Shenna Love

Shenna Love
Jealous


__ADS_3

Ada hari hari yang sangat dinantikan oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan, hari gajian, hari penerimaan THR, hari libur panjang ataupun hari kegiatan perusahaan yang sudah pasti bisa menikmati berbagai hidangan gratis dari perusahaan.


Dan untuk karyawan PT.Global Techno, yang sebentar lagi resmi menjadi PT.KLV Techno. Ada hari yang sangat dinantikan juga yaitu hari pemeriksaan kesehatan. Dimana setiap karyawan diperiksa kesehatannya, dilakukan tindakan jika ada yang sakit, vaksin influenza menurut jadwal vaksin rutinnya, diresepkan berbagai vitamin mahal dan kualitas bagus sesuai kebutuhannya dan semua itu dilakukan secara gratis untuk seluruh karyawan yang bekerja. Bagaimana tidak dinantikan oleh semua karyawan terlebih semua dilakukan oleh dokter profesional bagian dari Djaya Hospital.


Dan disnilah Shenna duduk memelas diruang rekan kerjanya, Shella yang merupakan manager divisi HRD.


"Shell... Masak sih gak bisa??? Ayolah..pliss!!"


Shenna merajuk sedari tadi diruangan Shella.


"Sheiii!! Gak beres otak lu. Kita bisa dapet kontrak dari Djaya Hospital itu gak gampang, setelah 3 tahun antri buat direview dan jadi partner bisnis sampe sekarang itu prestasi tau!!" Gemas Shella.


"Tapi kan masih banyak rumah sakit lainnya, buat kali ini aja dehh, Healty Day diganti dulu sama partner rumah sakit yang dulu, apa tuh nama nya. Rumah sakit Albertus." Shenna tetap gigih mencoba.


"Gila lu! Setelah ada kejadian dulu pak Robi dari divisi legal diresepkan salah vitamin, lu masih berani??" Shella memelototkan matanya.


"Lagian permintaan lu gak masuk akal dan gak bakal terjadi. Team dokter Djaya Hospital udah on the way kesini. mending lu arak anak buah lu buat bersiap di hall bawah perusahaan." Lanjut Shella.


Shenna berjalan lemas menuju hall perusahannya yang terletak di lantai bawah gedung ini, setelah tadi mengintruksikan teamnya untuk ke hall bawah melalui group chat. Bukan tanpa alasan yang jelas Shenna merajuk pada Shella. Dia punya firasat tidak enak akan acara kesehatan kantornya ini, perkaranya tak lain tak bukan adalah Steve.


*P*asti! Pastiii Steve kesini!!


Terlihat ada spanduk berukuran sedang bertulisan isi acara HEALTY DAY, dan beberapa karyawan sudah ramai di hall tersebut.


*K*ayanya team dokter udah pada dateng.


Mata Shenna menyapu isi ruangan untuk mecari Rara dan teamnya, dan saat menemukan Rara, disaat bersamaan Rara juga melihat kearah Shenna.


"Sheiiii!!! Sini sini!" Seperti biasa suara Rara sanggup mengalahkan toa dari berbagai penjuru dunia.


Shenna membelakan matanya meringis malu.


Buset malu maluin aja congor tuh anak!!


Saat setengah berjalan menghampiri Rara, Shenna tersadar akan sesuatu. Ada orang lain yang bersama Rara, bukan makhluk tak kasat mata.


*S*hiitt kenapa Rara sama dia???? Kan bener kan.. gak bakal salah feeling gua, dia pasti kesini!!


Shenna langsung memutar tubuhnya untuk berbalik arah, tetapi Rara menghampirinya dan menyeret dia.


Rara b*go! duuhhh gua kebiri lu nanti. Ini anak pikun atau gak nyimak gua cerita sih?!


"Sheiiii, ini dokter Steve dia ketua dokter disini. Tadi gua tanya tanya perihal sinus lu dan dia kasih saran soal sinus lu yang masih suka kambuh. Dok ini temen saya Shenna yang saya ceritakan tadi." Cerocos Rara tidak berhenti sampai Shenna menginjak keras kaki Rara.


"Aduhhhhh Sheiiiii!!!!!" Rara memegang kakinya yang terinjak oleh sepatu heels Shenna.


Aduh gua lupa masih pake sepatu hak. Sorry Ra.


Sedikit merasa bersalah tetapi tidak mengurungkan niat Shenna menyeret Rara dari tempat itu.


"Sheiii gila luhhh nginjek kaki gua, sekalian aja yah lu tusuk kaki gua pake piso. Sama runcingya kayak sepatu lu!" Setelah sampai dipojok ruangan Rara mengomel pada Shenna.


"Sory Ra, lagian lu kaya gak tau situasi yah. Nyerocos aja terus gak berhenti." Dengus Shenna.

__ADS_1


"Apaan maksud lu??!" Rara masih kesal sambil megusap kakinya yang sakit.


Shenna melihat Steve memandang lurus kearah mereka sambil tersenyum melihat tingkah Shenna dan Rara yang menurutnya lucu.


"Lu jangan berekasi berlebihan, tapi itu Steve yang gua ceritain!!" Bisik Shenna rendah.


Rara hanya sanggup membelakkan matanya, mulutnya juga terbuka tak kalah lebar, tangannya secepat kilat petir langsung memukul lengan Shenna


'PLAAAKKKK'


"Gilaaaaaaa gilaaaa Sheii!!! Doi keceh bangeett tau makanya tadi gua ajak ngobrol!!" Rara memang bebisik pelan tetapi tiap kelimatnya penuh dengan penekanan.


