
Pria itu merentangkan tangannya seolah bersedia untuk dipeluk, Tanpa menunda-nunda lagi reva segera memeluk pria itu dengan erat.
"Kangen..."Lirih pria itu. Dia adalah rafi lelaki yang selalu setia menemaninya dari nol, dan memberinya semangat agar tidak berputus asa.
"Aku juga.." Reva menepuk-nepuk punggung rafi, Setelah dirasa cukup akhirnya reva dan rafi mengakhiri pelukan mereka.
Tak lama dari arah pintu kaca, terlihat seorang wanita sedang menggendong anak perempuan yang sedang asik menjilati es krimnya.
"Mbak reva ya?" Tebak wanita yang kini berdiri di samping reva. Dengan senang hati reva mengangguk.
"Rev, ini istri dan anak aku namanya Claudia dan si kecil cantik ini namanya Clara" Ucap rafi memperkenalkan kedua bidadarinya.
"Reva"
"Claudia" . Keduanya saling berjabat tangan, Kemudian reva beralih pada anak perempuan itu.
"Halo cantik" Sapa reva sambil mengusap-usap pipi gembul anak perempuan itu.
Clara adalah putri pertama dari pasangan Claudia dan Rafi, Nama Clara sendiri diambil dari gabungan nama kedua orang tuanya.
"Cantiknya..." Reva mencubit pipi anak itu, Dan mengambil alih gendongannya.
"Sama tantenya dulu ya..." Claudia membiarkan anaknya digendong oleh reva.
Sedangkan vando sudah dilahap api cemburu, Vano mendekat ke kaki sang mama lalu menarik-narik ujung gaun yang di pakai reva.
"Mama, Mama" Panggilnya, Ini juga adalah salah satu sifat yang di turunkan oleh vano, pencemburu.
Rafi melihat anak lelaki yang tengah merengek itu, lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu.
"Halo, nama kamu siapa?" Tanya Rafi sambil mengusap punggung anak itu, Wajahnya sangat mirip dengan lelaki tujuh tahun yang lalu, Yang berani mencampakkan istrinya. Ingatan rafi kembali terputar, Dia adalah anak yang reva kandung dari vano.
"Vando om" Jawabnya dengan wajah datar, Sedangkan reva sudah merasa risih dengan vando yang terus saja menarik ujung pakaiannya.
Reva akhirnya mengembalikan clara kepada claudia karena sudah agak risih, Lalu beralih pada vando yang memasang wajah masam.
"Jangan Ngambek," Goda reva,
Vando memeluk kaki mamanya, Semua orang tergelak dengan kemanjaan vando wajahnya pun tampak lucu karena cemberut.
Reva, Claudia dan, rafi saling berbincang, apalagi tentang reva yang kini sudah bisa dikata sukses sekali. Setelah rafi dan keluarga berpamitan untuk pulang, Asisten reva segera menghampiri bos nya itu,
"Bu...besok malam resort kita mau di booking untuk acara syukuran"ucap asisten reva.
"Oke persiapkan dengan baik ya" peringat reva.
"Ibu diminta datang karena mereka tertarik dengan resort kita bu" Ujar tantri asisten reva sambil tersenyum
"O yah? Baik besok saya akan datang" balas reva sumringah. Akhirnya resort ke empatnya ini akan menemukan partner bisnisnya.
Hari ini keluarga mahatma akan merayakan syukuran dan party karena cucu mereka Vanesa Mahatma Lorenzo telah mengharumkan nama keluarga dengan meraih juara 1.
__ADS_1
"Vano kamu ikut kan?" Tanya grace mami vano.
"Iya tapi dikit telat gak papa ya" Jawab vano masih dengan laptop di depannya dan masih fokus memindahkan file-file penting.
"Gak papa yang penting kamu dateng" Setelah itu grace pamit keluar dari ruangan kerja vano.
Sejak kemarin vano selalu memikirkan anak itu,anak yang kemarin sempat menggemparkan keluarga mahatma bukan hanya karena marga tapi wajahnya yang sekilas mirip dengan vano.
"sial kenapa gue jadi kepikiran gini sih. Fokus Fokus Fokus van!" Vano berusaha untuk fokus dengan pekerjaannya dan tidak memikirkan anak itu.
Reva kini sudah berada di kamar putranya itu,
Vando bangun yuk nak..." Reva membangunkan putranya itu
"Hoam....mama?" Vando bangun dan menggaruk-garuk pipinya.
"mama udah bikin kue tart loh..hadiah karna vando kemaren udah juara" tangan reva mengusap-usap kepala putranya itu sambil sesekali mengecupnya.
"Ayo kita makan sama-sama ma" Vando begitu sumringah dan menarik mamanya turun dari kasur.
Reva begitu bersyukur memiliki anak yang tidak terlalu banyak menuntut hadiah. Reva juga selalu mengajarkan anaknya itu untuk bisa hidup hemat
dan sederhana
"Vando mau makan bagian yang mana ?" Tanya reva sudah dengan pisau plastik khusus memotong kue
"ini ma,yang ada cheri nya" Vando menunjuk chery yang ada di atas kue.reva tersenyum lalu mulai memotong kue tersebut dan memberikannya pada putranya.
