Sesalku

Sesalku
PART 46. EXTRA PART (1)


__ADS_3

Reva menyusun makanan dengan rapi di atas meja, Dibantu oleh bi Ami pembantu mereka. Vano sudah rapi dengan pakaian kerjanya,


"Pa!, Rante sepeda vando putus!" Teriak anak lelaki yang sudah berumur 15 tahun itu, Yang sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama.


Vano yang baru saja ingin duduk di kursi, harus mengurungkan niatnya . Dan melangkahkan kakinya beranjak pergi,


"Nanti berangkatnya bareng papa aja ya" Tawar vano. Vando mengangguk, Dan mengikuti papanya masuk kedalam rumah.


"hiks..hiks...Abangggggggggg" Teriakan menggelegar itu berasal dari lantai dua.


Seorang anak laki-laki, Yang memakai seragam Sekolah dasar berwarna merah putih itu berlari sambil membawa celana adiknya. Namanya RAVADEL MAHATMA sering disapa Vadel, Anak kedua dari reva dan vano. Sifatnya sangat jahil, dan tukang onar.


"Hahahaha Wleeekkkkk," Vadel menjulurkan lidahnya. Vano berkacak pinggang, menatap anaknya yang begitu usil itu.


"Vadel kamu ngapain adek kamu lagi?" Tanya vano dengan penuh introgasi.


"Hahaha Nih, Vadel bawa kabur celananya si cengeng!" Vadel tertawa terbahak-bahak diikuti oleh vando, Keduanya bertos ria karena merasa berhasil lagi mengerjai adik kecil mereka itu.


Vano hanya bisa mengusap dadanya Sabar, mungkin karena dulu sewktu kecil vano juga sering usil makanya anak-anaknya juga ikut sepertinya, Padahal vano berharap anak-anaknya mengikuti reva.


Langkah kaki vano naik menyusuri setiap undakan anak tangga Sambil memegang celana di tangan kanannya yang berhasil dia rebut dari vadel. Tepat di atas undakan tangga terakhir seorang anak lelaki duduk di lantai dengan hanya memakai celana dalam sambil terus menangis sesegukan.


"Hiks hiks..mama...hiks" Vano bisa memakluminya karena anaknya yang satu ini memang gampang menangis, Namanya RAVAREL MAHATMA. Atau kerap disapa Varel, Anak vano yang begitu cengeng, alias dikit-dikit nangis.


"Sssttt dah, Jangan nangis lagi sayang. Papa udah bawa celananya" Ucap vano sambil menggoyang-goyangkan celana itu di udara , dan kemudian mendudukkan anak itu di atas pahanya , vano dengan sabar memakaikannya celana.


"Valel gak nangis papah" Sangkal anak itu dengan ucapannya yang begitu cadel.


"Iya iya, Papa percaya" Ucap vano lalu menggendong anak itu turun untuk makan bersama.


Vadel tertawa jahil ketika melihat adiknya itu, dan memeletkan lidahnya mengejek.Varel mengepalkan tangannya di udara seraya memberi gerakan memukul,


"Vadel jangan jahilin adiknya terus" Tegur vano.

__ADS_1


"nyenyenyenye..., Emang dianya aja yang cengeng ia kan bang?"


"Yoi" Keduanya bertos ria lagi.


Varel menatap kedua kakaknya itu,


"Valel gak cengeng. Wleekk" Varel memeletkan lidah kecilnya,


"Dihhhh tuh bentar lagi nangis, Cengeng cengeng cengeng.." Goda Vando, sedangkan Vadel memperagakan orang menangis.


"Hiks hiks...huaaaaaaa mama" Teriaknya histeris, Reva berlari kecil dari dapur karena mendengar suara teriakan varel.


"UDAH UDAH STOPP..., KALO MASIH GANGGUIN ADEKNYA UANG JAJAN DI POTONG!" Ucap vano meleraikan,reva mengambil alih anak kecilnya itu dari gendongan vano dan menenangkannya.


"Loh kok papa belain si ceng-"


"Yang masih protes Gak boleh main PS" Ucap vano memotong perkataan vadel,


"Papa gak ***-"


Semua diam, hanya fokus pada makanannya. Karena ancaman vano. Kecuali varel, Anak itu nampak senang karena tidak diganggu oleh kakak-kakaknya.


