
Sudah genap dua bulan reva bercerai dengan vano, Bahkan dengar-dengar sekarang rafi sudah menetap di amerika. Yang membuat reva bahagia adalah, kemarin ketika chek up kandungan ternyata janinnya sudah berada di posisi yang baik untung saja dulu reva tidak menandatangani formulir pengangkatan janin itu.
"Makasih ya Allah, Sampai sekarang hamba masih bisa kuat dan sehat bersama anak hamba. Kuatkanlah hamba terus. Begitupun vano ,Hamba sudah memaafkannya dan ikhlas dengan semuanya" Doa reva dalam sujudnya, Meskipun vano hanyalah satu dari banyaknya pilunya namun reva tidak ingin mendendam.
Reva juga banyak menerima cibiran dari tetangga-tetangganya, bahkan ada yang mengatai reva sebagai seorang wanita murahan dan sedang hamil anak haram.
"Assalamualaikum " Sapa reva, yang disahuti salam balik oleh beberapa karyawan toko yang lainnya.
"Jadi saya menyuruh kalian berkumpul disini, Ada satu hal yang ingin saya umumkan.Jadi toko saya ini mengalami kebangkrutan, dan toko ini sudah saya jual lagi.Maaf kalau kalian semua harus berhenti bekerja" Ucap pak dito
Reva dan yang lainnya harus bisa menelan kenyataan pahit, Mereka tidak lagi memiliki pekerjaan.
Pak dito mulai berjalan membagikan gaji, dan pesangon pada setiap karyawannya.
"Pesangonnya gak usah pak" Tolak reva, dia tau mantan bos nya ini sedang mengalami kebangkrutan dan tidak ingin makin membebani pak dito.
"Kamu harus terima, bagaimanapun kamu sedang mengandung.Kamu butuh uang ini untuk lahiran" Pak dito meyakinkan.
Reva menggeleng lalu tersenyum
"Bapak lebih butuh, saya masih punya simpanan kok pak" . Pak dito tersenyum bahagia, dari semua karyawannya hanya reva lah yang mengerti keadaannya padahal reva terbilang sebagai seorang karyawan baru.
"Trimakasih rev"
Reva mengangguk, Setelah itu reva berjalan keluar dari toko. Mencari pekerjaan di kota ini cukup sulit, Apalagi keadaannya yang tengah mengandung begini pasti tidak akan ada yang mau menerimanya.
------
Vano mengusap wajahnya kasar, Lelah dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja bayangan wajah reva terlintas di kepalanya,
"Kira-kira reva sekarang dimana ya?" Gumamnya, Namun dengan cepat vano menggeleng untuk menghilangkan fikiran yang ngawur itu.
"Ngapain juga mikirin dia, Sekarang gue lebih happy" Tangan vano menggeser-geser layar ponselnya mencari wanita yang cocok ia akan kencani malam ini.
"Okeeee kita senang-senang" Vano melonggarkan dasinya dan melempar asal jas kerjanya dan segera berangkat ke club malam , ataupun diskotik.
__ADS_1
Lantunan Musik DJ yang memekikkan telinga membuat gairah orang-orang yang ada di dalam Club malam itu meliuk-liukkan tubuhnya seiring dengan musik.
"Wine dan Vodka" Vano mengucapkan pesaannnya pada Bartener.
Beberapa perempuan seksi datang mengapit tubuhnya, Tanpa ragu vano menautkan kedua tangannya pada pinggang kedua wanita itu.
"Hai babe" Sapa vano,
"Hai sayang," Perempuan disamping kanannya ini tampak menggoda, akhirnya vano mengusir perempuan yang berada di sisi kirinya itu.
Vano meneguk minumannya Beberapa kali hingga benar-benar mabuk dan hilang kendali.
"Gimana Babe?" Goda perempuan itu ,
Vano mendekatkan bibirnya pada telinga wanita itu dan berbisik dengan nada yang begitu sensual.
"Come on, Kita senang-senang di hotel" Bisik vano, perempuan itu mengangguk.
Rafi harus pindah ke america dikarenakan urusan pekerjaan, dan Kedua orang tuanya yang menjodohkannya dengan seorang perempuan berdarah campuran indonesia america.
Sifat inilah yang rafi paling benci, claudia itu begitu manja. Claudia memeluk lengan kekar rafi sedangkan rafi justru merasa risih dengan sifat claudia.
"Gue capek, Udah dulu ya" Rafi menarik tangannya, Claudia bangkit berdiri lalu memaki rafi.
"Sayang...kamu tuh gak romantis, Kita itu udah mau nikah!" Bentak claudia
Rafi memutar bola matanya malas, lalu bangkit berdiri dan menatap sinis claudia.
"Lo aja yang nikah, Gue mah ogah!" Kata rafi lalu segera pergi, meninggalkan claudia yang menghentak-hentakkan kakinya malas.
Rafi berjalan sambil bermain ponsel dan melihat Feeds instagram Lisa, Mata rafi membulat ketika melihat lokasi yang lisa tag.
"Lisa disini juga?" Gumamnya, Rupanya lisa juga kini sedang ada di america.
*You : Lis, Lo di america?
__ADS_1
Lisa : iya, ngurusin perusahaan papi
You : Ketemuan yuk di mammoth cave national park ya.
Lisa : Boleh, Tapi agak lama gak papa ya😁
You : Gak kok*.
Senyum rafi mengembang, Reva tak mau Lisa pun jadi. Itulah motto hidup rafi yang sekarang.
Reva menawarkan kue buatannya di beberapa cave, dan alhambdulillah beberapa cave memintanya untuk bekerja sama.
"Kalo aku gak bisa dapet pekerjaan, Aku yang bakal bikin pekerjaan" Ucap reva sambil mengaduk-aduk Adonan kuenya.
Reva sudah tidak sabar menanti jagoaannya lahir dan tumbuh besar, Reva akan menjadi sosok ayah sekaligus ibu bagi anaknya.
TAMAT
Note : Orang baik ada aja ya jalannya Tuhan buat dia😁😁😁😁
•Gimana sama part ini?
•Ini part terakhir lohhhhhhhhhh ( Jadi part selanjutnya itu, udah Masa depan reva)
•Gimana ya kehidupan reva selanjutnya?
•Mau tau kisah cintanya rafi?
•JANGAN LUPA KOMEN YA, SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT.
TARGET 10 VOTE, DAN 10 KOMENTAR, KALO UDAH TEMBUS AKU BAKALAN UPDATE,
AYOOOO KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA,
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
7 tahun kemudian...................