Shenna Love

Shenna Love
Ulang Tahun


__ADS_3

Hari ini tanggal merah dan libur kantor, setelah insiden Steve hilang kontrol minggu lalu Shenna memutuskan untuk jangan terlalu lama berdua di apartemen. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan terjadi karena dua insan manusia yang sedang dimabuk cinta bisa saja kehilangan akal sehatnya.


Seperti hari ini mereka hanya menonton televisi diruang keluarga rumah mama Myra. Shenna memang akan selalu pulang kerumah mamanya setiap ada hari libur, mempunyai kekasih juga tidak akan merubah kebiasaan itu.


"Sayang, 1minggu lagi kita berulang tahun." Shenna menoleh dan tersenyum mendengar perkataan Steve.


"Kamu masih ingat??" Shenna tertawa renyah.


"Paling gampang diingat, aku gak akan pernah lupa tanggal ulang tahun kita yang hanya beda 1 hari."


Steve tersenyum menatap kekasihnya memperlihatkan giginya yang putih berjejer rapi.


"Kamu ada rencana apa memang?" Shenna membenarkan posisi duduknya dan kini dia duduk bersila diatas sofa menghadap Steve.


"Kamu cuti yah di tanggal 6,7 dan 8. Aku juga udah ngajuin cuti." Steve tersenyum misterius.


"Mau kemana?? Aku mana bisa sembarangan cuti. Nanti bos aku rese!" Gadis itu membayangkan betapa pusingnya nanti jika dia meminta cuti pada Kevin, pasti akan ditanya panjang lebar.


Steve melirik sebal "Aku gak peduli soal bos kamu. Aku udah siapin semuanya nanti aku juga minta ijin sama mama kamu. Pokoknya besok kamu urus cuti kamu yah!"


Shenna hanya bisa mendengus karena kekasihnya ini mempunyai sifat yang tidak ingin dibantah, Shenna keras kepala tetapi Steve terkadang lebih keras lagi. Jadi Shenna terkadang memilih menurunkan egonya sebagai kekasih yang baik daripada mereka sering bertengkar.


****


Shenna sedang duduk manis diruangan kerjanya, dia sudah mengisi eformulir untuk cuti, tinggal 1 klik saja itu akan masuk ke email atasannya. Tetapi dia sedari tadi termenung memikirkan malas menghadapi pertanyaan Kevin.


Tanpa Shenna sadari Rara sudah berada dibelakang kursinya untuk mengintip apa yang sahabatnya ini lamunkan sampai tidak menyadari kehadiran dirinya.


Cuti??? Sheii mau cuti kok pusing amat. Nih sebagai sahabat yang baik dan budi pekerti gua bantuin.


Rara menyelinapkan lengannya dan mengklik tombol mouse dan begitu saja eformulir Shenna terkirim sudah.


"Hahhh???? Haahhh???" Shenna terkejut dari lamunannya dan menengok kebelakang kursinya.


"Raaaa!!! Raaaa???? Raaraaaaa kacau lu!!!!"


Shenna menarik narik lengan Rara maju mundur dan Rara hanya tertawa membahana.


"Aduh!! Hahahaha kok lu panik amat sih Sheii?!" Rara masih bertahan dengan tawanya sampai sudut matanya berair.


"Lu gila yah main pencet aja?! Gak beres otak lu!" Shenna masih berupaya menganiaya sahabatnya itu.


"Aduhh ampun. Hahaha! Udah gak apa apa laah lu udah lama gak cuti juga kan."


Tiba tiba dering telepon dimeja Shenna mengagetkan dia, dia melirik nomor ekstensi yang menelfon dan mendengus kasar.


"Tuh kan sudah kuduga!! Rara rese yahh!" Shenna berdecak kesal dan mengangkat telepon dari Kevin.


"Keruangan saya sekarang Na." Lalu telepon diputus sepihak seperti biasa.


Shenna melirik sebal kearah Rara yang masih terkikik karena menahan tawa.


Shenna mengetuk pintu dan mengintip "Bapak memanggil saya?"


Kevin menatap datar Shenna "Masuk Na, ngapain depan pintu?" Pria itu sedang berdiri didepan meja kerjanya


Shenna melangkah masuk dengan gusar.


__ADS_1


Hari ini Kevin terlihat lebih santai dengan kaosnya tanpa kemeja kerjanya, karena jika memang tidak ada pertemuan penting dengan klien dia akan memakai baju santai kekantor.


