Sesalku

Sesalku
PART 16. KETAHUAN?


__ADS_3

Satu Minggu ini Reva merasa cukup senang bisa di tinggal di kontrakan, Setidaknya reva tidak mendengar bentakan bahkan tidak mengerjakan sesuatu yang berat, rumahnya juga bersih kok.


"Mungkin, nanti aku gini kali ya kalo cerai sama vano" Ucap reva yang sedang duduk di teras, sambil menunggu vano yang sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.


"Assalamuaalikum ce' " Seorang wanita paruhbaya datang dan mengucapkan salam.


"Kunci ya bu?Sebentar" Tebak reva lalu merogoh Tas nya, setelah menemukan kunci kontrakan itu reva segera memberikannya.


"Gimana ce'? Aman gak kontrakan saya? Enak kan?" Reva langsung dibrondong banyak pertanyaan.


"Iya bu, Aman kok, nyaman juga" Jawab reva sambil tersenyum canggung.


Mata ibu itu menjadi begitu berbinar-binar, tangannya menarik ponselnya dari dalam saku.


"Saya mau minta testimoni boleh ya ce' ?"


"Te-testimoni? oh ada juga ya bu?" Reva mendekatkan diri kepada ibu itu, lalu mulai berfoto selvie bersama ibu itu


cekrek.


"Habisnya, cece' nya cantik kayak artis, nanti saya bisa bikin spanduk promosi pake foto kita ce' " Ucapnya sambil memandangi foto hasil jepretannya. Reva hanya mengangguk, Ibu itu memperhatikan reva lagi,


"Ce' kenapa pakek jaket hoodie ini masih siang banget" Tegurnya pada penampilan reva,


"Eumm, gak papa kok bu" Jawab reva, setelah reva teliti perutnya memang sudah mulai nampak layaknya orang hamil, Dan itu mengharuskan reva untuk memakai pakaian longgar agar bisa menutupinya. Ibu tadi langsung pamit dan pergi,


Tak lama mobil vano memasuki pekarangan kecil yang ditempati reva selama seminggu ini. Vano turun dari mobilnya, dan berjalan ke arah reva.


"Mana kopernya?".Reva hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan vano, yang ada itu orang mengucapkan salam dahulu


"Itu, Lain kali salim dulu kek " Sindir reva, entahlah belakangan ini reva lebih agresif apakah karena pengaruh kehamilannya?,


"Diem!" Bentak vano,


Suasana mobil nampak seperti biasa saja, Namun vano sedari tadi risih dengan reva yang memakai jaket Hoodie dirinya seakan ikut gerah.


"Kenapa sih makek jaket? ini masih siang woy!" Teriak vano,


"Serah aku" Jawab reva.


Siapa yang sudah mencuci otak reva?, kenapa sekarang reva menjadi lebih suka melawan, Vano tidak boleh kalah dia harus lebih tegas dan kasar lagi pada reva. Lihat saja nanti di rumah,


Suara gedoran pintu dari luar membuat reva terbangun, reva mengumpulkan nyawanya sedikit demi sedikit lalu berjalan membuka pintu kamarnya.


Ceklek...


"Isshhh lama banget sih lo bukanya" Protes bella sambil bersedekap dada


"Em-emangnya kenapa bel?" tanya reva sabar


"Bikinin kita makan sekarang!" bentak bella


"Aku lagi capek bel,kamu aja ya" suruh reva .

__ADS_1


"Buruan!" bella menarik tangan reva dari depan pintu kamar dengan kasar.


"akh...sakit bel" Rintih reva


Reva akhirnya memasak untuk makan malam,sedangkan vano mungkin sedang bekerja dan anehnya bella masih ada di rumahnya padahal ini sudah makan.


Setelah selesai reva membawa semua lauk ,dan nasi ke atas meja makan. Kakinya melangkah naik ke atas tangga ingin memanggil vano namun terhenti karena teriakan bella.


"MAU KEMANA LO!" teriak bella


"Panggil vano" Jawab reva polos


"Husss huss sana lo makan duluan aja,gue yang panggil vano" . Reva mengangguk pelan lalu membiarkan bella yang pergi memanggil vano.


Reva menyendokkan nasinya ke atas mulut ,hatinya seperti tersayat apalagi ketika melihat vano dan bella saling suap-suapan jujur saja hatinya memanas.


"sedikit info rev, mulai sekarang bakal banyak perempuan tinggal disini, gak cuman bella" . Reva menatap vano tak percaya ia mengizinkan perempuan lain tinggal di tempat ini.