Vando mengangguk pelan , sejak kecil vando memang sudah biasa ditinggal mamanya apalagi jika sudah urusan pekerjaan.
Vano mengendarai mobilnya, sudah beberapa kali vano mengklakson bocah yang sedang bersepeda tepat di depan mobilnya hingga membuat vano harus mengendarai mobilnya dengan sangat pelan.
"Akh...Sialan nih bocah" Geramnya, vano menancap pedal gas mobilnya dan tanpa sengaja menyerempet sepeda anak itu hingga jatuh.
"Awww....,Sakit" Gumam Vando, Sikutnya mengeluarkan darah segar. Tadi vando sengaja bersepeda untuk menghilangkan kebosanannya karena ditinggal sang mama.
Vano mengusap wajahnya kasar, Lalu turun dari mobilnya dengan niat menceramahi anak itu sekaligus menolongnya karena tidak sengaja membuatnya jatuh.
"Gak bisa naik sepeda gak usah sok deh, Makanya Kalo kamu naik sepeda itu jangan di jalan kayak gini, Sekarang Om kan yang susah." Ceramah vano, lalu berjongkok dan melihat luka anak yang tak sengaja dia tabrak.
"Om sendiri? Udah pinter bawa mobilnya sampe nyerempet aku kayak gini" Sewot vando,
Vano beralih menatap wajah anak ini, Baru kali ini ada yang berani menentangnya dan bahkan balik menceramahinya.
"Ngejawab aja lu, Songong amat jadi anak" Sarkas vano, Sekilas anak itu nampak tak asing dia adalah anak yang memakai nama marga yang sama dengannya.
"Saya bukan anak om". Yasudahlah lebih baik vano tidak usah menjawab anak ini lagi.
"Rumah kamu dimana?, Saya anter ke orang tua kamu" Tawar vano.
Vando menaruh jari telunjuknya di dagu, dan menerawang ke atas pura-pura berfikir.
__ADS_1
"Pakek mikir juga ni anak, udah otak sekecil biji salak masih aja mikir"-Batin vano, dan tanpa sadar sebuah senyum tipis terukir di wajah vano.
"Tapi om jangan culik aku yah, Nanti mama aku siapa yang temenin?". Mendengar jawaban itu vano sedikit terkekeh lalu mengacak puncak kepala anak itu.
Vano menggendong Vando terlebih dahulu naik ke atas mobil, dan menaruh sepedanya di bagasi belakang.
"Nama kamu siapa?" Tanya vano di sela-sela kegiatan menyetirnya
"Vando om" Jawab vando.
Mobil vano terjebak macet, Vando duduk di jok samping vano juga sudah kepanasan walaupun AC sudah dinyalakan.
"Om, Vando haus" Rengek vando sambil memegangi lehernya.
"Om gak ada Air" Jawab Vano sekenanya, Merepotkan juga bersama dengan anak kecil.
Vano sudah sangat geram dengan kemacetan ini, Beberapa kali vano menekan klakson mobilnya meminta jalan namun tetap tidak di berikan.
Tinnnnnnnnnnn.....
Vando menutup kupingnya, kemudian menarik Tangan vano dari Klakson mobil.
"Om Harus sabar, Kata mama Orang sabar itu disayang Tuhan" Ceramah vando.
Vano sendiri agak tersentuh dengan kalimat anak ini, Belum pernah ada yang mengucapkan kalimat teguran seperti itu padanya. Vano beralih memangku vando saking gemasnya dia sampai mencubit pipi anak ini, Ada rasa hangat yang muncul dalam hatinya ketika berada di dekat vando.
"Om, Kata Mama Bahaya kayak gini di mobil, nanti kita bisa kenapa-napa" Jawab vando sambil menggerak-gerakkan tubuhnya meminta dilepaskan.
Akhirnya Vano menyerah dan mengembalikan vando ke posisi awalnya.
"Pinter" Vano mengusap-usap kepala vando, Ketika kemacetan sudah bisa terurai vano kembali melajukan mobilnya.
BASA BASI AUTHOR
🙏
NOTE : NGEGANTUNG GAK?
Ada yang ngasih saran kalo selesaiin satu-satu aja nulis novelnya, Eum...setelah aku pikir-pikir baiknya sih gitu. dan Aku udah niat buat selesaiin Novel "Sesalku" Terlebih dahulu.
•Jangan lupa komen untuk part ini, O yah aku makasih banget sama yang udah dukung cerita ini dari Nol banget dan tiap baca komentar kalian aku seneng banget. Mungkim kalian bingung ya kalo alurnya gak jelas gitu, heheh maap kan authornya yeuuu masih amatiran dan labil karena masih SMA.
•Kok rafi sama claudia sih thor?
Jadi, Part kedepannya akan memakai alur maju mundur jadi kalian bakal disuguhin masa lalunya si rafi sampai bisa menikah sama caludia dan punya anak namanya Clara.
🙏🙏🙏AKU MINTA MAAF GAK BISA NGIRIM VISUAL REVANDO, ALASANNYA KARENA PIHAK MANGATOON DARI TADI PAGI GAK GUBRIS PART INI. AKU COBA NGIRIM TANPA GAMBAR MUNGKIN BISA KALI YA, AKU MINTA MAAF BANGET READERS....
__ADS_1