Sesalku

Sesalku
PART 32. PERTUNANGAN


__ADS_3

Claudia membuatkan kopi untuk rafi, Akhir-akhir ini rumah tangga mereka jauh dari kata baik-baik saja. Rasa cemburu, dan curiga selalu hadir dalam lubuk hati claudia, Setelah bertahun-tahun menikah dan bahkan telah memiliki anak pun, Rafi masih sering mengigau nama Lisa, mabuk pun begitu.


"Minum dulu fi..." Ucap Claudia, sembari meletakkan cangkir berisi kopi panas untuk rafi.


Rafi menoleh kemudian tersenyum,


"Makasih" Rafi menutup laptopnya, kemudian merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat terlalu lama bekerja di depan laptop.


Claudia mengangguk kemudian duduk di samping rafi. Rafi menyesap kopinya pelan,


"Clara masih tidur ya?" Tanya rafi untuk mencairkan suasana.


"Iya" Jawab claudia singkat. Rafi bingung harus mulai dari mana. Tangan rafi menarik tubuh claudia dari samping, Untuk bersandar di pundaknya.


"Kenapa fi?" Claudia tidak mengerti terkadang rafi bisa bertindak kasar, kadang juga tiba-tiba manis.


Rafi menggapai kedua tangan Claudia, Kemudian menatap wanita yang berstatus istrinya itu.


"Maaf, Sampai sekarang aku masih sering bikin hati kamu sakit" ucap rafi dengan begitu tulus, Claudia terperangah tak mampu menjawab apa-apa.


"Aku akan bersikap semestinya, Kamu istri aku dan maaf kalo selama ini aku masih suka nyebut nama perempuan lain di hadapan kamu" Mendengar itu, clara langsung menghamburkan diri masuk ke dalam pelukan pria itu. Clara berharap usahanya untuk menyembunyikan lisa selama ini, Tidak sia-sia.


Sebenarnya Reva sangat malas dan tidak mau untuk mengikuti acara pertunangan vano malam ini. Namun, Keluarga mahatma mengundangnya secara resmi padahal reva sudah menolak secara halus tapi tetap di paksa untuk mengikuti.


"Van, Sama Tante Uti dulu ya"Reva tidak bisa membawa anaknya, Takutnya bisa menghancurkan suasana atau tidak bisa saja mengganggu konsentrasi vano nantinya.


"Iya ma, Nanti mama cepetan ya pulangnya"Ujar vando, reva mengangguk kemudian menitipkan anaknya pada seorang mahasiswi tepatnya tetangganya sendiri.


"Nitip ya ti..." Pamit reva,


"Iya mbak, lagian Vando udah aku anggep kayak adek aku sendiri kok mbak"


"Yaudah, saya pergi dulu ya" Pamit reva.


Reva datang dengan menggunakan taxi, Tampil anggun,cantik, dan pastinya sopan.


Di tempat lain, vano sudah merencanakan cara untuk bisa kabur. Pakaiannya sudah sangat rapi, Namun di pikiran vano hanyalah Reva.


"Van, Ayo acara udah mau di mulai" Panggil grace, mami vano. Aktifitas vano terhenti, sedari tadi vano hanya mondar-mandir tidak jelas.


"Vano Gak mau mi" Mohon vano, Namun grace menggeleng dan segera menarik putranya itu.


Kaki reva melangkah masuk, Namun seseorang menariknya dari belakang. Reva sempat panik tapi setelah mengetahui pelakunya reva Makin panik 😂.


"G-Grenda Mau apa kamu?" Tanya reva, Tangan grenda yang satunya mengulurkan pisau lipat.


"Gampang, Sekarang lo harus yakinin vano kalo gue itu yang terbaik buat dia!" Suruh grenda, Sedangkan reva mengernyit tidak mengerti mengapa harus dirinya.


Reva menunjuk dirinya sendiri, Tidak mengerti,


"Buruan!, Gue mau malam ini gue beneran tunangan sama dia!" Bentak grenda. Kepala reva mengangguk mengerti,


"Sana!" Usir grenda. Tanpa di suruh pun reva akan segera pergi.


Terlihat vano yang duduk bersama keluarganya, Namun terlihat begitu murung. Reva mengumpulkan keberaniannya untuk menemui vano dan keluarganya


"Kamu bisa rev" Ucap reva menegarkan dirinya sendiri. Akhirnya, reva melangkah menemui vano.


Vano bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, Malam ini reva sangat cantik bahkan melebihi grenda. Hati vano seolah tersayat, Ketika menyadari reva datang dan pastinya akan menyaksikan dirinya bersanding dengan yang lain.