"iiihhhh Anaknya siapa sih, ganteng banget.." Goda reva sambil menyuapi varel, dan mencubit pipi anaknya itu gemas.


"Ekhmm......" Vadel berdeham keras, Kemudian menggaet tasnya dan di sampirkan di bahu.


Vano dan Reva saling lirik, Vadel Berdiri dengan tegap.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Vadel ganteng ini siap untuk menimba ilmu ke sekolah" Pamitnya lalu Mencium kedua punggung tangan Mama dan Papanya bergantian.


"Walaikumsalam. Jangan palakin temennya lagi yah.." Peringat vano karena kemarin vano sempat di panggil ke sekolahan anaknya itu karena Memalak temannya.


"Loh?,Salah siapa kurang banget ngasih uang jajan. Katanya Holang Kaya.." Cibir vadel tidak terima jika Ladang uangnya dilarang.

__ADS_1


"Dua ribu masih kurang? kamu tuh Beli apa aja sih?" Vano tidak habis pikir, Memang sih nakal tapi jangan sampai membuat orang tuanya malu. Mau ditaruh dimana muka vano yang Katanya Orang kaya se asia se eropa se se se pokoknya.


"Yah..Beli cilok abis dah tuh, Vadel nih butuh asupan Gizi supaya vadel jadi makin ganteng. jangan-jangan papa iri ya karena vadel ganteng?" Tuduh vadel. Vano membelalakkan matanya, Dosa apa yang sudah vano lakukan ketika membuat anaknya yang satu ini.


" Sembarangan kamu!."


"Udah!, Kasih aja gih van.." Titah reva agar perdebatan ini segera selesai.


Vano mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu dari sakunya, dan memberikannya pada vadel.


"Yeayyyy gini dong jadi papa, Kan aku jadinya makin sayang sama papa" Vadel mendekat dan memeluk vano.


Vano hanya tersenyum tipis, Setidaknya satu masalah telah selesai pagi ini. Vando juga menggaet tasnya dan segera pamit.


" Aku pamit pa, ma" Vando mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu.


"Loh? Gak mau bareng papa?" Tanya reva.


"Ya biasalah mah, Orang pacaran mah beda" Sahut vadel setengah berteriak dari ruang tamu sambil memakai sepatunya.


"Awas lo ya!" Ancam Vando berteriak. Vano menatap vando dengan tajam, Vando yang ditatap seperti itu langsung buru-buru kabur. Takut diserang berbagai pertanyaan.


Varel turun dari pangkuan mamanya dan mengusap-usap bulu kelinci yang berada di bawah lantai, Eits jangan salah itu bukan ojip lagi namun keturunan ojip mungkin cicit? Cucu? Atau apalah vano sudah tidak ingat. Pasalnya kelinci itu sudah beranak beberapa kali.


"Aku pamit yah, Jangan kerja-kerja berat dulu biar bi Ami aja. Kalo ada apa-apa telfon aku yah" Vano mengecup kening istrinya itu sebelum pergi ke kantor.


"Iya" Reva tersenyum, Vano mensejajarkan wajahnya dengan Perut reva yang sudah buncit karena mengandung anak ke empat mereka.


"Jangan nakal-nakal" Vano mengecup singkat perut itu, Hidupnya sudah serasa lengkap dengan kebahagiaan kecil ini. walaupun anak-anaknya selalu saja membuatnya naik darah, Atau tidak membuatnya dikit-dikit dipanggil ke sekolah tapi baginya mereka adalah harta berharga yang pernah vano miliki, vano merasa sempurna apalagi ketika benar-benar berada di samping reva untuk melahirkan.


Salam Cinta Author


•Hai, Jadi novel ini adalah project satu bulan ku. Dan aku mulainya tanggal 12/05/2020 dan kemarin Tamat tanggal 12/06/2020.

__ADS_1


•Intinya nulis itu emang harus tekun, Dan ada komitmen. Kalo aku komitmennya tuh mau tamatin sebulan doang, Dan maaf banget chapter aku tuh gak kayak penulis Novel Toon lainnya yang sampe ratusan episode.


•Gimana Extra Part nya? Kalian lebih suka Vando? Vadel si jahil? Atau Varel si cengeng?


__ADS_2