
"*Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini."
\-Rafi Bramanta*\-
Reva berjalan ke garasi mobil, sambil membenarkan jam tangannya. Ketika hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba vano menutup pintu mobil kembali dan merebut kunci mobil dari reva.
"Van, Kok diambil? aku mau berangkat kerja"Sungut reva, sedangkan vano kini mengamankan kunci mobil itu di dalam saku jas kerjanya.
"Oh nggak boleh, lo nggak boleh pergi kerja sebelum rumah bersih, halaman juga bersih dan cabutin tuh..rumput udah tinggi banget" Titah vano pada reva. sedangkan reva kembali mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dia masih punya 30 menit untuk menyelesaikannya.
"Ta-tapi ini sisa setengah jam, dan gak mungkin van aku nger-"
"HARUS BISA!" Sela vano dengan cepat yang memotong ucapan reva seketika.
"Yaudah, kunci mobil aku mana?" Tagih reva
vano tersenyum miring, memangnya dia manusia yang gampang dibodohi oleh reva. Vano menduga mungkin reva akan segera kabur dengan ketika sudah diberi kunci mobil.
"Inget ya. Mulai hari ini dan seterusnya, lo berangkat pakek Angkot". Reva membulatkan bola matanya terkejut untuk apa menggunakan angkot semasih memiliki mobil , sebegitu bencinya kah vano pada dirinya.
"i-iya, aku naik angkot" jawab reva sambil menunduk. Setelah itu vano segera keluar dari garasi dan melenggang pergi untuk bekerja.
Reva memulai pekerjaannya, harusnya kini dirinya sudah ada di kantor tapi vano justru menyuruhnya bekerja tapi bagi reva ini tidak apa-apa karena sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri untuk mengurus rumah.
Peluh mulai membasahi pelipis reva berbagai telfon dari kantor juga sudah reva abaikan dan kini setelah pekerjaan rumah telah selesai badan reva sudah sangat bau keringat dan tidak mungkin ke kantor dengan model seperti ini.
"Mandi ulang lagi aja deh" Gumam reva lalu segera beranjak untuk mandi. Dan setelah itu berganti pakaian yang rapi.
Mobil rafi membelah macetnya jalanan ibu kota di siang yang terik ini, maklum saja rafi harus menghadiri meeting nya dengan client yang menawarkannya proyek dengan keuntungan yang cukup tinggi. Rafi mengedarkan pandangannya ke depan dan tepat di depan mobilnya adalah sebuah angkot , namun bukan itu yang rafi pedulikan, yang dia pedulikan adalah perempuan yang menumpangi angkot itu.
"Reva!" Pekiknya, rafi segera turun dari mobil dan tidak memedulikan orang-orang yang mengklakson dirinya.
Rafi menyelonong naik ke atas angkot lalu menarik tangan reva tiba-tiba, yang membuat reva begitu terkejut.
"Rafi?" Reva melepaskan tangannya dari rafi, karena tidak mengerti maksud dan tujuan rafi.
"Ayo rev, ngapain sih lo naik angkot? dan mobil lo kemana?" Tanya rafi bertubi-tubi dengan raut tidak suka.
"Mobil aku ada di rumah, ta-tapi vano nyuruh aku buat naik angkot" Balas reva.
Rafi betul-betul tidak mengerti dengan pikiran suami reva itu, begitu teganya membiarkan istrinya bahkan reva harus sampai disuruh naik angkot begini. Bahkan rafi percaya sebelum ini pasti reva baru saja disuruh-suruh oleh vano dari raut wajah reva saja nampaknya perempuan itu nampak kelelahan.
__ADS_1
"Yaudah, ayo gue anter" . Reva mengangguk lalu turun, tak lupa rafi membayarkan ongkos angkot reva.
Jalanan kini terpantau agak ramai lancar, dan sepertinya rafi harus bertanya tentang perlakuan vano.
"Kok bisa setelat ini sih rev?" Tanya rafi tanpa menoleh ke sampingnya.
"Hehe iya aku harus beresin seluruh rumah dulu, baru berangkat" Jawab reva.
"Kok lu mau sih rev?!" Kali ini suara rafi naik satu oktaf, dia tidak rela jika reva mau-mau saja dijadikan pembantu oleh vano.
"i-itu kan udah kewajiban aku fi" Reva merasa berkewajiban untuk semua urusan reva.
"Ya gak gitu juga kali rev, inget rev kalian berdua itu sama-sama orang mapan , masa kalian gak bisa ambil pembantu sih" protes rafi, Sejujurnya reva sudah pernah mengusulkan itu pada vano tapi justru vano mengancam akan mengusir pembantu bila reva datang membawanya.
"Kayaknya sih gak bisa fi, Vano aja gak setuju dan lagian aku juga masih kuat". Sudahlah Rafi sudah tidak mengerti dengan reva, Andai saja reva mau meninggalkan vano untuknya, Rafi berjanji akan menjaga reva dan tidak akan membiarkan sebulir air matapun lolos dari pelupuk mata reva.
