
"Lebih baik aku bersabar, daripada menanggapi dan cekcok tiada akhir"
-Reva Elkana-
Selesai mencuci dua keranjang cucian pakaian vano, reva akhirnya bisa bernafas lega.
"Alhambdulillah, akhirnya beres juga" Ucap reva sambil menyeka keringatnya. Entahlah, beberapa minggu ini vano jadi tidak terlalu bermain fisik ketika memarahinya, dan reva cukup senang dengan itu, mengingat dirinya yang sedang hamil.
"Reva!" Suara bella membuat reva berlari kecil mencari keberadaan bella.
Bella sedang bersantai, sembari membaca artikel kecantikan. Dengan tergesa-gesa reva datang.
"Lo telat sepuluh detik, jadi pijitin kaki gue" titah bella, sambil melirik jam dinding. Reva mendengus kesal, setiap hari selalu begini lambat sedetik saja vano ataupun bella pasti akan menghukumnya.
"Iya bel" Jawab reva pasrah, dan mulai memijit kaki bella.
Sekitar Sepuluh menit barulah reva disuruh berhenti oleh bella.
"Sekarang bersihin kolam renang, gue mau berenang" Ucap bella lalu bangkit berdiri menuju kamar untuk berganti pakaian.
Mata reva menangkap banyak sekali dedaunan di tengah kolam, masalahnya adalah reva tidak bisa berenang. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya reva menemukan bambu yang cukup panjang untuk membersihkan dedaunan di tengah kolam.
Kemarin rafi sempat dihubungi oleh reva, dan reva ternyata sedang ngidam martabak topping keju dan siang ini rafi berencana akan menjenguk reva.
Bruk...
Ketika berbalik badan setelah membayar pesanannya, tanpa sengaja rafi menabrak seorang cewek yang sedang membawa minuman sebagian minuman tertumpah di baju rafi sedangkan cewek itu terperanjat kaget lalu menutup mulutnya kaget.
"Duh...maaf mas" Tangan cewek itu meraih tissue dan mulai membersihkan baju rafi yang tertumpahi minumannya.
"Udah, udah, gak pa-" Rafi menggantungkan kalimatnya dan memicingkan matanya karena merasa tak asing dengan cewek di depannya ini.
"Lisa?" Tebak rafi.
Merasa namanya di panggil, cewek itu mendongakkan kepalanya. Dirinya juga nampak tak asing dengan pria ini.
"Mas Rafi?". Rafi mengangguk dan tersenyum tipis.
"Gak nyangka bisa ketemu disini" Celetuk rafi
"Iya. Eh..ini maaf banget ya, aku gak sengaja" Kata lisa dengan ramah.
Rafi mengangguk pelan. Rasanya agak canggung bertemu kembali dengan lisa, apalagi dengan status mereka yaitu mantan.
"emm.., fi kamu buru-buru? Kalo nggak sih aku masih mau ngobrol sama kamu" Tawar lisa.
"Nggak kok. Gimana kalau disana aja" Rafi menunjuk meja paling pojok, lisa ikut saja dan berjalan bersisihan dengan rafi.
Setelah ngobrol sebentar akhirnya lisa dan rafi memesan makanan.
"Mbak, Mas, Mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan yang sudah siap dengan pena dan kertasnya untuk menulis pesanan rafi dan lisa.
__ADS_1
"Nasi Goreng" Ucap mereka berdua serempak. Keduanya kemudian saling melirik
"Ekhm.., nasi goreng dua ya mbak" deham rafi untuk menyingkirkan kecanggungan. Berbagai memori kembali teringat, dulu dirinya dan lisa sedekat nadi dan kini sejauh matahari.Bahkan dulu hampir semua kebiasaan rafi sama dengan lisa, hobi pun sama.
Setelah pesanan datang keduanya langsung menyantap makanan mereka, lisa melihat ke arah piring rafi dari dulu selalu sama semua sayuran dipinggirkan. Lisa cekikikan dan membuat rafi curiga,
"Kenapa ketawa lis?" Tanya rafi
"Kamu masih sama aja ya kayak dulu, tetep gak suka sayuran, sayuran itu dimakan bukan dianggurin" Omel lisa. Rafi hanya tersenyum takut baper dengan sikap lisa yang cerewet ini , sikap inilah yang dia rindukan selama beberapa tahun ke belakang ini.
Sedang asik-asiknya menikmati makanan, rafi melihat nasi di ujung bibir lisa. Refleks, rafi mengulurkan tangannya lalu mengusapnya.
"Ckckck makan tuh yang benner" Celetuk rafi, sedangkan lisa masih terdiam kaku di tempat dan cukup terkejut dengan perlakuan rafi barusan.
"Ya Allah, jangan sampe gue baper lagi dah sama ni bujang-" batin lisa.
Rafi mengantarkan lisa untuk pulang, selama di perjalanan berbagai memori kembali teringat mulai dari musik kesukaan mereka berdua yang masih biasa dilantunkan rafi di dalam mobil ketika berkendara, hingga lisa yang tidak bisa berhenti mengoceh.
"Makasih fi..." Kata lisa dengan senyum ramahnya,
"Iya" Jawab rafi dari dalam mobil, setelah berpamitan rafi segera melenggang pergi.
