Shenna Love

Shenna Love
Nikah???!!


__ADS_3

Pergulatan panas yang terjadi antara Kevin dan Steve akhirnya bisa dilerai oleh manager restoran.


Nafas Kevin memburu, dadanya naik turun dan tatapan tajamnya menghujam Steve, begitu pula sebaliknya mereka saling menerkam dengan pandangan tajam sehingga lupa bahwa Shenna sudah kabur duluan karena malu menghadapi tingkah kekanakan kedua pria itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada tuan sekalian?" Pertanyaan dari manager restoran seolah menyadarkan Kevin.


Dimana Nana? Kevin celingak celinguk mencari sosok wanita itu.


Sial...!!! Kevin dengan berbegas membayar tagihan dan menyambar kunci mobilnya keluar restoran.


Pergerakan yang sama dilakukan oleh Steve tetapi satu kalimat menghentikannya.


"Mau kemana kamu steve habis membuat onar di acara kakek nenek???!!"


Mampus gua!! Steve hanya meringis kecil sambil mengehela nafas kasar


Urusan Sheii nanti dulu deh, paling penting jinakin induk macan dulu.


Kevin keluar terburu buru untuk mengejar Shenna,


seorang pelayan menginformasikan bahwa Shenna sudah keluar dari restoran tersebut.


Aduhhh Nana kemana kamu?


Baru sesaat Kevin mengarahkan mobilnya keluar dari area parkir, dia melihat Shenna sedang berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan lewat.


"Nana, masuk!" Kevin menepikan mobil tepat di depan Shenna dan membuka kaca jendelanya.


Shenna hanya mendengus kasar.


Kalau gua gak mau masuk tapi nunggu taxi dari tadi gak ada yang lewat, tau gitu tadi panggil online!! Ini juga udah malam!! Keseell!!


Tanpa banyak bicara Shenna masuk ke dalam mobil Kevin.


Sepanjang perjalanan menuju aprtemen Shenna dan Kevin hanya diam sibuk tenggelam dalam pikiran masing masing tanpa ada penjelasan diantara mereka. Shenna malas untuk membahas masalah yang tidak ada ujungnya ini, sedangkan Kevin sedang menyusun kata yang tepat untuk berbicara dengan Shenna.


Tanpa terasa mobil Kevin sudah memasuki area apartemen Shenna, bukannya berhenti di lobi tetapi Kevin masuk ke basement apartemen untuk memarkir mobilnya.


Panjang lagi nih urusannya. Decak Shenna kesal, tentu wanita itu sudah sangat malas berurusan dengan pria pria yang tidak waras ini.


"Aku masuk dulu yah Na. Ada yang mau aku bicarakan."


Sebenarnya Shenna ingin menyuruh Kevin bicara langsung di dalam mobil saja, tetapi sepertinya suasana sepi basement dan waktu sudah menunjukan pukul 21.15 bukan pilihan tepat jika berbicara di dalam mobil.


Shenna hanya mengangguk lalu berjalan menuju lift untuk naik ke unitnya diikuti oleh Kevin.


"Silahkan duduk, aku ambil minum dulu." Shenna mempersilahkan Kevin untuk masuk dan sekali lagi tidak lupa mengganjal pintu dengan door safety.


Biar aman pikir Shenna.


Kevin melirik kearah pintu dan menghembuskan nafasnya dalam.


Segitu waspadanya dia sama gua sekarang??

__ADS_1


Setelah sunyi menyelimuti keadaan, Shenna kembali dari dapur dan meletakan 2 buah gelas berisi teh hangat.


"Mau ngomong apa kamu?" Shenna memecah kesunyian agar cepat selesai dan Kevin bisa pergi dari apartemennya.


"Nana, sekarang bisa gak kamu jujur sama aku. Kamu ada hubungan apa sama dokter itu? Sama seperti Jansen??"


Ini lagi yang dibahas emang kagak jauh jauh Aaargghhhhhh!!


Shenna sudah frustasi.


Udah waktunya buat jujur dan kelarin!!


"Kev..." Shenna menarik nafas dalam dalam sebelum memulai pembicaraan panas ini.


"Hubungan aku sama Steve.."


"Owwh Steve namanya." Potong Kevin.


Shenna memandang Kevin datar, dan dibalas senyum hambar oleh kevin.


"Hubungan aku sama Steve, Jansen dan.... kamu itu semua sama! Kalian sama sama kembali dari masa lalu dan sama sama bikin aku gila dan naik darah terus terusan!" Shenna tidak lagi bisa menahan gejolak emosi hatinya.


"Aku beda Na, jangan menyamakan aku dengan mereka." Kevin membela diri.


Shenna tersentak oleh jawaban Kevin.


"Yang berbeda itu cuma nama kalian aja!!! Semua sama kalian sama, sama sama ghosting aku dimasa lalu dan sok sok an balik cuma buat ngejar lagi. Ngak tau serius atau gak!! Aku muak Kev!!" Dada Shenna naik turun karena emosinya sudah mulai berkobar.


Mata Shenna membuka lebar dan mulutnya menganga karena kaget dengan jawaban Kevin barusan.


Shenna menormalkan mimik wajahnya.


"Kev..." suara Shenna mulai melunak, menarik nafas panjang dulu sebelum berucap kembali. "Aku gak bisa, hati aku gak siap dan perasaan ini udah gak sama kaya dulu. Maaf."