Di tempat lain, vano kini masih fokus dengan laptop dan sesekali merenggangkan otot-otot tangannya. Pekerjaannya hari ini cukup sedikit jadi dengan cepat vano pulang, selain karena pekerjaannya selesai kini vano juga punya permainan di rumah yaitu membuat reva menderita, agar dengan cepat perempuan itu mengajukan cerai padanya, Sebenarnya vano bisa saja menceraikan reva namun karena ancaman papinya bahwa peru
sahaan tidak akan jatuh ke tangannya, maka vano harus membujuk reva untuk melayangkan surat cerai.
"REVA!" Teriak vano ketika sudah sampai di rumah, dan tak ada jawaban sama sekali. Vano melangkahkan kakinya ke dapur dan membuka tudung saji, isinya kosong membuat vano mendelik kesal.
"Tunggu aja reva, lo pulang bakal abis lo gue marahin!" batin vano, lalu memesan makanan saja.
Sudah larut malam dan vano sudah menonton beronde-ronde permainan tinju namun reva tak kunjung pulang. Vano berjalan ke teras untuk menunggu reva, bukan karena kangen atau rindu tapi untuk memarahi perempuan itu dan vano sudah menemukan banyak kesalahan reva untuk hari ini.
"KEMANA AJA?!" Sentak vano.
reva meremas tangannya "A-Aku banyak kerjaan di kan-"
"BOHONG!" Bentak vano lagi tidak terima dengan alasan reva "Oh gue tau, lo pasti abis pacaran ya ama si rafi, rafi itu" Tuduh vano
"Enggak, aku nggak pacaran sama rafi kok" Elak reva, lalu menggeleng pelan.
"Halah, alasan aja lo." Vano meraih pergelangan tangan istrinya itu lalu menariknya masuk ke dalam rumah.
"Akh..sssakit van.." Adu reva kesakitan. Sedangkan vano merasa senang mendengar rintihan reva yang baginya sangat mirip dengan suara nyanyian yang merdu.
"MALAM INI LO TIDUR DI GUDANG!" Ucap vano lalu menghempas tubuh reva masuk.
Sungguh reva tidak mau dikurung di tempat ini, Sebelum pintu tertutup reva dengan cepat reva memeluk kaki vano sambil menangis.
"Hiks..., Ma-maaf, hiks...Jangan taruh aku disini van, a-aku takut" Tangis reva pecah.
Vano membungkukkan badannya lalu menghempas tangan reva dari kakinya, tangan vano mencengkram erat rahang reva yang membuat manik mata reva bertemu dengan vano.
__ADS_1
"Oke, permintaan dikabulkan. Ada tempat lain kok sayang.." Kata vano, sambil mengusap rambut reva.
Semburat kecurigaan muncul di dalam benak reva, Dengan begitu cepat vano membawa reva masuk ke dalam rumah lalu mengurung istrinya itu di dalam kamar mandi.
Reva menekuk lututnya, selain menangis apa lagi yang bisa dia lakukan. Gara-gara vano juga lah dirinya mendapat pekerjaan yang sangat banyak di kantor, hingga harus lembur dan sekarang reva harus bermalam di kamar mandi.
Note : **Sesuai janji aku, jadi aku bakalan ngasih visualisasi di Bab ini. tapi sebelumnya aku makasihhhh banget buat yang komen dan vote buat cerita abal-abal aku ini, dan aku sadar kok kalo cerita aku ini gak seberapa sama cerita lain tapi disini aku nulis karena hoby aja.
Author juga Gak nulis di Novel Toon aja, tapi awalnya di ******* gitu. jadi, sedikit cerita aja jadi awalnya aku mau publish ini di ******* tapi karena cerita aku udah lumayan banyak disana jadi aku nyoba lagi deh disini dan aku minta dukungan kalian ya, komen jangan lupa 😊.
*INI VISUALISASI MENURUT AKU TAPI KALO MAU BAYANGIN YANG LAIN JUGA GAK PAPA**.
VANO MAHATMA
Jadi ini vano menurut aku, karena dari roman wajahnya udah keliatan garang ya. Tapi skali lagi aku tekankan ini visualisasi menurut aku kalo mau bayangin yang lain juga boleh.
BELLA LARENZA
Aku mengacu sama Bab 2 ya, kalo bella itu dia kebarat-baratan ya, tapi mau bayangin yang lain juga boleh.
REVA ELKANA
Gimana 😰? Ini terlalu imut buat disiksa vano, tapi kalian mau bayangin yang laen juga gak papa kok.
RAFI BRAMANTA
ini bang rafi, sobatnya reva yang baik itu loh... hehehe. Mau bayangin yang lain juga gak papa.
**QUESTION :
•JADI MENURUT KAMU REVA LEBIH COCOK SAMA SIAPA?
•KATA-KATA BUAT RAFI APA?
•BUAT VANO ADA KATA-KATA MUTIARA GAK?
JAWABNYA BISA DALAM HATI, ATAU NGGAK DI KOLOM KOMENTAR. MAKASIH BUAT YANG UDAH VOTE DAN KOMENTAR. JUJUR KALO AKU BACA KOMENTAR KALIAN AKU JADI SEMANGAT GITU.
__ADS_1
See you 💕**