis perempuan itu. Vano menarik reva masuk ke dalam pelukaannya,
__ADS_1
"Jahat banget, Aku sampe lari-lari loh..." Ucap reva di sela-sela pelukannya.
"Kamu kira aku gak capek?, Sebenernya rencananya tuh di taman tapi dito bilang kamu beneran ke rumah sakit, Jadi aku susul deh kesini" Ucap vano, Akhirnya sebentar lagi dia benar-benar akan memiliki reva kembali. Semua perjuangannya, tidak menjadi sia-sia.
"Makasih. Cincinnya bagus" Puji reva, Vano melepas pelukan itu dan menggenggam tangan reva lembut keluar dari rumah sakit.
"Kita udah ditunggu nih.." Kata vano lalu menghidupkan mobilnya dan segera meluncur ke tempat yang seharusnya.
Sampai disana, Reva terkejut melihat kedua orang tuanya yang juga ada disana bersama erlan dan vando. Erlan, Anak itu tertawa terbahak-bahak pasti karena mengingat kebodohan reva.
"Ekhm...diterima gak nih?" Goda vani, adik vano sambil menggendong vanesa putrinya.
"Oh iya dong, nih di terima" Vano mengangkat genggaman tangannya dan memperlihatkan cincin yang sudah melingkar indah pada jarinya.
Reva tersenyum malu, Dan mencubit lengan pria itu.
"Malu tauuu..." Desis reva salah tingkah, Vano tersenyum dan mencium pucuk kepala perempuan itu.
"Huhuyyy,,, Yang mau nikah mahh beda..." Goda erlan yang sedang Membolak-balikkan daging di atas pemanggang.
Vano dan reva menghampiri putra mereka yang masih asik bermain game.
"Papa, Vando pengen punya satu ojip lagi" Ucap anak itu tanpa menatap vano dan masih fokus dengan layar gamenya.
"Iya iya, Ntar papa beliin" Vano mengusap surai hitam anak itu. Reva menyuapi anaknya
"Jangan main game mulu ah..." Tegur reva.
Vano Kembali teringat dengan anak-anak yang menyuruhnya pulang. Apalagi anak perempuan itu, Vano sangat gemas.
"Jadi gak sabar pengen gendong Vano junior dan reva junior " Ucap vano ceplas-ceplos.
Reva yang mendengar itu langsung memukul lengan pria itu dan menatapnya tajam.
"Akh..KDRT nih"
"Siapa suruh Mesum!"
Vano memohon ampun, Ini adalah salah satu hari terbaiknya. Vano tidak sabar ingin membangun rumah tangga bahagia dan memiliki anak sebanyak-banyaknya untuk membuat ramai rumahnya, Dan melanjutkan tonggak perusahaan Mahatma dan Elkana.
TAMAT....
•AUTHOR DIUNDANG LOH KE ACARA NIKAHANNYA VANO DAN REVA HUHUIII...
MAKAN GRATIS😆😆
__ADS_1
•Aku makasih banget sama yang udah setia baca dari awal sampe tamat. Hehe jangan lupa baca cerita baru aku yaaaa, dan follow akun instagram ku @Merliancy_, Anak SMA yang suka berimajinasi....