"Ouw...,Ternyata kamu datang juga rev?" Tanya grace, mami vano. Sedangkan reva menyunggingkan senyuman manisnya,

__ADS_1


"Iya Tan.." Jawab reva. Rasanya sangat berbeda, dulu reva memanggil wanita itu dengan sebutan 'Mami'.


"Van.., Aku mau ngomong" Ucap reva. Dengan senang hati vano bangkit berdiri, dan menggenggam tangan reva sedikit menjauh. Berharap reva mau membantunya, untuk membatalkan acara ini.


"Ngomong aja rev" Vano tersenyum manis, Keduanya kini berada di pojok ruangan. Agak sepi, Dan remang-remang.


Reva tersenyum tipis, Kemudian menatap penampilan vano yang sudah begitu rapi dan siap mengikuti acara ini. Sedangkan vano, Masih menunggu kalimat yang akan di ucapkan reva.


"Aku...."Kata-kata itu tercekat di tenggorokan reva, Vano berharap reva mengatakan untuk tidak melanjutkan pertunangan ini.


"I-iya Apa rev, bilang aja" Mata vano begitu berbinar.


"Aku m-mau ngucapin selamat buat acara pertunangan kamu, Dan sukses terus ya ke depannya. Grenda itu, perempuan baik jangan kamu sakiti lagi" Ucap reva, tangan reva meremas dress yang dia gunakan.


Senyum vano memudar, Menampakkan kekecewaan. Bukan itu yang vano ingin dengar,


"Nggak. Rev, Bukan itu kan yang lo mau bilang? Iya kan?!" Vano mengguncang bahu reva,mencoba mendapat kebenaran.


Tangan reva terulur, merapikan Tuxedo yang digunakan oleh vano. Reva tau betul, Vano paling tidak bisa merapikan dasi Hari pertama pernikahan mereka juga begitu. Reva masih ingat dialah yang memasangkan vano dasi pagi itu sebelum berangkat bekerja,


"Grenda itu tipe kamu banget loh, Jangan sia-sia in dia lagi, Jangan sakitin dia, dan aku harap kalian bisa sampe jenjang yang lebih serius lagi"Kata reva.


"Nggak, Gue gak mau. Please rev, Kasih gue kesempatan skali lagi rev. Bantuin gue buat


batalin acara ini,Gue sayang lo sama Vando melebihi apapun.." Vano menggenggam kedua tangan reva.


"Kalo kamu sayang sama aku dan vando, Kamu nurutin apa yang tadi aku bilang. Grenda itu wanita baik-baik, Kamu terima dia kayak kamu nerima aku dan vando" Tutur reva, Seolah kata-katanya barusan adalah boomerang untuk dirinya sendiri, vano terdiam kaku.


"Gak ada kesempatan lagi ya buat gue rev?, Sedikit aja, gue mau perbaikin semuanya dari awal" Mohon vano, reva melepas genggaman tangan vano, kemudian agak mundur agar tidak terlalu dekat


"Aku sama Kamu Itu Cuman Masa Lalu, gak ada yang perlu di perbaiki, Aku mohon turutin kemauan aku, Kalo kamu sayang sama aku dan vando" Mohon reva, Kedua tangannya tertangkup di depan dada.


Benar, sudah tidak ada celah baginya. Mereka hanya masa lalu dan vano telah membuang kebahagiaan itu, Tak ada yang perlu di perbaiki karena reva sudah memiliki kehidupan baru. Dan harusnya, Vano sadar akan itu sejak awal.


"Selamat Buat Pertunangannya" Reva tersenyum kemudian segera menjauh dari vano.


Acara pertunangan akhirnya di gelar dengan baik, Vano terlihat tak banyak bicara dan sangat cuek. Mata grenda mendapati reva yang berdiri di dekat kolam, Dengan gaun berwarna merah muda.


"Kayaknya, sedikit pertunjukan gak papa deh," Gumam grenda, senyum miring menghiasi wajah cantiknya.


"Maaf, sudah buat kamu nyerah" Ucap reva dengan begitu pelan. Tak lama seorang wanita datang dan membawa dua sirup berwarna merah. Grenda mendekat membuat reva memundurkan langkahnya,


"Makasih" Grenda mendorong gelas hingga membuat isinya tumpah di atas baju reva,


Mata reva berkaca-kaca, Apa lagi salahnya?, Grenda mengubah raut wajahnya kemudian mendekat pura-pura membersihkan pakaian reva.


"Kamu kenapa tega banget sih sama aku?, Salah aku apa?" Protes reva,


"Ini bakalan jadi bukti buat lo, Kalo gue gak pernah main-main" Grenda memutar bola matanya malas, kemudian dengan sengaja mendorong reva ke kolam.


Byyuurrrrrrrr.........