"Jantung gue cemen banget, baru aja ketemu mantan udah mau lompat aja-"batin rafi, tangannya memegangi dada bagian kirinya yang berdegup kencang.
Kaki reva menginjak genangan air yang belum kering di pinggiran kolam yang membuatnya tergelincir dan jatuh ke dalam kolam
Byurrrr...
"To-tolong!" Teriak reva berkali-kali, sialnya lagi tidak ada yang datang menolong. Reva mulai kesulitan bernafas, apalagi air yang mulai memasuki mulutnya. Kaki reva juga sangat sulit di gerakkan kerena keram.
Dari atas jendela kamar, bella bisa melihat istri pacarnya itu sedang kesulitan berenang, dan sudah berkali-kali berteriak meminta tolong.
"Hahah lucu banget deh" Bella justru tertawa sambil bersedekap dada.
Sudah berkali-kali rafi menekan bel rumah reva, namun tak ada yang membuka pintu. Samar-samar terdengar suara meminta tolong, perasaan rafi menjadi tidak tenang.
"Masuk aja kali ya," Rafi akhirnya menekan knop pintu dan rupanya tidak dikunci. Rafi memasuki rumah itu,
"Tolong!". Suara teriakan itu dari arah kolam renang, rafi melempar kotak martabak yang tadi sempat dia beli lalu berlari menuju kolam renang.
"REVA!" Teriak rafi ketika melihat sahabatnya itu, mulai kehilangan kesadarannya sedikit demi sedikit badan reva mulai tenggelam.
Byurrrrr...
Tanpa basa-basi rafi menceburkan dirinya ke dalam kolam. Lalu berenang mendekat ke arah reva,
"Berhasil" Gumam rafi ketika sudah meraih tangan reva lalu menariknya mendekat.
"Rev.. Sadar!" Rafi menepuk pelan pipi reva.
"Uhuk,Uhuk" reva terbatuk-batuk mengeluarkan air dari dalam mulutnya, Rafi memeluk reva senang jika saja terlambat sedikit saja rafi sudah tidak tahu apa yang akan menimpa reva.
__ADS_1
"Hiks rafi, aku takut..." Tangis reva lalu mengeratkan pelukannya pada rafi.
"Ssstttttt, tenang ada gue" Rafi memeluk tubuh reva erat, lalu menggiring tubuh mereka berdua ke pinggiran kolam.
Rafi duduk di pinggiran kolam bersama reva yang masih trauma, sesekali rafi meledek reva yang tidak bisa berenang.
"Kenapa dateng fi? Terus yang bukain pintu siapa?" Tanya reva bertubi-tubi.
"Gue nyelonong masuk. Kemaren lo bilang pengen makan martabak kan? Nah gue beliin tuh"Ucap rafi sambil tersenyum manis.
Reva memeluk tubuh rafi dari samping, yang langsung dibalas oleh rafi sambil mengusap punggung reva pelan. Rafi membantu reva berdiri, lalu berjongkok di depan reva.
"Dedek bayi gak papa kan?" Rafi mencium perut reva yang terhalang daster, lalu berbicara di depan perut reva.
"Emang dia denger ya fi?" Tanya reva polos
"Iya ref, dia juga ngejawab"
"Dia bilang apa fi?" Tanya reva
"Dia bilang mamanya cantik" Gombal rafi seraya bangkit berdiri.
"Itu sih kata kamu" Jawab reva dengan kekehannya.
Bella menyentak-nyentakkan kakinya turun, ketika melihat seorang cowok bersikap sok pahlawan itu datang dan mengacaukan tontonannya itu.
"REVA!" Teriak bella. Sontak rafi dan reva menoleh ke arah suara
"Dia siapa rev?" Rafi rasanya agak tidak asing dengan cewek ini.
"Pacarnya vano fi.." Jawab reva
Bella melangkah mendekati keduanya lalu melempar tatapan angkuhnya, sedangkan reva langsung menundukkan kepalanya takut, melihat itu rafi langsung maju selangkah memunggungi reva.
"Pelakor" cibir rafi, lalu membuang tatapannya.
"Cih, tau apa sih lo, minggir!, gue gak ada urusan sama lo!" Bentak bella dan berusaha menarik reva dari belakang tubuh rafi.
"Dia sahabat gue, gue gak suka kalo ada yang ganggu dia" Spontan rafi lalu menghempas tangan bella kasar.
"Oh lo berani ya, reva buruan masuk bikinin gue jus . Kalo lo gak mau sekarang juga gue telfon vano!" Ancam reva, badan reva gemetar mendengar ancaman bella dia takut vano datang dan langsung bermain fisik, sungguh reva tidak mau anaknya kenapa-napa.
"Makasih fi, aku masuk dulu ya" Rafi berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Rafi tersenyum miring pada bella lalu segera berjalan keluar dari rumah itu.
Sedangkan bella kini menatap reva yang sedang membuatkannya jus . Senyum licik terukir di bibir bella,
"Saatnya permainan di mulai" Bella melangkah mendekati reva dengan gunting di tangannya.
**Note : Jangan lupa vote dan koment, o yah targetnya masih sama ya buat up ke part 14
__ADS_1
10 vote dan 10 komentar. kalo udah ada yang tembus aku bakalan up.
*Bocoran aja, Part 14 bakal seru banget. jadi jangan lupa vote dan komen**