Kevin sudah tahu sebenarnya bahwa dia akan di tolak dan meluluhkan Shenna saat ini tidak mudah, tetapi mendengar penolakan itu langsung dari mulut Shenna cukup menyakitkan.


Kevin tersenyum pias sambil membuang pandangannya kesembarang arah.


"Kasih aku kesempatan Na, kesempatan buat perbaikin ini semua. Aku akan tunjukin keseriusan aku, kalau aku.."


"Kev." Shenna memotong. "Masih banyak wanita yang akan dengan senang hati menerima kesempatan dari kamu, tapi bukan aku. Ini udah malam, jadi.." Shenna berdiri untuk mengakhiri pembicaraannya dengan Kevin.


"Sebaiknya kamu pulang.." Shenna membuka lebar pintu apartemennya.


Kevin tergugu, dia tidak sanggup berkata kata apalagi menerobos pertahanan kuat Shenna. Sungguh ingin rasanya dia menangis tetapi malu, iya Kevin malu karena dulu sudah menolak dan menyakiti Shenna tetapi sekarang dia yang datang memohon pada Shenna.


Kevin berdiri dan mengambil nafas dalam,


"Aku gak akan nyerah Nana." Sambil mengusap sayang kepala Shenna dan berlalu dari apartemen Shenna.


Setelah kepergian Kevin, Shenna dengan segera membersihkan badannya dan berganti pakaiam dengan baju tidur yang nyaman. Baru saja merebahkan badannya di ranjang, bel apartemennya berbunyi.


Udah jam 10 malam!! Siapa lagi ini?!

__ADS_1


Shenna berjalan menuju pintu dan mengintip pada lubang door viewer.


*S*udah kuduga pasti dia kesini!! huhu


Shenna membuka pintu apartemennya.


Steve berdiri mematung dengan mimik wajah datar.


Shenna melihat wajah Steve lebam pada bagian pipi,


Kevin kagak ada lebamnya, ini Steve sampe bonyok gini.


Hati Shenna sedikit sakit melihat keadaan Steve, secara implusif Shenna mengelus pipis Steve yang lebam. Rahang Steve ditumbuhi bulu bulu halus sungguh menambah kesan seksi buat Shenna.


Steve yang terkejut sekaligus senang dengan perbuatan Shenna dengan segera menghambur memeluk Shenna dan langsung masuk, menutup pintu.


Mereka berpelukan cukup lama dan Shenna merasa nyaman dalam dekapan pria itu, Shenna meresap dalam harum parfum Steve dan mereka saling bertatapan dalam diam.


"Kamu kalau gak bisa berantem jangan berantem, Kevin mantan juara Taekwondo. Masih untung kamu cuma lebam dipipi gini." Shenna membelai kembali pipi Steve.


"Kamu tau banget soal dia. Kamu suka sama dia?? Kamu udah jadian sama dia? kamu juga peluk peluk dan belai dia kayak gini???" Steve melepaskan pelukannya dengan Shenna dan memasang wajah tak suka, merajuk seperti anak kecil.


Shenna hanya mengulum senyumnya, "Aku megang pipi kamu cuma implusif aja. Gak sadar! Kamu mau apa kesini? Udah malem." Shenna berjalan menuju sofa untuk duduk.


Steve melirik 2 gelas ad di meja ruang tamu tersebut.


"Tadi dia mampir kesini juga??? Sheii, kamu.."


"Steve." Shenna memotong pembicaraan pria itu dengan cepat.


"Seberapa serius kamu sama kamu??" Tembak Shenna to the point.


Steve langsung tersenyum lebar dan menghampiri Shenna.


"Sudah waktunya kan buat kamu mutusin pilih aku atau dia. Ehmmm! Jelas bukan, dari awal pilihan kamu hanya aku dan cuma aku yang pantas jadi kekasih kamu Sheii. Dan aku serius sama kamu Sheii, aku akan buktiin. Please be mine Sheii!" Steve mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna pink dan membukanya, terdapat sebuah cincin berlian yang memikat mata.



Shenna terpaku melebarkan matanya menatap Steve dan cincin itu bergantian.


Steve dengan segera ingin memasangkan cincin tersebut di jari Shenna, tetapi wanita itu tersadar dan menarik tangannya.


"Stop!!!" Shenna menghentikan pergerakan Steve.


"Kasih aku waktu cerna semua ini. Simpan kembali cincin nya dan kamu boleh pulang. Aku harus berpikir untuk semua ini." Shenna menarik paksa tangan Steve dan mendorongnya kearah pintu meski senyuman tiois menyemat dibibir wanita itu.


Steve tersenyum kecil dan balik menggenggam tangan Shenna dan meletakkan kotak cincin itu di tangan Shenna. "Kamu yang simpan, jika nanti kita ketemu entah ngedate atau aku kesini, dan kamu udah pakai cincin ini berarti kamu siap Sheii. Sampai kapanpun akan tetap aku tunggu kamu siap selama apapun itu."


Steve mengecup singkat jidat Shenna dan berlalu keluar dari apartemen Shenna.


Shenna menutup pintu dan terduduk dilantai sambil menggenggam erat kotak cincin itu


Nikmat dosa mana lagi yang kau dustai.. sehari diajak nikah dua kali, mama!!!!!

__ADS_1


__ADS_2