
Hari demi hari reva lalui dengan suka dan dukanya sendiri. Khususnya hari ini adalah hari minggu seperti biasa reva akan membuat kue.
"Harum.. " Gumam reva sambil mengangkat kue yang sudah matang dari dalam oven.
Vano yang sedang berenang di kolam langsung mencium aroma makanan yang begitu sedap, dan sudah dipastikan itu pasti kue buatan reva.
"REVAAA! " teriak Vano
Reva langsung berlari kecil menggeser pintu kaca penghubung ruang tamu dan kolam renang.
"iya van kenapa? " tanya reva lembut
"Bawain gue kue sama jus jeruk. Buruan! " Bentak vano
"Bentar ya" Reva langsung masuk ke dalam rumah kembali, lalu memotong beberapa kue dan ditaruh rapi di atas piring, beserta jus jeruk. Reva membawanya dengan nampan dan menaruhnya di meja pinggir kolam renang.
"Ini van!" Teriak reva pada vano yang masih asik menyelam.
Setelah itu reva mengambil sapu ijuk untuk membersihkan pinggiran kolam yang dijatuhi dedaunan.
Vano asik menikmati minuman dan kue yang tersaji, sangat pas dengan dirinya yang baru selesai berolahraga renang. Sambil memperhatikan reva yang sedang menyapu.
"Sebenernya sih cantik, malahan putih, mulus dibanding bella yang coklat kayak bule, body nya sih lebih bagusan bella lah kalo diandaikan bella itu gitar spanyol, sedangkan reva cuman kayak sumpit. Eh.. Kok jadi banding-bandingin bella sama si udik reva, ya jelas bella lah" Vano langsung menepis jauh-jauh pikirannya itu.
Reva berjalan mendekati vano yang sedang menikmati makanannya.
"Van? " Panggil reva dari jarak yang agak jauh karena tubuhnya sedang berkeringat dan takut jika vano merasa terganggu.
"Apa sih? Udah tau suara sekecil semut masih aja jauh banget ngomongnya! " Bentak vano pada reva.
"Maaf, aku lagi keringetan takutnya ntar bau" Jelas reva
"Bagus deh lo sadar diri udik" Cibir vano
"Emm aku mau minta izin van" kata reva
"Izin? Kemana? " tanya vano
"Aku mau jalan sama rafi ke kebun binatang " Balas reva polos.
Seketika tawa vano langsung meledak sambil memegangi perutnya, vano berusaha menghentikan tawanya.
"Kenapa van? Nggak boleh ya? Kamu kenapa ketawa-tawa? " Tanya reva bertubi-tubi.
"Hahaha duh lucu aja, lo berdua mau kencan di kebon binatang haha " Ledek vano
"Kami gak kencan kok van" Reva berusaha menepis pikiran buruk vano.
"Ekhm... Sana deh, gue juga gak peduli! " Sentak vano
"y-y-yaudah aku siap-siap dulu ya van" Gelagat reva lalu masuk ke dalam rumah. Dan segera bersiap - siap, meninggalkan vano yang masih sedikit tergelak.
---------------------------------
Vano sedang duduk bersantai sambil menonton televisi di ruang tamu dan sesekali membalas chat bella.
Reva turun dengan skinny jeans pants,celana jeans hitam ketat yang pas dengan tubuhnya, dan dipasangkan dengan baju sabrina putih yang memperlihatkan bahu putihnya dan tas kecil putih, rambutnya sengaja dia urai hingga membuatnya sangat cantik
Titt.... Tittt... Titt
Suara klakson mobil dari depan membuat vano bangkit berdiri namun ketika melihat reva sedang berlari turun dari tangga ia sudah bisa menyimpulkan pasti itu rafi.
"Vano aku berangkat dulu ya, makanannya udah aku siapin di meja makan" Pamit reva di hadapan vano
"Oh yaudah sana! " usir vano
Reva sebenarnya ingin seperti pasangan lain di luar sana, mencium punggung tangan suaminya sebelum pergi bekerja. Tapi sepertinya untuk sekarang belum bisa.