"Kalau lu gak mau buat gue ajaaaaaahhh!!" Rara masih berbisik sambil cekikikan sendiri.


Rara tersadar dan melihat tatapan mata Shenna tidak bersahabat, langsung segera mengubah ekspresinya.


"Ehmm!!" Rara memasang mimik wajah serius.


Baru saat Rara membuka mulutnya tiba tiba Kevin datang diantara mereka.


"Na.. nama kamu udah dipanggil 3 kali sama panitia loh." Kevin tersenyum menghampiri Shenna.


Shenna terkejut dengan kedatangan Kevin, ditambah Kevin memegang tangan Shenna secara tiba tiba, untung saja banyak orang kantor tidak menyadari hal tersebut kecuali.. Rara!! Yang sudah membesarkan bola matanya yang mungkin sebentar lagi akan keluar.


"Ba...baik pak! Saya kesana dulu." Shenna langsung melepaskan tangan Kevin dan berjalan canggung menuju meja pendaftaran.


Setelah mendaftar Shenna memasuki bilik temporer yang sudah disiapkan di hall tersebut.


"Harusnya wanita diperiksa oleh dokter wanita!!!"


Shenna menatap tajam Steve yang duduk manis lengkap dengan jas dokter dan kacamatanya yang selalu membuat lelaki itu terlihat menawan.


Hati hamba gak kuat liatnya yah Tuhan!!!


Shenna berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang agar nafasnya terkontrol.


"Semua dokter baik wanita atau pria sedang full memeriksa. Lagipula saya profesional."


Steve berdiri dan mengambil stetoskopnya.


"Silahkan duduk diranjang pasien Sheii, saya periksa sebentar." Steve berdiri disamping ranjang pasien sembari tersenyum manis dan menepuk pelan ranjang itu.


Shenna berdecih sinis, " Jangan mimpi saya mau diperiksa oleh dokter macam anda!"


Periksa akuhh!!!!


Batin sialan!


Shenna sampai pusing perang dengan batinnya sendiri lalu berjalan kekuar bilik itu dengan angkuh.


Shenna mendengus kasar setelah kembali dari luar untuk meminta tukar dokter, nihil semua dokter full benar kata Steve.


*Si*allll gua harus banget diperiksa dia apa??? Nanti ketawan banget gua grogi!!

__ADS_1


Steve masih setia menunggu Shenna duduk diranjang pasien tersebut dengan tersenyum hangat.


"Sini Sheii.. Aku ga gigit kok." Pria itu malah terkekeh untuk menggoda Shenna membuat Shenna begidik ngeri. Tetapi terpaksa mengikutinya agar cepat selesai. Toh Shenna tau hanya akan diperiksa sebentar dengan stetoskop dilengannya sambil mengecek tensi bukan di dadanya setelah itu di vaksin influenza.


Tetapi inilah yang dihindari Shenna, yaitu Steve bisa memegang lengannya,


*A*aarrghhh seball!!! Gua tau dia seganteng ini dari dekat!!


"110/75 okeh semua normal. Sekarang aku vaksin yah. Tolong diangkat lengan bajunya."


Steve beranjak untuk mempersiapkan jarum serta ampul obat vaksinnya. Dia terlihat sangat profesional dan..... tampan.


"Tadi siapa pria yang berani megang megang tangan kamu Sheii??" Sambil menyuntik pertanyaan itu lolos dari mulut Steve.


Karena terkejut Shenna terentak dan menyakitkan buat lengannya yang sedang disuntik, Shenna meringis pelan sehingga Steve mengusap pelan lengan Shenna bekas suntikan.


"Itu pacar kamu??" Lanjut Steve sambil menempelkan plester kecil bekas suntikannya.


Shenna membetulkan lengan bajunya setelah semua selesai, "Itu bukan urusan anda dokter."


Steve mengehela nafas kasar karena kesal Shenna sungguh bersikap acuh kepadanya, dia kembali ke meja nya dan mengambil bungkusan kertas,


"Ini obat yang baik buat sinus kamu, gak usah khawatir aku udah baca rekam medik kamu di THT rumah sakit, semua ini cocok dan aman buat case kamu."


Steve memaksakan tangan Shenna untuk menerima bungkusannya. Dan seketika menarik pelan tangan Shenna hingga memangkas jarak mereka, Steve melingkarkan lengannya dipinggang Shenna.


"Putusin pacar kamu, aku yang lebih pantas. Dan aku gak suka dia megang tangan kamu." Steve berbisik rendah ditelinga Shenna sambil mengusap telapak tangan Shenna seolah ingin membersihkan jejak pria lain disana.


Belum sempat Shenna bereaksi karena terlalu shock, Steve melepas pelukannya.


"Okeh sudah selesai Sheiii. " Steve kembali duduk di mejanya dan tersenyum manis untuk Shenna.


Seperti di hipnotis Shenna hanya mengangguk dan keluar dari bilik itu dengan perasaan gamang dan bingung.


Ba.. Barusan kejadian apaan nih??


Tak lama handphone nya bergetar ada pesan yang masuk menyadarkan dirinya.


Steve


"Nanti malam aku ke apartemen yah, jangan ajak pacar kamu datang malam ini!"


Shenna menautkan dua alisnya mendengus kasar dan mengabaikan pesan Steve.


Gak waras!


"Kenapa lama sekali kamu diperiksa Na?"


Kevin berdiri dihadapan Shenna dan menatapnya dengan menelisik.


*In*i orang makin terang terangan yah dikantor!


Shenna tersenyum pias.

__ADS_1


__ADS_2