Shenna menelan ludahnya


Emang ganteng gak bisa dibantah ini orang, untung gua tipe setia.


"Duduk!" Kevin berjalan duduk dikursinya. "Kamu ngajuin cuti 3 hari???"


Shenna hanya menunduk dan menganggukan kepalanya.


"Mau kemana kamu??? Itu kan hari ulang tahun kamu kan?" Kevin menaikan dagunya dan menatap Shenna dalam.


Aduhhh kalau gua bilang pergi sama Steve pasti dia bakal rese!


"Ada.. ada acara keluarga Kev..." cicit Shenna masih dengan menundukan kepalanya, dia tidak pandai berbohong jadi lebih baik tidak perlu menatap Kevin daripada ketahuan.


Kevin tahu dengan jelas Shenna sedang berbohong karena pola wanita ini selalu sama jika sedang melakukan kesalahan dia akan menunduk.


"Liburan sama si dokter??? Berdua doang nginep gitu???" Kevin bersidekap


Shenna secara reflek mengadahkan kepalanya.


Gua sendiri aja ga tau mau dibawa kemana sama Steve eeeh dia lebih pinter ajah!


"Enggak kok Kev..."


"Bagus.. kalau pergi berduaan nginep begitu aku gak bakal kasih cuti kamu, bahaya banget."


Shenna memebelakkan matanya terkejut dengan penuturan Kevin


Lah situ punya hak apa ngatur ngatur iishhh!!


Gua gak tau Kevvvv!! Gua aja gak tau huhu


"Iii.. iya bukan!"


"Yaudah aku approved yah." Kevin menatap Shenna dan gadis itu hanya bisa tersenyum canggung.


"Terimakasih Kev."


"Oke kalau merasa terimakasih banget nanti siang temenin aku lunch dan gak terima penolakan!" Pria ini memang pandai mencari peluang, Shenna hanya bisa kembali tersenyum hambar.


Shenna kembali keruangannya dan ingin menelfon kekasihnya untuk menjelaskan nanti dia akan keluar makan siang dengan atasannya, tapi Steve pasti akan cemburu dan marah.


"Yasudah gak apa apa, Kamu makan yang banyak yah. Biar montok pacarnya aku." Shenna ternganga disebrang telepon karena Steve sama sekali tidak marah setelah dia bercerita dan terpaksa makan siang dengan atasannya.


Begitu sambungan telepon sudah selesai Shenna mendesahka nafasny panjang.


Justru dia gak marah perasaan gua makin gak enak.


Atau jangan jangan Steve punya selingkuhan??? Awas aja sih kalau dia berani macem macem gua kulitin langsung!!


Shenna meremas kertas dimeja dengan sekuat tenaga karena imajinasinya.


Jam makan siang sudah tiba, seperti biasa Rara akan makan keluar bersama Andro karena jarak kantor dengan tempat usaha Andro hanya berjarak 1 blok saja dari kantor. Jadi setiap siang mereka akan makan bersama, terkadang Shenna juga bergabung, dan sudah beberapa kali juga Steve ikut bergabung makan siang bersama Rara dan Andro.


"Udah siap. Yuk berangkat." Kevin muncul didepan ruangan Shenna membuat gadis itu meringis kesal.


Kenapa dia kesini sih kan udah kirim pesan ketemu diparkiran aja! Nanti orang gosip yang enggak enggak lagi. Pusing gua!!

__ADS_1


Shenna hanya mengangguk dan berjalan keluar ruangan dengan langkah gontai. Mereka turun dengan lift khusus CEO dan begitu sampai di lobby mereka akan berjalan menuju parkiran diluar gedung. Shenna bisa saja pingsan jika dia tidak mengontrol dirinya melihat siapa yang sudah berdiri di lobby utama. Wajah Kevin mendadak kesal dan memutar bola matanya malas.


Steve berdiri bersidekap memandang Shenna dengan senyuman mautnya, pria itu menggunakan kaos polo putih lengan pendek memperlihatkan dengan jelas tatto dilengannya dan celana panjang jeans dengan aksen robek dilutut.


Orang orang pasti tidak akan pernah menyangka bahwa Steve seorang dokter jika dia tidak menggenakan kemeja lengan panjang, kacamatanya, dan sudah pasti jas dokternya.