"HE! MASIH AJA BENGONG! " bentak vano membuat reva tersentak kaget
"Emm iya iya" setelah itu reva segera berjalan keluar dari rumah dan menemui rafi yang sudah menunggunya.
__ADS_1
Seketika mood vano hancur, entahlah ia merasa tidak suka saja dengan reva yang pergi dengan Rafi padahal awalnya vano lah yang menyuruh rafi untuk memacari reva, tapi kenapa sekarang justru ia yang tidak ikhlas.
--------------------------
Reva cukup senang datang ke kebun binatang bersama rafi, disana banyak sekali binatang-binatang yang belum pernah dilihat oleh reva
"Gimana senneng gak? " Rayu rafi
"Iya aku senneng fi" Balas reva sambil tersenyum riang dan memandangi sekelilingnya.
"Aku beli minum dulu ya, kamu tunggu disini" Setelah mendapat anggukan dari reva, rafi langsung pergi sedangkan refa mengecek ponselnya, dan membuka akun sosial medianya awalnya reva agak sedikit tercengang, melihat insta story om jordan di dalam ada fotonya dan seorang cewek yang cukup familiar bagi reva.
'Loh ini kan pacarnya vano' batin reva ,tangannya mengetikkan pesan untuk om nya, sebenarnya om jordan tidak terlalu tua seorang pria umur 40 an ke atas lah tapi wajahnya masih lumayan lah.
You : Halo om jordan
Om Jordan : Hai ponakan cantik. Tumben ngechat?
You : gak kok om. Btw itu yg di story ciwi baru ya? 😲
Om Jordan : Haha kepo anak kecil
You : Ih nggak om, itu pacar baru om
Om jordan : Nggak.
You : Ooh terus siapa?
Om Jordan : Pacar tp kmu salah dia itu bkn pacar baru tpi udah lama eaaa
You : Seriusan om?
Om jordan : Masa nipu ponakan om sendiri sih 😂
You : Oke om, reva doain makin langgeng, btw muda banget tuh
Om jordan : Kyk gak tau selera om aja 😂
"Hei!, asik chatan sama siapa sih" Rafi mengagetkan reva yang sedang berpikir keras.
"Yaudah nih buat kamu" Rafi memberikan sebotol minuman dingin untuk reva.
"oh makasih ya fi" reva menerimanya dengan baik lalu meneguk isinya.
"Gimana? Mau balik? Atau.. " Rafi memberi pilihan pada reva
"Balik aja deh, udah sore juga" Jawab reva
"Yaudah yok" rafi merangkul reva, bagaimana pun mereka tetaplah sahabat sejati selamanya.
-------------------------
Reva memasuki rumahnya pelan, lalu memasuki kamarnya .setelah membersihkan diri dan memakai daster batik seperti biasa.
Reva membuka tudung saji yang ada di meja dan melihat makanan masih utuh dan sudah dingin, yang berarti vano belum makan. Tangan reva mulai menyendokkan nasi dan beberapa lauk ke dalam piring lalu membawanya bersama segelas air putih dengan nampan.
Tok.... Tok..... Tok.....
Reva mengetuk pintu bercat putih itu dengan sangat hati-hati,namun tetap tak ada jawaban dan justru suara barang pecah.
Pranggggg.......
Mata reva membelalak sempurna
Tangannya mulai menggedor-gedor pintu keras.
"Vano!" Teriak reva
"Vano!"
Tangan reva menekan knop pintu dan berhasil pintu itu tidak dikunci. Terlihat vano sudah berlutut di bawah lantai dan suara benda pecah tadi adalah gelas yang jatuh.
__ADS_1
"Astaga van!" Pekik reva. Reva meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman itu di atas nakas,lalu membantu vano untuk naik ke atas ranjang setelah berhasil reva menatap wajah vano yang sedikit pucat,raut kekhawatiran muncul di wajah reva.