Mata reva terbelalak, Ketika mendapati dirinya di dorong. Kedalaman kolam ini melampaui tinggi badannya, reva bersusaha menggapai-gapaikan tangannya di udara meminta pertolongan. Orang-orang justru hanya melihatnya, Dan tak ada yang berniat menolongnya.


"Tolong!" Suara reva kian lirih.


Vano membelah kerumunan di pinggir kolam, Matanya menangkap reva yang berusaha menyelamatkan diri. Bersamaan dengan itu, Vano ikut menceburkan dirinya masuk ke dalam kolam.


Grenda?, Awalnya tertawa membuatnya harus menelan ludahnya dengan susah payah.


"Sadar rev!" Vano meraih tubuh reva dan menepuk-nepuk pipinya. Tak ada jawaban, Vano berenang ke tepian

__ADS_1


"VANO!" Mahatma menarik lengan vano, menyuruhnya untuk melepaskan reva. Karena tidak mau mengundang rasa curiga keluarga grenda.


"Cukup pi!" Vano mengangkat tangannya menginterupsi omongan mahatma, Kemudian mengangkat tubuh reva yang begitu lemas terkulai dan tak sadarkan diri, membawanya menjauhi lokasi pesta.


Vano membuka pintu apartemennya, kemudian membawa reva memasuki kamar dan merebahkan tubuh reva di atas ranjang.


"Aaarrrgggghhhhhh,....Pasti ini kerjaannya grenda!" Erang vano yang begitu frustasi, terdengar deru nafas reva yang begitu teratur.Vano memang patut curiga pada Wanita ular itu,


"Bajunya harus diganti, Kalo nggak ntar reva bakal masuk angin"Vano meraba pakaian reva yang sangat basah, kulit reva juga mulai mengerut menandakan dirinya sangat dingin.


"O-o-Oke, Gue gak akan liat apa-apa. Janji!". Vano membuka lemarinya dan menarik Sebuah baju kaos berwarna abu-abu dan boxer berwarna Hitam.


Awalnya vano agak ragu, dan bingung bagaimana mau membuka pakaian reva agar tidak melihat tubuh reva. Tak ada cara lain, Vano harus menutup matanya.


"Hehehe kalo mata gue khilaf, maafin ya rev"Vano membangunkan tubuh reva, Menjadi duduk. Tangan vano menurunkan restleting yang berada di punggung reva,


Glek...


Vano harus menelan ludahnya dengan susah payah, Ketika telah di sugukan punggung putih dan mulus reva. Vano memejamkan matanya kemudian menarik keluar dress yang basah itu dari tubuh reva.


"Aaarrrrggghhhh...., Huh Huh Huh...Gak boleh ngintip!" Tekan vano nafasnya memburu. Yang membuat keringat vano bercucuran adalah, vano lupa menaruh pakaian yang telah dia siapkan tadi dimana.


"**** banget sih gua, " Vano meraba-raba sekitarnya, Terpaksa vano harus membuka matanya kemudian menutup tubuh reva dengan selimut.


Vano mulai memakaikan reva pakaian, Tanpa menutup mata. Karena menurutnya, besok pagi vano bisa berbohong pada reva bahwa tidak melihat apa-apa.


"I-ini Bekas apa?" Vano memandangi sebuah bekas operasi, yang berada di bawah perut reva. Seketika rasa bersalah kembali menyelimutinya,


"Gak ada alasan untuk gue mundur, Buat perjuangin lo rev." Bisik vano di telinga reva.


NOTE :


AKU BUKA Q&A, JADI KALIAN BISA TANYA-TANYA KE PEMAIN NOVEL " SESALKU" DAN NANTI BAKALAN DI JAWAB SAMA PARA PEMAIN,


> VANO


> REVA


> VANDO


> RAFI


> CLAUDIA


> CLARA


> GRENDA


> ORANG TUA VANO


NAH NAMA-NAMA DI ATAS, BISA KALIAN AJUIN PERTANYAAN DI KOLOM KOMENTAR. NEXT PART MEREKA BAKAL JAWAB🙏🙏💕💕💕


• PICTURE OF REVANDO MAHATMA BAKALAN AKU MASUKIN, SOROTAN INSTAGRAM AKU. JADI BUAT YANG KEPENGEN BANGET LIAT SI GANTENG, YUK FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR.


@Merliancy_


• GIMANA YA REAKSI RAFI PAS TAU BUSUKNYA CLAUDIA?


• NEXT PART AKU BAHAS, ORTU REVA, PENASARAN? MASUKIN CERITA INI KE DALAM FAV KAMU YA.


• AKU UPDATE TERATUR TIAP PAGI

__ADS_1


SEE YOU💕


__ADS_2