"kenapa van?" Tanya reva


"Eh inget ini itu rumah gue, jadi terserah gue lo itu cuman numpang ya!" Sinis vano


"Tapi kan aku istri kamu" Elak reva


"What?istri? Kepedean amat lo,vano bakal ngakuin lo!" Ledek bella


"Inget kan gue gak bakal pernah ngakuin lo"


Tingdong......Tingdong...........


Reva yang hendak masuk kedalam kamar langsung terhenti karena seseorang yang memencet bel rumah.


ceklek.....


"Rafi?" kata reva tak percaya


"hehe kenapa?Kangen?kaget? Atau rindu nih" goda rafi dengan senyumannya


"ada-ada aja kamu fi. Ayo masuk" reva mengajak rafi masuk, vano yang melihat itu langsung menggebrak meja keras.


Brakkkk


Bella ,dan refa terkejut bukan main.sedangkan rafi tersenyum sinis


"Emm fi, kamu mau minum apa?" tawar reva sambil tersenyum manis menghiraukan vano.


"Teh aja ya" . Reva mengangguk lalu berjalan ke arah dapur ,tanpa menoleh sedikit pun pada vano. Setelah selesai membuat teh panas untuk rafi, reva berjalan ke arah ruang tamu. Vano berjalan kecil lalu menggoyangkan tangan reva yang memegang teh panas itu hingga jatuh dan tangan reva merasakan panas


"aw....panas" rintih reva


"WOI BANCI LO" Rafi berdiri dan meniup tangan refa. Vano semakin geram dengan aksi itu, sedangkan bella semakin memanas-manasi vano


"Ihh berani juga si udik bawa cowok" Kompor bella pada vano.

__ADS_1


"HE! NGAPAIN LO KESINI HAH?!" Teriak vano sambil mencengkram baju rafi.


"cih .....apa?lo udah mulai nyessel?" Goda rafi dengan senyum miringnya.


Buggghhhhh.......


Vano memukul rafi hingga tersungkur di bawah lantai


"Rafi!" Pekik reva lalu berjongkok melihat keadaan rafi, sialnya tangannya langsung dicekal oleh vano dari belakang.


"Lepas van!"


"DASAR LO MURAHAN, DENGAN ENTENGNYA LO NGAJAK COWOK LAIN KE RUMAH!" Bentak vano


Kali ini reva sudah sampai di ambang kesabarannya menghadapi vano dan bella.


"TERUS APA BEDANYA SAMA KAMU? KAMU BAWA PEREMPUAN LAIN BAHKAN SAMPE NGINAP DI RUMAH INI KAMU-" Reva berusaha bersabar


"MASUK KE KAMAR!" Tarik vano dengan kasar.


"Lepasss van!" Pekik reva


Rafi segera bangun dan menghempas tangan vano lalu merangkul reva dan melindunginya.


"ANJING! TEGA BANGET LO SAMA ISTRI LO!" Bentak rafi tak terima


"Lo siapa? Hah!?"


"BENER-BENER GAK PUNYA HATI ,ISTRI LO ITU LA---!" Rafi menggantungkan ucapannya, lalu melirik reva yang menggeleng dengan tangisannya


Wah sayang, kayaknya mereka itu udah bukan temen lagi deh, makanya rafi dari tadi belain" ucap bella sambil memeluk vano dari samping.


"Hiks....ng-nggak va---"


"NGGAK USAH NGELAK LO MURAHAN!" Bentak vano sambil menunjuk wajah refa.


"Gue sama reva cuman temen ,gak lebih!" Jelas rafi sambil menahan emosinya.


"MASUK KE KAMAR REV!" Titah vano,


"Jangan kasarin reva,gue mohon" Rafi memelankan suaranya berusaha untuk menjadi pihak yang kasar.


"MASUK!" Bentak vano.


Rafi merengkuh tubuh reva lalu memeluk perempuan itu, Kasihan reva selalu saja ditindas begini.


Reva segera berlari masuk ke dalam kamar ,menguncinya rapat-rapat. Menghiraukan suara benda pecah,dan suara tonjokan di luar kamar nya.


Setelah melalui pertengkaran kecil itu, Tenggorokan vano menjadi seret. Vano membuka lemari tempat menyimpan gelas, dan tak sengaja menemukan box susu ibu hamil.


"Punya siapa ni? Atau jangan-jangan......."


NOTE : JANGAN LUPA VOTE DAN COMENTđź’•, KALIAN TAU GAK? AKU TUH JADI SEMANGAT BUAT UPDATE LAGI KALO BACA KOMENTAR KALIAN

__ADS_1


__ADS_2