"Kamu demam van" Reva mengecek suhu tubuh vano dengan menempelkan punggung tangannya di jidat vano.
"Makan dulu ya kamu kan belom makan" Reva membantu vano untuk bersandar di senderan tempat tidur.
"Akh..gue pusing" Adu vano,sambil memegangi pelipisnya.
" iya sabar ya,makan dulu baru kalo perutnya udah ada isinya baru deh kamu makan obat" Ucap reva dengan sabar.
"duuuhhhh jangan reccokin gue dulu bisa?!" Bentak vano
"i-iya tapi kamu makan dikit aja ya" Reva menyendokkan makanan dan mulai memberi suapan pada vano,sedangkan vano menatap reva heran.
"Gue bisa sendiri" Balas vano berniat mengambil alih sendok itu dari tangan reva.
"Udah gak papa,aku suap dulu nanti kalo udah sembuh baru makan sendiri ya?" . Vano mengangguk pelan lalu mulai memakan setiap suapan yang diberikan reva.
Salah satu sudut hati vano sedikit menghangat dengan sikap dan perhatian yang reva berikan. Bella bahkan serasa tidak peduli ketika ia beritahu.
Ting....
Bella sayang💓 : Km ke dokter aja ya aku lagi sibuk yang
You : Iya sayang gpp . Tp km jenguk kan?
Bella sayang💓: Aku jg gak bisa jenguk,besok pagi aja ya yang? .sorry ya yang...
Vano membanting ponselnya ke samping,reva yang melihat itu langsung bertanya.
"Kenapa van?" Tanya reva lembut
"Bukan urusan lo" ketus vano
"Oke udah abis makanannya.Sekarang makan obat ya?" . Reva membuka plastik obat lalu memberikannya pada vano serta segelas air putih.
"Kamu istirahat aja" saran reva lalu membantu vano untuk tidur,dan menyelimuti vano hingga dada,vano langsung memejamkan matanya malas melihat reva,mood nya benar-benar hancur oleh bella.
"Aku keluar ya,kalo ada apa-apa,panggil aku aja"
"hmm"
Reva keluar dari kamar ,dan berjalan turun.sesekali ia bersenandung,
Setelah mencuci piring yang kotor reva memasuki kamarnya untuk beristirahat dan menyalakan alarm jam 10 malam,untuk bangun mengecek keadaan vano.
10:00......tringg.......
Reva menguap pelan lalu mengucek-ngucek matanya,setelah itu reva langsung keluar dari kamarnya naik ke atas tangga. Dengan langkah begitu pelan reva memasuki kamar vano, di dalam reva bisa melihat keringat yang bercucuran dari pelipis vano sesekali terdengar ringisan kecil dari vano.
"ssshhh.." Rintih vano
Tangan reva kembali ia tempelkan di jidat vano,dan benar saja kini demam vano makin tinggi saja.
"Ngapain lo?" Tanya vano
"Sebentar ya" Reva keluar dari kamar mengambil handuk kecil dan baskom kecil yang ia sudah isi air . Reva masuk ke dalam kamar naik ke atas ranjang vano dan duduk .tangan reva mulai memeras handuk itu hingga sedikit lembab lalu ia tempelkan di atas jidat vano.
"Cepet sembuh" gumam reva,sebuah senyuman terukir di bibir reva,baru kali ini ia sedekat ini dengan vano.
"ma..."ucap vano
"Kangen mamanya toh" Celetuk reva
Reva mulai beringsut turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar.
"Reva!" Teriak vano,membuat reva kembali menoleh.
"Iya?" Tanya reva.
"Lo disini aja bentar,cek panas gue" Pintah vano
__ADS_1
"Iya" reva duduk di lantai samping kepala vano,sesekali tangannya mengusap-usap rambut vano,dan sepertinya vano juga nyaman dengan usapan itu.
Mata reva mulai terserang kantuk kembali,reva tertidur dengan posisi duduk di bawah lantai tangannya memegangi kepala vano, sembari mengusap kepala suaminya itu.