Banyak pasang mata menatap kebekuan antara Shenna, Kevin dan Steve. Mereka bertiga sudah menjadi hot topik dikantor 6 bulan terakhir. Meski semua sudah mengetahui bahwa Steve kekasih Shenna tetapi tetap saja Kevin dengan sikap agresifnya masih mengundang gosip dari warga sekitar.


"Katanya mau makan siang? Ayuk saya sudah lapar." Steve berjalan mendekat dan menatap Kevin dengan senyumnya yang banyak tersirat makna.


Kevin menaikkan dagunya dan memandang Steve sinis lalu menatap Shenna "Yuk jalan. Owh yah Na kekasih kamu itu lebih cocok jadi preman daripada punya profesi seorang dokter." Kevin berjalan mendahului mereka.


Kata kata Kevin membuat Steve kesal dan segera Shenna menahannya.


"Udah jangan diladenin, Kamu kenapa bisa kesini???"


"Kamu pikir aku bakal biarin kalian makan berdua saja???" Steve mendelik sebal dan Shenna hanya mengulum senyumnya.


Beruntung ada sebuah restoran yang hanya berjarak 1 blok dari kantor, Shenna mengusulkan untuk makan disana. Jadi mereka hanya perlu berjalan kaki bertiga tanpa harus naik 1 mobil bersamaan, Shenna bergidik membayangkan bagaimana posisi duduk di dalam mobil haha.


Begitu mereka tiba di restoran tersebut dan masuk, mata Shenna dan mata Rara saling menatap, Rara hampir saja tersedak makanannya karena dia ingin tertawa terbahak melihat Shenna datang bersama atasannya dan juga kekasihnya sekaligus.


Shenna meringis menyesal kenapa harus bertemu Rara disini dan kembali sadar bahwa Rara tidak hanya berdua dengan Andro, ada beberapa sahabat Andro dan.... Jansen!


Lelucon macam apa ini??!!!


Tidak ada yang menyadari kebetulan ini kecuali Rara dan Shenna, dengan segera Shenna mengalihkannya agar cepat memilih meja dan duduk untuk makan.


Tetapi memang Rara manusia iseng dia langsung berkata pada kekasihnya.


"Sayang, itu atasan aku yang ngejar ngejar Sheii, dan sekarang dia lagi mengakrabkan diri sama Steve loh!!" Rara terkikik dan membuat Andro Cs melihat kearah Shenna tak terkecuali Jansen.


Dan secara implusif Jansen bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menghampiri Shenna, disitulah tawa Rara pecah.


"Sepertinya meja ini seru. Apa saya boleh bergabung???" Spontan Shenna, Kevin dan Steve mendongak kearah sumber suara, Jansen tersenyum smirk kearah mereka bertiga.


Shenna seketika melirik Rara yang sedang terbahak bahak,


Rara sialan!!! Awas nanti yah!!


Kevin dan steve memutar bola matanya malas pada Jansen.


****


Hari cuti Shenna telah tiba, ijin dari mama Myra sudah juga keluar entah apa yang dikatakan Steve sehingga mamanya mengijinkannya. Atas instruksi Steve, Shenna membawa beberapa stell pakaian pantai. Shenna bahagia meski tidak tahu tujuannya lokasi kemana tetapi dia sudah tahu bahwa dia akan menginap dipantai.


Mereka telah melakukan perjalanan dari subuh tadi, sudah 2 jam dijalan dan masih belum sampai.


"Kamu tidur aja dulu nanti aku bangunin." Steve mengusap kepala Shenna dengan sayang.


Steve memarkirkan mobilnya, mereka sudah sampai, lokasi pantai ini agak tersembunyi dan hanya ada beberapa villa privat, salah satunya milik keluarga Steve. Steve mengusap pelan pipi Shenna untuk membangunkan kekasihnya itu.


Mata Shenna mengerjap "Kita udah sampai??" dan hanya dibalas senyuman hangat Steve. Shenna terpukau dengan hamparan pantai pasir putih dan laut jernih dihadapannya, dia sangat suka tempat ini dia berjalan menyusuri tepi pantai seorang diri karena Steve sedang sibuk menginstruksikan penjaga vila untuk membuat makan siang dan membawa barang bawaan mereka.


Steve memandang kekasihnya dari kejauhan, bidadari hatinya. Gadis itu sangat cantik dimata Steve dengan dress putihnya tertawa lepas karena bahagia.


Gak sia sia gua bawa kesini!


__ADS_1


__ADS_2